PERNIKAHAN BISNIS 2 KELUARGA

PERNIKAHAN BISNIS 2 KELUARGA
TERTIDUR UNTUK YANG PETAMA KALINYA


__ADS_3

Heii bung.. Kemari kau " wiliam memanggil adrian"


Oh ya aku...ada apa.?


Apa acara yang kau siapkan untuk para bujang ??


Itu tidak ada di daftarku *jawab adrian cuek*


Kenapa tidak ada.?


pesta untuk para bujang harus di adakan *wilam memaksa*


Kau tau aku akan menikah dengan seekor lembu, jadi biarkan aku bersenang² dahulu


*ucap wiliam lagi*


Audia wanita yang sangat manis bung *ucap wiliam*


kau benar sekali, dia wanita yang manis


dia seperti serpihan dari si pembuat roti


Roti donat *ucap teman² wiliam serentak*


Mereka tertawa terbahak² dan Tanpa wiliam sadari audia yang bermaksud menemui wiliam mendengar perkataan itu, audia kecewa kemudian pergi membatalkan niatnya menemui wiliam.


.


.


Di dalam kamar, audia yang mendengar ucapan wiliam tadi mencoba paksa gaun yang akan ia gunakan nanti, sekuat tenaga ia mencoba agar gaun itu bisa ia pakai.


Tadaaa... Elena berlari menghampiri audia dengan membawa sepotong cake kesukaan audia, ia melihat audia yang ternyata tengah menangis.


Heii..heii.. Audia..kau kenapa.?


mengapa kau menangis? * sembari menyeka air mata audia*


Elenaaa... Aku gendut.. Aku obesitas..aku ini balon *ucap nya semakin menangis*


Haa..omong kosong apa ini.?


kau cantik...sangaat cantik audia *elena memeluk audia*


Tidak elena.. Mengapa pria seperti william mai menikah dengan wanita gemuk seperti aku?


Karena kau beruntung !


Bisnis berjalan dengan baik dan lancar, sementara aku hanya menjadi bagian dari perjanjian bisnis!


heeii.. Apa william mengatakan sesuatu padamu ha..?


jika benar, maka kau jangan menikah dengannya *elena membela*


Tidak elena, sampai sekarang tidak ada yang berani menentang keputusan nenek,


ayah dan paman² kita pun juga tidak ada yang berani, lalu bagaimana aku akan melakukannya ?


Sekarang, biarkan pertunjukan ini tetap berjalan, aku beruntung mendapatkan pria seperti william *ucap audia menguatkan dirinya*


Elena hanya terdiam dan ikut menangis mendengar ucapan audia, ia memeluk audia memberi semangat dan kekuatan untuk saudari nya itu.


.


.


Tok..tok.. terdengar suara ketukan dari jendela kamarnya.. audia melihat dan ternyata itu adalah adrian yang memanggilnya keluar.


Diam² mereka menculik audia yang saat itu sudah tertidur, ya ternyata mereka sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk menghibur audia.


Audia terbangun dan sangat terkejut mendapati dirinya sudah tidak di dalam kamar lagi, namun ia juga sangat bahagia dengan pesta kejutan yang di berikan elena dan adrian padanya

__ADS_1


malam itu audia benar² menikmati setiap acara kejutan yang diberikan untuknya.


.


.


Kau lihat itu tadi..?


audia sangat bahagia,


terimakasih adrian *ucap elena ketika acara sudah selesai*


*menatap elena dengan senyum* sama-sama princess


Di bawah langit yang cerah di penuhii bintang² adrian dan elena mengobrol berdua malam itu, saling bercerita, bercanda dan tertawa bersama hingga tanpa elena sadari ia berbaring dan untuk pertama kali nya malam itu ia tertidur.


eeei... Katanya kau tidak bisa tidur


apa ya namanya kemarin, insomadiak ya?


*adrian berbicara sendiri*


.


.


*pagi itu..matahari malu² menampakkan sinarnya*


Selamat pagi nak *sapa alvin membangunkan audia sembari menciumnya*


Selamat pagi ayah *jawab audia masih mengantuk*


Dimana elena.? *tanya alvin sambil menyeruput secangkir kopi yang ada di tangannya*


Elenaa !


ayah tau aku, elena dan a.a emmm *audia gugup *


Sementara itu di tempat lain, elena yang sedang tertidur di kagetkan dengan dering di ponselnya.


Drrrtt...Drrrrttt...Drrrrrt... *elena terbangun segara meraih ponselnya*


Ya hai..*sapa elena*


Elena.. Kau ada dimana?


Hmmm... Akuu...aakuu tertidur


Ha.. Apa..?? *audia kaget*


Akuu tertidur *ulang elena pada audia*


haa.. Apa..? Aku tertidur..? *tanya elena kaget pada adrian yang duduk di sebelahnya*


Hmm.. Hmmm * adrian mengangguk *


Ooh waaw.. bagaimana bisa ?


tapi nanti saja, sekarang kau lekas bangun dan cepat lari dari sana,, ayah sedang mencari mu ! *ucap audia di ponsel mereka yang masih terhubung*


Ooh siaal.. Baiklah..


Elena bergegas bangun berlari meninggalkan adrian, ketika menuruni anak tangga menuju halaman ia bertemu dengan alvin ayahnya


elena, dari mana kau.? *tanya alvin*


Aku tertidur..


Ha ? "adrian kaget"


Uh maaf

__ADS_1


aku hanya jalan² ayah *jawab elena terbata²*


Kemana ? *alvin curiga*


Kemana saja ayah...*jawab elena*


Ketika sedang mengintograsi elena, tidak sengaja alvin melihat adrian yang saat itu juga berlari hendak menuruni anak tangga,


adrian yang melihat elena bersama ayahnya seketika bertingkah konyol dan kembali putar haluan.


.


.


*Duaaaar*


suara tembakan itu terdengar lagi,


Elena bersama ayah nya berlari ke arah sumber suara.


apa yang terjadi tuan bagas.? *tanya alvin*


Mereka memasukkan anakku ke penjara *jawab bagas emosi*


Mereka pun akhirnya bergagas menuju kantor polisi, bermaksud meminta agar william di bebaskan.


Permisii..permisii... *Ucap adrian melewati kerumunan*


adrian masuk ke dalam ruangan menemui polisi itu dan meminta agar willian jangan dulu di bebaskan, ia sengaja karena ingin memberi pelajaran pada lelaki angkuh itu.


Elena dan adrian berjalan menemui william di dalam penjara, william merengek² kepada mereka meminta bantuan agar segera di bebaskan.


Aku akan membantumu bebas dari sini, tapi dengan syarat.!


Apa pun itu syaratnya akan aku ikuti *ucap william*


Setelah adrian dan elena memberi tau syarat² nya kepada william,akhirnya william di bebaskan dari penjara itu.


.


.


Di perjalanan pulang kembali ke rumah, elena bercerita bersama audia.


Kau tau, aku bahkan bermimpi


dan kau tau siput bisa tidur selama 3 tahun *ucap elena*


hmm.. 3 tahun..? Oke baiklah..lalu.?


Aku merasa aku sepeti siput sekarang.


Ha ha ha... Kenapa.?


Karena aku bisa tidur sekarang audia *ucap elena bahagia*


Kau tau audia, dia bertingkah seperti pria pemberani dan macho malam itu, padahal aslinya ia sangat takut dengan kegelapan


Waaw.. Benar kah.? Takut pada malam.??


iya sungguh..*jawab elena meyakinkan*


Alvin yang sedang mengemudi tersenyum ketika ia mendengar pembicaraan kedua anaknya itu bahwa adrian takut dengan kegelapan. Ia seperti mendapatkan sebuah ide untuk mengerjai adrian.


Malam itu ia segara melakukan aksinya untuk mengerjai adrian, diam² ia pergi ke kamar adrian dengan membawa kursi roda otomatis, Kursi roda itu masuk ke dalam kamar tanpa ada yang duduk di atasnya, tak lupa alvin juga menyalakan suara² horor agar adrian semakin ketakutan,


alvin mengontrol kursi roda itu menggunakan remot dari luar.


Adrian yang melihat itu spontan kaget dan ketakutan, ia melempar dan mengusir-usir kursi itu.


Yeesss... *ucap alvin kesenangan*

__ADS_1


Tanpa alvin sadari suaranya terdengar oleh adrian dan ia tau itu suara siapa, seketika ia paham bahwa ia sedang di jahili oleh orang itu.


__ADS_2