PERNIKAHAN KAGET

PERNIKAHAN KAGET
Hadiyah


__ADS_3

Tok ...



Tok ...



Tok ...


Mumut mengetuk pintu rumah, tapi belum di buka juga oleh Dimas.


"Mas, buka pintunya!" ucap mumut meminta.


setah 3 menit mumut mengetuk pintu dan memangil Dimas, baru Dimas membuka pintu.


"Maaf mut, aku ga denger kamu, tadi aku lagi tidur." ucap dimas dengan mata masih ngantuk.



"Oh , aku kira kamu tak ada di dalam rumah."


"Tadi aku pulang jam setengah satu, dan setelah sholat langsung tidur, kamu kan biasanya jam 12 udah nyampe rumah, tapi ko ini jam 2 siang baru pulang?" ucap Dimas.


"Aku sengaja pulang jam 2 siang, karena nanti aku ga berangkat lagi." ucap mumut sambil melangkahkan kakinya menuju kamar.


Hari itu mumut lumayan lelah ia membaringkan tubuhnya di kasur.


"Mut, kamu cape ya? aku ada ini buat kamu." ucap Dimas sambil memberikan hadiyah pada mumut.


"Wah ... Apa ini mas?" tanya mumut sambil membuka plastik hitam.


"buka aja!"



"Wah ... kerudung. Makasih ya mas! aku coba ya." ucap mumut sambil mencoba kerudungnya.



"Wah ... Mas aku pantes pake kerudung ini. Cantik kan?" tanya mumut sambil mengaca di cermin yang ada di kamarnya.



"Iyah, kamu cantik mut, nanti pake ya kerudungnya, biat kamu kerja!" titah Dimas sambil tersenyum.



"Iyah, mas, aku pasti pake.


Dimas membelikan mumut kerudung berwarna coklat saat ia pulang dari ceramah. Ia teringat pada istrinya saat pulang dan berhenti di toko untuk membelinya.


Dimas juga menyerahkan uang hasil ceramahnya 400 ribu untuk pada mumut.


"Mut, ini juga buat kamu." ucap Dimas sambil memberikan amplop.


"Apa ini mas?" tanya mumut sambil memegang amplop tersebut.


"Itu uang mut, dari hasil ceramahku di pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak. Kamu terima ya uang itu, tapi cuma dikit." ucap Dimas.


"Mas, ini buat kamu aja lah, buat pegangan kamu, uang yang kamu kasih itu 3 juta masih ada mas." ucap mumut sambil menyerahkan amplop tersebut.



"Udah buat kamu aja! Di dompetku mash ada uang 150 ribu, itu buat peganganku. Jadi uang itu buat kamu aja. Ucap Dimas sambil menyerahkan amplop lagi pada mumut.


"Cuma 150 mas dikit, udah ini pegamg aja untukmu."


"Ga mut, nanti kalo uang peganganku udah abis aki minta ke kamu, mangkanya ini uang buat kamu, setiap aku dapat uang aku akan kasih semua buat kamu. Paling nanti aku minta dikit buat peganganku.


"Masya allah mas, kamu suami yang baik, jarang ada suami seperti mu ma." ucap mumut sambil tersenyum.


"Ya udah uangnya kamu simpan ya!"


"Oke ... suamiku yang baik.



"Kamu udah makan belum mas?" tanya mumut.

__ADS_1



"Tadi aku di kasih kue di pengajian, jadi perut ku masih kenyang."



"Tapi, nanti kamu lapar mas, makan kue itu ga bisa kenyang lama, aku mau masak untuk makan sore kita ya." ucap mumut sambil tersenyum.



"Ga usah mut, biar aku aja."



"Ga apa-apa mas, tunggu di sini ya atau kamu mau tidur silahkan. Nanti kalo aku sudah beres masak, aku akan bangunkan kamu." ucap mumut sambil mencium pipi suaminya dan Dimas tersenyum.


Mumut menuju dapur, ia masak masakan yang masih ada di kulkas, mumut selalu stock sayuran di kulkas untuk beberapa hari.


"Yah ... sayurnya cuma dikit lagi, tinggal ada kentang, ikan kembung dan telor, nanti aku abis isa ke pasar lah minta anter sama Dimas." gumam mumut.


Pasar yang terdekat rumah mumut pasar tradisional, pasar yang besar dan buka 24 jam, pasar itu tak pernah tutup, apa lagi jika malam hari sayurannya masih segar, karena baru datang, jadi mumut sering beli sayuran di malam hari sekitar jam 8 malam. Kalo libur kerja ia ke pasar pagi.


Usai masak mumut, langsung mandi, dandan dan memakai minyak wangi.baru ia akan membangunkan suaminya yang masih tidur.


"Mas, bangun! setengah jam lagi ashar, ayo kita makan dulu mas! Makan sudah tersedia di meja makan." ucap mumut sambil memegang tangan Dimas.



"Udah matang masakannya?" tanya Dimas sambil bangun.



"Udah mas."



"Cepet amat." ucap Dimas sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Iya dong." ucap mumut sambil tersenyum dan mengikuti langkah kali Dimas.


"Aku mau ke kamar mandi dulu mut, aku mau cuci muka dulu, masa kamu mau ikut." ucap Dimas sambil tersenyum.


"Ya udah aku tunggu di meja makan mas." ucap mumut sambil tertawa.


"Kayaknya enak ni." ucap Dimas sambil tersenyum.


"Hem ... Enak mut." ucap Dimas pas sedang makan ikan goreng kembung.


"Alhamdulilah." ucap mumut.


"Hem ... Ko?" ucap Dimas sambil makan sambel kentang.



"Kenapa mas?" tanya mumut.



"Ga apa-apa ko, sambel kentangnya enak juga." ucap Dimas sambil tersenyum.



"em ... Cuih ... Ini sambelnya sin banget mas, kenapa kamu ga jujur aja sama aku?" ucap mumut sambil mencoba sabel kentang dan ia kaget karena asin.



"Enak ko." ucap Dimas sambil tersenyum.



"Enak dari mana mas, ini asin, maaf ya mas aku masaknya asin. Maaf sayang." ucap mumut dengan wajah sedih.



"Ya ga apa-apa mut, ngapain kamu harus sedih, jangan sedih! Cuma gara-gara gagal masak doang masa sedih."



"Aku kan sedih, karena gagal buatkan makan buat kamu mas."

__ADS_1


"Ga gagal ko mut, ini kan ikannya enak, jadi ga gagal. Masak gagal udah biasa, mungkin koki juga yang pintar masak bisa sekali- kali gagal."


"Iyah."


"Mas, nanti malam jam 8 antar aku ke pasar ya, stock sayuran, ikan dan ayam sudah abis, tinggal ada telor. Tadi ada kentang dan ikan kembung aku masak."


"Iyah, nanti aku antar mut."


Usai melaksanakan sholat isa berjamaah, mumut dan Dimas pergi ke pasar.


***


Sampai mereka di pasar, mumut langsung tidur dari motor.


"Mas, aku aja ya yang masuk ke dalam pasar, kamu tunggu di sini aja!"


"Kalo kamu sendiri belanja nanti bawa barangnya banyak, kamu pasti berat bawanya, aku temenin ya!" ucap Dimas.


"Ga apa-apa mas, aku udah biasa." ucap mumut sambil pergi.


"Tunggu mut! Aku ikut."


"Memangnya kamu ga malu mas ke pasar beli sayuran temenin aku, kamu kan cowo, kamu juga ganteng, nanti kamu kotor mas."


"Ya ga apa-apa kotor juga, aku ga malu meskipun aku cowok beli sayuran, kenapa harus malu? Aku mau temenin istriku dan membawa barang belanjaannya. Ucapan Dimas membuat mumut tersenyum.


"Mas, kamu baik banget. Ucap mumut sambil tertawa.


Di dalam pasar mumut belanja stock sayuran, ikan, ayam, buah-buahan dan daging. Mumut menyetok semua itu untuk satu minggu.


"Mas, kamu mau buah-buahan apa? Tanya mumut sambil mereka berjalan.


"Aku buah apa aja suka mut."


"Ya udah kita beki jeruk, apel, melon dan salak buat stock seminggu."



"Gi mana kamu aja mut."


Mumut mencari tukang buah-buahan ia membelinya dan kini tinggal membeli stock sayuran.


"Eh ... Aku lupa mas, beras tinggal dikit, nanti kita beli beras juga ya, tapi bukan di sini."


"Iyah."


"Ini jengkol sekilo berapa bu?" tanya mumut ke pedagang jengkol.


"Satu kilo 30 ribu, ini lagi murah neng." ucap pedangan jengkol.


"Itu mah masih mahal bang, gi mna kalo saya beli 2 kilo tapi 50 ribu mau ga?" tanya mumut, nawar.


"Duh, ga bisa neng, ya udah 55 ribu deh dua kilo." ucap pedagang jengkol.


"Oke deh, bang, abang ikhlas kan?" tanya mumut, karena takut pedagangnya ga ikhlas.


"Ikhlas neng. Ucap pedagang jengkol sambil memasukan jengkol ke plastik.


Usai semua belanjaan di beli, mumut berjalan bersama Dimas menuju parkiran.


"Mas, sini aku yang bawa separo belanjaannya!" pinta mumut.


"Udah aku aja."


Dimas tak mau istrinya membawa barang belanjaan, semua barang belanjaan Dimas yang bawa, tangan kanan dan kiri Dimas membawa semua belanjaan, meskipun ia berat membawanya tapi tak bicara pada mumut.


'Sebenarnya ini berat banget, tapi aku ga mau istriku bawa belanjaan ini, biar aku aja yang bawa.' batin Dimas.


***


Saat sudah sampai rumah, Dimas istirahat sambil membaringkan kakinya.


"Mut, katanya mau beli beras, yu aku antar sekarang."


"Nanti besok aja lah mas, kamu cape kan? Kamu istirahat aja mas."


"Oh ... Ya udah besok nanti aku antar ya, memang belinya di mana?" tanya Dimas.


__ADS_1


"Deket ko mas, Di toko beras, berasnya bagus mas, aku biasa beli di situ. Ucap mumut.


Karena mereka merasa lelah dan kini sudah jam 11 malam, Dimas dan mumut tidur.


__ADS_2