PERNIKAHAN KAGET

PERNIKAHAN KAGET
Tidak Bisa Tidur


__ADS_3

Usai makan, Dimas cerita pada idim tentang hidupnya selama jauh dari bibi siti dan om idim. mereka berdua sedih mendengar cerita Dimas, tapi akhir cerita Dimas bahagia, karena menemukan orang baik seperti pak kiai ahmad.


"Dimas, om salut sama kamu, dengan perjuanganmu dan bantuan pak kiai kini kamu sudah menjadi orang sukses."


"Makasih om."


Kini sudah malam sekitar jam jam tujuh lewat. Dimas mengajak semua orang yang ada di rumah bibi siti untuk sholat isa berjamaah. Usai sholat isa mengaji. Om idim terharu mendengar suara Dimas yang sangat merdu membaca al-quran. Begitupun bibi siti sangat terharu. Dulu keponakannya saat masih bersamanya Dimas belum bisa ngaji. Hanya baru tau huruf-huruf hijaiyah atau huruf-huruf al-quran. Kini Dimas sudah pandai mengaji bahkan sudah jadi guru ngaji.


Dimas juga hafal al-quran 15 juz. Ia tidak hafal semua, karena di pesantren pak kiai ahmad bukan pesantren Tahfiz quran tapi pesantren salafi yang lengkap. Ada al-quran, ada qori dan terutama bagus belajar kitab kuningnya sehingga kini Dimas jadi pendakwah di usianya yang masih muda 26 tahun. Dimas sangat pandai membaca al-quran dan ia juga padai membaca kitab kuning gundul atau tanpa jabar jer. Dimas juga sangat pandai menyurah kitab kuning atau mengartikan penjelasannya dan maksudnya. tidak semua orang bisa baca kitab kuning. Baca kitab kuning itu tidak gampang harus tau rumus-rumusnya. Rumusnya yaitu yang pertama kitab amil, kitab jurumiyah, Tasripin, dan seterusnya masih banyak. Karena Dimas cerdas, menghapal semua isi dan arti kitab amil hanya dalam delapan bulan. Kitab jurumiyah ia hapal hanya satu tahun. Biasanya santri untuk hafal semua kitab itu membutuhkan waktu empat atau tiga tahun, tapi Dimas hanya satu tahun delapan bulan sudah hapal semua dan mengerti isi kitab itu. Ketika belajar kitab apa pun Dimas langsung mengerti dan cepat hafal, kita Fathul qorib pun sudah hapal semua beserta pengertiannya. Mangkanya tidak heran jika Dimas cepat di luluskan pak kiai ahmad.


"Dim, ada temanku yang nyari orang untuk ngaji qori, kamu bisa ga gantiin Dia malam ini juga? Soalnya ustadzah yang di tugaskan ngaji qori tidak bisa hadir, katanya anaknya ke rumah sakit." ucap yanto kembali lagi ke rumah bi siti, karena ada perlu sama Dimas.


"Memangnya acaranya apa?" tanya Dimas semangat.


"Pernikahan. Kamu bisa 'kan Dim?" tanya yanto.


"Insya allah aku siap."


***


Dimas dan yanto pergi menuju tempat tujuan. Saat Dimas di panggil untuk mengaji Dimas tidak gugup karena dia sudah terbiasa. Meski acaranya dadakan dan dia juga tidak latihan napas, tapi ia yakin dia bisa. Dimas sudah mulai mengaji membaca bismilah dengan nada yang panjang. semua orang yang mendengarnya kaget dan salut. Lalu ia membaca bayati awal dengan nada pendek. Saat bayati jawabul jawab suaranya sangat merdu dan napasnya sangat panjang. semua orang merinding dengar suaranya, semua orang sangat mengagumi.


"Namanya siapa ini orang, suaranya merdu banget dan napasnya itu panjang banget." bisik salah satu para undangan.


"Iyah ... Aku merinding dengarnya. Suaranya merdu banget." bisik salah satu para undangan.


Semua orang yang ada di pernikahan itu salut dan kaget ketika mendengar suara Dimas. Begitupun yanto teman kecilnya yang tidak menyangka Dimas sehebat itu.

__ADS_1


"Nanti kalo anakku nikah, aku mau Ustad ini aja lah yang ngajinya." bisik ibu-ibu yang menghadiri pernikahan.


Dalam empat puluh menit Dimas selesai membaca quran surat ar-rum. quran surat ar-rum surat pernikahan biasa di baca olah yang mengaji qori saat pernikahan. Dimas kembali duduk kempat semula ia duduk. Tapi semua orang tertuju padanya.


"Mengapa orang memperhatikan aku terus ya?" gumam Dimas dalam hati.


Dimas tidak sadar jika semua orang memperhatikannya karena kagum. Belum ada di kampung Dimas orang yang bisa ngaji qori semerdu suara Dimas dan sepanjang napas Dimas.


"Dim, mantep banget suaramu, pasti nanti saat maulid nabi dan rabab kamu di panggil lagi untuk ngaji di acara maulid nabi dan acara isra miraj di kampung kita. Biasanya di kampung kita setiap bulan mulud atau rabiul awal suka di rayain dan pasti kamu akan di panggil lagi, aku yakin." ucap yanto.


"Ah, kamu bisa aja to." ucap Dimas sambil tersenyum.


"Bener aku yakin, karena banyak orang yang mengagumi suaramu Dim."


"Masih banyak orang yang lebih hebat dariku."


"Iyah ada, tapi jarang."


***


"Ini bi buka, ada berekat dua kardus!"


"Gini kalo jadi ustad mah pulang ngaji di kasih hadiyah."


"Bibi bisa aja." ucap Dimas sambil tersenyum.


Berekat adalah nasi atau lauk yang di berikan pada orang yang mengaji sebagai penghargaan. Setiap orang yang sudah menjalankan acara pernikahan pasti ada nasi yang sudah di doa' in. Itu namanya berekat.

__ADS_1


"Sayang, makan sini! Ada berekat." titah Dimas.


"Alhamdulilah, kamu dapet rizki mas."


"Iyah, alhamdulilah. Rian ayo kita makan!"


"Siap-siap."


Mereka makan malam dengan nasi berekat, nasi yang di kasih juga banyak begitupun ikan nya. Dimas juga membuka amplopnya dan ada uang dua juta. Begitu lah jika jadi ustad suka tiba-tiba dapet rezeki. Uang dua juta dan berekat dua kardus hanya dalam empat puluh menit Dimas dapat. Begitu kenikmatan ilmu allah, Jika kita bisa memilikinya insya allah uang pun gampang di cari.


"Ini ayamnya, banyak banget bisa untuk besok juga kalo ga abis." ucap bibi siti.


"Udah abisin aja bi!" titah Dimas.


"Ga bakalan abis Dim, ini banyak banget."


"Iyah bi, taro aja buat besok." sahut mumut.


"Gini nih, kalo jadi ustad tiba-tiba dapet rizki nomplok." ucap Rian.


"Iyah, Alhamdulillah yan." ucap Dimas.


Kini sudah jam sebelas malam, semua orang yang ada di rumah bibi siti sudah tidur, hanya mumut yang belum tidur. Dia tidak bisa tidur karena banyak nyamuk maklum rumah bibi siti terbuat dari bambu. Dindingnya bambu alias bilik. Dan lantainya pun dari bambu alias amben.


Bilik adalah tembok yang beralas bambu.


Amben adalah lantai yang beralas bambu.

__ADS_1


rumah bibi siti rumah panggung yang terbuat dari bambu, jika di malam hari hujan lebat pasti dingin. mumut tidak bisa tidur karena banyak nyamuk dan merasa dingin juga karena hujan.


"Duh, banyak nyamuk amat sih, dingin lagi. Tapi ko Dimas tidurnya pules banget. Apa mungkin dia dulu sudah terbiasa tidur seperti ini." gumam mumut dalam hati.


__ADS_2