
Truk .... Suara momor jatuh, mumut yang mengendarai motor itu jatuh dan dia terkapar di tengah jalan. Mumut langsung di kerumuni banyak orang, lalu mumut di bawa ke rumah sakit.
"Ina tabrak lari, sepertinya kecelakaan ini memang sengaja, karena aku melihat jelas." ucap saksi mata.
"Ayo, kita harus ke rumah sakit terdekat sekarang, dan hubungi keluarganya." titah warga.
"Aw .... Sakit pak, tolong bawa saya secepatnya." ucap mumut lemas sambil menahan sakit.
"Iyah .... Mba, kami akan bawa bma ke rumah sakit sekarang." ucap salah satu warga.
Mumut pun di bawa ke mobil losbak, karena yang lewat hanya ada mobil losbak.
"Tolong berhenti!" titah warga.
"Ada apa pak?" tanya supir losbak.
"Tolong perempuan ini, ia di tabrak lari, kami boleh tidak numpang ke rumah sakit terdekat?" tanya salah satu warga yang minta bantuan.
"Boleh ... Boleh, silahkan naikan dia." ucap supir losbak, lalu para mereka membawanya ke rumah sakit.
Yang membawa Mumut ke rumah sakit ada 3 orang, laki-laki dua dan perempuan satu.
"Ayo hubungi keluarganya!" titah salah satu warga.
"Ini hp saya, tolong hubungi suami saya!" Titah mumut dengan suara kecil ia tak kuat menahan rasa sakit.
("Halo, apa ini suaminya?") tanya salah satu warga.
("Maaf, ini siapa?") tanya Dimas kaget.
("Yang punya hp ini orang nya mau di bawa ke rumah sakit, bentar lagi nyampe, anda suami kan? Tolong segera ke sini ya!" ) titah salah satu warga.
("ya allah! ya sudah, saya akan segera ke sana, makasih pak.") ucap Dimas kaget dan langsung segera ke rumah sakit.
Sampai mumut tiba di rumah sakit, dia langsung di bawa ke IGD (unit gawat darurat) dan dokter langsung menangani mumut. Dokter melihat kiki mumut terluka parah, sehingga mengeluarkan darah begitu banyak.
"Ini kakinya luka parah, mana kelurganya?" tanya dokter.
"suaminya baru mau ke sini pak, saya orang yang menemukanya saat dia di tabrak." ucap salah satu warga.
"Oh .... pasien akan saya bawa ke dalam ya. Kalo suaminya sudah dateng tolong segera ke administrasi dan hubungi saya." ucap Dokter.
" Iyah ...pak." ucap salah satu warga.
Akhirnya Dimas sampai juga di rumah sakit, ia menghubungi nomer mumut. Hp mumut masih di pegang salah satu warga.
("Halo pak, saya sudah sampe, bapak di mana?") tanya Dimas.
("Saya di IGD pak, segera ke sini!") titah salah satu earga.
__ADS_1
Mereka pun bertemu Dimas langsung menanyakan mumut.
"Pak, saya suami yang tadi kecelakaan, mana istri saya?" tanya Dimas panik.
"Tenang pak! tenang! Istri bapak sudah di bawa ke dalam oleh dokter dan perawat, bapak suruh ke ruang administrasi dulu baru akan ketemu dokter. Ini tas dan hp istri bapak. ucap salah satu warga sambil menyerahkan tas dan hp mumut.
"Baik pak, saya akan segera ke sana, bapak tolong tunggu di sini dulu ya." titah Dimas.
Dimas pun segera ke ruang admistrasi dengan terburu-buru.
"Maaf, bu, saya suami pasien atas nama mumut yang kecelakaan tadi." ucap Dimas.
"Sebentar pak! Oh iyah, apa pasien punya bpjs? Tanya bagian admistrasi.
"punya bu, ini." ucap Dimas lalu memberikan kartu bpjs.
"Silahkan bapak masuk ke ruang dahlia lantai 2, istri bapak ada di sana. Dan dokter sudah menunggu bapak." titah bagian admistrasi.
"Makasih ya bu." ucap Dimas.
Dimas segera menuju ruangan itu, saat ia masuk di tahan oleh suster yang menjaga ruangan itu.
"Pak ... stop, mau ke mana?" tanya suster.
"Saya mau menemui istri saya, yang kecelakaan tadi." jawab Dinas tegas.
"Namanya siapa pak?" tanya suster.
"Oh .... Iyah silahkan masuk pak ke ruang dahlia, dokter sedang memeriksa, tapi bapak tunggu di sini sebentar ya, sebelum dokter ke luar." ucap suster sambil tersenyum.
"Terima kasih." ucap Dimas.
Setelah dokter memeriksa mumut, dokter keluar dari ruangan itu.
"Apa sudah datang keluarga pasien atas nama mumut." tanya dokter pada suster.
"Saya suaminya dok." sahut Dimas.
"Oh ... silahkan duduk pak!" titah dokter.
"Begini pak, istri bapak Kakinya sobek lumayan banyak di bagian bawah lutut, saya akan mengoperasinya, apa bapak setuju? Soalnya kalo tidak di operasi robeknya surah di sembuhkan. Bisa dengan cara berobat jalan tapi susah untuk sembuh." ucap dokter menjelaskan.
"Astagfirullah!" ucap Dimas kaget. "lalukan yamg terbaik dok, saya setuju jika istri saya di operasi." ucap Dimas pasrah.
"Baik pak ... operasi akan di mulai jam 9 malam. Semoga istri bapak sehat kembali." ucap dokter sambil tersenyum.
__ADS_1
"Amin .. Amin." ucap Dimas.
Mendengar kamar yang kurang baik Dimas langsung menelpon orang tua mumut.
("Assalamualaikum, bu, pak, mumut sedang di rumah sakit.") ucap Dimas dengan suara lemas.
("kenapa mumut.") tanya yati panik.
("Nanti Dimas jelaskan di rumah sakit bu, ibu dan ayah segera ke sini ya!") titah Dimas.
("Iyah, ibu dan bapak segera ke sana.") ucap yati lalu memutuskan sambungan telepon.
Usai Dimas memberitahu hasan dan yati. Dimas menemui tiga warga itu yang menolong dan membawa mumut ke rumah sakit.
"Terima kasih, bapak-bapak dan ibu sudah menolong istri saya!" ucap Dimas
"Iyah ... sama-sama pak, istri bapak di tabrak lari, saya melihat dengan mata saya sendiri, yang menabraknya seorang laki-laki memakai baju hitam, topi dan masker, tapi orangnya langsung pergi, sudah di kejar warga, tapi tak berhasil, karena ia sangat cepat mengendarai motornya." ucap salah satu warga yang melihat.
"Di jalan itu ada sisitivi tidak pak?" tanya Dumas.
"Ada pak." awab warga.
"Aku akan melihat siapa orang yang menabrak istriku, dan aku akan melaporkannya ke polisi, makasih pak keterangannya! Saya harap bapak mau jadi saksi di kantor polisi." ucap Dimas.
"Iyah ... Saya mau pak, demi kebenaran saya akan bantu." ucap salah satu warga yang menjadi saksi kecelakaan mumut.
"Terima kasih pak!" ucap Dimas sambil tersenyum.
Dimas meminta nomer hp bapak yang akan di jadikan saksi. Ia juga memberikan uang sebagai tanda terima kasihnya pada tiga orang warga yang menolong mumut.
Kini hasan dan yati sudah sampai di rumah sakit, hasan menghubungi Dimas saat sudah sampai di depan rumah sakit.
("Dim, bapak dan ibu sudah di depan rumah sakit.)" ucap hasan.
("Baik pak, Dimas ke sana, tunggu ya!") ucap Dimas lalu menghampiri hasan dan yati.
Dimas menemui hasan dan yati, ia ingin menceritakan apa yang terjadi.
"Dim, mana mumut? Kenapa mumut Dim?" tanya yati panik.
"Tenang bu! Mumut jatuh dari motor bu pas pulang, ada saksi yang melihat bahwa mumut di tabrak sengaja dan orang yang menabrak mumut tidak berhasil di tangkap warna." ucap Dimas.
"Astagfirullah! Terus bagaimana mumut sekarang?" Mimi kaget dan ia juga sangat panik.
"Mumut kena aspal kakinya, dan kali bagian bawah lutut sobek, dokter akan mengoperasi mumut malam ini juga, jam sembilan." ucap Dimas menjelaskan.
"Ya allah, lalukan yang terbaik untuk mumut." ucap hasan.
"Iyah pak, Dimas sudah tanda tangan dan jam sembilan mumut akan di operasi." ucap Dimas.
__ADS_1
Akhirnya mumut di bawa ke ruang operasi. Dimas, hasan dan yati menangis dan berdoa di depan ruang operasi, mereka berharap yang terbaik. Dimas baru kali ini menangisi mumut, itu artinya dia sudah sayang mumut. Tidak mungkin seorang lelaki menangisi wanita kalo tidak ada rasa sayang.