PERNIKAHAN KAGET

PERNIKAHAN KAGET
Makan bareng


__ADS_3

Dimas menghampiri mumut yang sedang istirahat di kamarnya.



"Mut, kamu cape?" tanya Dimas sambil memegang tangan mumut.



"Iyah mas, mas apa kamu bisa terima aku apa adanya?" tanya mumut dengan wajah sedih.



"Maksudnya apa mut, tiba-tiba kamu ngomong gitu?" tanya Dimas bingung.


"Kemarin aku berdarah terus, kamu liat kan, tapi itu bukan darah haid. dulu aku pernah ke dokter, dan dokter bilang aku punya penyakit, tapi penyakit itu belum ketahuan sampe sekarang, kalo aku kecapean kadang aku keluar darah banyak. mangkanya kata dokter aku ga boleh kecapean. Tapi kan aku kerja pasti kadsng cape." ucap mumut sedih.


"Ya udah mulai dari sekarang kamu jangan kerja mu! Insya allah aku bisa nafkahin kamu."



"Kamu terima aku apa adanya? Meski aku seperti ini?" tanya mumut.



"Aku terima kamu apa adanya mut, dokter juga kan manusia, walaupun dokter bilang kamu ada penyakitnya, tapi kan masih bisa di obati. Nanti kita cari pengobatan alternatif, dulu aku pernah dengar ada pengobatan alternatif, tapi aku lupa di mana, nanti aku tanya pak kiai ahmad. Bapak tau di mana tempatnya." ucap Dimas.



"Bener mas, kamu mau terima aku?" tanya mumut semangat.



"Iyah bener mut, aku kan sudah berjanji untuk menjagamu, saat ijab kabul di situlah aku berjanji pada allah untuk selalu menjagamu." ucap Dimas.



"Makasih ya mas! tapi aku tetep msu kerja mas, aku ga betah di rumah." pinta mumut



"Udah, jangan kerja! aku juga bisa nafkahin kamu." titah Dimas.



"Ga mas, aku ga betah di rumah, nanti kalo aku sudah hamil baru aku akan berhenti kerja. Mumut tak mendengar ucapan Dimas, dia ngeyel pengen kerja terus.



"Ya sudah, bagaimana kamu, aku tak bisa paksamu, yang penting kamu bahagia, tapi ingat kalo kamu hamil harus berhenti kerja!" titah Dimas.


"Oke ..... Mas." ucap mumut sambil mencium pipi Dimas.


mumut bahagia, karena Dimas bisa menerima dia apa adanya, kini mumut tak merahasiakan penyakitnya lagi.


'Akhirnya aku tenang, suamiku sudah mengetahui penyakitku, Alhamdulillah Dimas mau terima aku, bahkan dia mau carikan aku pengobatan. Makasih ya allah, allah berikan aku suami yang baik.' batin mumut.


Hari ini adalah hari minggu, mumut libur kerja, ia ingin masak dan ajak makan bareng orang tuanya.


"Mut, kamu lagi apa?" tanya Dimas saat mumut sedang mengiris bawang.



"Ini aku lagi ngiris bawang mas." ucap mumut sambi tersenyum.



"Kamu mau masak? aja yang masak mut! Kamu istirahat aja sana!" titah Dimas.



"Ini han hari libur aku kerja, jadi aku pengen masak mas, kamu aja yang istirahat sana! aku ga betah mas, kalo hari libur hanya diam saja." ucap mumut.



"Tapi, nanti kamu cape mut."



"Ga lah, cuma masak doang. Mas nanti orang tuaku mau ke sini, mereka ingin makan bareng kita." ucap mumut.



"Oh, aku seneng dengernya, iyah enak makan bareng-bareng, kuta juga kan sudah lumayan lama ga ketemu orang tuamu."



"Iyah mas, aku mau masak pecel ayam dan sayur sop, karena orang tuaku suka makanan itu." ucap mumut sambil mengupas wortel.



"Iyah. Ya udah aku mau beres-beres rumah dulu ya sayang."



"Eh ... jangan sayang! kamu istrirahat aja, biar aku yang kerjain semua pekerjaan rumah. Titah mumut.

__ADS_1



"Jangan! Udah kamu masak aja mut, biar aku yang beres-beres rumah dan nyuci baju." uca Dimas.



"Ya udah, kamu baik banget sih mas." ucap mumut sambil tersenyum.


Semua masakan sudah matang, mumut merapihkan makanan di meja makan, tak lupa juga ia membuatkan teh hangat untuk ibunya, karena yati sangat suka teh hangat.


"Semuanya sudah rapih, tinggal aku mandi." gumam Mumut.


Kini sudah jam 10 pagi tapi yati dan hasan belum datang juga.


"Ini sudah jam 10, tapi ayah dan ibu belum datang juga. ih aku khawatir banget, tadi kan ibu bilang mau berangkatnya jam 9 pagi. seharusnya jam setengah sepuluh udah nyampe sini, ya udah aku telpon aja lah." gumam mumut.



(" assalamualaikum, bu, masih di mana?") tanya mumut.



("Ibu lagi di jalan, ibu mampir dulu ke rmh temen ibu.") ucap yati.



("Oh ... Mumut, khawatir banget sama ibu dan ayam belum nyampe juga, ini makanan nya sudah jadi semua bu. mumut tunggu ya!")



("Iyah .... Maaf ya ibu lama." ) ucap yati.



("Iyah, ga apa-apa bu, udah ya bu, assalamualaikum.") mumut memutuskan sambungan telepon.


Dimas sudah menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti biasa jika ia sudah kerja, Dimas minum kopi.


"Mut, apa kamu mau buatkan aku kopi?" tanya Dimas.



"Mau lah mas, tunggu ya!"


Saat kopi sudah di sajikan di depan Dimas, Di.as langsung menyeruput kopi tersebut.


"Surt ...surt. Em nikmat kopi buatan istriku mah!" ucap Dimas sambil tersenyum.




"Ibu dan ayah masih di mana, ko belum datang juga?" tanya Dimas.



"Ibu dan ayah mampir dulu ke rumah temen ibu."



"Oh."


Tak lama kemudian saat mumut sedang asyik bercanda dengan Dimas, yati dan haan datanng.


Tok ....



Tok ....



Tok....


Suara ketukan pintu terdengar, mumut langsung membuka pintu tersebut.


"Ibu, ayah, mumug kangen!" ucap mumut sambil mencium tangan hasan dan yati lalu memeluk hasan dan yati bergantian.


"Em .... Ibu juga kangen na! Kamu makin cantik sayang." ucap yati.


"Iyah .... Anak ayah makin cantik." sahut hasan.



"Ayah, ibu bisa aja, emang mumut itu dari dulu sudah cantik. Ha ... Ha .. Ha." ucap mumut sambil ketawa.



"Ayo masuk ibu, ayah." titah Mumut.


Dimas langsung menyambut kedatangan hasan dan yati.


"Ayah, ibu." ucap Dimas sambil mencium tangan yati dan hasan bergatian.


__ADS_1


"Ibu sehat na, Dimas sehat?" tanya yati sambil tersenyum.



"Alhamdulilah, ayah juga sehat. ucap hasan sambil memeluk Dimas.



"Dimas sehat, alhamdulilah." ucap Dimas sambil tersenyum.


hasan dan yati bahagia memiliki mebantu seperti Dimas, karena mumut suka cerita lewat Hp pada orang tuanya bahwa ia bahagia dengan suaminya.


Jika anaknya bahagia, maka sebagai orag tua pun akan bahagia.


"Bagaimana pernikahan kalian?" tanya hasan sambil tersenyum.



"Alhamdulilah, aku bahagia ayah." ucap mumut sambil tersenyum.



"Alhamdulilah." ucap Hasan.



"Alhamdulilah kalo mumut bahagia, tapi Dimas belum bisa bahagiain mumut sepenuhnya yah, karena Dimas tak tentu dapet penghasilan uangnya, kadang dapet, kadang engga." ucap Dimas



"Ga apa-apa Dim, perlahan-lahan, semua ada prosesnya yang penting anak ayah bahagia dengan Dimas, karena bahagia kan, tidak selalu dengan uang. Ucap hasan sambil tersenyum.



"Terima kasih, ayah, ibu sudah bisa terima Dimas apa adanya." ucap Dimas sambil tersenyum.



"Iyah nak, malah ibu dan bapak senang, bisa punya menantu seperti Dimas seorang ustad, ibu yakin Dimas bisa bahagiain putri ibu." ucap yati sambil tersenyum.



"makasih bu!" ucap Dimas sambil tersenyum.



"Ayo kita makan, ke buru dingin makanannya!"titah mumut.



"Ayo ... Ayo! Ibu juga ga sabar pengen makan masakan putri ibu, pasti enak."ucap yati sambil tersenyum.



"Iyah dong, ibu kan yang ajarin aku masak dulu." ucap mumut.


Mereka semua menuju meja makan, yati duduk di samping hasan dan mumut duduk di samping Dimas.


"Jangan lupa berdoa!" titah hasan.



"iyah ayah." ucap mumut.


Sesudah berdoa mereka langsung makan, Dimas kaget ketika mencoba sambal pecel ayam buatan mumut.


"Wah .... enak banget sambelnya! Ini mah bisa nambah terus." ucap Dimas sambil mencocol sambel.


"Em .... iyah nikmat banget, ayamnya juga enak, ayah bisa nambah terus ini." ucap hasan memuji.


"Ah ... Ayah dan Mas Dimas bisa aja." ucap mumut sambil tersenyum.


"Iyah bener sayang." ucap yati, lalu menyeruput sayur sop.



"Uh .... Sayur sopnya nuga enak banget, gurih, nikmat, em .... Pokoknya ini mah bisa nambah terus. Ucap Yati sambil tersenyum.


"Ih ... Ibu bisa aja." ucap mumut malu karena masakannya di puji orang tua dan suaminya.


"Ko abis nikah, masakannya jadi tambah nikmat." ucap hasan sambil tersenyum.


"Ih ... Ayah bisa aja. Ya udah, karena semua bilang enak, abisin semuanya ya!" titah Mumut sambil tersenyum.



"Siap .... Siap, ayah siap. Ucap hasan.



"Siap ... Siap, aku juga siap." ucap Dimas sambil tersenyum.



"Ibu juga siap, karena makanannya anak semua." ucap yati sambil tersenyum.

__ADS_1


Mumut bahagia, karena masakannya enak, benar masakan mumut habis semua, ia jadi semangat untuk masak lagi.


__ADS_2