
Setelah Risa dan Danar memasak. Kini dia berada di meja makan untuk sarapan..
"Cha, aku sudah tau kenapa dexter memarahimu jika sedang memasak"
"Kenapa?"
"Karena kau mengganggunya" kata danar diiringi tertawa
"hiss, aku bukan ganggu kak. niat aku tuh bantu" kata risa tak mau kalah
"Haha baiklah baiklah.. Tapi kau pasti kenal dengan sikap kakakmu"
"Iya dia itu dingin, cuek, dan pendiam"
"Itu sebabnya, Dia tidak suka kau mengganggunya dengan menanyakan apa yang harus kau lakukan" kata danar
Risa mengangguk angguk
"Benar juga yah.." gumamnya
"Sudah makan sarapannya"
Risa mengangguk
"kak kau tahu, semenjak kehadiran kak aleya kakaku jadi berubah., dia lebih hangat dan tidak kaku"
"Karena Cinta yang telah merubah dia" kata danar sambil menatap makananannya
Risa diam dan memperhatikan wajah danar
__ADS_1
"Apakah hubungan ini akan sama seperti kakak dan kak aleya atau hanya sebatas saling menguntungkan di ranjang" tanya Risa dengan wajah bengong dan tatapan kosong
Danar langsung menatap Risa intens. dia menghembuskan nafasnya kasar
"Risaa, Kau Istri dan calon ibu dari anak anakku. Meskipun cinta belum hadir di antara kita, Tapi aku tidak ingin berpisah darimu. prinsipku aku hanya akan menikah satu kali seumur hidupku" terang danar
Risa menunduk dan menitikkan air mata. Lalu danar berdiri dan berjongkok di samping kursi risa dan menghadapkannya
"Kau harus belajar dewasa, kau harus buang jauh jauh pikiranmu jika kita akan berpisah" terang danar
"Bagaimana aku buang jika kakak sendiri masih sering berhubungan dengan dr vita" kata Risa
Jlebbb..
"Aku tau ini tak sopan, Tapi saat kemarin kau mandi telfonmu berbunyi dan itu pesan masuk dari dr vita"
"Chaa, Kau salah faham"
"Baiklah aku salah karena belum mengganti nama kontak Vita, Tapi kau salah faham jika aku masih berhubungan dengan Vita.. Kemarin dia hanya memberiku kabar bahwa dia ingin aku...."
"Cukup kak, Aku tidak mau dengar"
"Kau kenapa? Apa kau cemburu?" tanya danar
"Aku tidak tahu. Tapi semenjak kau mengambil kesucianku aku tidak suka melihatmu memandang wanita lain. Aku tidak suka, Ada rasa sesak di dadaku" kata risa dengan pandangan kosong
"Aku janji, Aku akan menghapus kontak vita dari hand phone ku"
"Tidak perlu lakukan itu kak, Aku tidak ingin menjadi penghalang kalian. Terkadang aku berfikir kenapa kau bersedia menikahiku, padahal saat itu kau hanya merenggut ciuman pertamaku, bukan kesucianku" kata risa
__ADS_1
"Risa dengar. Takdir yang telah mempertemukan kita, Kau harus bisa menerima itu"
"Hehe. memangnya aku tidak menerima takdir ini kak?"
"Aku tau, Usia pernikahan kita masih seumur jagung, Dan aku juga menyalahkan diriku sendiri karena secepat ini aku menyukai suamiku dan rasa sakit ketika ada wanita lain di kontak hp nya di beri emoticon love" kata
"Aku minta maaf, sa.. aku juga suka kamu sebegai istriku, kau istri yang baik untukuu. Mari kita mulai semuanya" kata Danar
Risa menangis haru,
"Sudah jangan menangis, katanya mau jalan jalan, Kita akan mengunjungi spot yang kamu tulis setelah ini" kata danar
"Benarkah" kata Risa yang berbinar binar
Danar mengangguk
"Habiskan sarapanmu"
Risa dengan semangatnya melahap makanan yang tadi membuatnya tidak berselera, Setelah itu
"Kak aku mau siap siap dulu ya"
Lalu ia melenggang Pergi ke kamar tanpa menunggu jawaban dari Danar
"Nasib menikahi gadis muda. Emosionalnya belum stabil, seperti wanita hamil saja kadang sedih kadang bahagia" kata danar
.
.
__ADS_1
Maaf baru sempet up guys
Tetap Stay yaa, Like komen dan Voteeđź’–