
"Mah, Rey sudah pulang atau belum sekolahnya," tanya Risa
"Oh iya pah, ini kan jam pulang Rey"
"Sudah mama temani Risa aja disini, biar papa yang jemput Rey"
Akhirnya Daffa pulang untuk menjemput Reynathan di sekolah
Sekitar pukul 2 siang, Herawati, Aleya, Dexter dan si kembar datang
"Selamat ya caaa, Sudah menjadi Ibu"
"Makasih ke lea"
"Cucu Kesayangan Oma.. Apa kabar"
"Mamama" kata Devina yang mulai mengoceh
Devano dan Devina sudah berumur 2 tahun
"Anak mu siapa namanya Ca" tanya Dexter
"Aulia Sharaswati Atmoko"
"Hai Lia, Ini daddy Dexter" kata Dexter
"Apaan sih kak, Orang masih bayi"
"Kalian berdua jangan coba coba mau ribut di depan oma ya!!!" kata Herawati tegas, yang sudah hafal tingkah laku cucu cucu nya
Akhirnya mereka saling diam
"Aku bersyukur" kata Dexter yang kemudian membuka percakapan
"Kenapa," tanya Mama Rania yang sedang menggendong Devano
"Ya tidak papa, Bersyukur aja" kata Dexter
"Apaan sih gajelas yaa Daddy" kata Aleya diringi tawa semua orang
"Sebentar lagi kau akan merasakan Ca"
"Merasakan apa sih kak?" tanya Risa
"Rasanya anakmu di ledek haha"
"Iya deh minta maaf hehe" kata Risa yang menyadari kesalahannya
__ADS_1
Ketika sedang berbincang bincang, tiba tiba ponsel Dexter bunyi
"Sayang aku angkat telfon dulu keluar" sambil menyerahkan Devina yang di gendongnya
"Siapa yang menelfon hubby?"
"Dari orang ku di Newyork"
"Ouhh"
Ketika Dexter keluar
"Kakak kasian juga ya, Gara gara aku mengandung, kakak jadi bulak balik urus perusahaan yang di sini dan di newyork, Kak Aleya juga sering di tinggal" kata Risa
"Kakakmu melarang papa buat mengambil alih" kata mama Rania
"Iya itu karena kakak sayang sama papa mah, Kakak gak mau kalo papa sampe kecapean"
"Cucu ku benar benar perfect memang, Baik sebagai anak maupun suami dan juga Ayah. Iyakan sayang" Ucap Herawati sambil memeluk Aleya
"Benar Oma.." kata Aleya menyetujui
..
Risa pun pulang dari rumah sakit
"Kamu mau kemana hubby?" tanya Aleya yang kaget
"Iya kamu mau kemana dex?" tanya mama Rania
"Aku harus ke newyork, Disana ada masalah" kata Dexter
"Orang orang di sana memang benar benar ya. Kita tuh harus Stay saja di sana" kata papa daffa
"Biar papa aja yang kembali kesana dex" kata papa Daffa
"Nggak pa, Papa sudah harus istirahat dari pekerjaan" kata Dexter
"Tapi nak, kamu mengurusi 3 perusahaan sekali gus. Perusahaan kamu sendiri, Papa, dan papa Ardi"
"Kan Risa juga sudah melahirkan. Dia yang akan kembali menjalankan perusahaan papa" kata Dexter
"maaf ya kak, gara gara aku. kakak jadi super sibuk begini" kata Risa
Dexter hanya tersenyum sambil mengusap kepala Risa, lalu di pun berlalu untuk menelfon seseorang
Malam hari, di kamar Risa
__ADS_1
"Sayang, Baby sudah bobo?" tanya Danar
"Sudah mas"
"Am Mas, aku ingin bicara" kata Risa hati hati
"Iya kenapa sayang,"
"Aku gak enak sama kakak. Semenjak aku hamil, Dia jadi super sibuk mengurusi perusahaan daffa corp"
"Jadii?"
"Menurut kamu gimana? kalo kita pindah ke newyork?" tanya Risa
"Ini kan sudah kita bicarakan sayang sebelum sharas lahir. Tapi nanti setelah usia sharas 5 tahun"
"Tapi mas, Itu terlalu lama. Aku cuma gak enak aja gitu sama kakak sama ka aleya. Kakak Juga disini mengurus 2 perusahaan, punya dia dan punya om Ardi"
"Tapi gak mungkin sekarang sekarang dong yang. Kan sharas masih kecil"
"Mas, kamu kan dokter kandungan, Kira kira usia bayi bisa terbang itu usia berapa?" tanya Risa
"Aku spesialis kandungan, bukan spesialis anak"
"Sama aja mas. Pasti ngerti lah"
"Lagi pula apa nanti di izinkan sama mama Rania?" tanya Danar
"Mas kamu ko gak dukung aku sih? kamu gak mau ya tinggal di newyork?" tanya Risa
"Bukan gitu maksud aku sayang"
"Kamu mau nggak tinggal di newyork" tanya Risa
"Ya aku nggak mau jauh jauh dari kamu"
"Ya aku juga gak bisa tinggal di newyork tanpa kamu" kata Risa
"Iya kita pindah ke newyork. Aku akan tanya ke dokter kandunganmu"
"Padahal kamu dokter kandungan juga ya haha"
...
Jangan lupa like n komen yaaa,
Semakin banyak yang komen, maka akan semakin cepat Up
__ADS_1