
Pada suatu kediaman di Kekaisaran Ji yaitu kediaman Permaisuri Kekaisaran Ji terdapat seorang perempuan yang sedang terbaring mengenaskan karena diracuni Selir Agung Mei Lan dan Selir Gao. Permaisuri Kekaisaran Ji sudah terbaring lemah selama satu bulan.
"Yang Mulia... hiks hiks bangunlah Yang Mulia . Nubi mohon jangan tinggalkan Nubi . Apa Yang Mulia tidak mau membalas selir-selir ular itu?" tanya Jiang Yimian.
Dengan perlahan pun , mata yang indah itu terbangun dari tidur panjangnya.
" Yang Mulia , anda sudah sadar . Anda perlu apa Yang Mulia?" tanya Jiang Yimian.
" Air , aku butuh air " jawab Permaisuri Lin Xi.
" Baik akan Nubi ambilkan " sambil mengambil air dan memberikannya kepada Permaisuri Lin Xi.
" glek glek ... Ah segarnya . Ini dimana? ini bukan rumah sakit tunggu kok suasananya kuno yah? Bukannya gua sudah mati karena nabrak truk? Arghhh" tanya Bulan dalam hati sambil mengacak-ngacak rambutnya.
" Yang Mulia , anda sudah bangun syukurlah . Nubi takut Yang Mulia tidak akan bangun lagi hiks hiks" tangis Jiang Yimian.
" kau siapa? ini dimana?" tanya Permaisuri Lin Xi.
" Yang Mulia , tidak ingat Nubi? Nubi , Jiang Yimian pelayan Yang Mulia dari kecil yang sudah dianggap saudara sama Yang Mulia. Sebentar Nubi panggilkan tabib untuk memeriksa Yang Mulia".
Tiba-tiba kepala Bulan pun sakit ingatan-ingatan yang bukan miliknya pun menghampirinya
" Arghhh sakitt , ingatan siapa ini? Pasti ingatan tubuh ini . Kesian sekali sudah diabaikan oleh suami yang dicintainya dan meninggal karena diracuni oleh para selir ular itu . Tenang saja aku akan membalas mereka satu persatu . Semoga jiwamu tenang Permaisuri Lin Xi " kesal Bulan.
Tabib Han pun datang dan memeriksa Bulan.
" Racun dalam tubuh Permaisuri masih belum hilang sepenuhnya . Tolong belikan obat yang ada di resep obat ini ditoko obat untuk mengeluarkan sisa racun" kata Tabib Han.
" Terima Kasih Tabib Han . Nanti Nubi akan belikan di toko obat ibukota"
__ADS_1
"sama-sama . Sudah tugas saya" jawab Tabib Han.
Setelah itu pun Tabin Han keluar dari kamar perempuan nomor satu di kerajaan Ji.
" hiks hiks , nona maafkan Nubi yang tidak bisa menjaga nona dengan baik".
" tidak apa- apa Mian'er , aku sudah ingat siapa aku dan kau tapi aku masih ragu . Boleh ceritakan padaku supaya aku yakin ingatan aku ini tidak salah? tanya Bulan ke Jiang Yimian.
" baiklah Yang Mulia , nama Yang Mulia adalah Lin Xi anak sah dari Perdana Menteri Kekaisaran Ji . Nama ayah anda adalah Lin Xiang dan Ibu anda Yu She Lan . Ayah anda tidak memiliki selir . Anda mempunyai seorang kakak laki-laki yang bernama Lin An Yu , dia adalah Jendral di Kekaisaran Ji . Anda sudah memiliki suami yaitu Kaisar Ji Jun Xing . Kaisar Ji memiliki dua selir , Selir Agung Mei Lan dan Selir Pertama Gao . Kaisar dan Permaisuri terdahulu sangat menyanyangi Permaisuri seperti anak sendiri . Anda mempunyai teman yaitu Pangeran Keenam Ji Xie Ang sekarang sedang ada diperbatasan . Anda juga diabaikan oleh Kaisar karena anda buruk rupa dan mencintai Selir Agung Mei Lan . Dulunya wajah Yang Mulia tidak seperti sekarang. Wajah Yang Mulia sekarang memiliki bintik-bintik hitam".
" bolehkan kau mengambilkan aku cermin? . Aku ingin liat wajahku yang sekarang"
" sebentar Yang Mulia, Nubi ambilkan . Nona ini cerminnya".
" Terima kasih Mian'er . Mulai sekarang kau panggil aku kakak dan aku akan memanggilmu adik " perintah Lin Xi.
" Tapi itu tidak sopan Yang Mulia " takut Mian'er.
" Baik Yang Mulia .. Eh kak " jawab Jiang Yimian dengan senang hati.
" omgg.... ini jelek sekali" batin Lin Xi.
Lin Xi memeriksa denyut nadinya sendiri dan melihat resep obat yang tadi diberikan oleh Tabib Han.
" Mian'er . Kau tolong belikan bahan-bahan sesuai dengan resep yang dibuatkan oleh Tabib Han"
" baik Yang Mulia, adik akan segera belikan" sambil keluar untuk pergi ke toko obat ibu kota.
Beberapa jam kemudian , Jiang Yimian telah kembali setelah mendapatkan semua bahan-bahan obat yang diperlukan . Lin Xi pun segera menumbuk dan memasukkan semua bahan satu-persatu sesuai cara yang dituliskan Tabib Han dan penawarnya sudah jadi . Lin Xi meminumnya dan setelah beberapa menit Lin Xi mengeluarkan darah hitam yang menandakan sisa racun telah keluar sepenuhnya.
__ADS_1
" Kakak , tidak apa-apa?" tanya Mian'er.
" tidak apa-apa adik .Racunnya sudah keluar, sekarang aku tinggal memulihkan tubuhku dan menghilangkan jerawat-jerawat ini . Lu Xi mulai besok bawakan aku putih telur dan buah lemon" perintah Lin Xi.
" buat apa kak , putih telur dan buah lemon?" tanya Mian'er .
" Mau aku jadikan masker untuk wajahku adik . Sekarang kau sudah boleh istirahat Mian'er . Aku mau istirahat " .
Alam Mimpi
" kau kah itu Lin Xi? . Bisahkan kau menjelaskan kenapa aku bisa disini?" tanya Bulan.
" Halo Bulan , senang bertemu denganmu. Aku yang menarikmu kesini atas seizin Yang Maha Kuasa. Kau adalah reinkarnasi ku dimasa depan . Aku minta tolong balaskan dendamku ke Selir Agung dan Selir Gao . Bisakah kau mencintai Kaisar Ji?".
" baiklah aku akan balaskan dendammu . Aku tidak tau Lin Xi . Aku tidak mencintai dia dan dia telah membuatmu menderita".
" kau akan mencintainya . Kaisar Ji itu perhatian dan lembut . Kau akan jatuh cinta dengannya seperti aku yang jatuh cinta kepada dia . Aku akan memberikan ingatan aku pas waktu kecil" .
" arggghh " teriak kesakitan Bulan.
Ingatan-ingatan tentang permaisuri , selir agung dan Kaisar Ji saat kecil . Pas kecil mereka ada teman namun karena kesalah pahaman membuat pertemanan itu tercerai berai dan membuatnya seperti sekarang , hari-hari yang dilewati bersama keluarganya dengan bahagia pun juga diberikan dan sekarang terekam jelas di otak Bulan.
"Terima kasih telah memberikan tubuhmu kepadaku" ucap Bulan.
" sama-sama dan terima kasih kau telah menerima permintaanku " ucap jiwa asli Lin Xi.
Bulan pun terbangun dari tidurnya dan memikirkan ternyata Kaisar Ji , Selir Agung dan dia adalah teman kecil dan yang aku lihat bahwa sebenarnya Kaisar Ji lebih perhatian sama Lin Xi
" ah sudahlah tidak usah dipikirkan . Mau suka ama siapa kek tuh kaisar sibodo toing " gumam Lin Xi.
__ADS_1
Sekarang Lin Xi lagi memikirkan bagaimana cara membalas dendam ke para selir ular itu dan membuat Kaisar Ji jatuh cinta. Karena terlalu lama memikirkan rencana untuk balas dendam membuat aku sakit kepala .
" Sudahlah , besok saja pikirnya pusing aku . Tidur ajalah " sambil menyibak selimutnya.