Perubahan Istri Yang Terabaikan

Perubahan Istri Yang Terabaikan
BERTEMU DENGAN MERTUA , KAISAR DAN SELIR


__ADS_3

Matahari sudah terbit dari arah timur , burung-burung berkicau membangunkan seorang wanita cantik dari tidur nyenyaknya. Jiang Yimian pun membangunkan Lin Xi.


" Kak , bangun . Aku sudah menyiapkan air untuk kakak mandi "


" hmm . Iya " jawab Lin Xi sambil menguap.


Tiba-tiba datang orang kepercayaan permaisuri ke kediaman Lin Xi.


" Dayang Lu tiba " teriak salah satu prajurit dikediaman Permaisuri.


" Maaf menganggu Permaisuri , hamba disuruh permaisuri terdahulu untuk memberitahukan Permaisuri agar sarapan bersama di kediaman permaisuri dan kaisar terdahulu"


" Baiklah , aku akan kesana . Tolong bilang ke ayah dan ibu mertua aku akan mandi dulu baru kesana " .


" Baik . Saya undur diri Yang Mulia".


Lin Xi pun mandi . Setelah mandi Langsung didandani oleh Jiang Yimian . Lin Xi terlihat sangat cantik dengan rambut dikepang dan riasan yang natural.


" Mian'er . Tolong ambilkan cadar ku "


" Kenapa harus pakai cadar kak? Muka kakak kan sudah sembuh"


" Iya , emang sudah sembuh tapi belum waktunya mereka melihat wajahku . Sudahlah buruan tidak enak mereka sudah menunggu lama "


" iya kak , aku ambilkan "


Setelah selesai memakai cadarnya . Mereka jalan ke kediaman Permaisuri dan Kaisar terdahulu .


" Permaisuri sudah tiba " teriak prajurit yang menjaga ke kediaman kaisar dan permaisuri.


" Salam ayah mertua , ibu mertua , kaisar . Semoga ibu mertua , ayah mertua dan Kaisar diberikan umur panjang".


"( Melirik kesebelah kaisar) cihh sih ular ada disini juga rupanya , boleh lah main drama" batin Lin Xi.


" Silakan duduk menantuku. Saya senang anda sudah sembuh " riang Permaisuri terdahulu.


" Terima kasih Ibu Mertua " sambil membungkuk . Setelah membungkuk Lin Xi berjalan ketempat yang seharusnya miliknya.


" Ehem . Boleh anda pindah Selir Agung yang anda duduki adalah tempat yang seharusnya milik saya bukan anda" dengan tatapan yang tajam .


" Maaf kak , aku kira kakak tidak datang seperti biasanya"

__ADS_1


" Sial** , kenapa dia tidak mati padahal itu racun yang mematikan" batin Selir Agung Mei Lan


" Oh , jadi Selir Agung berharap aku tidak bangun dari tidur panjang ku yah . Berani sekali anda mendoakan aku mati selir agung! geram Lin Xi dengan aura mencekam.


" hiks hikss " tangis Selir Agung Mei Lan.


" Sudahlah permaisuri , Selir Agung tidak bermaksud seperti itu"


" Oh , tidak bermaksud . Padahal anda dengar yang dibicarakan selir agung karena anda disebelah Selir Agung . Kuping anda bermasalahnya? " kesal Lin Xi dan melirik Kaisar dengan tatapan tajam.


" Glek . Permaisuri sudah berubah biasanya dia takut dengan tatapan ku ini " batin Kaisar Ji Jun Xing.


" Sudah sudah , jangan bertengkar . Mari makan , selir agung kau pindah yang dikatakan permaisuri itu benar yang kau duduki adalah tempatnya" lerai permaisuri terdahulu.


" Baik Ibu mertua " selir agung pun pindah tempat duduknya.


" awas kau Lin Xi , akan aku balas " batin Selir Agung Mei Lan .


Akhirnya suasana menjadi tenang hanya terdengar suara dentingan alat makan. Mereka pun sudah kelar makan dan berbincang.


" Xi'er . Bagaimana keadaamu? tanya Ayah mertua.


" menantu sudah lebih baik ayah mertua . Terima kasih atas perhatian ayah mertua" jawab Lin Xi .


" Iya Ibu " jawab Kaisar Ji Jun Xing.


" Ibu mertua , boleh besok aku berkunjung ke kediaman Orang Tua ku? " tanya Permaisuri Lin Xi .


" boleh saja , menantuku " jawab Permaisuri terdahulu .


" Terima kasih Ibu . Ibu , aku dan kaisar akan pamit terlebih dahulu"


Kaisar dan Permaisuri keluar dari ruangan itu menuju ke kediaman Permaisuri.


" Ehem , permaisuri kenapa kau tidak minta izin padaku?" tanya Kaisar Ji Jun Xing.


" Maaf Yang Mulia , kau kan pernah bilang padaku kau tidak peduli aku mau kemana , apa yang aku lakukan dan juga kau pernah bilang jangan mencampuri urusanmu" .


" Yah jadinya saya melakukan apa yang anda bilang kepada saya. Sudah sampai Yang Mulia , terima kasih sudah mengantar hamba sampai ke kediaman saya" Lin Xi pun masuk ke dalam kamar.


Kaisar pun balik dengan hati yang tidak karuan karena perubahan permaisuri .

__ADS_1


" Mian'er ,aku sudah kembali . Tolong ambilkan kertas dan alat tulis aku ingin kirim surat ke orang tua dan kakak ku "


" Baik kak "


Lin Xi pun menulis surat dengan alat tulis yang telah disediakan oleh Jiang Yimian.


...Apa kabar ayah ibu? Aku harap ayah dan ibu dalam keadaan baik-baik saja . Besok aku akan pergi ke rumah banyak yang ingin aku ceritakan ke ayah dan ibu...


...salam : Anakmu terkasih...


...Bagaimana kabar kakak? Aku rindu dengan kakak . Besok aku akan kerumah sampai bertemu dirumah....


...Salam : adikmu tersayang...


" Mian'er . Suruh prajurit untuk kirim ke rumahku" sambil memberikan surat itu ke Jiang Yimian.


" Baik kak "


-Dikediaman Selir Agung Mei Lan-


Barang - barang hancur berantakan karena dilempar Selir Agung untuk melampiaskan emosi disana pun ada selir Gao.


" arghhh . Kenapa kau tidak mati aja Lin Xi " geram Selir Agung Mei Lan.


" Tenanglah kak , kita harus membuat rencana baru agar kaisar semakin membenci dia"


" Benar selir Gao , kita harus membuat rencana baru " tersenyum jahat.


-Dikediaman Permaisuri Lin Xi -


" Mian'er . Tolong sediakan teh dan cemilan . Aku ingin minum teh dan makan cemilan di taman "


Jiang Yimian pun menyediakan teh dan cemilan . Lin Xi memakannya sambil membaca buku tanpa terasa buku yang dibaca Lin Xi pun sudah habis dibacanya dan sudah waktunya makan malam .


" Kak , ini makan malamnya "


" Yuk , makan bersama Mian'er "


Setelah beberapa menit mereka pun sudah kelar makan . Jiang Yimian pun membereskan mangkok dan alat makan yang dipakai .


" Kak , aku balik kekamar yah "

__ADS_1


" Selamat malam "


__ADS_2