
Matahari sudah terbit dari arah timur , burung-burung berkicau membangunkan seorang wanita cantik dari tidur nyenyaknya. Jiang Yimian pun membangunkan Lin Xi.
" Kak , bangun . Aku sudah menyiapkan air untuk kakak mandi "
" hmm . Iya " jawab Lin Xi sambil menguap.
Tiba-tiba datang orang kepercayaan permaisuri ke kediaman Lin Xi.
" Dayang Lu tiba " teriak salah satu prajurit dikediaman Permaisuri.
" Maaf menganggu Permaisuri , hamba disuruh permaisuri terdahulu untuk memberitahukan Permaisuri agar sarapan bersama di kediaman permaisuri dan kaisar terdahulu"
" Baiklah , aku akan kesana . Tolong bilang ke ayah dan ibu mertua aku akan mandi dulu baru kesana " .
" Baik . Saya undur diri Yang Mulia".
Lin Xi pun mandi . Setelah mandi Langsung didandani oleh Jiang Yimian . Lin Xi terlihat sangat cantik dengan rambut dikepang dan riasan yang natural.
" Mian'er . Tolong ambilkan cadar ku "
" Kenapa harus pakai cadar kak? Muka kakak kan sudah sembuh"
" Iya , emang sudah sembuh tapi belum waktunya mereka melihat wajahku . Sudahlah buruan tidak enak mereka sudah menunggu lama "
" iya kak , aku ambilkan "
Setelah selesai memakai cadarnya . Mereka jalan ke kediaman Permaisuri dan Kaisar terdahulu .
" Permaisuri sudah tiba " teriak prajurit yang menjaga ke kediaman kaisar dan permaisuri.
" Salam ayah mertua , ibu mertua , kaisar . Semoga ibu mertua , ayah mertua dan Kaisar diberikan umur panjang".
"( Melirik kesebelah kaisar) cihh sih ular ada disini juga rupanya , boleh lah main drama" batin Lin Xi.
" Silakan duduk menantuku. Saya senang anda sudah sembuh " riang Permaisuri terdahulu.
" Terima kasih Ibu Mertua " sambil membungkuk . Setelah membungkuk Lin Xi berjalan ketempat yang seharusnya miliknya.
" Ehem . Boleh anda pindah Selir Agung yang anda duduki adalah tempat yang seharusnya milik saya bukan anda" dengan tatapan yang tajam .
" Maaf kak , aku kira kakak tidak datang seperti biasanya"
__ADS_1
" Sial** , kenapa dia tidak mati padahal itu racun yang mematikan" batin Selir Agung Mei Lan
" Oh , jadi Selir Agung berharap aku tidak bangun dari tidur panjang ku yah . Berani sekali anda mendoakan aku mati selir agung! geram Lin Xi dengan aura mencekam.
" hiks hikss " tangis Selir Agung Mei Lan.
" Sudahlah permaisuri , Selir Agung tidak bermaksud seperti itu"
" Oh , tidak bermaksud . Padahal anda dengar yang dibicarakan selir agung karena anda disebelah Selir Agung . Kuping anda bermasalahnya? " kesal Lin Xi dan melirik Kaisar dengan tatapan tajam.
" Glek . Permaisuri sudah berubah biasanya dia takut dengan tatapan ku ini " batin Kaisar Ji Jun Xing.
" Sudah sudah , jangan bertengkar . Mari makan , selir agung kau pindah yang dikatakan permaisuri itu benar yang kau duduki adalah tempatnya" lerai permaisuri terdahulu.
" Baik Ibu mertua " selir agung pun pindah tempat duduknya.
" awas kau Lin Xi , akan aku balas " batin Selir Agung Mei Lan .
Akhirnya suasana menjadi tenang hanya terdengar suara dentingan alat makan. Mereka pun sudah kelar makan dan berbincang.
" Xi'er . Bagaimana keadaamu? tanya Ayah mertua.
" menantu sudah lebih baik ayah mertua . Terima kasih atas perhatian ayah mertua" jawab Lin Xi .
" Iya Ibu " jawab Kaisar Ji Jun Xing.
" Ibu mertua , boleh besok aku berkunjung ke kediaman Orang Tua ku? " tanya Permaisuri Lin Xi .
" boleh saja , menantuku " jawab Permaisuri terdahulu .
" Terima kasih Ibu . Ibu , aku dan kaisar akan pamit terlebih dahulu"
Kaisar dan Permaisuri keluar dari ruangan itu menuju ke kediaman Permaisuri.
" Ehem , permaisuri kenapa kau tidak minta izin padaku?" tanya Kaisar Ji Jun Xing.
" Maaf Yang Mulia , kau kan pernah bilang padaku kau tidak peduli aku mau kemana , apa yang aku lakukan dan juga kau pernah bilang jangan mencampuri urusanmu" .
" Yah jadinya saya melakukan apa yang anda bilang kepada saya. Sudah sampai Yang Mulia , terima kasih sudah mengantar hamba sampai ke kediaman saya" Lin Xi pun masuk ke dalam kamar.
Kaisar pun balik dengan hati yang tidak karuan karena perubahan permaisuri .
__ADS_1
" Mian'er ,aku sudah kembali . Tolong ambilkan kertas dan alat tulis aku ingin kirim surat ke orang tua dan kakak ku "
" Baik kak "
Lin Xi pun menulis surat dengan alat tulis yang telah disediakan oleh Jiang Yimian.
...Apa kabar ayah ibu? Aku harap ayah dan ibu dalam keadaan baik-baik saja . Besok aku akan pergi ke rumah banyak yang ingin aku ceritakan ke ayah dan ibu...
...salam : Anakmu terkasih...
...Bagaimana kabar kakak? Aku rindu dengan kakak . Besok aku akan kerumah sampai bertemu dirumah....
...Salam : adikmu tersayang...
" Mian'er . Suruh prajurit untuk kirim ke rumahku" sambil memberikan surat itu ke Jiang Yimian.
" Baik kak "
-Dikediaman Selir Agung Mei Lan-
Barang - barang hancur berantakan karena dilempar Selir Agung untuk melampiaskan emosi disana pun ada selir Gao.
" arghhh . Kenapa kau tidak mati aja Lin Xi " geram Selir Agung Mei Lan.
" Tenanglah kak , kita harus membuat rencana baru agar kaisar semakin membenci dia"
" Benar selir Gao , kita harus membuat rencana baru " tersenyum jahat.
-Dikediaman Permaisuri Lin Xi -
" Mian'er . Tolong sediakan teh dan cemilan . Aku ingin minum teh dan makan cemilan di taman "
Jiang Yimian pun menyediakan teh dan cemilan . Lin Xi memakannya sambil membaca buku tanpa terasa buku yang dibaca Lin Xi pun sudah habis dibacanya dan sudah waktunya makan malam .
" Kak , ini makan malamnya "
" Yuk , makan bersama Mian'er "
Setelah beberapa menit mereka pun sudah kelar makan . Jiang Yimian pun membereskan mangkok dan alat makan yang dipakai .
" Kak , aku balik kekamar yah "
__ADS_1
" Selamat malam "