
Suasana di luar yang tadinya cukup kacau, kini sudah terdengar sepi. Tatsuya masih terus menjaga anak kecil itu di tempat yang sangat aman. Untungnya keberadaannya sama sekali tidak diketahui oleh monster tersebut, pilihan yang tepat untuk bersembunyi di bawah tanah, meskipun merupakan tempat pembuangan air.
Tatsuya membuka tutup tempat itu dan membukanya perlahan. Ia melihat ke sekitar tempat itu, ternyata hari sudah malam sekali dan Tatsuya langsung keluar dari tempat persembunyiannya. Ia kembali melihat ke sekitar dan memastikan bahwa semuanya baik-baik saja.
"Tunggu di sini dulu, aku akan melihat ke sekitar!" pinta Tatsuya.
Anak yang bersamanya itu hanya menganggukkan kepalanya saja. Tatsuya langsung pergi melihat ke luar jembatan. Terlihat Kotanya sudah porak poranda, banyak sekali mayat yang menjadi korban kekejaman para monster yang entah dari mana datangnya.
Merasa sudah aman semua, Tatsuya langsung kembali ke kolong jembatan dan menarik keluar anak yang tadi dia bawa itu.
"Kau baik-baik saja? Apa ada yang sakit?" tanya Tatsuya, karena sedari tadi anak itu terlihat kesakitan.
"Tidak, aku baik-baik saja. Mama di mana?" Anak itu kembali menanyakan mamanya.
"Aku tidak yakin, namun, semoga kita bisa menemukan tempat yang aman." Tatsuya seakan memberinya sebuah harapan.
"Kudengar dari mama, kalau sedang dalam bahaya, atau sedang ada keadaan darurat, aku harus pergi ke barat kota Arkansas. Apa kakak tahu tempat itu?" Anak kecil itu nampak mengetahui sesuatu yang dicari Tatsuya.
"Oh? Begitukah? Tunggu sebentar..."
Tatsuya mengambil peta dan mencari daerah yang dimaksud oleh anak kecil itu, ia mengurutkan tempatnya dan mencari arah barat. Perbatasan kota Arkansas dengan kota Meiras.
"Ah, mungkin sudah dibuat tempat perlindungan darurat di sana," gumam Tatsuya sembari melihat ke arah peta dan tertuju pada perbatasan kota Arkansas dan Meiras.
"Apakah kita bisa selamat?" tanya anak itu yang nampak sudah putus harapan.
Tatsuya memasukkan petanya itu ke dalam tas dan melihat ke arah anak itu. Ia tidak tega dengan anak kecil itu, di usianya yang masih belum dewasa, ia bahkan harus merasakan kehilangan. Sama seperti Tatsuya.
"Kita akan pergi ke barat, kemungkinan ada tempat perlindungan darurat di sana. Kau akan ikut denganku?" tanya Tatsuya.
Anak itu menganggukkan kepalanya, seakan bingung harus pulang ke mana.
Tatsuya dan anak itu pun pergi ke arah barat, melewati beberapa mayat yang tubuhnya sudah tak karuan. Ada yang kehilangan beberapa organ, ada pula yang sudah tidak utuh lagi bagian tubuhnya. Bau amis pun menyebar ke seluruh kota. Kota Arkansas yang tadinya ramai dan penuh akan beberapa pendatang, kini menjadi gelap dan juga sepi. Sering sekali kedua pria itu tersandung bagian tubuh yang sudah tidak utuh.
__ADS_1
Suasana di kota tersebut menjadi sangat mencekam, Tatsuya terus menerus was-was dan merasa terancam, ia hanya mengandalkan obor yang ia temukan di jalan saja, selain itu dia hanya mengandalkan keberuntungannya saja.
"Apakah masih jauh?" tanya anak kecil itu.
"Kita terus berjalan ke arah barat, lama kelamaan mayatnya juga semakin sedikit di sini, sepertinya di sini aman," pungkas Tatsuya.
Hingga beberapa lama kemudian, terlihat sebuah gerbang yang terbuat dari kayu, dan di samping kanan kirinya ada sebuah tower yang berisikan penjaga.
Melihat kedatangan Tatsuya dan anak kecil itu, para penjaga langsung turun ke bawah dan membuka pintu tersebut.
"Siapa kalian!" tanya salah satu penjaga dengan suara yang lantang.
"Kami penduduk kota Arkansas!" teriak Tatsuya sembari terus berjalan menghampiri gerbang itu dan menggandeng tangan anak kecil itu dengan tangan yang penuh dengan keringat.
Tatsuya takut sekali jika dia tidak diterima di sana, mengingat dia sering sekali dikucilkan dan tidak diterima di manapun.
Gerbang pun terbuka lebar dan terlihat ada beberapa penjaga yang keluar, dan beberapa orang yang menggunakan baju zirah mendekat ke arah Tatsuya. Ia sempat keheranan dengan pria itu.
DEG!
Anak itu pun langsung dibawa masuk ke dalam sembari menatap ke arah Tatsuya, ia berusaha untuk tersenyum dan berkata kepada pria kecil itu bahwa dia baik-baik saja.
"Ta-tapi, dia sudah menyelamatkanku," keluh anak kecil itu.
Pria berbaju zirah itu langsung melihat ke arah Tatsuya dan mendekatinya.
"Aku sudah sering mendengar rumor tentangmu. Kau yakin akan diterima jika masuk ke dalam sini? Semua orang yang ada di dalam sini kebanyakan warga dari kota Arkansas loh." Pria berbaju zirah itu memperingatkan Tatsuya lebih awal.
"Maaf, aku tidak punya tempat lagi untuk berlindung." Tatsuya bingung harus berkata apa lagi.
Saat mereka tengah serius berbicara, tiba-tiba salah seorang penjaga berteriak.
"Ada monster!"
__ADS_1
Tatsuya langsung melihat ke arah belakang. Ia melihat monster seperti goblin dan berukuran kecil, tidak seperti monster yang ia lihat tadi siang.
"Kalau kau memang ingin masuk dan merasa bisa berguna di dalam sana...." Pria itu menarik pedang dari sarung pedangnya dan melemparkannya ke arah Tatsuya. "Bunuh dia untuk kami," lanjut pria itu.
Tatsuya langsung terkejut bukan main, ini pertama kalinya ia memegang pedang sebagus ini. Tatsuya langsung mengambil pedang itu dan berbalik badan. Tubuhnya bergetar, tangannya mengeluarkan keringat, ia melihat monster itu menatap Tatsuya dengan tatapan yang ingin melahap Tatsuya.
"Ayolah, dia hanya monster kecil!" Tatsuya berusaha untuk meyakinkan dirinya lebih dulu.
Goblin hijau itu berlari dengan kencang dan melompat ke arah Tatsuya. Dengan cepat, Tatsuya langsung menghindar ke belakang goblin itu dan sedikit gugup. Ia terus menerus menghindari serangan goblin tersebut dan melihat pergerakan monster itu.
"Gerakan yang lincah dan cepat," batin Tatsuya.
Lama kelamaan, dia bisa memahami gerakan goblin itu, ia semakin mudah menghindari monster tersebut.
TANG!
Pedang yang dibawa Tatsuya dan belati milik goblin itu saling beradu, Tatsuya kini sudah semakin memahami gerakan dan juga perlawanan goblin itu.
"Ugh! Tubuhku mudah sekali lelah!" keluh Tatsuya.
Serangan goblin itu semakin cepat dan pertarungan mereka menjadi sengit, sedangkan para penjaga dan pria berbaju zirah itu tidak membantu sama sekali, padahal mereka bersenjata lengkap dan jelas bisa membantu Tatsuya.
"Hiyaaakh!"
ZRASH!
Tatsuya berhasil menggores lengan goblin itu dan membuat Goblin itu menjauh. Tatsuya bernafas sejenak dan melihat ke arah goblin itu. Bukannya melemah karena Tatsuya berhasil menyerangnya, goblin itu bahkan semakin murka. Goblin itu berubah berwarna merah dan permukaan kulitnya semakin mengeras, Tatsuya jelas langsung ketakutan melihatnya..
Goblin itu langsung berlari dengan sangat cepat dan menyerang Tatsuya ke arah jantungnya.
"UWAKH!"
JLEB!
__ADS_1