Pewaris Pedang Legenda

Pewaris Pedang Legenda
Mencari Guild


__ADS_3

Berada di barak membuat Tatsuya terus menerus mempelajari beberapa teknik pedang yang sebelumnya belum pernah dia lakukan. Ia percaya bahwa dengan dia mempelajari gerakan dari beberapa orang dan terus menggunakan pedangnya untuk meningkatkan skill pedangnya. Meskipun dia menggunakan pedang yang berkarat, namun dia yakin barang peninggalan itu akan berguna nantinya.


Hingga suatu hari, seluruh hunter diminta berkumpul dan akan menuju ke kota Meiras, di mana kota tersebut berada di sebelah Arkansas dan memiliki monster yang cukup lemah. Sebagai pemula, kota Meiras adalah kota yang cocok untuk melatih kekuatan dan mental mereka.


"Perhatian para hunter yang baru saja direkrut beberapa waktu yang lalu! Mari berkumpul untuk membahas penyerangan kita ke Kota Meiras!" Seorang dengan jubah berwarna merah yang merupakan pemimpin dari para pemula terlihat berdiri di tengah tempat mereka berlatih pedang sehari-hari.


Mendengar pengumuman seperti itu membuat semua pemula langsung berkumpul dan melihat ke arah pria berjubah merah tersebut.


"Karena masuk ke dungeon merupakan hal yang cukup berbahaya, kita akan membuat guild agar mempermudah kita untuk melakukan kerjasama tim! Buatlah guild yang berisikan 5 orang tiap guildnya! Kalian bebas mencari siapapun dan seperti apa mereka! Waktunya sampai malam nanti!"


Perintah yang dikeluarkan oleh pria itu membuat Tatsuya langsung melihat ke kanan dan kirinya. Orang-orang di sekitarnya sudah langsung berpencar dan bergabung membuat guild terkuat dan terbaik agar tidak mudah gugur disaat menyerang monster.


Tatsuya sudah mengerti bahwa dia tidak akan mendapatkan kelompok sama sekali, dia sadar akan statusnya yang merupakan pembawa sial.


Tatsuya pergi dari tengah lapangan dan berniat menuju ke kamarnya untuk beristirahat. Namun, saat dia sedang berjalan ke kamarnya, ia melihat beberapa kelompok yang berada di ujung taman dan seakan tengah berdebat.


"Kami mohon! Kami ingin ikut guild kalian! Aku dan temanku akan berguna untuk kalian!" pungkas seorang pria berambut kuning dan nampak tengah menangkupkan tangannya, memohon untuk dilepaskan.


"Mimpi ya! Kalian sudah lana ada di sini dan tidak pernah ada perkembangan! Kawan kalian yang sekarang sudah senior juga ogah satu guild dengan kalian dan memutuskan untuk mengeluarkan kalian. Sekarang kalian mengemis dan meminta masuk ke guild orang-orang? Menjijikkan!" pungkas pria bertubuh ceking dan raut wajahnya yang menyebalkan.


"Kami mohon! Kami akan bersikap baik kepada kalian!" pinta pria itu.


Namun, bukannya mendapatkan ijin untuk bergabung dengan guild, pria ceking tadi justru mengambil tongkat dan memukul ke arah pria itu. Sedangkan pria itu langsung melindungi wanita yang satu guild dengannya.


"Dasar nggak tahu diri! Kalian cuma bisa nyusahin! Makanya selalu jadi pemula! Sadar diri dong kalau kalian ini cuma beban kalau masuk guild!" ledek penindas yang sudah telanjur marah dan kesal.


Beberapa teman pria bertubuh ceking itu juga membantu meledek, bahkan menendang kaki pria itu dengan keras.


"Ugh! Menyebalkan!" gumam Tatsuya.

__ADS_1


TANG!


Terdengar dua senjata yang saling beradu dan Tatsuya sudah berada di hadapan penindas, menghalau pukulan pria ceking itu dengan pedang tumpulnya.


"Heh? Siapa kau! Beraninya melakukan hal ini kepadaku!" hardik pria ceking itu.


"Kau hanya bisa menindas dan meledek yang lemah, bukan? Coba kau ledek pria berbaju zirah di sana itu, tubuhmu pasti langsung gemetar!" ledek Tatsuya sembari meletakkan punggung pedangnya di pundak dan terdengar menyebalkan.


"Bos, dia pria yang itu!" bisik pria lainnya.


"Huh? Ooh! Pria pembawa sial itu! Pantas saja aku seperti tidak asing dengan wajahnya." Pria ceking itu tersenyum saat mengetahui siapa pria di hadapannya itu.


Karena kesal dan tidak tahan ingin menghajar Tatsuya karena sudah merusak kesenangannya, pria ceking itu memukul Tatsuya dengan tongkatnya, namun, langsung di halau oleh Tatsuya hingga keluar sedikit percikan api dari pedangnya itu.


TANG!


Sekali lagi, suara senjata mereka saling beradu, dan Tatsuya mendorong pria itu, melancarkan beberapa serangan hingga membuat pria itu terjatuh.


"Ughh." Pria itu nampak kesakitan dan kesal saat melihat Tatsuya.


Tatsuya menodongkan pedangnya ke arah pria itu.


"Ck! Pedang tumpul begini bisa apa! Aku yakin menggores nadi saja tidak bisa!" ledek pria itu.


"Jaga mulutmu itu, dasar pria cacingan!"


Baru saja Tatsuya akan melancarkan satu serangannya, tiba-tiba dia diserang oleh orang lain yang merupakan kawanan pria ceking itu. Kerusuhan terjadi dan membuat penjaga turun tangan untuk melerai mereka.


"CUKUP! HENTIKAN! DASAR PEMULA TIDAK TAHU DIRI!" lerai para penjaga dan terlihat wajah para penindas babak belur, sedangkan Tatsuya hanya lebam di pipinya saja.

__ADS_1


Pertikaian mereka pun terhenti.


"Awas saja kau! Aku tidak akan menolongmu kalau kau sedang sekarat!" ancam para penindas yang langsung pergi meninggalkan Tatsuya dan kedua orang tadi.


Suasana pun sudah membaik, Tatsuya melihat ke arah pria dan wanita yang sedari tadi nampak ketakutan dan bingung harus bagaimana.


"Te–terima kasih sudah melindungi kami. Kami sedang kesusahan mencari orang untuk membuat guild." Pria itu mulai bicara.


Tatsuya melihat ke arah pria itu dari ujung kaki sampai ujung kepala dan menghela nafas panjang.


"Jangan paksakan buat guild, orang-orang di sini cukup susah diajak kerja sama jika kalian tidak kuat. Menyerah saja dan kalian bikin berdua saja!" ujar Tatsuya memberi saran.


"Kalau begitu, apa kau mau masuk ke guild kami?" ajak pria itu.


Tatsuya langsung menaikkan kedua alisnya dan terkejut saat ia diajak untuk membangun guild bersama mereka. Karena sepertinya tidak ada yang akan menerima Tatsuya, bukankah lebih baik menerima mereka?


"Kau sungguh akan menerimaku yang pembawa sial ini?" tanya Tatsuya.


"Kalau begitu, kita sama-sama memiliki kekurangan. Aku dan saudaraku juga sebenarnya sangat lemah dalam bertarung, makanya tidak ada yang mau satu guild dengan kami," urai pria itu.


Tatsuya sedikit kecewa mendengar pernyataan itu, namun, sepertinya itu jauh lebih baik dari pada tidak mendapatkan guild.


"Baiklah kalau begitu, perkenalkan, namaku Tatsuya." Tatsuya menyodorkan tangannya ke arah pria itu. Dengan senang hati, pria itu langsung menyambut tangan Tatsuya.


"Terima kasih! Namaku Armin! Dan ini adikku Airin! Mohon kerja samanya, Tatsuya!" Armin nampak bahagia karena ada yang mau dengan mereka.


Tatsuya pun berusaha tersenyum hangat dan berjabat tangan dengan Airin juga. Wanita berambut pirang itu nampak pendiam dan sangat lemah. Membuat Tatsuya semakin berpikir, apa dia bisa melewati semua ini bersama dengan guild barunya itu.


"Kalau begitu, sering-seringlah ke tempat kami. Kami tinggal di sana." Armin menunjuk sebuah pintu yang berada di dekat pintu keluar.

__ADS_1


"Ah! Baiklah. Aku juga mohon kerja samanya! Aku akan sering ke tempat kalian." Tatsuya nampak gugup dan ragu, karena ini pertama kalinya dia berinteraksi dengan orang yang sebaya dengannya.


"Sudahlah tidak apa. Jika mereka lemah, bukannya berarti kemampuan mereka masih bisa diasah?" batin Tatsuya.


__ADS_2