Pewaris Pedang Legenda

Pewaris Pedang Legenda
Fokus!


__ADS_3

Tatsuya diajak pergi ke sebuah tempat seperti barak, di mana banyak sekali pars hunter yang sedang berlatih di malam hari. Tatsuya melihat mereka semua nampak bersemangat.


Suasana barak itu cukup gelap, dan hanya ada penerangan obor saja. Itu pun nampak remang-remang dan jika dimatikan, maka tak akan terlihat apapun.


"Me–mengapa kau nengijinkanku untuk jadi hunter? Padahal aku ini tidak berbakat apa-apa. Bahkan semua orang menjauhiku," ujar Tatsuya yang menanyakan hal itu kepada Toru. Dia merasa tidak layak sama sekali untuk bergabung menjadi hunter


"Yang menilai kemampuanmu itu orang lain, bukan dirimu sendiri. Jadi, nikmati saja hal ini. Kulihat kau sangat berpotensi untuk membunuh semua monster yang turun ke kota. Lambat laun, mereka akan menembus tempat ini, jadi sebaiknya kita mulai berlatih dari sekarang juga," ucap Toru yang seperti tidak ingin menjawab pertanyaan dari Tatsuya.


"Mengapa kau sangat yakin aku bisa melakukan itu? Aku membunuh monster tadi hanya karena beruntung saja. Jika bukan karena keberuntungan, sudah pasti aku akan mati tadi!" Tatsuya nampak semakin tidak percaya dengan dirinya sendiri


"Kau berisik sekali. Lebih baik kau tidur saja dulu! Besok baru kau bisa tanya-tanya lagi!" Pria berumur 35 tahun itu nampak kesal dengan Tatsuya yang sedari tadi berisik terus karena tidak mendapat pertanyaan.


"Setidaknya jawab dulu satu pertanyaanku!" pinta Tatsuya saat ia sampai di sebuah barak dengan fasilitas yang tidak jauh beda dari shelter darurat tadi.


"Aih! Jika hanya beruntung, mana bisa kau menghunuskan pedang tepat ke arah jantung goblin itu? Instingmu pasti sudah mengetahui titik fatal makhluk tersebut! Lebih baik kau istirahat saja! Besok kau harus latihan!"


BRAK!


Pria itu menutup pintu tempat Tatsuya berada. Jawaban itu bahkan sama sekali tidak membuat Tatsuya puas dan masih belum paham dengan jawaban pria itu.


Tatsuya menghela nafas panjang dan duduk di pinggir kasur yang terbuat dari tumpukkan jerami itu.


"Apa lagi ini? Aku memang berniat menjadi hunter karena uangnya yang menggiurkan. Namun, jika bicara tentang kekuatan, aku bisa apa?"


Semakin malam, Tatsuya semakin berpikir keras akan apa yang sudah terjadi tadi. Karena tubuhnya sangat lelah dan kasur itu sangat nyaman untuk dirinya, ia pun tertidur di malam itu.


****


Pagi hari pun tiba, di mana terdengar suara ramai orang dan juga terdengar suara pedang yang cukup memekikkan telinga. Tidak hanya satu dua orang saja, terdengar sangat banyak dan ada di luar.


"Ukh....." Tatsuya bangun dengan tubuh yang pegal-pegal dan mendengar suara seperti orang sedang berperang dengan pedang.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Tatsuya langsung bangun dari tempat tidurnya dan melihat ke luar ruangannya.


"Jadi, semua orang sedang berlatih, ya?"


Tatsuya pun melihat dari jendela kamarnya. Lalu, beberapa menit kemudian Toru membuka pintu kamar Tatsuya dengan cepat.


"Ayo bangun! Dasar pemalas!" Namun, terlihat Tatsuya sudah beranjak dari kasur dan membuat Toru langsung tersenyum. "Oho! Kau ternyata bangun lebih awal. Bagus! Ayo ikut aku! Kau juga harus latihan."


Toru keluar dari tempat Tatsuya dan langsung pergi meninggalkan ruangan kecilnya itu. Tatsuya keluar dengan menutup tudungnya dan melihat beberapa orang yang sedang berlatih menggunakan pedang.


"Mereka juga sama sepertimu, orang yang menginginkan uang dan juga masih baru. Makanya dilatih di sini," urai Toru sembari mengajak Tatsuya berjalan ke tempat yang akan ia gunakan untuk latihan. Bahkan, orang-orang sempat memperhatikan Tatsuya berjalan, dengan tatapan yang sinis dan juga nampak jijik terhadap Tatsuya. Membuat Tatsuya langsung menurunkan tudung kepalanya dan sebisa mungkin tidak melihat ke arah mereka.


Hingga sampailah Tatsuya ke satu tanah lapang yang cukup luas untuk dua orang. Di sana terlihat pria berbadan besar sudah menunggu Tatsuya. Bahkan terlihat tubuh kekar pria itu, membuat Tatsuya sedikit takut.


"Karena kalian sedang latihan, jadi pakailah pedang kayu ini!"


Toru melemparkan pedang kayu kepada Tatsuya, dan pria berbadan besar itu juga terlihat sudah membawa pedang kayu.


Toru pun berada di tengah-tengah mereka dan memberi aba-aba.


"Dalam hitungan ke tiga! Satu ... dua ... lakukan!" Pria itu berteriak cukup kencang.


Saat aba-aba selesai, pria berbadan besar itu langsung berlari memghampiri Tatsuya dengan nafsu ingin membunuh.


"Uwah!" Tatsuya langsung menghindari serangan pria itu. Namun, dengan cepat, pria itu langsung berbalik badan dan kembali menyerang Tatsuya.


TAK!


Suara pedang kayu yang saling beradu membuat Tatsuya harus menahan serangan pria itu. Dorongan dari tubuh lawannya yang besar itu membuat Tatsuya tak bisa bertahan, bahkan terasa pedangnya itu hampir patah.


Ia berusaha keras untuk mendorong tubuh pria itu, membalas serangan pria itu.

__ADS_1


"Fokus, Tatsuya!"


Secepat kilat, Tatsuya langsung menendang tulang kering kaki pria itu, dan membuat pria itu melemah, menjadi kesempatan Tatsuya untuk menyerang balik.


"HIYAAAAKH!"


TAK!


Pria itu langsung berusaha bangun dan bisa menahan serangan Tatsuya, kali ini, Tatsuya memberikan serangan bertubi-tubi. Pedang kayu mereka benar-benar saling beradu dan suaranya terdengar cukup cepat.


Semakin Tatsuya fokus, ia semakin mudah melancarkan serangannya kepada pria berbadan besar itu. Hingga terlihat pria itu kewalahan dan terjatuh.


BRUK!


Di saat itu juga, Tatsuya mengarahkan ujung pedangnya ke leher pria berbadan besar itu dengan tatapan mata yang tajam dan dingin.


"A–ampun!" Pria berbadan besar itu merasa kalah, Tatsuya lah yang memenangkan pertandingan itu.


"Luar biasa!" Toru mendekati Tatsuya dan pria itu dengan bertepuk tangan.


Tatsuya menjauhkan pedangnya dan menghela nafas panjang. Semua orang di sana ternyata melihat pertandingan itu dan tidak menyangka jika Tatsuya memenangkan pertandingan itu. Namun, semua orang berbisik jika Tatsuya melakukan kecurangan.


"Lihat! Kau bahkan bisa berlatih dengan pemuda yang lebih besar darimu! Bukankah para monster itu juga sebesar dia?" Toru merangkul Tatsuya dan membawanya pergi.


"Sudah kubilang, itu hanya kebetulan." Tatsuya masih menyangkal pernyataan Toru.


"Kuncinya adalah fokus! Jika kau fokus dalam menyerang, bukankah semuanya akan lebih mudah? Setelah ini, aku ingin kau melihat pertarungan yang sebenarnya, dan mempelajarinya." Toru memberikan satu bungkus roti dan air yang dimasukkan ke dalam batang pohon bambu, "Kau juga harus makan! Makanlah dan pelajari gerakan mereka," imbuh Toru sembari memberikan makanan kepada Tatsuya.


Tatsuya pun hanya diam saja mengikuti perintah pria itu, di satu sisi, ia menikmati sekali hal seperti ini. Tatsuya semakin memiliki tekad yang kuat untuk belajar menyerang dan menjadi hunter.


Selanjutnya, Tatsuya diminta untuk memperhatikan orang-orang yang sudah ahli berpedang. Mereka latihan tidak menggunakan pedang kayu lagi, melainkan menggunakan pedang besi.

__ADS_1


"Perhatikan saja gerakan mereka! Karena mereka adalah garda depan yang sudah biasa membunuh puluhan monster kemarin dan beberapa hewan liar." Toru membiarkan Tatsuya makan sembari melihat latihan itu. Sedangkan Tatsuya benar-benar memperhatikan gerakan para pria dengan pedang besi itu.


__ADS_2