
>>10<<
“Hati manusia punya harta terpendam. Tersimpan dalam rahasia, tersegel dalam diam.
Pikiran, harapan, mimpi, kegembiaraan yang pesonanya akan hilang jika
disingkapkan.”
~~Charlotte Bronte. (Evening Solace)~
Aku langsung pergi ke kamarku begitu anak sialan itu sudah pergi. aku melihatnya
terbaring lemas diranjang dan wajahnya pucat. Aku meminta Reno untuk menelpon
dokter Rudy. “Oke pa!”
“Maafkan aku sayang! Aku tidak
bermaksud membuat mu seperti ini. Aku hanya tidak ingin ancaman itu menjadi
nyata. Aku hanya ingin melindungi Mbok Sum agar aman dari cengkraman keluarga
Prapanca yang terobsesi dengan saham yang dipegang Mbok Sum saat ini. Mereka
berjanji padaku tidak akan melukai Mbok Sum dan kalian jika kami setuju untuk
menjodohkan Arian dan Allesha. Perjodohan itulah jalan satu-satunya. Aku tidak
tau lagi harus bagaimana, aku....aku....sudah tidak tahan lagi harus bersikap
jahat seperti ini kepada anakku sendiri.” Dani menangis dihadapan istrinya itu.
“Jadi papa juga tau kalo om Satya
__ADS_1
ngincer Mbok?” Dani kaget melihat kedatangan Reno dan Will didepan pintu.
“Kenapa papa gak cerita ke Reno, pa?” Dani menjawab ia sengaja menyembunyikannya
selama bertahun-tahun ini demi keselamatan keluarganya, agar keluarganya
bahagia. “Pa! Lebih baik Reno menderita karena kejujuran daripada bahagia
tetapi hasil munafik Yang papa lakuin ini justru membuat Arian terluka pa. Papa
tau gak, Reno selalu mendengarnya menangis setiap malam karena tertekan dengan
permintaan papa untuk mencintai Allesha.
Nyaris Reno kehilangan dia kalo April gak dateng waktu itu.” Jelas Reno
Will menambahkan, “Cinta juga gak bisa dipaksa
om! Arian juga gak cinta sama Allesha walaupun dia waktu itu ingin mencoba
membuat Allesha jatuh cinta padanya. Emangnya om gak sakit kalo anak kandung
sendiri selalu dikatain SAMPAH didepan publik sama orang asing yang nyatanya
Cuma baik pas ada om doang?” Dani terdiam lalu dia merasakan tangannya dipegang
oleh Ria. Ia menoleh dan membantu istrinya duduk.
jalannya sendiri! Aku hanya ingin melihat kita tentram sebagai keluarga selagi
aku masih hidup.” Dani menutup mulut Ria dan memintanya untuk jangan pernah
berkata seperti itu lagi.
“Dan mereka gak hanya mengincar Mbok aja pa,” Dani
bertanya maksud dari perkataan Reno. Will pun menjelaskan semuanya dari awal
dan juga rencananya untuk membongkar kebusukan keluarga Prapanca dan Handoro ke
publik agar sekalian bisa dimasukan kedalam penjara.
“Jadi bagaimana pa? Papa mau ikut atau tidak?” Dani
menyetujui ajakan anaknya itu. Dia bangga mempunyai anak yang lebih berani
darinya dalam menindaklanjuti sesuatu.
__ADS_1
Tok...Tok...Tok... Arian membuka pintu kamarnya dan
terkejut begitu melihat papanya berdiri didepan pintu. “Reno sekarang minta papa minta maaf sama Arian dan tolong jangan
beritahu dia tentang rencana kita ini.”
“Papa
boleh masuk?” Arian mengangguk dan Dani pun masuk lalu duduk dikasur.
“Papa minta maaf karena
terlalu egois sama kamu. Sekarang kamu
bebas dan papa gak bakal maksa-maksa kamu lagi sama Allesha. Kamu bebas ingin
mencintai siapa pun.” Ucap Dani
“Walaupun
itu April?” Tanyaya Arian yang enggan menoleh ke arah papanya. “Iya! Kamu boleh
mencintai perempuan itu. Lagipula dia telah membawamu kembali menjadi Arian
yang sesungguhnya.”
Arian
memeluk papanya dan menangis dipelukannya. Lalu Dani menyuruhnya untuk menelpon
April karena ia ingin meminta maaf.
“Lo kenapa nelpon gue, nyet? Matiin gih, ntar bapak lo
marah ngedengernya. Udah ya gue mat...” “ini saya! Papanya si monyet!” Arian
menahan tawa mendengar papanya seperti itu.
“Om
minta maaf ya, Pril! Om gak bakal ngelarang kalian ketemuan lagi. Jadi besok
kamu harus datang ke pesta ultahnya Arian ya.” “ehehehehehe, iya om, pasti itu
mah! Selama ada makanan, wkwkwkwkwkw.” Dan telpon pun dimatikan.
“temen kamu unik ya!”
mereka pun tertawa bersama. Untuk pertama kalinya setelah sekian lamanya. “namanya juga capung, pa.” Dan malam itu pun
mereka habiskan seperti layaknya ayah dengan anaknya
__ADS_1