Please!!Tolong Sayangin Aku (Buku Harian Nia)

Please!!Tolong Sayangin Aku (Buku Harian Nia)
Bab 10. Tanda Tangan (MOS)


__ADS_3

*Info*


Maaf bagi kawan-kawan sudah lama tidak update dan belum sempat mampir kenovel kalian lagi satu persatu-satu. Terima kasih atas selama ini dukungan kalian. Dari like, vote, membaca dan coment positif trima kasih banyak. Semoga kita bisa sama-sama saling mendukung ^_^


Happy Reading... ^_^


Budayakan membaca, karna membaca adalah Jendela Dunia. Semoga suka :-)


Warning!!!


Dalam cerita ada adegan tidak baik/ benar, pembaca yang bijak jangan mengikuti adegan yang berada didalam cerita. Terima kasih :-)


*****


(Sesampai dirumah)


Aku segera berganti pakaian, membersih kan diri


(beberapa menit)


Aku keluar dengan handuk yang berada diatas kepala


Tak bisa ku pungkirin bahwa aku sungguh bahagia, senyuman ku yang tidak pernah luntur dari tadi. Aku sangat bersyukur karna aku dipertemukan oleh orang yang dapat menghargai diri ku


"Nama nya adalah kevin. Apakah dia??? Jawaban atas doa-doa ku selama ini" gumam ku sembari tersenyum


Aku sangat bersyukur, serta berterima kasih kepada Sang Pencipta. Semoga dari sini awal yang baru bagi ku


Tak pernah henti- henti nya ku panjatkan doa setiap hari dipersetiga malam nya


***Keesokan Harinya***


Seperti biasa aku menjalankan aktifitas ku sehari-hari dengan bersekolah


(Sesampai Disekolah, didalam kelas)


"Untuk kegiatan hari ini, kalian harus mengumpulkan tanda tangan kakak maupun abang kelas kalian , sebanyak -banyak nya. Mengerti??? " Ujar kakak kelas Xll (12)


"Mengerti kak!!! " jawab kami dengan serentak


Mendengar perkataan tadi, kami segera bubar. Nia yang menelusuri sepanjang koridor, tanpa sengaja menabrak seseorang yang berada didepan nya. Membuat buku berserta pulpen yang berada digenggaman nia terhempas kebawah


"Maaf, maaf. Aku tidak sengaja" ucap nia menundukan arah pandang nya kebawah


"Nia!!!" sontak kevin. Nia segera menoleh pandangan nya keatas


"Wah!!!. Apa-apa ini??, kita jumpa lagi. Apa??? Kita ditadirkan untuk menjadi teman dekat " ucap kevin


Sontak terkejut nia "Bang kevin. Maaf bang tadi nia tidak sengaja tadi"


" Sudah lah. Kenapa kamu, harus minta maaf. Kamu kan tidak bersalah" ucap kevin dengan senyum diwajah nya


Mendengar perkataan kevin, terbentuk senyum diwajah nia. Pandangan mereka terpanah kesebuah benda yang terjatuh dibawah. Mereka segera meraih nya, tanpa sengaja kepala mereka terjedut bersamaan


"Awhh..." sepontan nia, memegain kepala nya


Sontak kevin "Maaf..., Apakah kamu baik- baik saja??" terlihat jelas diraut wajah nya bahwa dia khawatir serta merasa bersalah


Nia pun manggut, menandakan bahwa dia baik. Pandangan kevin, terarah kembali kebawah dan segera mengambil nya


Dengan menyodorkan sebuah buku dan pulpen kearah nia" Nih... " sembari tersenyum


Nia segera mengambil nya "Terima Kasih" Ucap nya


"Ooo yaa bang kevin, kemarikan kepala mu" ucap nia


Sepontan membuat kevin terkejut "Untuk apa???. Kenapa kamu memandang ku seperti itu, seolah- olah pandangan mu itu ingin melayangkan kepala ku sampai mendarat kedinding"


Nia pun tertawa, " Kenapa kamu tertawa??? Ini nggak lucu tau" ujar nya


Nia berjalan kearah kevin, menjedut kepala nya berserta kepala nya kevin kembali " Awh... " keluar dari mulut kevin

__ADS_1


"Ada apa ini nia??? Kenapa kamu menjedut kan kembali kepala ku bersama kepala mu?? Kata kevin


"Agar suatu saat nanti, kepala anak kita tidak tergempet " Ucap nia


Mendengar perkataan nia membuat kevin tergelitik, membuat kevin yang terbahak-bahak sekarang. Melihat kevin terbahak-bahak membuat nia terdiam terpatung " apa-apaan kau nia (mengusap air mata nya dikarnakan tertawa). Kau masih mempercaya hal seperti itu?? " kata kevin


Dengan kikuk nia pun menjawab nya " yaa antara percaya atau tidak, tapi nenek ku yang selalu membilang begitu kepada ku"


"Nia, nia. Kevin menggeleng- gelengakan kepala nya. "Ternyata, adek kelas ku yang satu ini sangat polos yaa" ujar kevin


"yaa udah lupa kan saja. Kegiatan mos kalian hari ini apa?? " tanyak kevin


"Meminta tanda tangan kakak kelas, sebanyak-banyak nya" jawab nia


"Apa kah, tanda tangan ku diperlukan??" ucap kevin


"Iya. Apakah aku boleh meminta tanda tangan mu bang" sahut nia


"Boleh. Tapi harus ada syarat nya, karna dizaman sekarang tidak ada yang gratis " ujar kevin menggoda nia


"A-pa i-tu?? " jawab nia gugup


"Kalau kamu ingin tanda tangan ku, kamu harus merayu aku " Ucap kevin ingin menggoda nia


"Ha-h!!!, Aa-pa?? " ucap nia kikuk


"Kenapa, kamu kikuk seperti itu???. Ini hanya permainan nia jangan dianggap serius " kata kevin tersenyum-senyum melihat tingkah nia


"Me-ra-yu ba-gai-ma-na??" ujar nia terbata-bata


"Apakah kamu tidak pernah merayu cowok??? " sepontan kevin


Nia pun hanya menggeleng-gelengkan kepala nya, melihat jawaban dari nia kevin hanya tersenyum-senyum "ternyata adek kelas abang yangg satu ini ,masih polos yaa" ucap kevin


"Maksud abang itu merayu itu. Kamu bilang kepada abang itu, yaa seperti bilang; Abang ini sudah ganteng, baik,. Bisa dibilang seperti pujian, begitu. Kamu mengerti kan??? Tanyak kevin


Nia pun hanya manggut. Kata kevin "yaa udah, apa lagi. Mulai lah?? "


Nia pun melakukan apa yang sudah dibilang kevin, dia segera merayu kevin " Bang, hari ini abang ganteng sekali, sudah ganteng baik lagi. Apakah nia boleh minta tanda tangan nya bang"


"Bravo, bravo. Kamu sangat berbakat sekali. Ku pastikan setiap laki-laki yang kau puji, pasti akan meleleh hati nya. Hmmm, mungkin aku berada diposisi itu " ucap kevin


Nia pun hanya terdiam, tidak memperdulikan apa yang diucapan kevin


"Kemarikan, buku sama pen nya. Biar aku tanda tangan " Nia, memberikan buku nya ke kevin


Kevin segera menanda tanganin nya. Sembari memberikan buku nya nia, diiringin perkataan terhadap nia


"Bukan tanda tangan saja yang bisa ku berikan kepada mu, hati pun bakal ku berikan. Jika kamu mau"


Nia tidak memperdulikan perkataan kevin dan langsung pergi seraya membilang "Terima Kasih"


"Aku melihat ekspresi mu nia, tak ku biarkan kau lolos dari genggaman ku" gumam kevin dalam hati nya


Nia pun menelusuri kelas demi kelas untuk mendapatkan tanda tangan. Nia memasuki kelas Xll (11~Ipa). Meminta tanda tangan kakak maupun abang kelas yang berada disitu. Syarat demi syarat yang diberikan nya kepada nia. Nia memenuhi nya


Sampai kebelakang terdapat rio dan chris sedang mengobrol satu sama lain. Nia pun menghampari mereka


"Permisi bang. Apakah aku boleh meminta tanda tangan?? Ujar nia


"Tanda tangan?? " nyolot rio kehadapan nia, membuat nia kaget


"Apakah kamu tidak melihat apa??, apa yang sedang kami lakukan. Tanda tangan??? Kau pikir tanda tangan kami murah tau, enak aja. Sudah sana pergi " merepet rio


"Kalau misal nya tidak mau mengasih bang, setidak nya tidak usah bentak- bentak, kan masih bisa membilang nya dengan baik-baik" balas nia, pergi meninggal kan mereka


"Tunggu!!!" ucap chris, mendengar suara itu, langkah nia terhentikan


"Aku akan menanda tanganin nya" ucap chris, nia segera membalikan badan nya kembali


"Kemarikan buku mu itu" ujar chris meminta buku nia, nia pun memberikan nya

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan chris?? " ucap rio


"Kamu kan bisa lihat sendiri" sahut chris


"yaa aku tau,tapi untuk apa menanda tanganin nya" ucap rio


"Kamu kan lihat bahwa dia memerlukan nya. Apakah kamu artis sampai mahal sekali tanda tangan mu. Kalau aku artis pun, aku tidak bakalan seperti mu" nyolot kembali chris terhadap rio


"yaa udah apa lagi, berikan tanda tangan mu kepada nya " ujar chris kepada rio. Dengan terpaksa rio pun menanda tanganin nya


Chris memberikan buku nya kembali kepada nia. Nia segera mengambi nya "terima kasih" ucap nia, chris pun menganggukan kepala nya


Nia segera meninggal kan kelas, menuju kelantai paling atas. Sesampai disana, nia memasuki keruangan perpustakaan. Didalam sana terdapat kakak kelas yang berada didalam nya


Nia segera menyamparin nya "Permisi kak, apakah aku boleh meminta tanda tangan kakak". Seketika tangan melayang mendarat tepat dipipi kiri nya nia. (plakk) dengan kencang


"Enak aja. Kau pikir tanda tangan kami murahan apa. Kalau mau tanda tangan nya harus ada harga yang dibayar " ujar dewi kakak kelas nya nia


Nia memegangin pipi. "Apakah sakit?? Maaf kalau terlalu kencang, soalnya terbawa emosi tadi" ucap dewi


"Kamu mau tanda tangan kan?? Yaa sudah pergi sana belikan kami snack berserta minuman, pakai uang kamu dulu, nanti kalau sudah sampai kami gantikan" kata dewi


"Heh!!! Kok diam saja. Mau tidak tanda tangan nya, sudah pergi sana belikan untuk kami" bentak dewi


Nia segera pergi meninggal kan mereka " Jangan terlalu kasar-kasar dia masih baru" ujar sara teman nya dewi


"Salah kan dia, siapa suruh memasuki kawasanku. Siapa pun dia yang masuk kekawasan ku, dia akan menjadi mainan ku" dengan senyum jahat


*****


(Dibawah)


Nia yang sudah membelikan apa yang diperintahkan nya. Nia yang ketakutan untuk kembali keatas


"Apa yang harus kulakukan, sebenar nya aku tidak ingin kembali keatas. Aku tidak punya keberanian. Tapi buku berserta pen ku masih tertinggal disana, kalau hanya buku sama pen saja bisa ku biarkan tapi sayang nya sudah banyak tanda tangan ditempat itu" gumam nia sangat khawatir, dengan terpaksa nia kembali ke atas


*****


(Sesampai diatas)


Dewi segera merampas, kantong plastik yang berada digenggaman nia "terima kasih" dengan senyum paksa nya


"Aduh!!! Maaf yaa uang ku ketinggalan" kata dewi


"Ti-dak apa-apa kok kak. Yang penting kakak berikan buku nya saja " ujar nia memberanikan diri


"Gak papa lah kalau uang saku tidak kembali, asalkan aku tidak kenapa- napa" gumam nia dalam hati nya menahan rasa ketakut nya


"Mengembalikan buku mu?? Tidak semudah itu" ujar dewi dengan santai. Mendengar perkataan tersebut sekunjur keringat dingin keluar dari tubuh nya nia


"Kalau kamu mau buku mu kembali, kamu harus mencium sepatu ku dulu" ujar dewi


"Buruan buku kamu mau kembali tidak??. Maka nya buruan " solot dewi ke nia


Nia segera membungkukan badan nya kehadapan dewi "Kamu tau tidak sara, ini sepatu sudah hambir dua bulan tidak gue cuci-cuci" kata dewi ke sara teman satu kelompok nya


*****


(Ditempat lain)


"Oii yo kamu mau ikut gak keatas. Gue mau kesana" ujar chris ke rio


"Ayokk" jawab rio. Chris dan rio segera menuju ke atas


Bersambung....


Tetap dukung authorr terus yah, biar authorr tetap semangat terus menulis nya ^_^


Bagaimana cerita nya kawan-kawan?? Kalau suka kamu bisa tinggalkan like, 5 rate dan kalau bisa vote. Agar authorr makin semangat dan bisa mampir balik kenovel mu ♥


Jika ada kesalahan dalam penulisan cerita dan sebagai nya, kamu bisa beri tip/ saran ke author. Author akan senang hati >_< menerima nya dan bisa memperbaiki nya

__ADS_1


Soal nya kan authorrr hanya manusia biasa, yang banyak kekurangan dan kesalahan, authorr pun juga bukan anak sastra (hehehe)


♥~Salam Saya~ ♥


__ADS_2