
Happy Reading.... >_<
(Budayakan membaca karna membaca adalah Jendela Dunia)
*****
Berbulan-bulan aku menjalani keadaan seperti ini, lama kelamaan sudah terbiasa dengan apa yang terjadi
(Disekolahan)
Aku yang hendak nurunin tangga kebawah untuk senam pagi dilapangan, aku yang menurunin tangga tapak-demi setapak. Tiba-tiba dari belakang ada yang mendorong aku
Membuat aku tergelincir ditangga menyebabkan kaki salah satu ku terkilir, setelah aku terjatuh, aku mendengar seseorang berbicara dari belakang
"Maaf, tidak sengaja" Bukan lain adalah neha yang berkata demikian
(Aku yang dibawah merintis kesakitan memegang kaki ku)
Saat disitu keadaan sudah pada sunyi, semua nya sudah pada turun kebawah, cuma tinggal kami ber-empat saja
Nisa dan risti yang ketakutan, memarahi neha.
"Neha!!!, kamu gilak yah. Kalau dia kenapa- kenapa, bagaimana???. Yang ada kita yang kenak masalah nanti" ujar nisa ,cemas
"Kamu kan tau, kalau kita bertiga itu memang tidak menyukai nya. Tapi kalau tadi dia sampai mati, bagaimana??. Bisa habis kita bertiga" ujar risti, kesal
"Yah, maaf v_v. Kupikir dia nggak bakalan nggak apa-apa" jawab neha
(Aku yang kesal selama ini atas perlakuan mereka terhadap ku, aku pun membalas nya)
"Kalian!!!, mengapa jahat sekali terhadap ku. Emang nya selama ini aku ada salah apa sama kalian??. "ucap ku ,dengan emosi
" Nggak ada kok. Kami melakukan kek gini sama kamu, hanya senang aja kok. Soal nya kamu itu udah polos, cupu lagi. Enak aja gitu mainin kamu, seperti suatu kebahagian bagi kami. Yah nggak risti, nisa??? " ujar Neha
(Risti dan nisa langsung manggut)
" hah!!! (aku menghelai napas). Perilaku kalian terhadap ku sudah saat keterlaluan, aku selama ini diam dan bersabar terhadap kalian, tapi lama-kelamaan aku biar kan kalian. Kalian makin menjadi-jadi, aku akan bilang kepada guru apa yang kalian lakukan terhadap ku" ucap ku (dengan marah)
Malahan mereka membalik mengancam ku
"Yakin mau bilang??, palingan guru-guru tidak ada yang percaya kepada mu" ujar neha
*****
Tak beberapa lama Buk maulina datang (guru agama kami)
"Kamu kenapa nia" tanya Buk maulina
"Kalian kok, malah diam saja cepat bantuin nia" ujar Buk maulina (menyuruh risti, nisa, dan neha, segera membantu ku)
Mereka pun segera mebopong ku kedalam kelas
__ADS_1
(didalam kelas)
Ibu maulina yang meninggal kan kami, ber-empat didalam kelas . Untuk memanggil guru Bk
"Ibu tinggal dulu yah, ibu akan segera memanggil guru Bk" ujar buk maulina ,keluar dari kelas
(Jelang beberapa menit)
Ibu Bk datang dengan peralatan P3K
Segera mengobati ku. Kaki ku yang makin lama susah untuk digerakin dan semakin sakit. Ketika guru menarik celana olahraga ku, ternyata kaki ku t'lah membengkak
"Ya ampun nia??, kenapa bisa kek gini??" ujar Guru Bk dan menyuruh salah satu dari untuk mengambil kan air hangat beserta kain nya
"Maaf buk sebelum nya, tapi ini salah saya. Tadi pas mau menurunin tangga, tanpa sengaja saya menabrak nia. Membuat nia jadi terjatuh. Tapi tadi tidak sengaja bu" kata
neha
"Ya Ibu tau itu (mengopres kaki ku dengan air hangat). Nia,nia. Nasib mu selalu sial saja" respon Guru Bk
(Aku pun hanya bisa terdiam)
Setelah selesai, Guru Bk meninggalkan kelas, meletakan peralatan nya kembali
Setelah meninggalkan kelas, neha segera menyamparin aku lebih dekat
"Bagaimana, kamu percayakan??. Baru dibilang begitu saja, ibu itu sudah percaya" ucap nya
Tak beberapa lama keluar, guru Bk masuk dengan ponsel nya
"Percuma saja buk. Orang tua saya tidak ada dirumah, mereka lagi kerja. Saya dinaikan saja nanti buk keangkutan umum (becak)" jawab ku
"Kalau kamu lah nia, tau nya menyusahin orang saja" ucap guru Bk ,dengan menggerutu
Guru Bk pun segera menyuruh mereka ber-tiga dan terpaksa menemani kami sampai kedepan pintu gerbang, dengan membopong aku untuk menurunin tangga untuk sampai kebawah
(Sesampai Dibawah)
Guru Bk berserta mereka ber-tiga membawa ku sampai ke depan pintu gerbang sekolah dan menaikan aku keanggutan umum(becak)
(aku pun segera meninggalkan sekolah)
*****
(sesampai Dirumah)
Aku dituntun oleh Bapak-bapak itu sampai kedepan rumah, segera membayar nya memakai uang saku ku
"Terima kasih, pak" ucap ku
(Bapak itu mu manggut dan segera pergi)
__ADS_1
Aku pun segera memanggil Bibi (bibi yang mengasuh adik ku, slama orang tua kami berkerja)
(Aku pun diantarkan, sampai kedalam kamar)
Setelah sampai dikamar, aku pun berbaring diatas tempat tidur dengan keadaan memakai baju sekolah
Berjalan nya waktu, keadaan diri ku yang masih dalam masa pengobatan ( yang tlah dikusuk oleh tukang urut)
Sampai sekarang pihak dari sekolah (teman-teman,berserta guru-guru ku), tidak ada datang untuk menjenguk/ melihatin keadaan ku
Aku pun tidak terlalu berharap, karna aku tau, mereka pasti tidak akan datang
Orang tua ku yang bekerja setiap hari nya membuat diri ku menyusahkan Bibi dirumah kami. Walaupun keadaan aku seperti ini, tidak membuat orang tua untuk peduli terhadap ku (dan merawat ku)
Dari dulu sampai sekarang yang orang tua ku pikirkan adalah bekerja dan bekerja. padahal aku menginginkan mereka dengan keadaan diri ku saat ini (meminta perhatian mereka sedikit saja)
Aku pun yang hanya bisa berharap (orang tua ku yang minta cuti sebentar untuk merawat dan menjaga aku) hanya sebatas khayalan
(Hari demi hari)
Aku yang menyuruh-nyuruh bibi untuk mengambil keperluan ku sehari-hari
Pas disaat itu aku menyuruh bibi untuk mengambil kan ku makanan
Bibi mengantarkan nya dalam keadaan, yang berbeda dari hari sebelum-belum nya. Raut muka yang tapak jelas, kalau dia benar-benar kesal
"Nah (sambil meyodorkan makanan kehadapan ku). Eh nia, emang nya bibi dibayar untuk merawat kamu juga. Udah gitu nggak ada uang capek nya lagi, kamu itu asik ngerepotin saja" menggerutu Bibi ,dengan ucapan pedas nya
Mendengar perkataan bibi tadi membuat diri ku, jadi tidak selera makan
(Aku yang didalam hati menggerutu). Sebenarnya salah siapa ini???. Aku sebenarnya tidak menginginkan keadaan ku seperti ini tapi keadaan yang menyedih kan ku yang tlah membuat ku seperti ini
Aku pun hanya bisa menghelai napas(serta mengusap-ngusap dadaku) untuk bisa terus bersabar
*****
Sekarang aku baru tau. Ternyata orang- orang yang berada disekitar kita itu, belum sebaik yang kita lihat, tidak tulus menolong kita dan menyayangi kita apa ada nya. Mereka hanya berpura-pura saja (Fake face). Tuhan, aku berharap. Semoga suatu saat nanti, aku akan ditemukan oleh orang-orang menyayangi aku dengan apa ada nya.
*****
sembari menulis buku diary ku, tapi sekarang air mata tidak jatuh lagi dari pipi ku. Karna air mata ini tlah habis, yang terus menerus jatuh dibuat oleh keadaan/ orang-orang sekitar ku
Berjalan nya waktu, aku sdh kembali memulih dan bisa berjalan lagi. Dan aku pun mula masuk sekolah kembali
(Bersambung....)
Tetap dukung authorr terus yah, biar authorr tetap semangat terus menulis nya ^_^
Bagaimana cerita nya kawan-kawan?? Kalau suka kamu bisa tinggalkan like, 5 rate dan kalau bisa vote. Agar authorr makin semangat dan bisa mampir balik kenovel mu ♥
Jika ada kesalahan dalam penulisan cerita dan sebagai nya, kamu bisa beri tip/ saran ke author. Author akan senang hati >_< menerima nya dan bisa memperbaiki nya
__ADS_1
Soal nya kan authorrr hanya manusia biasa, yang banyak kekurangan dan kesalahan, authorr pun juga bukan anak sastra (hehehe)
♥~Salam Saya~ ♥