Please!!Tolong Sayangin Aku (Buku Harian Nia)

Please!!Tolong Sayangin Aku (Buku Harian Nia)
Bab. 7 Air Mata (Keperihan)


__ADS_3

Happy Reading....


(Budayakan membaca, karna membaca adalah Jendela Dunia )


Warning!!!!


Dalam cerita ini, ada adegan kekerasan dan kata-kata kasar. Pembaca yang bijak jangan meniru adegan yang ada didalam cerita yah ^_^


******


Sudah satu tahun lebih tlah berlalu, kini diri ku tanpa sadar sudah menginjak kan diri dikelas Vlll (Dua SMP) , ternyata waktu berjalan begitu cepat


Karna aku sudah mulai meduduki dikelas Vlll ( Dua SMP). Aku memutuskan untuk ikut les privat bersama guru mata pelajaran nya masing-masing karena sebentar lagi, aku akan menaiki kelas lX (3 SMP) akan menghadapi ujian Nasional


Berencana untuk membuat persiapan dari sekarang untuk kedepan nya lebih matang


Kalau dibilang pinter aku tidak terlalu pintar yang penting mau usaha dan belajar(( karna tidak ada orang tidak pinter(bodoh), kalau dia nya mau usaha dan berusaha )). Aku paling lebih lemah/ susah menangkap dipelajaran Matematika, fisika, kimia. Kalau kalian bagaimana??? Hehe ( :-D )


Aku segera mengambil les privat sama guru mata pelajaran nya masing-masing


*****


Malam hari nya dirumah. Aku meminta izin kepada kedua orang tua ku, seperti biasa kedua orang tua ku yang selalu fokus terhadap ponsel nya


(Aku menghampiri mereka)


"Ma!!!, aku ingin les privat boleh nggak ma??" tanyak ku


"Les??? " sahut mama menoleh kearah ku


(Aku pun langsung manggut)


"Emang nya, kamu mau les apa??" ujar mama kembali keponsel nya


"Rencana nia, mau ngambil mata pelajaran Matematika, fisika dan kimia ma. Soalnya nia agak kesulitan dalam bidang pelajaran itu ma" ucap ku


"Emang nya berapa, uang privat nya??" tanyak mama kembali


"Tidak mahal kok ma" sahut ku


"Ya udah sana. Tapi ingat!!!, les yang benar- benar. Uang les bukan murah loh" tegas mama yang kembali fokus pandangan nya terhadap ku


"Oke ma" ujar aku bahagia (^_^)


(Aku segera kembali masuk kekamar)


***Keesokan Harinya***


Aku yang sudah bisa ikut les privat, waktu les nya setelah pulang sekolah. Aku yang mengemas-ngemas diri untuk berangkat


(sesampai tujuan)


Betapa terkejut nya aku, ketika menjumpai teman-teman ku yang ikut les privat nya, juara satu (1) sampai juara enam (6). Apa lah daya aku yang hanya juara dua puluhan (20) saja

__ADS_1


Aku pun langsung minder ditempat (merasa tidak semangat lagi untuk les). Bukan hanya itu saja mereka juga bisa dibilang orang yang berada, ketimbang aku cuma pas- pasan.


Pas dugaan ku kalau mereka lebih diperhatiin ketimbang aku. Aku hanya dibiarkan saja. Kalau secara nyatakan (sebenar nya) , harus nya aku yang harus lebih diperhatian adalah aku, karna aku lebih kurang, dibandingkan mereka


(setelah selesai)


Ketika yang lain sudah pada pulang. Aku yang hendak ingin pulang di jegat oleh mereka bertiga (nisa, neha, risti)


"Maksud loh apa??? Ikut-ikut les segala" nyolot risti dengan songong


"Tidak ada maksud yang lain kok, cuma ingin belajar saja. Soalnya aku paling lemah dalam pelajaran ini" ucap ku


"Kalau bodoh, bodoh aja. Jangan sok-sokan lah" ujar neha


"Eh!!!, ingat yah. Eloo nggak akan bisa jadi juara dikelas. Kalau sampai hal itu terjadi, habis eloo sama kami-kami" ujar nisa yang langsung pergi meninggal kan aku bersama neha dan risti


Untuk menyemangatin aku, aku selalu berkata kepada diri ku


"Kalau mereka itu sirik(cemburu), karna tidak bisa seperti aku. Kalau tidak sirik, tidak mungkin mereka melakukan itu terhadap ku" ujar ku dalam hati sambil mengelus -ngelus dada ku


(Berjalan nya waktu)


Yah untung aku bisa mengikuti nya , itu lah sesuatu keberuntungan. Lambat laun pelajaran nya makin lama, makin sulit. Membuat diri ku jadi kesulitan


Aku yang diberikan soal dari guru diles privat, aku pun segera mengerjakan nya. Ternyata soal yang kukerja kan semua banyak yang bersalahan


Membuat guru tersebut marah, dan mengeluarkan kata-kata yang tak ingin ku dengarkan sama sekali


" Siapa nama mu???" tanyak Buk lisda


Untuk seorang guru kepada murid nya pun, aku tidak diingat nya


"Nia buk" sahut ku, sudah ketakutan


"Siapa nama Ibu dan Ayah mu??" tanyak kembali buk lisda ,segera menanyakan nama kedua orang tua ku


"Nama ayah saya william buk dan ibu saya clarisa. Emang nya ada apa yah buk???" jawab ku kembali, yang bertanyak apa kaitan nya hal ini, dengan kedua orang tua ku


"Kenapa lagi kamu bilang???, Kamu tau nggak Mereka berdua lah orang tua paling tidak beruntung karna sudah melahirkan kamu" ujar buk risda dengan nada lantang


"Kenapa kamu harus dilahirkan???. Kamu tau tidak??? Wajah kamu itu ngeselin (buat orang yang berada didekat kamu emosi aja, Dah gitu buat orang susah lagi. Entah untuk apa pun kamu dilahirkan" ucap buk risda yang pergi meninggal kan kelas


Semua teman-teman ku sudah pada pulang semua nya, tinggal aku seorang diri didalam kelas. Perkataan Ibu risda tersebut menusuk paling dalam lubuk hati, serta menghancurkan nya.


Aku segera berlari kerumah dengan keadaan ku yang sangat hancur, Setelah sampai dirumah aku segera mengunci pintu kamar ku dan menghidup kan keran air ku, serta menghidupkan televisi dengan volume yang full


Aku segera menjerit dan menangis dengan sekencang-kencang nya, memukul- mukulin seluruh tubuh sampai kebagian yang fatal (bagian kepala), menarikin, serta menghantukkan kepala ku ke dinding dengan sekencang mungkin (menyebab kan memar dibagian dahi)


Aku seperti orang yang kehilangan akal (didalam otak ku aku hanya ingin mati dan bunuh diri) serta perkataan buk risda yang tapi masih terus terlintas dalam benak ku


Pandangan ku tertuju kesalah satu benda, bukan lain adalah farfum pakaian yang sering ku pakai Sehari-hari, aku segera meraih nya, dan kembali duduk dibawah lantai kamar ku


Aku segera menyemprotkan farfum itu kedalam mulut ku sebanyak tiga kali dan segera menelan nya. Rasa yang aneh masuk kedalam ketenggorakan, rasa yang teramat pahit

__ADS_1


Aku berlarut-larut dalam kesedihan, seakan ingin meluap-luap. Aku segera mengeluarkan unek-unek didalam hati ku. Dengan keadaan ku seperti ini tidak ada satu orang pun yang berada disisi ku


Aku yang saat capek, dengan keadaan ku seperti ini. Aku langsung menyalah kan ke pada Sang Pencipta (Tuhan)


*****


Tuhan... Kenapa aku dilahirkan dalam keadaan seperti ini, nia sangat capek Tuhan dengan keadaan ini, nia selalu disalah kan terus-menerus


Nia hanya ingin bahagia, Tuhan. Bukan keadaan ini yang nia inginkan. Kenapa nia tidak bisa seperti orang-orang lain, yang bisa mendapatkan kebahagian


Nia memang tidak pinter, tapi bukan dari hal tersebut nia bisa diinjak-injak tidak mempunyai harga diri. Kenapa Tuhan tidak adill dalam pembagian hidup. Apa yang harus nia banggakan dalam kehidupan ini


Kenapa harus nia yang harus mengalami ini, dari orang tua yang tidak peduli, serta guru dan teman-teman yang benci terhadap nia. Sebenar nya salah nia itu apa??? Kenapa semua orang melakukan hal tersebut kepada nia


Apakah nia itu manusia yang terkutuk, sampai-sampai harus mengalami ini. Kenapa??? Kalau begitu, kenapa nia, harus dilahirkan Tuhan??. Kenapa?? (sembari menulis buku diary, aku terus menyemprotkan farfum kedalam mulut ku terus-menerus)


Tanpa sadar farfum yang tadi nya penuh, kini hanya tinggal setengah nya


Dalam begitu banyak perkataan, baru kali ini perkataan yang membuat hati ku hancur. Apa mereka tau??? Apa yang mereka kata itu, tlah menghancurkan hati seseorang


Apakah mereka tau?? Kalau yang mereka omongin itu menambah masalah hidup nya, Apakah mereka tau??? Sebelum mereka berbicara seperti itu, dia sudah banyak masalah dengan kamu berbicara seperti itu kamu membuah diri nya tambah hancur


Apakah mereka tau?? Orang yang telah kamu omongin, tidak setegar(sekuat) yang kamu kira


Mulai sekarang"Jagalah dalam perbicaraan"


Karna (Mulut mu adalah harimau Mu). Jangan sampai dalam berbicara mu/ perkataan mu , membuat orang jadi sakit hati dan melakukan hal yang bukan-bukan (seperti bunuh diri)


Kalau begitu kamu tidak ada beda sebagai seorang pembunuh (tanpa menyentuh nya)


*****


Setelah aku selesai menulis buku diary, pikiran ku yang sangat kacau terarah kesebuah pandangan diujung ruangan "Pembasmi serangga(Baygon)" aku segera mengambil, berniat untuk menegak nya kedalam tenggorokan


Ketika aku hendak ingin menegak nya, tiba-tiba pikiran ku terhentikan oleh perkataan Guru agama ku waktu kecil


"Kalau bunuh diri itu dosa, dan akan masuk


Neraka" membuat diri ku tidak untuk menegak nya


Tiba-tiba kepala ku pusing, membuat diri ku terjatuh kelantai


Bersambung.....


Tetap dukung authorr terus yah, biar authorr tetap semangat terus menulis nya ^_^


Bagaimana cerita nya kawan-kawan?? Kalau suka kamu bisa tinggalkan like, 5 rate dan kalau bisa vote. Agar authorr makin semangat dan bisa mampir balik kenovel mu ♥


Jika ada kesalahan dalam penulisan cerita dan sebagai nya, kamu bisa beri tip/ saran ke author. Author akan senang hati >_< menerima nya dan bisa memperbaiki nya


Soal nya kan authorrr hanya manusia biasa, yang banyak kekurangan dan kesalahan, authorr pun juga bukan anak sastra (hehehe)


♥~Salam Saya~ ♥

__ADS_1


__ADS_2