
di Sekolah
mulai dari pembelajaran les ke empat Widya tidak fokus memperhatikan ajaran gurunya. Akhirnya yang di nanti pun tiba bel pulang sekolah yang sudah di nanti-nanti kebanyakam siswa .
Risya teman sebangku Widya memulai percakapan mereka
"eu, kenapa sejak ketemu Intan tu muka kusut amat, trus aku perhatikan dari tadi kamu gak fokus dalam pembelajaran, ucap Agnes yang masih bisa di dengar Risya yang duduk di bangku belakang kursi Widya dan Agnes
"memang pernah Widya memperhatikan guru ngajar, orang dia datang ke sekolah cuma isi absen, ucap Risya tanpa rasa bersalah
"iya ,tapi kita kan sama " ucap Widya membalas ucapan Risya sambil tertawa
"sekarang jawab aku dong wi, "ucap Agnes penasaran
" gue juga bingung gimana guys, " ucap Widya lesu
"ngapain bingung mening kita temui aja tu si Intan, kita hajar mukanya, pasti dia cari gara - gara lagi kan, ucap Risya, diantara mereka bertiga yang palinh bar-bar adalah Risya.
"bukan lo Ris, udahlh kalian gak bakalan ngerti mening kita jalan-jalan yuk buang suntuk " ucap Widya semangat sejenak dia melupakan masalahnya
"No, aku udah jadi Anak baik kita kan hari ini ada less guys, kalian harus tobat kapan pintarnya sih kita kalau kita cabut trus ucap Agnes sambil menghadang tasnya di pundaknya.
" srius lo Nes, mau blajar ekstra,"Jawab Risya sambil menaikkan sebelah alisnya.
"yes, of course, don't thingking Everything it's easy, but thingking everything can be allright, maka mari kita menikamati hidup "ucap Agnes sambil memutar-mutarkan tas nya di atas kepalanya menggunakan tangannya.
__ADS_1
"gak nyambung tau gak sih, ucap Widya kesal.
"ya udah yok guys kita jalan-jalan, kita nikmati hidup karena semuanya akan baik-baik saja ucap Agnes, sambil cekikikan menertawakan wajah kesalnya Widya dan Rissya.
Sedangkan Risya dan Widya sudah terbiasa melihat kelakuan Agnes yang satu ini, ya mereka satu gang ini adalah kumpulan gadis-gadis manis, mereka tidak terlalu mau ambil pusing masalah prestasi, tidak ada yang bisa di bangakan dari mereka bertiga kecuali wajah cantik mereka.
Sepulang Widya dari jalan-jalannya dia pun kembali ke rumahnya dan bergegas membersihkan dirinya setelah mengistrahatkan badannya sejenak dia pun turun kebawah untuk makan malam bersama keluarganya .
sampailah Widya duduk di tengah kakanya Fernando dan Meliana.
mereka pun makan malam dalam keheningan, untuk memperhangat suasana Melina pun membuka suara.
"Bagaimana dengan ulang tahun perusahaan kak,pah"? tanya Widya kepada keduanya.
"ulang tahun perusahaan kan minggu depan, biarkan aku yang mengurusnya" jawab Fernando
"tentu pah, aku akan mengurus semuanya" ucap Fernando
percakapan mereka pun berlanjut berbeda dengan Widya yang hanya diam makan karena dia tidak mau membuat suasana hati papanya berubah.
"baiklah habiskan makan kalian ayah akan beristirahat, jangan terlalu larut tidur jangan paksa kan diri kalian untuk bekerja ayah masih sanggup membiayai kalian "ucap Sang ayah, sambil mengeser kursinya dan berdiri.
Dia mendekat kepada Putri Sulungnya dan mengecup dahinya sekilas, dan beralih mengusap rambut putranya halus kemudian pergi tanpa memperdulikan Widya.
Bagaimana dengan hati Widya rasanya sangat sakit meskipun dia sering mengalami hal ini tetapi mengapa sakitnya masih sama.
__ADS_1
setelah kepergian Adinata Fernando mendekat dan mencium kening Widya.
"apakah hari mu menyenangkan hmm, apakah kau belajar dengan baik tanya Fernando, sambil mengelus lembut rambut Widya
"sedangkan Widya hanya menggeleng dan memeluk kaka laki-lakinya tangisnya pun ,pecah saat dia meraskan hangatnya pelukan Sang kaka ,Meliana yang melihat nya pun ikut meneteskan air mata dan mendekat memeluk keduanya. setelah
Tangis mereka reda mereka meregangkan pelukannya ,Widya merasa baik kembali karena merasakan pelukan hangat kedua kakanya.
" ka, apakah kaka mengetahui perusahaan KRISTON ? tanya Widya kepada sang kaka
"kenapa hmm, apakah kau ingin menjadi pengusaha seperti kaka" tanya Fernando lembut sambil tersenyum kepada adeknya
"bukan ,jawab saja pertanyaan ku ka "ucap Widya cemberut.
"iya kaka tahu,dua hari belakangan ini perusahaan itu nampak kacau, kaka juga tidak tahu apa penyebanya"jawab pernando sambil mengapit hidung peset adeknya.
"bukankah kaka yang melakukannya ? tanya Widya dengan tatapan Mata tajam
"kenapa kaka repot-repot melakukan itu " tanya fernando gemas sambil mengacak lembut rambut adeknya.
"sudahlah, kembali ke kamar mu tidur cepat, itu bukan urusan kita, tidak baik anak kecil tidur larut" ucap Fernando kemudian mengecup lagi kening Widya ,dan beralih kepada Meliana dia juga mengecup kening Meliana.
"cepat masuk ke kamarmu istirahatlah satu hari ini kamu lelah kan ucap Melina, menuntun tangan Widya menaiki tangga.
Sesampainya di pintu kamar Meliana mengelus rambut Widya dan menyuruhnya masuk.
__ADS_1
"Baik lah ka, selamat malam aku menyayangimu "ucap Widya sambil berlalu ke kamarnya.