
“Nona bangun “,ucap bu May pengasuh Wdya mulai kecil, mengusap lembut pipi Widya.
Widya sudah hafal dengan suara sang bibi yang sudah dia anggap ibunya.
“Nona bangun,ini udah jam berapa,”Berjalan menjauhi Widya kemudian membuka gorden kamar Widya,Cahaya matahari masuk melalui jendela kaca miliknya.
Widya yang mendengar perkatan Bu May pun langsung duduk tegap.
“Selamat pagi bi ,”sapanya sambil merenggangkan otot –ototnya, bangun dari ranjangnya berlalu menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.
30 menit kemudian
Widya berjalan keluar dari kamarnya dengan pakaian seragam sekolahnya.
***
Di meja makan terdapat Adinata ayah Widya dan kedua kakaknya sedang makan dan berbincang-bincang ringan.
“bagaimana perkembangan Perusahaan “ Adinata berucap sambil melap tangannya dengan tisu selesai makan .
“Sejauh ini baik –baik saja pah ,nanti aku akan meeting dengan perusahaan Yasob ,untuk membahas kerja sama kita pah ,jawab Fernando
“ baiklah nak ,jangan kecewakan papah ,dan bagaimana dengan pekerjaan mu nang ,Tanya Adinata kepada Meliana
“ baik pah ,bekerja disana sangat menyenangkan ,rekan kerja ku juga baik ,ucap Meliana sambil menampilkan senyum manisnya.
Percakapan mereka terhenti ketika si bungsu mereka menuruni tangga mendekat kearah mereka.
“selamat pagi ka ,pah” sapa Widya sambil menampilkan senyum manisnya
“selamat pagi sayang ,” jawab Meliana sambil menarik kursi di sampingnya agar sang adik duduk di kursi sampingnya.
__ADS_1
Sang ayah hanya cuek tanpa mau menoleh kepada Widya ,Widya merasa hatinya di remas ,Widya sudah terbiasa di perlakukan seperti itu oleh sang ayah .
“ papah pergi ,kalian hati-hati berangkat kerja,”ucap sang ayah menggeser kursinya ke belakang .
Kedua kakanya mendekat dan mencium punggung tangan Adinata ,ketika Widya ingin meraih tangan ayahnya langsung di tepis oleh Adinata ,berlalu pergi keluar rumah .
Setelah kepergian sang ayah Fernando mendekat ke arah Widya yang masih diam berdiri di tempatnya dengan mata berkaca-kaca.
“ kaka pergi ,jangan lupa sarapan belajar yang baik di sekolah ,kami menyayangi mu “ ujar Fernando sambil mencium lembut kening sang adik.
Widya hanya mengangguk sebagai jawaban ,air matanya menetes di pipinya seiring berjalannya kedua kaka keluar rumah .
Sesampainya di sekolah ,Widya berjalan menuju kelasnya dengan wajah di tekuk dan murung .
“Widya ,wait me please “,teriak seseorang dari belakang Widya .
Widya sudah hapal dengan suara itu ,Risya dan Agnes berlari mengejar Widya .
Agnes dan Risya sudah tahu apa penyebab Widya murung pasti karena masalah ayahnya .
Akhirnya mereka masuk ke kelas mereka dan memulai pembelajarannya .
Ketika jam istrahat ,Widya dan kedua temannya berjalan menuju kantin ,belum sampai dikantin mereka di hadang oleh Intan dan kawan-kawan ,tapi ada yang berbeda kali ini Intan terlihat sangat takut tidak sangar seperti biasanya.
“wid ,bisakah kita bicara sebentar “ucapnya dengan wajah memelas
“kenapa ?,mau ajak rebut lagi ?”Tanya Risya
“Wid ,tolong “ucap intan memelas
“baiklah ,bicara saja disini “hati Widya menjadi terenyuh melihat tatapan memohon dari Intan.
__ADS_1
Mereka sampai di taman sekolah yang tidak banyak siswa karena jam istirahat kebanyakan sisiwa akan menghabiskan waktunya di kantin.
Widya dan Intan duduk di sebuah kursi di tengah-tengah taman
“Wid ,aku tahu aku salah telah mengusik keluarga mu ,aku mohon wi ,tolong jangan hancurkan perusahaan ayah ku ,aku akan melakukan apapun untuk mu tapi lepaskan ayah ku aku tidak bisa melihat keluargaku hancur ,bahkan aku akan berusaha melepaskan Ziko jika itu maumu ,aku mohon ,aku minta maaf “ ucap Intan tanpa terasa air matanya menetes.
“apa maksudmu ,apa hubungannya dengan ku ,bahkan perusahaan ayahmu saja aku tidak tahu ,lagian masalah Ziko itu tidak masalah bagi ku karena aku tidak memiliki hubungan apa –apa dengannya ,jika kau ingin mengejarnya silahkan, tapi masalah hancurnya keluargamu aku tidak tahu” jawab Widya bingung
Flashback
Intan ,ayah ,ibunya beserta adiknya sedang menghabiskan waktu mereka bersama .Beginilah kehidupan Intan keluarganya sangat akur dan Rukun ,di tengah perbicangan mereka HP ayah Intan berbunyi .
“ halo,jawab ayah Intan
“ perusahaan mu akan hancur itulah akibatnya jika keluargamu berani mengusik Nona muda kami ,tanyakan pada putrimu apa kesalahannya “ ancam seorang penelpon yang misterius itu .
Panggilan itu langsung di akhiri si penelpon dan berlanjut dengan sekretaris ayah Intan yang menelpon .
“halo pak ,ucap asisten ayah Intan
“ katakan apa yang terjadi”Tanya ayah Intan khawatir
“ semua klien kita tiba-tiba mengehentikan kerja sama dengan perusahaan kita ,dan juga perusahaan RP Group menarik sahamnya boss, Perusahaan kita hancur” ucap asisten Ayah Intan
“ bagaimana bisa “ tubuh Ayah Intan terhuyung karena mendengar kabar perusahaannya .
“ ayah kenapa ?’kata ibu Intan dan Intan sembari mendekat menopang tubuh sang ayah.
“apa yang kau lakukan nak ,coba ingat dengan siapa kau berurusan ayah tidak tahu harus bagaimana lagi perusahaan kita akan hancur ma” ucap ayah Intan sedih .
Intan yang mendengar pernyataan ayahnya sangat terpukul dan sedih akhirnya Intan pun mengingat –ingat dengan siapa dia bermasalah ,dia tidak memiliki masalah dengan siapaun kecuali Widya
__ADS_1
“ aku akan minta maaf pada Widya bahkan apapun akan ku lakukan asalkan perusahaan ayah kembali aku tidak bisa melihat keluargaku melarat” Gumam Intan sedih