
ketika Widya sampai di kantor tepatnya meja piket .
"permisi bu, saya atas nama Widya Angela" sapa Widya kepada salah satu seorang guru
"kamu silahkan pulang, saudaramu sudah datang menjemputmu "jawab guru tersebut
"baiklah bu,permisi bu " pamit Widya dengan sopan ,sambil berjalan menuju parkiran.
"hmm... siapa yang menjemput ku apakah ayah atau kaka? "gumam Widya dalam hati
Widya sangat terkejut ketika dia sampai di parkiran ada lima orang pria berpakaian serba hitam yang memiliki tubuh kekar dan dilengkapi dengan kaca mata hitam mereka berbaris rapi dan menunduk hormat kepadanya,Salah seorang dari mereka maju bisa di lihat dia adalah ketua dari mereka.
"nona muda mari, sambil menundukkan kepala
"tunggu, kalian siapa? "ucap Widya dengan wajah bingung,
"kami mohon nona jangan mempersulit pekerjaan kami"jawab salah satu pengawal
__ADS_1
"no, gue gak kenal kalian siapa, ucap Widya dengan tegas
Pengawal itu pun saling menatap ,seakan memberi kode dengan anggukan kepala.
"tunggu, apa yang kalian lakukan sialan"maki Widya sambil memukul dan menendang karena 3 dari pengawal itu mengangkatnya ke dalam mobil
"hati-hati menampatkan nona muda jangan sampai terluka atau kita akan mati" peringatan dari salah satu pengawal yang membuka pintu untuk Widya.
Di sepanjang perjalanan Widya selalu memberontak dan mencoba kabur,menghubungi saudaranya ntah mengapa signal Hpnya hilang di mobil itu, tapi itu sia-sia.Akhirnya mereka pun sampai di sebuah Rumah Sakit terbesar di negara itu.
"apa -apaan ini siapa mereka? apakah aku akan di jadikan pencobaan di Rumah sakit ini atau di jadikan tumbal bagi penunggu rumah sakit ? "gumam Widya dalam hati merasa waswas dan khawatir
"mari nona "ujar salah satu pengawal mempersilahkan Widya sambil membuka pintu
"tolong jangan jadikan aku tumbal, darahku tidak enak, aku juga tidak cantik badanku sangat kurus"ucap Widya dengan wajah memelas dan mata yang memerah menahan air matanya
Karena Widya tidak mau turun, pengawal itu juga memberikan kode kepada pengawal yang lainnya, mereka mengerti dengan kode itu, Widya kembali di angkat dan diletakkan di sebuah kursi roda.
__ADS_1
Sesampainya di sebuah ruangan yang sangat mewah di lengkapi dengan segala fasilitas, tiga orang dokter memeriksa Widya, Widya di periksa dari ujung kepala sampai ujung kaki para dokter melakukan pemeriksaan penuh dengan perjuangan karena rengekan dan perlawanan Widya. Widya ingin bertanya mengapa dia di periksa tapi dia tahan, karena takut kena marah.
"apakah aku akan di jadikan bahan pencobaan, Tuhan tolong aku ,gumam Widya dalam hati
"nona muda,kondisi nona baik-baik saja, hanya wajah nona yang sedikit lebam, itupun sudah kami oleskan salep yang terbaik nona," ucap Salah seorang dokter sambil menundukkan kepalanya
"jadi aku tidak akan dijadikan pencobaan"tanya Widya polos dengan wajah memelas
yang membuat semua orang disana tertawa gemas melihat tingkah gemas dan lucu nona muda mereka.
Setelah Semua pemeriksaan selesai,Widya akhirnya dia dibawa kembali ke dalam mobil,di sepanjang jalan Widya selalu bertanya kepada ke lima pengawal yang kembali mengantarnya.
"kemana kalian akan membawaku?, siapa yang mengutus kalian?, mengapa aku harus di periksa?,apakah kalian akan menjualku?,apa kalian akan berbuat yang tidak-tidak padaku................?"tanya Widya panjang lebar sambil menyilangkan kedua tangannnya didadanya
semua pengawal itu hanya diam tanpa menjawab bahkan melirik Widya pun tidak ada.
"sial apakah kalian tuli?"tanya Widya dengan kesal sambil menatap tajam pada semua orang yang ada dalam mobil itu, yang ditatap hanya diam tanpa menjawab,akhirnya Widya pun terdiam di sepanjang perjalanan.
__ADS_1