Please Love Me Dad

Please Love Me Dad
Bab 6


__ADS_3

Akhirnya Widya memilih diam sambil mengalihkan pandangannya kearah jalan raya,sebab setiap kali dia berbicara kelima pengawal itu hanya diam dan cuek saja yang membuatnya kesal.


Mobil yang ditumpanginya kini berhenti di sebuah rumah mewah Widya memandang sekitar.


Tunggu,ini kan Rumah yang di tinggalinya dan anehnya lagi kenapa mobil miliknya sudah sampai di parkiran.


Wajah kesal Widya berubah sumringah saat sudah tahu dia telah sampai kerumahnya.


Kelima pengawal yang sejak dari tadi bersama Widya turun dari mobil dan berbaris rapi sambil menundukkan kepalanya.


“nona,anda telah sampai tugas kami sampai disini semoga hari-hari nona menyenangkan “ucap salah seorang dari mereka sambil membukakan pintu bagi Widya


“terimakasih sudah mengantar ku pulang,makasih udah bawa aku kerumah sakit ,makasih karena kaka –kaka sekalian buat semua yang kaka –kaka lakukan buat aku, kalian juga semoga hari kalian menyenangkan ”,sambil menampilkan senyum manisnya ,sejenak dia melupakan segala kekesalannya setelah dia melihat Rumahnya .


Tanpa menjawab kelima pria dewasa itu masuk kemobil dan langsung pergi.

__ADS_1


“dasar songong “ ucap Widya sambil masuk kerumahnya


Widya tidak sadar jika kakanya Meliana melihat mereka dari kejauhan .


Meliana langsung berlari ke gerbang ,ketika melihat wajah adiknya dan ingin tahu siapa pria yang mengantar adiknya pulang .


Meliana membuka gerbang sebelum satpam membukanya.


“kaka?”Widya terkejut


“kaka lagi ngapain disini? Biasanya pulang malam,melupakan aku” ucap Widya dengan wajah yang menahan tangis.


“Lagi nungguin kamu pulanglah ,kaka kan kerja sayang maklum yah,nanti kaka belikan apa yang kamu mau bagaimana ? .”Meliana berusaha membujuk Widya.


“aku butuh waktu dari kaka bukan barang ka !” Widya berlari masuk kerumahnya dengan mata berkaca-kaca .

__ADS_1


“andaikan bukan karena ancaman papah wi,”gumam Meliana sambil mengepalkan tangannya tak terasa air mata meluncur di pipinya.


Meliana melupakan tujuan awalnya setelah melihat air mata adeknya, yang ingin menanyakan siapa yang mengantar adiknya .


Tanpa mereka sadari dari lantai tiga rumah itu di sebuah kamar kedap suara, seorang pria paruh baya yang berkepala empat itu melihat interaksi mereka ,dia mengalihkan pandangannya pada sebuah foto besar yang di pajang di dinding kamarnya .Kemudian senyumnya terbit, dalam figura tersebut 4 orang disana tersenyum manis,yang tak lain ialah Meliana ,Fernando yang masih berumur 6 tahun ,dirinya dan juga seorang wanita cantik .Dalam figura tersebut keempat orang itu diliputi dengan kebahagiaan yang dipadukan dengan baju batik yang sama.Namun senyumnya tiba-tiba hilang ketika mengingat sebuah kenyataan yang mengharuskan dia kehilangan kebahagiaannya


“KENAPA KAU PERGI ,MENGAPA GADIS ITU SANGAT MIRIP DENGANNYA,MENGAPA KAU MENINGGALKAN KAMI,APAKAH KAU TIDAK MENCINTAIKU LAGI,KENAPA ? ” histeris Adinata menangis sambil duduk di lantai dan meraung-raung.


Kondisinya sangat memprihatinkan siapapun yang melihatnya akan merasakan kesedihan yang di alami pria tersebut.


Seperti inilah setiap hari di keluarga ini mereka tampak bahagia di luar saja materi mereka terpenuhi tapi tidak dengan hatinya .


*maaf jika masih banyak kesalahan 🙏🙏🙏*


💜💜seberapa banyak pun materi kita jika kita tidak memiliki kasih sayang semua percuma, karena belum tentu orang yang mempunyai materi itu bahagia,ingat akar dari segala kejahatan adalah uang, maka jangan lupa bersyukur karena setiap manusia mempunyai porsi masing -masing*😊🙏🤗💜

__ADS_1


__ADS_2