Posesive Sahabat

Posesive Sahabat
prolog


__ADS_3

Keduanya sedang berjalan di Koridor SMA Lentera Bangsa sambil mengendong Tas Ransel-nya masing-masing, banyak yang memperhatikan mereka dan juga membicarakan keduanya, Davira menghela nafas lalu berhenti dan menoleh Ke samping di mana ada sahabatnya.


"Fans lo banyak banget Anjir..!!"Ucapnya Yang memperhatikan ciwi-ciwi yang memandang dirinya Tidak Suka.


"Yee..Fans elo kali yang banyak..!"Balas sahabat Davira yang bernama Dava.


Davira Terkekeh."Apa kita musuhan ajah dav.?biar Fans Fans lo gak ngejulitin gue."Ucap Davira yang membuat Dava terkeju dan langsung menghadap gadis cantik itu apa yang Dava lakukan terhadap Davira.


Pltak.!


Dava mencentik dahi Davira sampai gadis itu meringis kesakitan akibat ulah Dava.


"Kaloh ngomong mikir dulu.!lu ngapain sibuk mikirin mereka ?apa mereka mikirin perasaan lo ?"Dava mengomel kepada Davira, gadis itu pun memajukan bibirnya."udah, gak usah di pikirin bibir lo kenapa begitu kaya bebek tau gak.?udah yuk kita ke kelas."Sambungnya Dava seraya meledek Davira lalu merangkul bahu Davira mengajak ke kelas.


Sesampainya di kelas mereka pun masuk dan Davira menaru tasnya di mejanya paling depan sedangkan Dava dia duduk di sebelah meja Davira.


"Vir vir lo tau gak ada anak baru tau."ucap Dinda salah satu teman sekelasnya.


"Ya,udah si Din lagian ada anak baru,kok lo yang Hebo Herman gue."balas Davira dengan santai.


"Plis vir,Heran bukan Herman.!Tapi anak barunya cowok vir."ucap Dinda secara menjelaskan kepada Davira.


Davira Mengela Nafas."Sini deh Din gue bisikin."Pangil Davira yang ingin membisikan sesuatu di daun telinga Dinda,gadis itu pun menurut."BODO AMAAAAATTTT..!"Teriak Davira Satu kelaspun menoleh ke arahnya dengan semburan tawanya begitu juga dengan Dava cowok itu pun terkekeh karena kelakuan sahabatnya itu.


"Astaghfirullah..Vira gue engak budek ya.anjir banget kuping incess tar congean."Omel Dinda,Davira bukannya merasa bersalah malah ngakak di buatnya.


"Lagian elo alay tau gak hah..gue gak mau tau ada anak baru cowok atau cewek sekali pun bodo amat."


"Sialan lo vir,nasip kuping gue gimana ini.!"


Bel masuk kelas pun sudah berbunyi waktunya pelajaran pertama pun akan segera di mulai,pak guru memasuki kelas 12 IPA di mana kelas Davira dan Dava,dengan membawa tas dan beberapa buku di tangannya.


"Baik Anak-anak,Sebelum bapak mulai pelajarannya,bapak akan memperkenalkan teman baru kalian."Ucap pak Harto salah satu guru yang mengajar kelas 12 IPA.


"IYAAAAAAA...PAK.!"Jawab mereka serempak.


"Ayok,nak masuk dan perkenalkan nama kamu."Ucap pak Harto yang menyuruh murid baru masuk,murid baru pun masuk kedalam kelas tersebut.


"Halo,Perkenalkan Nama gue Alvin,gue pindahan dari Bandung semoga kalian bisa Nerima gue di sini."ucap anak baru bernama Alvin.


"Hay...Alvin nama gue Zea Lo boleh kok Mangil sayang,Beb,ayang,"celetuk salah satu murid perempuan bernama Zea.


"WOWW....dasar Zea ganjeng Wow.."Sorak Mereka.


Sedangkan Davira Seraya tidak peduli dengan kehadiran Alvi teman baru di kelasnya,mata Alvin terkutuk kepada gadis yang sibuk dengan mencorat coret buku,cowok itu tersenyum Tipis,Dava Yang Memperhatikan Alvin Yang Menatap Davira Cowok Itu Merasa Tidak Suka.


"Sudah sudah, Baik.Alvin kamu boleh duduk di kursi yang kosong ya."tegur pak Harto,lalu pak Harto meminta Alvin untuk duduk cowok itu pun Memangguk.


Alvin berjalan melewati Davira tanpa sadar Dava menatap Alvin dengan tatapan tajam dan dingin,Pelajaran pertama pun sudah di mulai oleh pak Harto.






Bel istirahat berbunyi waktunya untuk beristirahat semua murid Termaksud kelas 12 IPA.


Dava pamit ingin latihan Basket kepada Davira,Gadis itu berjalan ingin keluar dari dalam kelasnya dan ingin menuju kantin,Davira berjalan di koridor.sekitar 5 Menit ahkirnya Gadis itu sampai di kantin dan langsung memesan makan lalu berjalan menuju kursi yang ada teman-temannya.


"Vir..Alvin ganteng ya."celoteh Dinda.


"B ajah ah.!"jawab gadis itu sambil mengunyah batagor.


"Elo mah buta jir,orang ganteng gitu elo bilang B ajah."kata Raya yang langsung di setujui oleh Dinda.


"Udah lah,gue ke kantin buat makan,bukan buat ngomongin tuh cowok."Balas Davira dengan tajam,kedua temannya Pun langsung diam.


Lagi asik menikmati batagor tiba-tiba ada seseorang yang duduk di depan Davira gadis itu sedikit tersentak dan memutar bola matanya ke atas malas,sedangkan kedua temannya sudah Histeris Hebo.


"Kita ketemu lagi."ucapnya dengan ramah.


"Hay..Alvin gue Dinda kita satu kelas loh."celetuk Dinda dengan centil,sedangkan Alvin menatapnya lalu kembali fokus menatap gadis di hadapannya senyum yang tadi nya mengembang langsung mengendor.


"Kita kayanya jodoh deh."sambungnya bukan membalas Dinda Alvin malah fokus menatap Davira gadis yang sedang menikmati batagor.


"Gak usah sok akrab lo.!"balas Davira dengan tajam,Alvin terkekeh.


"Dari dulu gak pernah berubah ya,galaknya."ucap Alvin Sambil tersenyum manis menatap Davira.


Tanpa banyak omong Davira pun bangkit dari tempat duduknya dan ingin melangkah tapi Tanggannya di cekal oleh Alvin sontak Davira punenoleh dan menaikkan Alisnya sebelah menatap cowok di hadapannya dengan tatapan horor.


"Lepas.!"


"Gak akan."


"Gue bilang lepas.?"


"Gue gak mau."


"Gue BILANG LEPAS ALVIN MAHENDRA.!"Ucap Davira dengan berteriak,semua menghuni kantin pun sock di buatnya dan tidak lupa dengan kedu temannya itu menatap bingung.


"Jangan sampai gue nekat.!"Ancam Davira dengan tatapan tajam sambil menepis Gengaman Alvin,Ahkirnya Alvin mengendor dan langsung melepaskan genggamannya.tidak butuh waktu lama gadis itu pun pergi dari kantin yang banyak yang memperhatikan sekandal yang berada di kantin.


"Kenapa lo ngehindar dari gue vir ?"Ucap Alvin di dalam hatinya yang memperhatikan punggung Davira semakin menjauh.


Davira berlari terburu buru, karena takut Alvin mengejar dirinya gadis itu sampai tidak fokus di jalan dan tiba tiba dia menabrak seseorang.


Brug.!


Deg.!


Tubuh Davira menabrak dada bidang Seseorang,sampai gadis itu pun terjatuh tapi herannya dia tidak merasakan sakit sedikitpun di bagian tubuhnya malahan merasakan nyaman dengan mata terpejam tidak berani untuk menatap seseorang itu,jantung keduanya pun berdenyut lebih kencang.


"Gue bakalan di gundulin nih sama orang yang gue tabrak."Guma Davira dalam hatinya yang merasa takut karena menabrak seseorang.


"Tapi kok gak sakit ya.?"Sambungnya ada yang aneh.


Davira masih memejamkan matanya.


Krik.!


Krik.!


Krik.!


Sunyi....!


"Vira,bangun gak lo kira badan lo gak berat ?"ucap seseorang dengan suara seraknya.


Davira pun seperti tidak asing dengan suaranya,sontak Davira membuka matanya sebelah lalu langsung melebarkan matanya terkejut karena siapa yang dia tabrak,tidak butuh lama gadis itu pun bangkit dan membenarkan posisi tubuhnya.


"Mata,lo berat !!gue Diet Juga."Omel Davira Sambil Membantu Seseorang itu untuk bangkit.


"Lagian kaya anak kecil Ajah,kenapa hah di kejar sama Fans lo.?"Tebak Dava sambil membersikan bagian celana seragamnya.


"Lebih epatnya gue di kejar setan.!"jawab Davira dengan jutek.


Tidak ada jawaban dari Dava,Cowok itu pun berjalan yang langsung di ekor oleh Davira, mereka pun kembali berjalan Melusuri Koridor, Davira berdecak sebal karena di buat kesal oleh sahabatnya itu bukannya menanyakan kembali malah di Tingal pergi,seraya ingin menjitak kepala Dava dan juga ingin menyakarnya dari belakan tubuh Dava.


Tiba tiba."ohiya..Gu—"belum sempat menyelesaikan ucapannya Dava terkejut karena Davira tiba tiba menabrak dada Dava,tapi bukan salah Davira dong,Dava yang berbalik badan yang menghadap gadis cantik itu tiba tiba,sontak gadis cantik itu terkejut dan langsung Membulatkan Matanya,karena Dava sahabatnya tiba tiba berbalik tubuhnya menghadap dirinya,lalu Davira reflek tersandung oleh kakinya sendiri,dan gadis itu jadi hilang keseimbangannya yang mengakibatkan dirinya terjatuh lagi.


"****..Ckk..kenapa si hari ini hobi gue jatuh Mulu.!"Davira berdecak sebal,karena hari ini dia udah dua kali terjatuh.


Dava yang berniat ingin menarik lengan Davira namun tidak sampai,sontak gadis itu menarik seragam Dava dan alhasil mereka berdua pun terjatuh di lantai.


Bruk.!


"Ssttt..."Dava meringis kesakitan akibat Tertunruk tubuh Davira,sedangkan Davira masih memejamkan kedua matanya dia fikir dirinya yang akan ketiban tubuh Dava yang kekar.


Perlahan Davira membuka matanya sebelah seraya mengintip,karena dia mendengar ringisan dari mulut Dava,dan gadis cantik itu memberanikan diri akan membuka matanya bersamaan,dan tiba tiba setelah membuka matanya dengan sempurna Davira menatap wajah tampan Dava,jarak wajah mereka Sanggat dekat seakan terhipnotis satu sama lain,tubuh mereka sontak jadi membeku dan tidak ada omongan dari mulut dari mereka berdua.


Deg.!


Deg.!


Deg.!


Suara detakan jantung mereka begitu kencang,mereka masih menatap satu sama lain bel masuk pun seakan menyadarkan mereka berdua sontak Davira bangkit dari tubuh Dava yang berada di bawanya.


"So—Sorry gue gak sengaja."ucap Davira lalu pergi meninggalkan Dava yang masih mematung di sana.


"Lucu."Guma Dava sambil memperhatikan punggu Davira semakin menjauh lalu tersenyum.


•••


Bel pulang sekolah tiba semua murid berlalu lalang keluar dari dalam kelasnya masing masing begitu juga dengan kelas 12 IPA kelas di mana ada Davira dan Dava.


"Pulang sama siapa vir ?"tanya Dava lembut,sambil memasukan buku buku kedalam tas gadis itu menoleh sekilas.


"Naik Taxi mungkin,nyokap gak bisa jemput."jawab gadis itu sambil menutup tasnya dan di gendong olehnya.


Cowok itu manguk manguk mengerti."bareng gue Ajah gimana ?"ajak Dava yang sudah berdiri.


"Bukannya lo mau latihan basket ya ?"tanyanya.


"Gampang,nanti gue chat Rio."balas Dava sambil merangkul pungunh Davira yang seraya mengajak gadis itu keluar dari dalam kelasnya.


Mereka tidak menyadari kalau sedari tadi ada yang memperhatikan mereka berdua tangganya mengepal dengan erat Rawut wajahnya seperti tidak suka melihat itu.


"Kapan lo liat gue vir."Guma cowok itu dalam hatinya lalu keluar juga dari dalam kelasnya.


***


Sesampainya di rumah Davira pun turun dari atas motor Dava.


"Thanks Dav,,udah Anter gue."ucap Davira.


"Santai Ajah,gue kan selalu jadi super Hero lo,lo sendiri kan yang bilang."balas Dava.


"Masih inget Ajah,itu kan dulu masih SMP Jir."


"Selalu gue inget,kucing."balas Dava, Davira yang mendengar itu langsung Membulatkan Matanya.


"Jir...kucing lagi masa gue di samain Sama kucing,sere lu."


Dava terkekeh melihat wajah Davira yang lagi ngambek terlihat lucu.


"Ya udah gue balik ya,salam buat Tante Dahlia."kata Dava yang pamit Yang di angguki oleh Davira."udah sana masuk udah mau ujan juga."sambungnya yang mendorong tubuh Davira agar masuk gadis itu pun berdecak.


"Ckk...iya iya ya udah lo duluan sama pulang."


"Ya udah,Byee kuceng."


"Byee macan.!"


Dava di dalam helmnya pun langsung Terkekeh dan pergi dari kediaman Davira,lalu gadis itu pun langsung masuk sambil mengendong Tas Ransel-nya dengan ceria,sebelum benar benar masuk kedalam rumahnya Davira mendengar keributan dari dalam rumahnya.


"Mas...kamu udah gila ?kamu mau ninggalin aku sama Davira demi perempuan ****** itu mas.?"ucap mama Dahlia dengan Isaknya,Davira yang menderanya langsung menutupi mulutnya dia terkejut akan kebenarannya yang mengakibatkan pertengkaran antar dua orangtuanya.


"Jaga..mulut kamu ya."kata papa Doni.


"Kalau...bukan ****** APA MAS ?PEREMPUAN MENGODA SUAMI ORANG HA.?"Ucap mama Dahlia yang mulai emosi dan dananya pun berteriak.


Di luar pintu Davira masih setia mendengarkan obrolan kedua orangtuanya.


PLTAK.!


"JAGA OMONGAN KAMU,KARENA RASA CINTA SAYA KE KAMU ITU SUDAH TIDAK ADA DAHLIA,JANGAN SALAHKAN SINTA KALAU AKU MEMILI DIA."


"STOOOOOOOOPPPPP...!!"Teriak dari pintu sontak kedua orang yang sedang bertengkar itu langsung menoleh.


"Vi—Vira."Pangil mama Dahlia.


Davira berjalan dengan perlahan mendekat ke arah mereka berdua yang sedang bertengkar gadis itu mengusap air matanya dan tersenyum Sirmik.


"Kalau papa,lebih memilih perempuan itu silahkan,pergi pah aku izinin papa pergi."ucap Davira dengan santai.


Kedua sudut bibir Dahlia tertarik dengan Isaknya melihat suaminya yang memili perempuan lain,dan juga melihat sosok anak perempuannya yang berusaha tegar.


"Pergi pah,silahkan kalau papa mau pergi.!tapi ingat satu hal Pah,jangan pernah papa nunjukin diri papa di hadapan aku.!"Sambungnya.

__ADS_1


Doni menelan ludah getir terasa sesak di dadanya yang mendengar ucapan dari mulut sang anak gadis satu satunya.


"Silahkan Pah,dengan senang hati aku papa pergi,aku berusaha iklas dari pada ngeliat mama sakit hati terus terusan."


"Vir,,sudah nak biar gimana pun dia tetap papa mu sayang."ucap mama Dahlia.


"Biarin ma..aku Engak punya papa yang suka main perempuan di luar sana.!"


"Kurang ajar kamu."kata papa Doni yang ingin menampar wajah Davira namun gadis itu terlebih dulu menepis tangan papanya.


"Kalau anda tidak ada keperluan.silahkan keluar."balas Davira yang mengusir papanya dengan secara halus,walaupun hatinya terasa sakit karena tau kenyataan kedua orangtuanya itu harus bertengkar.


"Baik..papa akan kelur ingat Dahlia saya akan segera mengurus surat cerai kita."kata Doni setelah mengucapkan itu langsung pergi dengan membawa kopernya.


Davira menatap mamanya yang sudah terisak.


"Mama yang sabar ya,kita bisa tanpa papa."ucap Davira yang memeluk tubuh mamanya itu.


****


Terlihat seorang gadis yang sedang merenung di depan Balkon sambil menatap langit yang Sanggat mendung,seperti akan turun hujan.


Devira Alvionita Audremon,gadis cantik yang begitu banyak yang mengagumi dirinya,dan prestasi yang dia Raih pun banyak sampai guru dan teman temannya pun bangga padanya,namun dia tidak beruntung di keluarganya,ayahnya pergi meninggalkannya dan ibunya demi seorang wanita yang sama sekali dia tidak kenal.


Dafira membuang nafas kasar.


Ting.!


Dava : Vir,keluar gue udah di depan.


Davira membaca pesan dari Dava.


Lalu Davira keluar dari dalam kamarnya,dan berjalan keluar menemui sahabatnya Dava.


"Mau,kemana sayang ?"tanya mama Dahlia yang melihat Davira ingin keluar.


"Mau,samperin Dava ma ,ada di luar anaknya."jawab Davira,mama Dahlia pun Memanguk Setalah itu Davira keluar dari dalam rumahnya dan menghampiri Dava.


Davira sudah keluar rumahnya dan melihat di depan gerbang sosok cowok bermotor besar berwarna hitam sedang menunggu seseorang sambil membawa bungkusan,lalu gadis itu melangkah mendekati Dava.


"Woy..ngapain lo malem malem Kerumah gue ?"tanya Davira sesudah mengagetkan Dava.


"Mau makan toppoki gak ?"tanyanya sambil menujukan bungkusan kehadapan Davira.


"Sorry,,lagi gak berselera gue."jawab Davira letih.


"Elo kenapa ??ada masalah ??di marahin sama om Doni ?"pertanyaan bertubi tubi yang Dava tanya kepada Davira.


"Satu satu anjir,nanyanya."


"Sorry sorry lagian aneh Ajah elo itu biasanya Kaloh gue bawain toppoki langsung di habisin."


Davira diam egan membalas ucapan Dava,cowok itu menaikan alisnya sebelah merasa bingung dengan sahabatnya itu.


"Kenapa ??mau cerita gak?"


Davira membuang nafas kasar.


Hening..


"Ya udah kita ke taman Sanah Ajah yuk."ajak Dava yang menarik lengan Davira seraya menyuruh gadis itu untuk naik ke atas motornya,gadis itu pun menurut Ahkirnya mereka pergi ke taman dekat komplek rumah Davira.


Sesampainya di taman mereka duduk di kursi besi yang berada di taman.


"Kaloh mau cerita,cerita Ajah vir gue kan sahabat lo."ucap Dava lembut.


Davira menelan ludah getirnya,lalu menunduk dan membuang nafas kasar.


"Pa—Papa Ningalin gue sama mama dav."kata Davira yang mulai bercerita kepada Dava,cowok itu pun tersentak dengan ucapan sahabatnya itu.


"Papa lebih milih perempuan lain Dav,dari pada mama sama gue.!!"sambungnya dengan mata sudah berkaca kaca dan dada begitu sesak,Dava yang mendengar curhatan dari Sahabatnya pun merasa sesak di dadanya.


"Kalau lo mau nangis nangis Ajah Vir."kata Dava lembut,Davira pun langsung meneteskan air matanya tidak kuasa menahan Isaknya,lalu Dava menari tubuh gadis itu dan langsung masuk kepelukan Dava.


"Yang sabar ya,mungkin emang udah jalannya kaya gini,satu hal yang lo harus tau,gue selalu ada buat lo kalau butuh apa apa kabarin gue."sambungnya Dava sambil Mengusap usap kepala gadis itu,Davira semakin terisak di dalam pelukan Dava.


"Gue bakalan selalu jaga lo vir sampai titik darah penghabisan."Guma Dava dalam hatinya cowok itu berjanji akan menjaga gadis yang berada di dekapan Dava.


****


Pagi hari sudah tiba.!!


Terlihat seorang gadis yang sibuk merapihkan buku bukunya yang akan di masukn kedalam tasnya,setelah selesai gadis itu pun keluar dari dalam kamarnya lalu berjalan menghampiri mamanya yang sedang masak di dapur,memang mamanya tidak memperkerjakan pembantu rumah tangga,bagi mamanya dia bisa ngurus dan handle sendiri.


"Pagi Ma."sapa Davira sambil memeluk tubuh sang mama yang sedang sibuk mengoreng ayam goreng.


"Pagi sayang,udah rapi kamu.?ayok sarapan dulu sayang,mama bakalan bikinin bekel buat kamu."jawab mama Dahlia,mama Dahlia pun menyuruh Davira untuk Bersarapan terlebih dulu karena dia mau menyiapkan bekal untuk putrinya yang akan di bawa ke sekolah,lalu gadis cantik itu pun Memangguk dan menurut.


Setelah memasuki makanan di dalam kotak bekal nasi mama Dahlia pun memberikan kepada Davira,gadis itu binggung kenapa kotak nasi nya ada dua.


"Ma.?kok bekal aku ada dua.?kebanyakan ini ma aku gak akan habis."Perotes Davira,mamanya pun tersenyum.


"Yang bilang buat kamu siapa?satunya buat Dava mama titip ya."jawab mama Dahlia sambil menaik turunkan alisnya.


Davira yang melihat itu terkejut mamanya kok bisa segitunya."hahah kok mama gitu ih."ucap Davira terkejut mama nya hanya terkekeh.


"Udah ayok cepetan habiskan sarapannya habis itu mama antar kamu ke sekolah."kata mama Dahlia menyuruh Davira segera habiskan sarapannya gadis itu menurut dan Memanguk.


****


Mobil berwarna hitam masuk kedalam Perkarangan sekolah.


"Belajar yang rajin sayang,jangan lupa bekelnya kasih Dava ya."ucap mama Dahlia yang di angguki oleh Davira sambil mencium punggung Tanggan Mamanya.


"Mama ke—Sweet Cake hari ini ??"tanya Davira.


"Iya sayang,udah satu Minggu mama gak liat."jawab mama Dahlia.


Davira memanguk seraya mengerti."ya udah ma Vira masuk ya,nanti jangan jemput Vira ma,biar Vira naik Taxi kalau gak sama Dava."ucap Davira.


"Iya sayang,mama jalan dulu ya bye sayang."kata mama Dahlia,Davira pun melambaykan tangannya.


Setelah kepergihan mobil mamanya Davira pun melangkahkan kakinya menuju kelasnya yang sudah lumayan ramai,lagi berjalan santai tiba tiba ada yang merangkul pundaknya dari belakang gadis itu sontak terkejut dan langsung menoleh.


"Gue kira siapa."ucap Davira sambil membuang nafas lega.


"Mirip Dikit hahahaha."kata Davira dengan tawanya dan langsung berlari meninggalkan Dava,cowok itu hampir mengumpat tapi langsung berlari mengejar gadis itu.


Sesampainya di kelas Davira buru buru ingin mengumpet di belakang namun langkah Dava terlebih dulu menarik kerah baju seragam gadis itu sampai sampai Gadis itu Mencibir dan bibirnya memajukan.


"Mau kemana lo Hem,enak banget ya habis ngatain gue setan terus lari."kata Dava sambil menarik kerah baju seragam Davira gadis itu sontak menoleh dan Menyengir sambil menatap wajah Dava yang terlihat horor.


"Heheh..Engak siapa yang mau kabur.!"Davira Menyengir,gadis itu pun mengelak.


"Ow..gitu gak kabur ya.?oke oke gue percaya."


Dava pun langsung menggelitiki pinggang Davira sampai gadis itu kegelian tertawa dan berontak.


"BUWAHAHHA....IYA AMPUN DAV,IYA IYA GAK KABUR GUE GELI SUMPA STOP DAV."


"Makanya jadi cewek jangan iseng lo."


"Yeh,,dasar setan,nih bekel dari mama buat elo."kata Davira lalu memberikan bekelnya ke arah Dava cowok itu pun tersenyum lalu mengambilnya.


"Thanks ya,bilangin tante Dahlia makasih ya."balas Dava,Davira pun Memanguk.


"Wow...Dava doang yang di bawain vir.?gue mana ??"tiba tiba Dinda datang yang melihat kotak bekal yang Dava pegang.


"Gak ada,kalau mau minta sama nyokap gue."jawab Davira santai.


"Gue mau Perotes,sama nyokap lo emang temennya lu cuman Dava, gue juga kan temen lo.!"


"Ya,nanti gue bilangin nyokap."


"Yehh...gitu dong itu baru temen gue."ucap Dinda sambil tertawa riang,Davira memutar bola matanya malas,sedangkan Dava hanya bisa memandangi sedikit terkekeh.


***


Istirahat sudah tiba.


Terlihat sosok gadis berambut panjang agak bergelombang,cantik hidungnya mancung dengan sepasang mata bulat yang terlihat indah.


Gadis itu bernama —Davira Alvionita Audremon, melangkahkan dengan santai di koridor SMA Lentera Bangsa, dengan membawa beberapa buku yang akan membawanya ke—Perpustakaan.


Davira mengumpat saat sepasang matanya melihat sosok yang sejak lama dia hindari tapi kenapa dia malah sekolah di sekolah di mana dia sekolah dan sialnya dia sekelas dengannya,cowok itu melihat gadis cantik dari kejauhan pun tersenyum Tanggannya seraya melambaikan tangannya menyapa ramah,gadis itu pun mencibir pelan,baru ingin membalikkan badannya tiba tiba tangan besar memegang bahunya sampai gadis itu menghentikan langkahnya.


"Hay...Vir,gimana kabar lo .?"tanya Alvin sela menyapanya dengan senyumannya.


Davira memutar bola matanya ke atas malas,gadis itu pun menghela nafasnya kasar,niat ingin menghindar dari Alvin, mau tidak mau Davira membalik badan dan menghadap cowok itu dengan rawut wajah tidak santai.


Padahal Davira malas meladeni Alvin."yang lu liat,gue sehat wal Alfian.!"jawab Davira jutek dan wajahnya yang tidak suka menatap Alvin.


Cowok itu tersenyum tipis."apa enggak ada kata maaf buat gue dari elo Vir .?"Tanya Alvin yang terus menatap Davira,gadis itu tidak menjawab.


"Malam itu gue sebe—."belum selesai menyelesaikan ucapannya Davira sudah memotongnya.


"STOP...Gue udah mau denger alesan lo,lagian udah lama kan.?anggap Ajah gak kejadi apa apa,dan satu lagi anggap kita gak pernah kenal,stop merasa bersalah,dan stop GANGUIN gue.!"


Davira pergi begitu Sajah setelah menucapan agar Alvin menjuh darinya, sedangkan Alvin cowok itu membuang nafas kasar sedikit mengacak rambutnya yang terlihat seperti orang Prustasi.




Di belakang gedung sekolah terlihat sosok cowok yang sedang mengumpat kasar,sambil menonjok tembok dengan berutal,sampai Tanggannya terluka dan keluar darah.jika cowok itu sudah murka seperti ini tidak ada yang berani untuk meresahkannya kemurkaan cowok tersebut, ya cowok yang sedang mengamuk iya adalah — Alvin Mahendara, murid baru pindahan dari Bandung.


"Kenapa lo keras kepala banget si Vir.?"Gumanya sambil mengacak rambutnya dengan kasar."tapi gue gak akan Nyerah sampai elu jadi milik gue lagi.!"Sambungnya sambil tersenyum Sirmik.


**


Dava sedang asik latihan basket di lapangan dengan beberapa temannya,salah satu dari mereka melihat sosok gadis cantik yang berjalan di pinggir lapangan di mana mereka sedang berlatih.


"Dav dav..liat noh gebetan lo bawa buku banyak banget,bantuin lah."kata Morgan sambil menepuk bahu Dava dan menujuk ke—arah Davira yang sedang berjalan santai dengan membawa buku buku.


Sontak mata Dava pun melihat sosok gadis tersebut.


"Samperin lah Dav,elu gimana si gebetan lagi kesusahan bukannya di bantu."celetuk Kafa mengompori.


"Di ambil orang baru tau rasa lo Dav,secara Vira cantik,pinter paket lengkap banget itu Kaloh gue belum punya cewek juga mau sama Vira."timpal Varel juga ikutan mengompori,Dava langsung melirik sinis.


"Ck..Cottt..!"Umpatnya Lalu berlari Menghapiri Davira.


"Wow..Dava Katannya gak mau.tapi di samperin dasar malu maluin anjir,bukan temen gue itu."kata kafa dengan Hebo dan melihat Dava berlari Menghapiri Davira.


"Hai...banyak banget bukunya mau di bawa kemana ?"tanyanya dengan lembut.


Davira pun menoleh dan Menaikan Sebelah Alisnya."Ade ape lo Jamal,ngomong sok lembut anjir."Perotes Davira,gadis itu tau kalau Dava ngobrol dengannya itu tidak seperti ini.


"Gak ada,mau di bawa kemana bukunya ?"elak Dava dengan wajah coolnya.


"Ke—perpustakaan kenapa elo mau bantuin gue."


"Hem..mana sini gue bantu,Kaloh berat kenapa gak minta bantuan yang lain."


"Yang lain pada sibuk di ruang komputer,Bu Ulfa minta tolong gue."


"Lain kali kasih tau gue."ucap Dava sambil pergi terlebih dulu,gadis itu pun menaikan alisnya sebelah Menyengit.


***


Bel pulang sekolah tiba.


Davira keluar dari dalam kelasnya dengan di ekor oleh Dinda,sedangkan Dava dia sudah berada di depan gerbang dengan motornya,mereka Melangkahkan Kakinya dengan santai menuju gerbang sekolah,sesampainya di dekat gerbang Davira pun melihat sosok dua cowok yang sedang berada di atas motornya seperti menunggu seseorang.


"Vir..bareng gue Ajah."ucap Alvin yang menarik lengan Davira.


"Elo..siapa ??Davira pulang sama gue.!"timpal Dava yang juga menarik lengan kanannya Davira.


Gadis itu di buat bingung oleh kedua cowok itu,bukan hanya Davira tapi Dinda pun bingung di buatnya karena melihat temannya di tarik ke kanan dan kekiri.


"Vira pulang sama gue."ucap Alvin lagi yang menarik ke kanan.


"Enak Ajah,elo siapa anak baru sok Sokan.!"bantah Dava juga menarik lengan Davira kekiri.

__ADS_1


Sampai gadis itu pun mengumpat dan meras kesakitan.


"STOPPPP....Gue gak akan pulang sama lo berdua ngerti,Din yuk kita pulang gak usah ladenin orang gak jelas."teriak Davira karena sudah muak,lalu melepaskan kedua Tanggan-nya yang di genggam oleh kedua cowok itu,setelah itu Davira menarik lengan Dinda dan pergi meninggalkan mereka berdua.


Keduanya pun Memandangi Punggung Davira yang semakin menjauh,Dava membuang nafas kasar yang melihat gadis itu masuk kedalam taxy,Dava membuang nafas kasar dan langsung menaiki motornya dan pergi dari sekolahnya,begitu juga dengan Alvin cowok itu pun pergi dari sekolahnya.


***


Davira keluar dari dalam Taxi yang di ekor oleh Dinda teman sekelasnya,sambil berjalan gadis itu mengajak Dinda masuk kedalam Sweet Cake di mana keberadaan mamanya,dua gadis cantik itu pun masuk kedalam toko Cake milik mama—Dahlia ya itu mama dari Davira,dengan masih memakai seragam sekolahnya kedua gadis itu pun melangkah masuk kedalam toko Cake.


Davira berjalan menghampiri mamanya yang sedang sibuk melayani customer.


"Hai..ma sibuk nih kayanya ?"ucap Davira sambil menyapa mamanya.


Dahlia pun menoleh dan tersenyum."bentar ya sayang mama lagi sibu,kamu duduk Ajah dulu ajak teman kamu."Jawab mama Dahlia sambil sibuk memasukan beberapa cake kedalam paper bag berwarna pink.


Davira pun Memangkuk Dan mengajak Dinda untuk duduk sambil menunggu selesai mamanya.


"Vir..nyokap lo yang punya toko ini ?"tanya Dinda yang sedari tadi sudah mulai kepo,yang di beri anggukan oleh gadis itu."keren sumpah nyokap lo."Sambungnya.


"Thanks..ya nyokap gue dari dulu udah mandiri si jadi gak heran kalau dia punya toko cake semaju ini."kata Davira yang bangga memiliki mama seperti Dahlia."Ow..iya elo ikut Kamping gak Din.?"sambungnya seraya bertanya kepada Dinda gadis itu pun Memangguk.


"Ikut kayanya,seru deh vir kita pasti punya pengalaman baru."jawab Dinda."kalau elo ikut gak ?"Dinda pun balik bertanya.


"....gak tau gue Din,gue izin dulu sama nyokap."jawab Davira,Dinda Memanguk Mengerti.


"Hem...besok kan hari Minggu nih vir,kita Olahraga mau gak ketaman Deket kampus."ucap Dinda yang mengajak Davira berolahraga.


"Okee..samper ya ?kalau gak samper gue ogah mager.!"jawab Davira,Dinda Memanguk.


"Siap boss..!"jawab Dinda sambil tersenyum riang.


***


Jakarta di malam hari yang Sanggat Indah dengan bulan yang terang dan di kelilingi oleh bintang bintang yang Sanggat cantik dan indah.


"Huffffhhh..."seorang gadis yang sedang duduk di depan balkon kamar mengelah nafas,sambil menatap langit malam.


Tok..Tok..Tok..


Tok...Tok..Tok..


"Vir..Sayang ada Dava tuh di luar."Pangil mama Dahlia yang juga memberitahu kalau Dava ada di luar.


"Iya ma,bentar aku ganti baju dulu."jawab Davira di dalam kamarnya.


"Ya sudah,jangan lama lama sayang kasihan si Dava nya."ucap mama Dahlia.


"Iya ma."jawab Davira agak sedikit berteriak.


**


Sekitar beberapa menit Ahkirnya Davira pun selesai dan keluar dengan pakaian yang sudah rapih,ya memang Davira dan Dava sudah janjian untuk pergi malam ini,gadis cantik itu berjalan menghampiri Dava dan mamanya yang sedang mengobrol.


"Ayok..Dav !"ajak Davira,sontak Dava Mendongakan Kepalanya dan melihat sosok gadis cantik yang sudah rapi tidak lupa dengan tas dan sepatu catnya.


Dava tersenyum dan langsung bangkit dan meminta izin ke mamanya Davira karena dia ingin mengajak anaknya untuk keluar.


"Ya udah,Tan Dava pamit ya,minta izin juga Dava mau ajak Vira buat keluar."ucap Dava sambil mencium punggung Tanggan mama Dahlia,perempuan Parubaya itu pun tersenyum.


"Iya Dav,Tante titip Vira ya."jawab mama Dahlia yang juga meminta Dava untuk menjaga putrinya cowok itu pun Memangguk.


"Ma.pergi dulu ya."pamit Davira juga dengan mencium punggung Tanggan Mamanya.


"Iya sayang.hati hati ya jangan malam malam pulangnya."jawab mama Dahlia.


Mereka keluar dari dalam rumah Davira lalu Dava membukakan pintu mobil untuk Davira,gadis itu pun tersenyum malu dan langsung masuk kedalam mobil Dava,tidak butuh lama Dava pun menancapkan Gasnya Dengan kecepatan sedang, menuju Mall elit di Jakarta.


Sekitar 20 menit mereka sampai di depan Mall.


Mereka berdua pun masuk kedalam mall dan melangkah menuju bioskop,mereka harus menaiki eskalator dua kali karena letak posisi bioskop di lantai 2.


Sesampainya di depan pintu bioskop mereka pun masuk kedalam bioskop dan satpam pun menyapa dengan ramah kepada mereka.


Mereka menghampiri penjaga tiket bioskop.


Dava menoleh ke arah Davira dan menanyakan kepada Gadi itu."mau nonton apa vir.?"tanya Dava yang sudah berada di depan loket tiket bioskop.


"Gue,mah bebas,terserah lo Ajah deh.!"jawab Davira santai.


"Gimana kita nonton horor.?"usul Dava,dan yang di beri anggukan oleh Davira.


Penjaga tiket menyambut mereka berdua dengan ramah.


"Mba,yang itu horor ya."ucap Dava yang menunjuk.


"Baik mas,untuk berapa orang ya ?"tanya mba penjaga tiket.


"Dua mba,sekalian popcron gak vir sama minumnya.?"jawab Dava,cowok itu menoleh ke arah gadis yang sedang berdiri di sampingnya dengan memegangi tasnya,terasa namanya di Pangil Davira pun menoleh dan Memangguk.


"Boleh deh....tapi bagi dua ya bayarnya,gak enak juga gue ah,nanti uang lo habis Ajah,gak papah nih gue ada kebetulan gue bawa uang."jawab gadis cantik itu,Davira pun merasa tidak enak jika Dava yang harus bayar semuanya,gadis cantik itu berinisiatif untuk bayarnya bagus dua,dan Davira pun memberika selembar uang berwarna merah ke Dava,tapi cowok itu menolaknya.


"Gak lah...kan gue yang ajak,santai Ajah lo lupa sahabat lo ini anak rang Kaya."kata Dava yang mendorong uang Davira,dan dengan sedikit sombongnya dia bilang dia orangkaya tapi dengan nada bercanda.


Davira Terkekeh,dan mba penjaga tiket pun ikut terkekeh."iya deh,si paling kaya."cibir Davira sambil meledek,cowok itu Ahkirnya terkekeh pelan.


"Tiketnya dua mba,sama Popcornnya sama minumannya ya."ucap Dava kepada penjaga tiket.


"Baik mas,totalnya jadi 295.000.!"kata mba penjaga tiket yang memberikan Struknya ,Dava pun membuka dompet dan mengambil uang 3 lembar berwarna merah.


Setelah itu mereka berdua masuk kedalam bioskop dan mencari tempat duduk yang sesuai di dalam tiketnya,setelah menemukan tempat duduknya mereka pun Ahkirnya duduk dan menunggu filmnya di mulai.


Setelah filmnya di mulai mereka berdua pun fokus menatap layar lebar biosko,tiba tiba setannya keluar dan mendekat ke layar bioskop yang berada di dalam bioskop pun terkejut dan berteriak,bukan hanya penonton yang lain,Dava pun terkejut dan reflek memeluk lengan gadis cantik di sampingnya Davira pun Mengeryit menaikan sebelah alisnya,lalu menoleh ke samping ke arah Dava dan memandangin cowok itu yang seperti orang ketakutan,gadis itu pun jadi terkekeh.


"Katanya nonton horor,Ajah tapi malah sendirinya yang takut."ledek Davira sambil menatap filmnya kembali.


Dava merasa tersindir yang sembunyi di lengan Davira pun langsung membenarkan dirinya Stay Cool .


"Apa..si,reflek gue Sebernnya,gue gak takut ya.!"elak Dava sambil menatap filmnya kembali,Davira hanya tersenyum tidak habis Fikir Dengan Sahabat-nya itu.


Setelah fokus kembali menonton keduanya pun menikmati filmnya,dan tiba tiba setannya pun kembali muncul,Dava cowok itu pun benar benar terkejut dan reflek memeluk tubuh Davira kembali dengan erat,gadis itu merasa di peluk oleh Dava pun tersentak lalu melihat cowok itu ketakutan merasa tidak tega dan menepuk nepuk punggung Dava dengan pelan,seraya memenangkan cowok itu.


Setalah Beberapa Menit Ahkir-nya filmnya pun selesai,tapi Dava masih memeluk tubuh Davira seperti tidak ingin melepaskannya.


"Dav..udah habis filmnya yuk keluar."ucap Davira yang menepuk nepuk punggung Dava agar Menghudahkan Meluk tubuhnya.


"Eh, sorry vir gak ada maksud."kata Dava merasa tidak enak,Davira memanguk dan menarik telapak tangan Dava dan keluar dari dalam bioskop,cowok itu pun tersenyum apa yang di buat oleh gadis cantik itu.


***


Mereka sekarang berada di areal pemainan (Timezone) Dava mengajak Davira bermain sebentar,Dava menuju permainan bola basket,tidak butuh lama cowok itu dengan lihai melempar bola ke ring.


BRAK!


Bola pun masuk kedalam ring Davira pun bersorak karena melihat Dava bermain dengan lihai.


"Yes...hebat lo Dav."puji Davira sambil menepuk tangan dan juga tersenyum manis.


"Mau gue ajarin gak.?"tanya cowok itu tiba tiba.


Davira sedikit tersentak."Hah.?"Davira Mengeryit.


Dava mengacak rambut gadis itu pelan dan tersenyum.


"Mau main,sekalian gue ajarin.!"ucap Dava sambil memegang bola basket,gadis itu pun Ahkirnya Memangkuk.


"Bo—Boleh deh.!"jawab Davira.


Setelah itu Dava di belakang tubuh Davira dengan memegang kedua tangan Davira sambil memegang bola basket seraya mengajarkannya,bola basket di angkat perlahan ke atas dan meleparkan ke ring dan.


LBRAK.!


Bola masuk kedalam ring.


"Yeeesss.."Ucap Davira bersorak gembira sambil memeluk tubuh Dava,cowok itu terkejut dengan perakuan Gadis di hadapannya,merasa ada yang aneh Davira pun tersadar.


"Eh,So—Sorry Dav reflek habis seneng gue masukin bolanya."sambungnya setelah menyadari.


"Ga—Gak papah kok."jawab Dava agak gugup.


***


Pagi pun tiba,pukul Sudah Menunjukan jam o5.oo.


KRING..


KRING..


KRING..


Alarm ponsel milik gadis cantik dengan kencang sampai gadis itu terbangun.


"Eunhh...Huwaaaaa,gue kan ada janji sama si Dinda mau joging.!"Gumanya sambil mengucak ngucak matanya,lalu bangkit dan masuk kedalam kamar mandi,sekitar beberapa menit Davira keluar dari dalam kamar mandi dan sudah memakai baju untuk berjoging.


Gadis itu menguncir kuda rambutnya lalu keluar dari dalam kamarnya dan.


Di luar sudah ada Dinda yang sedang mengobrol dengan mamanya ya itu —Dahlia, mama Dahlia yang sambil menyiram tanaman.


"Ma.!"Pangil Davira,sontak merek berdua menoleh.


"Itu,Vira Din."tunjuk mama—Dahlia kepada gadis yang baru sajah datang.


"Eh..iya Tan,aku izin mau ajak Vira joging dulu ya Tan."kata Dinda yang meminta izin kepada mamanya dari temannya itu,mama—Dahlia pun Memanguk dan tersenyum.


"Ya udah ma,Vira pamit ya."timpal Davira yang mencium punggung Tanggan Mamanya yang di ikuti oleh Dinda.


"Iya sayang,mau di masakin apa,sebelum mama berangkat ke toko."jawab mamanya,lalu Dahlia menanyakan kepada putrinya mau di masakin apa.


"Eum..kaya nya rendang enak ma sama perkedel."jawab Davira.


"Ya udah nanti mama masakin ya,kalian hati hati ya."ucap mama Dahlia yang di beri Angukan oleh Davira dan Dinda memberikan jempol.


Mereka keluar gerbang,baru keluar dari gerbang ternyata bukan hanya Dinda yang jonging tapi ada Dava,Alvin,Varel lalu Davira Mengeryit melihat ke arah Dinda seraya meminta penjelasan.


"Ow.iya gue lupa ngasih tau lo vir,mereka ikut gak papah lah ya kan lagian makin banyak yang ikut makin Seruh."ucap Dinda yang juga menghampiri Varel kekasihnya itu,Davira memutar bola matanya keatas malas,sedangkan Dava dan Alvin tersenyum tipis menatap gadis cantik itu.


"Ala,Taee lu palingan juga karena mau pacaran kan lo si Varel."cibir Davira sambil berjalan meninggalkan mereka,Dinda dan Varel Terkekeh sedangkan Dava ingin mengejar gadis itu.


Sekitar 10 menit mereka sampai di taman dekat komplek,kini posisi Dinda di samping Davira,Varel bersama Dava sedangkan Alvin dia membutut di belakang,sebenarnya dia malas ikut tapi karena ada Davira jadi cowok itu pun Ahkirnya ikut.


Davira terlihat lelah,dan duduk di rumput rumput dekat taman yang ramai sambil mengatur nafasnya Davira melihat ke arah anak kecil yang jualan strawberry yang begitu gigi menjual strawberry nya agar cepat habis,terlihat agak maksa si Davira terkekeh sampai ada yang menyepelekan susu coklat dingin di pipinya,sontak gadis itu mendongak.


"Eh,thank you my best friend."ucap Davira dengan mengambil susu kotaknya dan tersenyum manis,Dava Memanguk sambil terkekeh.


Dava ambil posisi duduk di samping gadis itu dan meneguk air mineralnya.


Di posisi lain ada seorang remaja cowok yang sedang memandang mereka berdua tidak suka Tanggannya pun mengepal.


"Gue janji gue bakalan bikin lo balik lagi kepelukan gue.!"Guma cowok itu dengan tersenyum Sirmik.


**


"Dav,liat deh anak kecil itu dia kaya maksa jualnya tapi lucu banget."kata Davira menujuk kepada anak kecil penjual Strawberry,Dava pun melihat itu dan juga ikut Terkekeh.


"Iya,mau beli gak ?"tanya Dava kepada gadis cantik itu.


Davira menoleh ke arah Dava."emm boleh deh mama suka juga."Jawab gadis itu lalu Dava membantu Davira untuk  berdiri lalu merek menghampiri anak kecil itu.


"Kaka ganteng mau beli strawberry aku ya,Kaloh Kaka beli strawberry aku nanti Kaka tambah ganteng."ucap anak perempuan penjual Strawberry.


Davira terkekeh karena melihat Expresi Dava di godain sama anak kecil.


"Jangan di godain dek,emang temen Kaka ini ganteng,tapi sayang jomblo.!"timpal Davira seling tertawanya dan menyebutkan kalau Dava ganteng doang tapi sayang jomblo,cowok itu pun melotot ke arah Davira.


Gadis itu seperti tidak peduli.


"Aku mau 2 ya dek."Sambungnya yang berjongkok.


"Oki doki ka,Kaka juga cantik kenapa Kaka gak pacaran Ajah sama Kaka ganteng ini kalian cocok loh."celetuk gadis kecil penjual Strawberry tanpa dosa.


Senyum Dava Mengembang karena di sebut cocok dengan Davira.


Davira tersenyum."gak lah dek,kan kita udah sahabatan dari kecil kan ya Dav."jawab Davira yang menoleh ke arah Dava seraya meminta persetujuan cowok itu,senyum Dava pun mengendor.

__ADS_1


"E—Eh,I—Iya.!"Jawab Dava gugup.


••••


__ADS_2