Posesive Sahabat

Posesive Sahabat
Gatot (Gagal Total)


__ADS_3

****


Istirahat Tiba,Bel Pun Sudah Berbunyi,


Di lapangan terlihat segerombolan cowok cowok yang sedang berlatih basket dan di pinggir lapangan juga ada yang menonton mereka latihan,Terdengar Para Siswa Perempuan Yang Berad Di pinggir lapangan yang Hebo ketika Dava yang berasil memasukan bola kedalam ring.


"Ih...gila,gue gak paham lagi Darmage ka Dava sumpah,mau gue Karungin Ajah rasanya."


"Bener loh,ka Fatir sama ka Rio juga ganteng anjir,Aaaaaa....Selamatkan aku dari Cogan Cogan itu."


Davira dari di sampingnya mendengar jelas Celotehan mereka memutar bola matanya malas.


"Lo kira apaan di Karungin.!"cibir Davira yang tidak suka mereka membicarakan Dava.


"Sebenernya mereka ganteng semuah anjir."


"Mau jadi pacar ka Dava.Aaaaaaa..!"


"Idih,,siapa Lo,mu jadi pacar Dava."Davira kembali mencibir saat mereka kembali membicarakan Dava.


Kedua temannya pun menoleh merasa bingung dengan temannya itu.


"Elo,kenapa vir ?"tanya Zea.


"Ho'o....jangan bilang elo jealous ya, si Adek kelas omongin si Dava,auto kebakaran nih."timpal Dinda yang malah meledek Davira.


Davira tersentak samar lalu menoleh kedua temannya."Aaahh...Gak ada kok,Mata lo Kebakaran.!"Jawab Davira galak,lalu mengelak Kaloh dia itu sedang cemburu.


Sedangkan yang di lapangan sama sekali tidak mempedulikan Celotehan-Celotehan dari mulut temannya dan adik kelasnya itu.


Davira kembali menatap pria yang selam ini bikin dia nyaman sampai sekarang,cowok itu memakai seragam basket.


Ketika Dava melirik sekilas ke arah di mana keberadaan Davira yang sedari tadi menatapnya,cowok itu tersenyum Davira Kelagapan karena melihat cowok itu tersenyum Sanggat manis yang menatapnya.


Seketika lapangan menjadi rusuh,Karen ulah Dava yang tersenyum seenaknya.


"Demi apa ka Dava senyumin gue Jir."


"Bukan sama Lo serbuk batako,Sama gue Ka Dava senyumnya."


Davira yang mendengar itu langsung menoleh dan mencibir."bapak Lo senyum sama kalian berdua,dasar caper."Omel gadis cantik itu,dari lapangan Dava yang memperhatikan Davira pun langsung Terkekeh karena melihat gadis itu mengomel tidak karuan.


"Kapan resmi nya Dav.?"tanya Kafa yang Menyengol Lengan Dava,sontak cowok itu menoleh dan menunduk sekilas lalu menatap gadis itu lagi.


Dava membuang nafas kasa.


"Gak tau,dia bilang harus lulus SMA dulu."jawab Dava yang memandangi Davira yang menoyor Dinda dan membuat Dava Terkekeh.


"Mungkin Vira mau fokus sama ujian dulu."timpal Rio yang tiba tiba muncul entah dari mana tuh anak ada,padahal tadi dia ada di dekat ring.


"Emang dia mau fokus dulu,tapi gue gak tau merasa gak nyaman Ajah Kaloh dia belum jadi milik gue."


"Cintai Vira selayaknya elo sayang sama dia,jangan sayang Lo sama dia jadi toxi Dav."kata Varel yang menimpali ucapan Dava.


Cowok itu Memanguk."gue sayang dia,tapi kenapa susah banget ya buat gue sama dia jadi satu."


"Ujian SOP,jadi Kaloh Lo bener bener sayang sama dia perjuangin lah."kata Rio yang seperti orang benar menasehati Dava.


"Tumben Lo pinter Yo."heran Kafa.


"Emang gue pinter kali,tapi gue pura pura Ajah"


"Ye,dasar kecebong."kata Kafa yang menoyor kepala Rio gemas.


Dan merek semuah pun terkekeh karena ulah Rio dan Kafa.

__ADS_1


**


Bel pulang sekolah sudah berbunyi 30 menit yang lalu.


Davira keluar dari dalam ruang guru dengan tenang menyusuri di koridor SMA Lentera Bangsa,tanpa sadar bahunya ada yang menepuk pelan sampai gadis itu terkejut dan menoleh.


"Gue.kira siapa."katanya sambil melanjutkan langkahnya.


Fatir tersenyum."kok sendirian,Dava mana ?"tanya Fatir yang melirik kekanan dan kekiri.


"Di parkiran,tadi gue ada perlu sama pak Harto jadi dia duluan."jawab Davira jujur.


Fatir Memanguk seraya mengerti.


Mereka kembali berjalan menuju gerbang sekolah sambil mengobrol hanya mengobrol ya tidak lebih,sesampainya dekat gerbang Fatir pmit ingin mengambil motor dan Davira pun menghampiri Dava  yang sudah memasang wajah masam nya.


Dava mendelik agak menunduk wajahnya Engan melihat gadis di hadapannya.


Dan ketika gadis itu sudah sampai di depan Dava dengan tersenyum manis,cowok itu malah mencibir.


"Wah..pantesan lama,pacaran dulu."sindir Dava.


"Elo,kenapa si Dav ?"tanya Davira bingung.


"Kaloh mau romantis romantisan kabarin kek,biar gue gak usah nunggu lama."kata cowok itu masih menyindir.


Davira mengerutkan dahinya.


"Apa si Dav,cuman jalan bareng tadi,elo buta apa gimana hah mana ada mesra-mesraan."jawab gadis itu dengan tegas.


"Masa ?"


"Gitu Ajah pundungan Lo,kenapa cembukor Lo Hem.?"ledek Davira sambil menoleh hidung mancung Dava.


"Eng—Engak kok Ngapain gue cemburu Sama si Fatir orang elo sayangnya gue kok."jawab cowok itu dengan Banga.


"Orang gue sayang elo gitu kan,ngaku Ajah deh."


"Masnya terlalu kepedean,udah ayok pulang capek gue Jir."Davira mencibir lalu Menabok dan langsung menaiki motor Dava.


Dava terkekeh lalu menyalahkan mesin motornya dan melajukan dengan kecepatan lumaya,di perjalanan Dava menarik lengan Davira agar memeluk pinggang sixpack-nya,lalu Davira menaru dagunya di pungung cowok itu,dari dalam helmnya cowok itu tersenyum.


***


Malam tiba kini Davira sudah siap untuk pergi bersama Fatir,tapi gadis itu tidak sendiri perginya gadis itu mengajak teman temannya agar ikut menongrong di Caffe yang di tunjukan oleh Fatir,namun Fatir tidak tau kaloh gadis itu merencanakan itu.


Fatir sudah berada di kediaman Davira cowok itu masih duduk di temani oleh ibu dari Davira dan Kaka sepupu Davira ya itu si —Sean Agustin Audremon.


"Sorry Tir lama ya.?"ucap Davira merasa tidak enak.


Cowok itu terpesona dengan kecantikan Davira,memang Davira cantik tapi malam ini gadis itu lebih terlihat cantik karena memakai celana jins dan kaos yang senada dengan kulitnya dan tidak lupa dengan sepatu berwarna putih jadi terlihat sanggat Perfect.


"Halo..Tir jadi berangkat gak ?"tanya Davira lagi Karen cowok itu malah bengong.


"Eh,Iy—Iya Yuk Jalan."jawab cowok itu yang baru sadar."Tante aku pamit ya."sambungnya yang Menyalamkan Punggung Tangan ibu dari Davira.


"Iya kalian hati hati ya."balas ibu dari Davira.


"Jagain Adek gue,jangan sampe lecet sedikit pun."timpal Sean tapi Matannya masih fokus ke layar ponselnya.


"Iya bang tenang Ajah."jawab Fatir dengan semanggat.


"Byee mama,Byee orang jelek."teriak Davira sampil melempar bantal ke wajah sepupunya itu,sampai cowok itu mengumpat,sedangkan mama Dahlia hanya terkekeh.


***

__ADS_1


Sekitar 20 menit mereka sampai di Caffe yang di tunjukan oleh Fatir itu,mereka pun masuk dan langsung mencari tempat duduk di Sanah.


"Mau pesen apa vir ?"tanya Fatir lembut.


"AAaa..apa Ajah deh yang penting enak."jawab cewek itu seadanya.


Cowok itu Memanguk dan langsung memesan makanan nya.


Lagi menikmati berduaan tiba tiba teman temannya datang dan berpura pura seakan mereka bertemu di Sanah.


"Vira.?"Pangil Zea yang ikut bersandirawa.


Sontak bukan Davira Ajah yang menoleh tapi Fatir pun menoleh.


"Eh,Zeze kalian juga di sini."ucap Davira yang mulai menjalani rencananya.


"Iya,kata sodara gue di sini enak makanannya."bukan Zea yang jawab tapi Dinda.


"Eh,ada Fatir juga wah kebetulan sekali ya kawan."timpal Rio yang juga ikut ikutan.


Kenapa jadi kaya gini si,padahal kan Fatir udah membayangin kaloh dia hanya berduaan dengan Davira.


Gatot,gagal total.!


"I—Iya."jawab Fatir gugup.


Emang mereka tidak terlalu Deket banget kaya merek deket dengan Dava.


Dava Calling...!


"Halo...Kenapa Dav ?ow iya gue juga sama Vira Sama anak anak.oke oke gue Sherlock."


Tut...Tut..


Sambungannya sudah di putuskan lalu Rio mengirim alamat di mana mereka berada.


"Dava Yo.?"tanya Kafa sengaja.


"Ho'o,,tuh anak kayannya tau deh di mana ada si Vira,udah kaya cenayang anjir."jawab Rio Tampa menghargai ada perasaan yang harus di jaga.


Bodo amat emang gue pikirin,Kaloh kata Rio mah.


"Kenapa jadi gini si,kenapa harus mereka datang di waktu yang gak tepat..Aahh sial."Guma Fatir dalam hatinya yang menahan kesal.


Sekitar beberapa lama Ahkirnya Dava sampai di Caffe tersebut dan langsung mencari keberadaan Davira,cowok itu tanpa memikirkan orang di sekitarnya langsung mendekat ke arah gadis itu dan langsung mendekapnya.


Teman temannya pun langsung melongo di buatnya sedangkan Fatir sudah mengumpat dan memandang tidak suka.


"Kok gak bilang ada di sini.?"tanya cowok itu lembut tapi masih mendekap erat gadis itu.


"Di ajak Fatir,Katannya makanan di sini enak makannya gue mau coba,eh ketemu mereka."jawab Davira.


"Lain kali Kaloh kemana mana kabarin gue ya."ucapannya lagi,cewek itu pun Memanguk.


"Ahh,,Elah Lo berdua bisa hargain kita gak hah.plis mas Rio yang gantengnya gak ketulungan ini tersiksa."ucap Rio dengan dramanya yang lain ingin sekali menghujat Cowok itu.


"Alah,Tae Lo kemarin gue liat Lo boncengin anak komplek ya setan."timpal Kafa ikut sewot.


"Mana ada anjir,sembarangan Lo Kaloh Sekate Kate."


"Mending kita pinda di sebelah Sanah Ajah deh,lebih luas dan cukup nih buat kita Kita."usul Zea yang di setujui oleh mereka.


"Kenapa juga harus ada Dava,gagal gue ngedate sama vira."Guma dalam hati si Fatir tapi masih berjalan mengekor mereka.


Mereka pun menikmati suasana di Caffe itu dengan di iringi musik romantis cocok untuk remaja seperti mereka.

__ADS_1


"Kan gue udah bilang jangan Deket Deket Fatir,gue gak suka,Lo tau gak hati gue panas vir."bisik Dava di daun telinga Davira,sontak mata Davira pun melebar.


****


__ADS_2