
****
"Vir,barang barang udah di bawa semuah kan ?"tanya Zea yang memastikan lagi,lalu Davira memanguk.
"Udah dong,ingat ya jangan jauh jauh dari gue."jawab Davira,sambil merangkul pungung kedua temannya.
"Pastinya dong bestie.!"jawab mereka barengan.
Mereka pun mulai berjalan menuju desa yang akan mereka kunjungi,mereka harus melewati hutan dan sungai kalaoh mau sampai di desa tersebut,setelah mereka melewati hutan Ahkirnya mereka sampai di sungai dan harus menyebrangi sungai tersebut.
Di saat setengah perjalanan tiba tiba Davira ingin jatuh akibat ulah Alda yang ingin berniat jahat tapi hebatnya tidak ada yang melihat itu,untung Dava,Fatir,dan Alvin sigap,jadi gadis itu tidak jadi terjatuh ke sungai.
Davira agak tersentak lalu mengerutkan keningnya yang menyadari ketiga cowok itu memegang Tanggan dan tubuhnya.
"Elo...Engak papah Vir ?"tanya mereka barengan.
"Cie...Cie Vira si tolongin tiga Cogan asik asik jos."celetuk Dinda tanpa beban itu, lalu gadis itu tersenyum puas.
"Kaloh Kalian main FTV Judulnya (Di tolongin Ketiga Cogan.)"timpal Varel Yang juga ikut ikutan kekasihnya itu,emang pasangan yang cocok sama sama sarap.
Sedangkan Zea,Kafa,Rio,dan teman teman yang lain pun sudah tertawa dan meledek mereka berempat,begitu juga dengan guru guru mereka yang malah ikut ikutan meledek Davira,Dava,Alvin,dan Fatir.
Sontak Davira yang menyadari itu karena di ledek oleh teman temannya dan guru langsung menepis tanggan mereka bertiga dan berlari menghampiri Zea,yang masih menertawakan dirinya yang langsung di Tabok oleh Davira.
Berbeda dengan satu cewek yang merasa kesal lalu berdecak sebal."kali ini elo selamat .!"Guma cewek itu yang lalu melengos pergi mengejar gurunya.
"Pak masih jauh ya.?"tanya salah satu murid.
"Sabar ya,sebentar lagi kita sampai di desa."
Detik itu juga semuah murid langsung mengeluh,karena lelah dan perjalanan sedari tadi tidak sampai sampai.
Dari lokasi tenda mereka ke desa yang akan mereka tuju itu,harus menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit.
"Pak,kayanya kita harus istirahat dulu deh,kasihan juga anak anak pada kecapekan."usul Bu Ulfa yang di setujui oleh guru guru yang lain.
"Ya,sudah kita istirahat 10 menit."Ahkirnya pak Harto menyetujui usul Bu Ulfa dia juga melihat semuah muridnya Sanggat kelelahan.
Semuah murid pun bersorak gembira.
"Vir,haus ya?nih minum Ajah punya gue baru kok."ucap Fatir yang memberikan botol air mineral ke Davira.
Alvin yang melihat itu tidak bisa diam Sajah,cowok itu pun langsung melangkah dan mendekati Davira lalu memberikan botol air yang rasa mangga,Davira langsung mengambilnya lalu di kasih kedua temannya ya itu Dinda dan Zea,gadis itu melirik ke arah cowok yang sedang Menenguk Susu Kotak rasa coklat,lalu gadis itu bangkit lalu mendekati Dava yang memasang wajah dinginnya,lalu Davina dengan paksa merebut susu di tangan Dava sampai cowok itu sedikit terkejut,sedangkan kedua cowok itu hanya bisa memandangi lalu mengumpat.
"Itu susu gue Vir."kata daba yang berusaha merebut kembali susu di tangan Davira.
"Bagi kenapa dav,pelit banget Lo."jawab davira lalu menyedot kembali susunya lalu mengahbiskan tanpa sisa,lalu bungkusnya di kembalikan lagi kepada pemiliknya.
"Maksudnya apa nih?kok bungkusnya kasih gue?"marah cowok itu,sedangkan pelaku hanya cengengesan.
Dava mengacak sambut Davira pelan,tidak lama mereka terkekeh.
***
Ahkirnya mereka sampai di desa tersebut,mereka akan membantu warga di sana seperti berternak kambing dan sapi, membajak sawah, menanam padi Dan masih banyak lainnya mungkin mereka akan Tingal semalam di desa tersebut lalu mereka akan pulang lagi ke Jakarta.
Mereka semuah sudah menerima tugas masing masing dari gurunya,tidak lupa juga dengan mereka itu berkelompok.
—Dava, Davira, Zea, Alda, Dan Fatir, mereka satu kelompok.
—Alvin, Dinda, Varel, Amel, Dan Rio, mereka satu kelompok.
—Kafa, Gio, Marvel, Santi, Dan Dwi, mereka satu kelompok.
Mereka semuah bersiap siap untuk menyelesaikan kegiatannya.
Tim Dava mereka Haru membajak sawah dan juga menanam padi dan juga memanennya.
Tim Alvin mereka harus memberikan makan kambing dan sapi,dan mandikan kambing dan sapi di sungai.
Tim Kafa mereka harus mengasih makan ikan ikan yang ada di tambang ikan,dan juga memanennya.
Begitu juga dengan tim yang lain harus mengerjakan tugasnya.
"Zeze,gue gak tau cara nya ngebajak sawah sebelumnya."ucap Davira yang memelas di hadapan Zea.
Baru sajah Zea mau membalas ucapan Davira tapi seseorang sudah memotongnya.
"Biar gue yang ajarin."teriak Dava yang dari belakang mereka,sontak mereka berdua pun menoleh,sedangkan dua orang yang memperhatikan mereka pun memutar bola matanya malas.
"Dav Dav,emang Lo bisa.?"Pangil Davira,lalu gadis itu mensipitkan Matannya lalu bertanya heran kenapa Dava bisa bilang mau ajarin dirinya padahal kan cowok itu tidak pernah kerja seperti ini.
Dava langsung Memanguk cepat."bisa dong,apa si yang gak bisa buat Dava."jawab cowok itu sambil mengedipkan matanya sebelah seolah genit kepada Davira,gadis itu sedikit terkejut sedangkan Zea sudah Cekikikan.
"Kok,Lo sekarang genit si Dav.!"ucap Davira sambil menaru Tanggannya di dahinya seraya menutupi wajahnya karena terik mata hati lumayan panas.
"Stop,plis hargai gue ya di sini masih ada gue loh, kalian jangan mesra mesraan bisa gak ?"celetuk Zea yang berdiri di tengah tengah mereka berdua.
"Mata lo,mesra mesraan udah lah ayok cepetan kita harus kerjain ini semuah biar cepet kelas besok kan kita pulang."jawab Davira yang mendorong wajah Zea gemas ,sampai gadis itu mencibir pelan sedangkan Dava sudah terkekeh.
"Rese lo vir,muka gue nih perawatannya mahal Jir."celoteh Zea yang memegangi wajahnya sambil mencibir,Daira bukannya kasihan gadis itu malah Terkekeh.
Mereka Ahkirnya mengerjakan tugasnya sampai selesai dan ketika Davira ingin naik dari sawah tiba tiba terpeleset dan hampir Tersungsep kebelakang tapi seseorang buru buru menangkap nya sampai gadis itu tidak jadi terjatuh kelumpur.
"Vir,Lo Engak papah ?"tanya seseorang yang membantunya.
"Eh,gak papah kok thanks Tir udah nolongin gue."jawab Davira sambil membenahi dirinya,Fatir pun Memanguk dan tersenyum.
"Vir,ya ampun gue heran deh gak di mana mana hobih kok Jatoh."celetuk Zea.
"Musibah anjir manah tau gue bakalan Jatoh."jawab Davira seadanya.
"Kenapa sakit ya padahal kan gue belum ada setatus sama Vira."Guma Dava dalam hatinya yang memperhatikan Davira di bantu oleh Fatir."apa gue cemburu ya.?"sambungnya lalu pergi dari Sanah.
__ADS_1
"Sialan tuh cewek,lagi lagi banyak yang naksir dia,kenapa gak Jatoh Ajah si."Guma dalam hati seseorang yang berdecak lalu mengepalkan tangannya.
Davira celingak-celinguk mencari keberadaan Dava tapi tidak ada di Sanah,gadis itu menaikan bahunya seolah masa bodo nanti juga bakalan ketemu di balai desa,lalu mereka kembali berjalan menuju balai desa dengan kondisi baju yang sangat kotor.
Saat Davira ingin masuk dan ingin mandi tiba tiba melihat pemandangan yang membuat hatinya terasa sakit,dadanya terasa sesak,matanya panas gadis itu langsung berlari keluar dari dalam.
"Vir,Lo kenapa hei.?"tanya Zea yang mengelus punggung Davira.
"Gue tau,gue gak ada hak ze,tapi kenapa hati gue sakit banget."jawab gadis itu dengan terisaknya.
Zea menaikan sebela alisnya."Maksudnya gimana nih,si Dava apa Fatir apa Alvin ?"tanya Zea malah meledek.
Davira mengusap air matanya"Bukan Alvin sama Fatir."
"Jangan bilang si Dav dav ?"tebak Zea yang di Anguki oleh Davira."kenapa tuh cowok.?"tanya Zea Mengebuh.
"Lagi pelukan sama si Caper Alda."jawab cewek itu.
"Anjing,tuh cewek anak baru?, sialan tuh cewek Lo tenang Ajah biar gue yang kasih pelajaran."teriak Zea yang kesal lalu mengerjap-ngerjap "jangan bilang Lo cemburu.?"
"Gak usah lah ze,Elah gue gak mau ya cuman gara gara cowok berantem sama tuh cewek freak ."jawab Davira."gak tau gue.!"
"Oke fix Berati elo harus bales Vir biar si Dava tau diri."usul Zea yang membisikan di telinganya Davira gadis itu pun Memangguk.
Davira awalnya tidak mau tapi karena kepikir kejadian tadi,jadi lah gadis itu setuju dengan ide gilanya Zea,cewek itu tersenyum Sanggat manis sambil Manguk-Manguk mengerti yang di sambut senyuman oleh Zea.
****
Kini Pukul Sudah Menunjukan Jam 19.00.
Davira sedang duduk di depan balai desa sendiri,sambil Mengutak-atik Ponselnya
Gadis itu membuang nafasnya kasar,karena teringat kejadian tadi sore.
Huhftt....!!
Lalu Davira memejamkan matanya merasakan angin yang mulai berhembus di bagian wajahnya cantiknya.
Hingga ada seseorang mengagetkan nya dan membuat Davira terkejut lalu mengumpat.
"Dorrrr.!!"
Sontak gadis itu tersentak."Astaga,bikin gue kaget Ajah Ckk..!!"Ucap Davira lalu tidak lama berdecak.
"Fatir.!"
Fatir pun tersenyum,lalu kemudian duduk di samping Davira.
"Kaget ya ?"tanya Fatir sambil terkekeh.
"Ckk...!Bukan kaget lagi Jir.!jantung gue Mali hampir copot,gue masih mau kuliah Fatirrrr.!!"Omel Davira dengan wajahnya yang malah terlihat imut di di mata Fatir,lalu gadis itu kembali fokus ke layar ponselnya.
Sial kenapa imut banget si mukanya.
Tampa mereka berdua sadari, seseorang tampak memperhatikan mereka lalu menahan emosinya,kedua Tanggannya terkepal niatnya ingin menghampiri Davira,tapi malah melihat pemandangan yang di depan Matannya yang bikin sakit mata dan sakit jantung.
"Bdw,elo mau masuk jurusan apa ?"tanya Fatir kepada Davira .
"Kedokteran" jawab gadis itu, Davira lalu menoleh ke cowok di sampingnya."Kaloh elo ?"tanya balik Davira.
Fatir Memanguk lalu menunduk dan kembali Mendongak lalu menatap wajah Davira."Gue juga mau masuk kedokteran.!"jawabnya.
"Wih,sama kita.!"
Dari kejauhan seseorang dengan susah payah menahan emosinya Dava melangkah dan menghampiri mereka berdua yang sedang duduk bersampingan.
Cowok itu tiba tiba mencekal pergelangan Davira,cewek itu sedikit terkejut lalu menatap cowok itu yang terlihat memasang wajah dinginnya dengan paksa Dava menarik lengan Davira sampai gadis itu bangkit dari tempat duduknya.
"Aww..!"Davira Memekik Kesakitan karena Ulah Dava yang menarik lengan nya dengan paksa.
"Dav,elo apa apaan si,kasian Vira tangannya kesakitan."omel cowok bernama Fatir yang ingin membantu Davira sampai cowok itu juga bangkit dari duduknya.
"Bukan urusan Lo.!"jawab cowok itu dingin lalu kembali menarik lengan Davira agar menjauh dari Fatir.
Fatir hanya bisa memandangi punggung mereka semakin menjauh dan membuang nafanya kasar.
Siall.!
**
"Lepasin tangan gue!"ucap Davira yang berusaha menepis tanggan Dava namun tenaganya kala dengan cowok itu.
"GUE BILANG LEPAS,DENGER KAN LO GAK TULI.!LO KIRA GAK SAKIT HAH.?"
Dava tersentak Kaget karena mendengar ucapan Davira,lalu dengan berat hati cowok itu melepaskan cekalan Davira dari tangannya.
"Sorry.!"
"Sakit,Anjir..!"
"Mana yang sakit?sorry gue kebawa suasana.!"ucapnya.
Davira menepis lengan Dava dengan kasar sampai cowok itu tersentak kembali.
"Gak usah pegang pegang gue,jijik tau gak Tanggan Lo habis meluk si Caper.!"
Dava mengerutkan keningnya.
"Maksud Lo apa si.?gue gak ngerti."
Dava benar benar tidak mengerti apa yang di maksud oleh Davira,gadis itu mencibir.
"Meksed le epe si.?gewe gek ngerte.!"cibir Davira dengan menurut ucapan Dava.
__ADS_1
"Gue gak Suka Lo Deket si Fatir."
"Siape Lo hah?Kaloh elo boleh Deket Deket sama si Caper itu hah sampe meluk meluk dia gitu.?"
Astaga Dava baru sadar Kaloh yang di maksud Davira itu dirinya yang memeluk si Alda.
"Lo Salah paham vir,gue gak sengaja bisa meluk tuh cewek,dia kesandung pas posisi gue si depannya."
Davira kembali mencibir.
"Terserah Lo deh.!"
"Vir,gue sayangnya sama elo kenapa Lo pikir gue sayang tuh cewek."kata Dava yang mulai frustasi.
"Gitu ?"tanya Davira seraya meledek.
"Astaga,gue harus jelasin kaya gimana lagi sama Lo Vir."Cowo itu mengacak rambutnya.
"Gak usah di jelasin,lagi males berdebat gue gak ada tenaga buat berantem."
Davira ingin pergi dari hadapan Dava,baru ingin membalikan tubuhnya tapi pergelangannya di cekal oleh Dava kembali lalu agak menari sontak tubuhnya kembali menabrak dada bidang Dava cowok itu langsung mendekap tubuh mungil Davira,gadis itu tersentak menelan ludahnya susah payah,Davira mencium aroma parfum di tubuh Dava yang dia tau itu khas Dava.
Dava mengusap usap kepala Davira dengan lembut."maaf udah bikin salah paham,gue udah paling jujur gak ada niatan buat Deket sama tuh cewek suer ."
Hening..!!
"Maaf ya,gue sayangnya sama Lo Vir."
"Bohong,tadi gue liat Lo peluk peluk dan menikmati banget meluk tuh cewek."
"Astaga,elo cemburu ?"tebak Dava yang meledek Davira,pipi Davira langsung merona.
"Apaan si,siapa yang cemburu ?gak ya.!"elak cewek itu lalu mendorong tubuh Dava.
Dava terkekeh lalu kembali memeluk tubuh Davira.
"Lepasin Dav,isshh apaan si."
"Gak mau gue,lucu banget si Kaloh lagi cemburu."ledek Dava,sambil memeluk tubuh mungil Davira.
"Di bilang gak cemburu ya,elo kali yang cemburu."
Davira berontak ingin Melepaskan pelukan dari Dava tapi sayang sekali tenaganya kalah jauh oleh Dava.
"Emang gue cemburu,makanya jangan Deket Deket sama Fatir atau pun si Alvin mantan Lo itu."
"Dih,masnya oke.!"
"Gue emang oke kok,ganteng pinter lagi elo Ajah tergila gila sama gue."
"PD Gila Lo,lama lama gue pengen pergi jauh jauh deh dari Lo."
Sontak mata Dava langsung melotot.
"No,Lo gak boleh pergi jauh jauh dari gue."kata cowok itu yang semakin mengeratkan pelukannya .
"Dava iss,,kaloh elo masih Meluk gue kaya gini,gue bakalan pergi beneran ini."
Lalu Dava mengendorkan pelukannya lalu Menangkup Kedua Pipi Gembul Davira.
"Jangan Deket Deket lagi ya sama Fatir.?"mohon cowok itu.
"Harus banget ?"
"Harus lah,elo calon istri gue."jawab cowok itu dengan Pd-nya.
"Heh,enak banget Lo bilang gue calon istri Lo,belajar yang bener baru deh Lo."
"Nikahin Lo gitu ?"ucap Dava sambil tersenyum.
"Gak lah,kerja cari duit yang banyak."
"Oke,siapa takut."
"Ya udah,mulai sekarang janji jangan bikin gue kesel."
"Iya sayang janji."jawab cowok itu yang tersenyum mereka,Davira langsung mencibir dan memajukan bibirnya Dava yang melihat itu terkekeh pelan lalu mengacak rambut Davira pelan.
"Sayang gue banget ya Lo.?"tanya cewek itu iseng.
"Gak,elo kali yang sayang gue banget."elak cowok itu sengaja.
"Dih,yang tadi bilang jangan Deket Deket Fatir siapa,ya udah gue balik lagi deh ke Fatir."kata Davira yang ingin pergi tapi lagi lagi Dava mencekalnya.
"Enak Ajah,iya iya sayang banget sama Lo,janji ya nunggu gue."
"Gak mau."ledek Davira.
Dava melototkan kembali Matannya.
"Rese ya,di ajarin siapa si Hem."
"Gak ada."
"Jangan lucu lucu,gue nya gak kuat pengen nyosor."ucap Dava yang sengaja memajukan wajahnya.
Davira tersentak.
"Mesum.!"cibir Davira,Dava Mala terkekeh.
Ahkirnya mereka baikan.
***
__ADS_1