Posesive Sahabat

Posesive Sahabat
Rencana Kamping


__ADS_3

"E—Eh,I—Iya.!"Jawab Dava gugup.


"Padahal kalian cocok loh,semoga Kaka suka sama strawberry nya."ucap gadis kecil penjual Strawberry.


"Iya dek,ini uangnya makasih ya."kata Davira yang memberikan uang kepada penjual Strawberry.


"Sama-sama Ka."


**


Davira berlari mengejar kucing yang ingin hampir tertabrak tapi tiba-tiba.


"KYAAAAAA...."Teriak Davira sambil Mengendong kucing dan juga menutupi mukanya.


BRUK.


"AWwww..!"rintis Davira karena dengkulnya terasa peri dan sakit.


"Vir,lo gak papah.?"tanya Dava yang berlari menghampiri gadis itu yang sudah terjatuh ke aspal.


"Its oke,kucingnya berdara Dav."jawab Davira dan gadis itu memikirkan kondisi kucingnya yang agak lecek di bagian kakinya.


"Iya nanti kita Obatin,elo juga berdara lutut Lu vir."kata Dava yang melihat lutut Davira berdara.


"Gak papah,gini doang."


"Mata lo gini doang,tar infeksi kambing."


"Vir,Vira lo gak papah ?"panik seorang cowok,ya itu Alvin yang berlari menghampiri Davira.


"Apaan si,gue gak papah,lebay lo."Jawa Davira sinis.


"Gue Kawatir sama lo."kata Alvin lagi.


"Gini doang,tar juga sembuh."


Tida lama Dinda,dan Varel yang menyusul juga Kawatir.


"Vir,lo gak Vir ?kok bisa si lo kaya gini."tanya Dinda Kawatir.


"Gue gak papah,gini doang tar juga sembuh."jawab Davira.


"Gak papah gimana?ini berdara lutut lo anjir masih bilang gak papah lagi."marah Dinda yang matanya sudah berkaca kaca,Davira terkekeh.


"Lebay lo,ini cuman luka kecil Din gak usah Kawatir banget ya."


"Beneran gak papah lo vir ?"tanya Varel yang berdiri di samping kekasihnya yang sedang berjongkok.


Davira mengeleng."gak Rel,santai Ajah aman lah."jawab gadis itu tersenyum.


"Ayok gue bantu,gue Obatin juga lutut sama tangan lo."timpal Dava yang membantu Davira berdiri.


"Gue Ajah yang bantu vira."timpal Alvin yang ingin membopong Davira tapi tangannya langsung di tepis oleh gadis itu.


"Gak usah,ayok Dav Bantu gue."kata Davira,dan Ahkirnya Dava membopong Davira sambil membawa kucing di bekapanya.


"Kenapa lo kaya gini si Vir.?kenapa lu belum maafin gue."Guma Alvin dalam hatinya yang memperhatikan punggung gadis itu sudah menjauh,cowok itu membuang nafasnya kasar.


***


"mana yang lukanya ?"ucap Dava lembut."makanya jadi cewek jangan petakilan bisa gak ?"marah cowok itu tapi hanya sekedar Menegor cewek itu.


Davira hanya menunduk dan meringis menahan sakit di lututnya saat Dava menekan lukanya.


"Aww.....pelan pelan bogel,sakit Jir.!"teriak Davira karena kesakitan."punya dendam lu sama gue ?"tanya Davira kesal.


"Ala,Taee...tadi yang bilang 'Gak papah,gini doang' terus sekarang teriak sakit.!"cibir Dava sambil mengobati lutut Davira yang luka.


"Apaan si,Kaloh gak niat Obatin luka gue gak usah rese Dav."kata cewek itu galak.


"Kok jadi marah?"tanya Dava heran.


"Gak marah."jawab Davira.


"Itu marah."


"Apa si Dav,kok jadi kaya emak emak lo."kata Davira.


"Pala lo emak emak,masih sakit gak ?"cecar Dava,lalu cowok itu menanyakan masih sakit.


Gadis itu Mengeleng."gak kok,makasih ya."ucap nya yang di beri Angukan oleh Dava.


"Kaloh lo petakilan lagi,gue ceburin lo ke selokan."omel cowok itu.


"Jahat banget lo,eh Dav ini kucingnya tolong Obatin juga kasian tau,padahal dia lucu tapi kenapa di jalanan."gadis itu merengut,lalu menoleh ke arah kaki kucing terluka.


"Iya,sini gue Obatin,Udah selesai."


"Makasih Dokter Dava."ucap Davira riang.


"Sama sama,!"jawab cowok itu sambil mengacak rambut Davira pelan.


"Dan jangan kaya Gituin tar gue Meleyot gimana ?"


"Hah.?"


"Jangan manis manis tar gue Melting gimana.?"


"Ada ada ajah lo.!"kata Dava sambil terkekeh,Davira pun ikut Terkekeh.


Alvin tadi pamit kepada Dinda lewat chat,Dinda memberi tahu kaloh Alvin sudah pulang duluan,kini Tingal mereka berempat.


**


"Vir,gue boleh nanya gak ?"ucap Dava seraya bertanya.


"Nanya apa.?"tanya Davira.


"Alvin siapa si ?eh maksud gue elo sebelumnya udah kenal Alvin ?"Ahkirnya Dava bertanya soal Alvin setelah beberapa hari dia bertanya tanya di pikirannya.


Davira membuang nafas kasar."Masa lalu,lebih tepatnya mantan."jawab gadis itu sambil menunduk.


Dava sedikit tersentak,tapi cowok itu masih berusaha stay cool.


"Kenapa Putus ?kayanya Alvin masih sayang sama lo."


"Gak,lah itu cuman masa lalu gue,bukan urusan gue juga,ada lah sedikit masalah pas masih SMP dulu kan gue sempet pindah ke Bandung,putus karena dia lebih memilih Sahabtnya itu dari pada gue."


"Sahabatnya cewek cowok ?"tanya Dava.


"Cewek,dan lebih parahnya pas dia lagi jalan sama gue sahabatnya itu nelpon dia minta di jemput,dan apa yang dia lakuin padahal posisi dia lagi sama gue,dia malah Ningalin gue dia lebih milih jemput Sahabatnya itu yang Caper  kan aning banget."ucap Davira menceritakan dengan Mengebu,Dava Terkekeh Pelan.


"Mulut,ya mungkin Sahabtnya itu lebih penting kali,udah lah gak usah di pikirin lagian kan ada gue."kata cowok itu yang menasehati Davira sambil merangkul gadis itu.


Kok kesannya Davira yang mikirin ya padahal dia yang nanya.!


Davira memutar bola matanya malas.


"Dava...anjir bau lo ya ngapain si rangkul rangkul gue Iyuh.."omel gadis itu saat lehernya di Taru di ketiaknya.


Dava terkekeh sampai Dinda dan Varel datang sambil membawa cemilan dan minuman untuk mereka.


"Ada apa nih."tiba tiba Dinda dan Varel datang dan meledek mereka.


"Dava lepas gak.!"


"Gak mau."


"Dava,ih bau keringet Lo Ajis."teriak gadis itu sambil berontak Dava hanya terkekeh puas begitu juga dengan Dinda dan Varel mereka sudah ngakak.


"Gak mau Vira,gak bau gue wangi kok."jawab cowok itu enteng.


"Din,tolongin gue dari penderitaan ini plis tar gue teraktir makan ramen."bujuk gadis itu,tapi Dinda seperti tidak mendengarnya.





Pagi yang cerah seperti biasa —Davira Alvionita Audremon gadis cantik dan juga berprestasi berjalan di koridor SMA Lentera Bangsa sambil membawa beberapa buku di depannya,banyak yang menyapa dia dan di balas dengan senyuman.


"Vir,tar latihan gak ?"kata salah satu temannya yang baru sajah menghampiri gadis itu.


"Latihan dong."jawab Davira sambil berjalan.


"Oke deh,sampe tektemu istirahat vir."ucap temannya itu yang di beri Angukan oleh Davira lalu temannya pergi meninggalkan Davira.


Gadis itu masih berjalan keruangan guru dengan membawa buku buku di depannya.


Sesampainya di ruang guru gadis itu masuk dan memberikan buku buku tersebut Lalu keluar kembali.


**


Di kelas sudah ramai,Davira melangkah masuk kedalam kelasnya dan duduk di bangkunya.


"Vir,masa ada anak baru lagi.!"kata Dinda Hebo.


"Terus ?"


"Tapi kali ini cewek anjir.!"kata Dinda lagi."katanya si pindahan dari Bandung juga."sambungnya Mengebu.


"Biarin lah Din,Hebo banget gue her—"belum sempat Davira menyelesaikan ucapannya Dinda sudah memotongnya.


"Heran ya bukan Herman plis."


"Iya iya."jawab Davira terkekeh.


Tiba tiba ada seseorang yang menempelkan susu kotak rasa coklat yang dingin di pipinya gadis itu,sontak Davira menoleh.


"Eh,thanks Dav dav ku."ucap Davira riang.


"You Welcome Vir vir ku hahah."jawab Dava juga ikut ikutan,Dinda yang melihat itu ingin sekali menghujat.


"Uwekk..jijik gue.!"kata Dinda yang seraya ingin muntah.


"Iri Ajah lo,anaknya orang."ledek Davira sambil menjulurkan lidahnya.


"Din nih,di titipin dari Varel."ucap Dava yang memberikan susu rasa Vanilla kepada Dinda,gadis itu pun mengambilnya dan tersenyum.


"Aaaaa...ayank gue emang paling baik sedunia plus pengertian lagi."celoteh Dinda dengan lebay,Davira yang menyedot susunya pun kaya ingin muntah.


"Alay lo kambing."


"Bodo amat."


"Vir lo ikut Camping gak ?"tiba tiba Dava menanyakan itu kepada Davira.


"Ikut,udah izin juga sama mama."jawab gadis itu.


"Asik lah,ini mah pasti bakalan seru nih."celetuk Dinda.


"Kenapa gue punya temen kaya lo ya Nyet."kata Davira seperti meledek Dinda.


Tidak lama guru masuk dan membawa murid baru.


"Pagi anak anak."sapa pak Harto.


"PAGI PAK.!"Jawab mereka serempak.


"Hari ini sebelum bapak mulai pelajaran,kita bakalan kedatangan murid baru lagi."


"Cewek apa cowok pak ?"tanya salah satu murid cowok.


"Cewek."jawab pak Harto.


"Wow,cewek guys cantik gak ya."


"Ayok nak,masuk."perintah pak Harto yang menyuruh murid baru masuk.


Murid baru yang katanya perempuan itu pun masuk kedalam kelas dengan berjalan angun,semuah murid memperhatikan itu sampai Alvin memutar bola matanya ke atas malas,begitu juga dengan Davira merasa terkejut melihat sosok gadis berambut sebahu masuk kedalam kelasnya.


"Halo..nama gue Alda Risma,gue pindahan dari Bandung,karena orang tua gue pindah ke jakarta jadi gue harus pindah juga,semoga kalian bisa Nerima gue."ucap Alda panjang lebar memperkenalkan dirinya dan tersenyum manis,Davira seperti ingin muntah melihat itu.


"Alah Caper.!"Guma Davira pelan.


"Hai...Alda Nama gue Hans."celetuk salah satu murid bernama Hans yang menyapa Alda,Alda pun tersenyum manis.


"Ya sudah,Alda duduk di belakang nya Vira ya."ucap pak Harto yang menyuruh Alda untuk duduk di belakang Davir, Alda pun Memanguk dan berjalan melewati Davira dan tersenyum sinis saat melewati gadis itu.


Mata pelajaran pun sudah di mulai oleh pak Harto.


***


Jam istirahat sudah tiba.


Dinda menghampiri Davira yang di ekor oleh Zea tidak lupa juga dengan Dava yang merangkul pungunh gadis itu keluar dari dalam kelasnya berjalan mengarah kantin.


"Vin,gue sengaja loh pindah di sini Karena lo."ucap Alda yang ambil posisi duduk di samping Alvi.


"Bukan urusan gue."ketua cowok itu dan beranjak,namun tangan nya di cekal oleh Alda.


"Vin,gue beneran minta maaf soal waktu itu,tapi beneran Vin gue sayang sama lo."ucap Aldi lagi.


"Dan lo,selama ini menipullasi ?dan selama ini elo jelek jelekin Vira demi elo bisa dapetin gue ?"cecar Alvi gadis itu tersentak."gue gak nyangka elo sejahat itu,gak usah Deket Deket gue lagi."sambungnya dan pergi meninggalkan Alda sendiri di kelas yang masih mematung memandangi punggung Alvin yang semakin menjauh.


"Liat Ajah,gue bakalan rebut itu semuah dari elo cewek murahan."Guda Alda dalam hatinya dan tersenyum Sirmik.


Ya gadis bernama —Alda Risma sahabat Alvin yang sudah merusak hubungan nya dengan Davira gadis yang pernah menjalani hubungan bersama Alvin.


***


Seorang gadis sedang mengganti baju di ruang ganti,setelah selesai Menganti baju Davira berjalan keluar dengan rambut di kuncir kuda.


"Vir,lama lo udah di tungguin sama pak Gio."ucap salah satu temannya.


"Ckk..sabar kenapa Mel gue baru kelar ganti baju."jawab Davira dengan berdecak,sambil berjalan melangkah ke lapangan.


Davira dan yang lain pun sudah bersiap siap untuk latihan poli,dari kejauhan terlihat segerombolan anak cowok yang sedang bermain basket pun menoleh ke arah para cewek yang sedang latihan poli.


"Dav dav liat deh si Vira makin lama makin cantik anjir gak paham lagi gue."Sengol Kafa yang menujuk ke arah gadis cantik yang di kuncir kudang sedang sibu memukul bola.

__ADS_1


"Lah,iya anjir cakep bener,Gerecep Dav tar di sabet sama dedemit tau rasa lu."celoteh Rio juga mengompori.


"Ckk,apaan si lo pada."omel cowok itu melengos tapi Matannya menatap gadis itu.


"Kaloh gak cepet cepet lo bakalan kalah star Mali."timpal Varel yang di setujui oleh teman temannya,Dava hanya diam.


Dari sudut lain terlihat seorang cewek yang memperhatikan itu tidak suka.


"Alah,cewek murahan Ajah di liatin.!"komenya tidak suka.


**


Keesokan harinya di mana ada seorang dokter yang akan meriksa mereka yang akan pergi kamping.


"Vir,kelapangan yuk di suruh Bu Lala kita di periksa kan Kamping 2 hari lagi."ucap Zea yang mengajak Davira.


Gadis itu pun manguk dan keluar dari dalam kelasnya.


Ketika dekat lapangan Davira tersandung kkinya sendiri gadis itu hampir Tersungsep ke bawah tapi ada seseorang yang menahannya.


"VIRA..!!"teriak kedua Tenam-nya itu sambil menutup mata.


"Kamu gak papah ?"tanya seseorang yang membantu Davira,sontak gadis itu mendongak lalu membenarkan diri.


"Eh, Sorry dok gak sengaja."ucapnya.


"Gak papah,nama kamu siapa ?"tanya dokter muda itu.


"Davira dok,Pangil Ajah Vira."jawab Davira tersipu malu.


"Pangil Ajah Ka Haikal,Vira kelas berapa ?"ucap dokter bernama Haikal itu,yang di beri Angukan oleh Vira,lalu dokter Haikal menanyakan kembali.


"Kelas 12 ka."jawabnya.


"Berati yang ikut Kamping ya ?"tebaknya yang di beri Angukan oleh Davira.


"Vir,lo gak papah jantungan gue,hobi banget Jatoh."omel Dinda,tapi juga Kawatir.


"Heheh,sorry ya Bestie."Cengir gadis itu,dokter bernama Haikal pun jadi terkekeh di buat olehnya.


"Ya sudah,ayok kalian pasti mau di periksa kan kesehatannya."ucap doket muda itu ya g di Anguki Oleh ketiga gadis itu,mereka berjalan menuju tenda di pinggir lapangan dari kejauhan segerombolan anak laki laki pun ikut Hebo.


"Dav dav,anjir gue bilang apa noh liat gebetan lo di godain sama dokter muda itu,kalah saing lo."Sengol Kafa yang memberitahu dava Kaloh dokter seperti ingin mendekati Davira.


"****."umpatnya.


"Haredang haredang haredang panas panas panas.!"celoteh Rio seraya bernyanyi dan di ikuti oleh yang lain meledek Dava yang kepanasan.


"Sabar bro,cuman mau periksa gak macem macem tuh dokter."kata Varel yang berusaha untuk menenangkan Dava.


Sedangkan yang lain sudah Hebo meledek dava yang sedang kebakar api cemburu.


***


Seorang gadis cantik berjalan di belakang taman halaman sekolah gadis itu menghampiri segerombolan anak laki laki yang sedang ngisi waktu istirahatnya di Sanah.


"Yo,Dava mana ?"tanyanya pelan.


"Eh,neng Vira nyari AA Rio apa Aa Dava nih."bulan Rio yang menjawab melainkan Kafa yang meledek Vira.


Gadis itu memutar bola matanya ke atas malas.


"Berisik Roma kelapa.!"skakmat Kafa langsung kicep yang lain tertawa puas.


"Tuh anaknya di belakang vir,lagi galau dia."tunjuk Rio yang memberitahu Davira.


"Thanks."


Gadis itu berjalan menuju sosok cowok yang sedang berbaring di bawa pohon mangga yang besar dengan melipatkan kedua tanggannya di dadanya.


Gadis itu menempelkan minuman bersoda yang dingin di pipinya sontak cowok itu terkejut dan membuka mata nya lalu bangkit dan membuang muka seakan tidak ingin melihat gadis itu,merasa aneh gadis itu menaikan alisnya sebelah.


"Lo,kenapa Dav lagi galau ?"tanya Vira merasa aneh dengan shabatnya nya itu.


"Gak.!"jawab jutek.


"Ya Elah,galak bener bang?lagi Pms lo ?"ujar Daira yang tidak terima.


"Ngapain ke sini,mending sana sama gebetan lo itu."ucap Dava yang mulai kesal,Davira pun mengnyit.


"Gebetan apa anjir,lo lagi sakit ya.?"


"Pake amnesia segala lagi lo,si dokter muda itu,Engak gue sehat tuh."omongnya yang juga agak sedikit jutek.


Davira semakin bingung."Lagi ada yang panas hati vir,lo di godain sama dokter muda itu loh,!"celetuk Kafa tanpa dosa.


Davira tersentak."gimana gak Cembukur orang dokternya Ajah ganteng banget gila.!"timpal Varel juga mengompori.


"Ckk..Bacot lo semuah.!"umpatnya sambil berdecak sebal kepada teman temannya.


"Elo cemburu sama dokter Haikal ?"tanya Davira masih santai.


"Namannya ajah inget,pasti udah tukeran nomor."sindir cowok itu.


"Nomor apa si Jir,ya ampun Dav Dav gue lo lagi Kesambet apa si hah.?"tanya Davira sambil Menangkup Kedua Pipi Dava."gue cuman di periksa doang sama ka Haikal gak lebih."sambungnya seraya menjelaskan kepada cowok itu.


"Mangil nya Ajah udah Kaka nih,awas Dav yang dewasa semakin di depan loh."celoteh Fatir yang langsung di sambil pakai botol plastik kepalanya yang lain pun ikut terkekeh.


"Udah dong ngambeknya gue minta maaf deh."ucap Daira yang memohon dan Expresi Wajah nya seimut itu gimana Dava tidak Meleyot.


"Hem."cowok itu Berdehem dan tetap stay cool.


Teman temannya itu langsung tertawa puas.


***


Kesempatan emas."Kaloh gue jadi elo.!gue gak akan sia siain kesempatan ini."bisik Rio di daun telinga Dava seperti mengompori.


"Ck....Mending Elo enyah Yo.!"Dava berdecak kesal menatap temannya itu yang sedari tadi mengoceh,kepala Dava seperti ingin pecah rasanya mendengar ocehan dari mulut Rio.


Davira menghampiri Dava yang sedang mengobrol dengan teman temannya.


Salah satu dari teman Dava bernama Fatir itu mengobrol dengan Davira,gadis itu ada sebabnya kenapa bisa mengobrol bersama Fatir karena Dava sedang mengobrok dengan salah satu guru,Dava yang melihat itu tidak suka.


"Buruan Vira.!"teriak Dava dengan wajah kesalnya.


"Kenapa si Dava mukanya serem banget,udah kaya mau Nelen orang anjir.!"Cibir Fatir yang ngeri melihat perubahan wajah temannya itu,Davira Terkekeh.


Davira tertawa pelan."gak tau gue,lagi Pms kali.!"jawab Davira sambil terkekeh.


"Kayannya si Vir,ya udah sana samperin anaknya gue takut tar jadi samsak dia lagi."ucap Fatir lalu menyuruh Davira untuk mengejar cowok itu yang sedang mode ngambek.


"Ya udah Byee tir,gue duluan.!"pamit Davira yang juga berlari menghampiri Dava yang lagi ngambek.


***


Hari di mana kampung di adakan sudah tiba murid kelas 12 bersiap siap di lapangan sambil menunggu aba aba dari guru untuk masuk kedalam mobil bus.


"Sebelum kita berangkat,kita terlebih dahulu beroda dengan agamanya masing masing,berdoa di mulai."ucap pak Harto yang memimpin doa.


Setelah berdoa.


"Baik,masuk bus hati hati ya dan sesuai jurusan kalian."ucap pak Harto menyuruh mereka masuk kedalam bus.


Di dalam bus..


"Vir..duduk Sama gu—."belum selesai menyelesaikan ucapannya Dinda,sudah di potong oleh seseorang.


"Vira duduk sama gue !"potong Dava yang sudah ambil posisi duduk di samping Davira,gadis itu masa bodo sedangkan Dinda memutar bola matanya ke atas Jenga dan mencibir.


"Udah gak usah cemberut,duduk sama gue Ajah."timpal Zea yang merangkul bahu Dinda.


Ahkirnya Davira duduk bersama Dava,Dinda duduk bersama Zea,Alvin cowok itu lebih memilih duduk sendiri di pojokan.


Bruk.!


Tubuh Alda jatuh di pangkuan Dava,cowok itu tersentak Kaget begitu juga dengan Davira dan yang lain,Davira Mecibir Pelan.


"Eh.sorry gue gak sengaja kesandung kaki gue sendiri."ucap Alda tersenyum manis.


"Enyah lo dari Dava!jijik gue liatnya."Cibir Davira yang mendorong paksa tubuh Alda,sampai gadis itu mengumpat,sedangkan dava tersenyum.


"Kenapa si Lo kok sensi banget sama gue hiks,salah gue apa ?"ucap Alda drama,Davira memutar bola mata nya malas.


"Alah,gak usah akting deh,gak mempan udah jauh jauh lo dari Dav dav gue.!"usir cewek itu galak.


Alda pun pergi kebelakang walaupun hatinya masih kesal.


"Kenapa lo Senyam senyum.?"tanya Davira bingung.


"Hah.?gak lagi seneng ajah gue."jawab cowok itu sambil tersenyum.


"Orang gila.!"cibir Davira lalu memakai headphone berwarna putih dan menyenderkan kepalanya di belakang kursinya.


***


Sekitar Beberapa Lama di perjalanan mereka Ahkirnya Samapi di puncak di mana mereka bakalan adakan Kamping.


"Baik anak anak kalian bisa bikin tenda di sini ya."ucap Bu Ulfa yang Menujukan lokasi yang akan menjadi Kamping untuk mereka.


"BAIK BU..!"Jawab mereka semuah.


Mereka pun sibuk dengan memasang tenda masing masing begitu juga dengan Davira,Dinda,dan Zea yang sibuk membangun sebuah tenda.


"Tarik ze..iya tahan biar gue pukul."ucap Dinda.


"Din..udah belum Lama ni."celoteh Zea sebal .


"Sabar Jir,susah nih."jawab Dinda,sambil fokus memukul mukul kayunya.


"Sini Din biar gue Ajah."timpal Davira yang mengambil ahli.


"Ck..nih susah bener Anjay.!"Dinda berdecak sebal karena tidak kelar kelar,tapi memberikan kepada Davira.


"Elonya lemah.!"cibir Zea.


"Ckk..bacot lu ze.!!"balas Dinda.


Sekitar beberapa menit Ahkirnya selesai mereka membangun sebuah tendanya.


"Selesai..!Din ze habis ini kita mau ngapain lagi ??"ucap Davira tersenyum dengan kemenangan Karena kerjanya tidak sia sia.lalu gadis itu menoleh ke arah dua temannya dan seraya menanyakan.


"Cari kayu bakar,sama ambil air.!"jawab Zea yang di setujui oleh Dinda.


"Kuy..lah!"timpal Dinda yang mengajak kedu temannya itu.


"Bentar,beresin dulu njir ini.!"omel cewek itu,kedua temannya pun cekikikan tapi tetap membantu.


"Bener lo Din,biar bersih jadi gak kata otak lo."timpal Zea yang meledek Dinda,cewek itu mencibir dan mendorong kepala Zea pelan,Davira pun terkekeh.


Lagi berjalan ingin mencari kayu dan air tiba tiba ada seseorang yang menghadang mereka.


"Vir..bisa ngomong sebentar ?"ucap Alvi,ya yang menghadang mereka adalah Alvin mantan kekasih Davira dulu pas mereka masih SMP.


"Kalian Duluan Ajah,tar gue nyusul."printah Davira kepada dua temannya,mereka pun Memanguk dan pergi meninggalkan Davira dan Alvin.


"Mau ngomong apaan ?"tanya cewek itu Tampa basa basi.


"Sebelumnya gue minta maaf,walaupun mungkin udah terlambat,gue sebenernya gak tau Kaloh si Alda itu naksir gue dan bikin semuah ini jadi berantakan."ucapnya.


"So?"tanya cewek itu santai.


"Gue mau minta maaf sama lo,gue bakalan jauhin lo habis ini."ucapnya lagi dan ingin pergi tapi Davira memangilnya.


"Al..?"pangilnya,sontak cowok itu pun membalikan badannya."gue udah maafin Lo.!"sambungnya.


Cowok itu tersenyum dan langsung memeluk tubuh Davira,dan Davira pun membalas pelukannya.


Di sisi lain ada seorang cowok yang memperlihatkan mereka berdua dan Mengepalkan Tangannya lalu berdecak kesal.


"Argggghhh..****."teriak cowok itu sambil menonjok pohon besar sampai tangannya berdara.


**


Davira berjalan menghampiri tenda Dava dan teman temannya sambil membawa cemilan.


"Hai.!nih."sapa cewek itu sambil tersenyum dan memberikan cemilan kepada Dava,cowok itu hanya diam,mata Davira tertuju Tanggan Dava yang terluka.


"Eh.mali tangan lo kenapa ?"tanya cewek itu panik,sambil merai tangan Dava.


"Gak usah pedulikan gue.!"jawab cowok itu galak.


"Lo,kenapa si hah ?"tanya Davira binggung.


"Udah,Sanah sama mantan tersayang Lo itu.!"ketua cowok itu mengalihkan pandangannya kelain arah.


Davira baru paham Kaloh Dava melihat dia lagi mengobrol bersama Alvin tadi.


"Ya...ampun Lo liat ?"tanya cewek itu.


"Liat lah,pake peluk pelukan segala alah basi.!jawab Dava sambil mencibir,Davira tertawa pelan.


"Gue,gak ada apa apa lagi sama dia Dav,tadi dia cuman mau minta maaf doang,udah gak lebih."ucap Davira memberitahu sebenarnya kepada Dava.


"Bukan ururan gu—"belum selesai menyelesaikan ucapannya Dava tersentak apa yang di lakuin oleh Daira.


Cup.!


Davira mencium pipi Dava sekilas cowok itu benar benar terkejut apa yang buat oleh sahabat nya itu cowok itu masih mematung dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"Gue tau perasaan lo Dav.!"ucap Davira menebak perasaan Dava,cowok masih bungkam.


"Tapi,jangan sekarang gue,nanti gak konsen buat UAS Dav."sambungnya.


Cowok itu pun membalikan tubuhnya menatap wajah gadis cantik itu dan menangkupnya kedu pipi Davira.


"Gue bakalan nunguin Lo Vir Samapi kapan pun."kata cowok itu sambil tersenyum lalu memeluk tubuh Davira dengan hati yang lega,gadis itu awalnya tersentak tapi tidak lama membalas pelukan Dava.


Di sisi lain seorang cewek yang melihat itu tidak suka.


"Awas Ajah lo cewek sialan."ucapnya lalu pergi dari sana.

__ADS_1


Malam pun tiba tiba tiba Davira merasa ingin buang air kecil dia membangunkan kedua temannya tapi mereka tidak menggubris nya mereka masih terlelap dalam tidurnya.


Ahkirnya Davira memutuskan untuk pergi sendiri ke toilet dekat ujung hutan,walaupun hatinya merasa takut tapi karena kebelet ingin buang air kecil jadi cewek itu memberikan diri untuk pergi ke toilet.


"Ahh..lega juga.!"ucapnya dan ingin membuka pintu kamar mandinya tapi tidak bisa di buka.


BRAK..


BRAK..


BRAKK.


"****,kok gak bisa di buka gak bawa hp lagi gue,mama tolongin Vira,Dava plis tolongin gue hiks..gue takut hiks."ucapnya sambil terisak di dalam kamar mandi itu.


Di luar ada seorang cewek yang tersenyum Sirmik dan puas.


"Mampus Lo,cewek sialan makanya jangan sok kecakepan,cakepan gue kemana mana.!"ucapnya dengan rasa Pd-nya dan cewek itu langsung pergi dari Sanah meninggal kan Davira sendiri di dalam kamar mandi yang gelap itu.


***


Di tenda.


"Din Dinda bangun Jir,Vira mana ?gak ada anjir."ucap Zea Hebo yang juga membangun kan Dinda gadis itu pun terbangun karena mendengar ucapan Davira hilang.


"What ??Vira lo kemana si,udah malem gini.!"kata Dinda yang Prustasi.


"Gue tadi denger,dia mau ke toilet tapi karena gue ngantuk banget jadi gak ambil pusing deh."


"Si anjir,terus sekarang gimana kita mati ini sama si Dava mati lah kita?"celoteh Dinda hebo.


"Ya udah lah,kita kasih tau Dava Ajah biar kita cari bareng bareng."usul Zea Ahkirnya Dinda pun Memanguk.


Merek keluar dari dalam tendanya dan berjalan menuju tenda Dava.


"Dav,Dava bangur woy."Pangil Zea.


"Yank bangun bantuin yank Vira gak ada di tenda."timpal Dinda yang membangunkan kekasihnya dan menyebut Kaloh Davira hilang,sontak Dava langsung terbangun.


"Apa ?lo bilang tadi ?Vira ilang ?kok bisa ?"tanya cowok itu ikutan panik.


"Santai bro,tanya nya pelan pelan Anjir."timpal Varel yang menenangkan Dava agar tidak emosi."coba yank gimana bisa Vira ilang ?"tanya Varel.


"Kata si Zea,Vira mau ke kamar mandi mau pipis tapi dia kebo gak bangun jadi Vira sendiri perginya."jawab Dinda Jujur,Dava pun mengacak rambut nya Prustasi.


Dava bangkit dari tempat duduknya.


"Lo mau kemana ?"tanya Varel.


"Cari Vira lah anjing.!"jawab cowok itu sudah emosi.


"Tunggu Dav gue ikut."ucap Varel.


"Yank ikut."Pangil Dinda.


Mereka pun berjalan melewati hutan dan sekitar beberapa lama di hutan menuju toilet Ahkirnya mereka sampai di depan toilet yang Sanggat gelap,hujan pun turun.


"Coba Dav,toiletnya ketutup itu."ucap Dinda yang menujuk toilet yang tertutup.


Dava pun mendekat yang di ekor oleh Varel,Dava membuka pintunya tapi tidak bisa terbuka seperti ada yang menguncinya,cowok itu Menobrak Pintu-nya dengan beberapa kali dan Ahkirnya pintu terbuka mereka melihat sosok gadis yang dia cari yang Bergeletak tidak sadarkan diri.


"VIRA."Pangil Dava panik dan langsung membopong tubuh Davira keluar dari dalam sana.


"Ya ampun vir,siapa yang lakuin ini semuah sama lo."kata Zea yang juga Kawatir.


"Yank..Vira Baik baik Ajah kan."ucap Dinda yang merasa bersalah.


"Kamu tenang Ajah,Vira cewek kuat dia hanya shock Ajah."kata Varel yang mengusap lembut punggung kekasihnya itu.


Dava membawa tubuh Davira yang tidak sadarkan diri di dekat tenda tidak lama guru menghadapi mereka.


****


Dava sudah membawa Davira ke dekat tenda dan meletakkannya berhati hati,ada rasa kesal dan juga Kawatir dengan gadis di hadapaannya yang masih tidak sadarkan diri.


"Dav,Vira Kenapa.?"tanya Bu Ulfa salah satu guru mereka.


Pingsan lah Bu ga liat apa .!


"Pingsan Bu,tadi di toilet dekat hutan."jawab Dava seraya memberitahu.


"Coba,pakai ini Dav olesin ke keningnya sama di Taru di dekat hidungnya."perintah Bu Ulfa yang memberikan minyak kayu putih ke Dava,cowok itu pun mengambilnya dan langsung Memakaikan ke kening dan hidung Davira.


"Vir,bangun dong..jangan bikin gue Kawatir."Liri Dava yang memandang wajah Davira yang masih tidak sadarkan diri.


"Gimana dong Kaloh Vira gak bangun juga.?"celetuk Dinda.


"Mulut Jir,doa lo yang baik baik bisa gak Din.!"marah Zea yang menoyor kepada Dinda pelan.


"Gue takut Ajah Zeze,lo liat Ajah si Dav dav udah balurin minyak kayu putih Ajah gak sadar sadar."


"Ya tetep ajh elo harus doa yang baik baik.!"


Lagi menunggu Davira sadar tidak lama Alvin dan Fatir datang dan di ekor oleh Rio dan Kafa sangking paniknya dua cowok itu langsung mendorong tubuh Dinda dan Zea agar menjauh dari Davira.


"Ya Elah,Tir lo bisa gak gak usah dorong dorong.!"amuk Zea yang melipat kedua Tanggan-nya dan berdecak.


"Eh,sorry Ze gue gak sengaja.!"jawab cowok itu,Zea memutar bola matanya ke atas malas.


"Vira kenapa Dav ?"tanya Alvin panik yang di ikuti oleh Fatir berjongkok.


"Pingsan di toilet.!"jawab singkat Dava sebenarnya malas menjawab.


"Kok bisa si.?"kali ini Fatir yang bertanya.


"Kaloh lo nanya Dava? Dava nanya Sama siapa hah.?"ketus Zea.


Teman temannya Hebo Cekikikan.


"Gue nanya Dava bukan nanya Lo.!"


"Bodo amat.!"


Ketika Alvin ingin memegang dahi Davira cowok yang di hadapannya sudah mulai menatapnya tidak suka dan langsung di tepis tanganny.


"Gak usah Lo,sentuh Vira.!"ketus Dava yang sudah berasil menepis tanggan Alvin.


Penghuni yang berada di Sanah tercengang mulut Dinda terbuka dan melongo Zea yang melihat itu langsung menyumpel dengan roti yang di tangannya.


Hap.!


"Mamam tuh,makanya mulut mingkep Din untung Roti yang masuk Kaloh kecoa gimana Loh.!"celetuk Zea seakan tidak bersalah.


Dinda mencibir yang langsung di tenangin oleh Varel kekasihnya.


"Mau ngapain Lo ?"tanya Dava sambil menatap Alvin tidak suka.


"Ckk...Gue mau tau keadaan Vira.!"kata Alvin yang berdecak.


"Gak perlu,udah ada gue.!"jawab cowok itu dengan menatap Alvin dengan tatapan tajam.


Ukuukk..


Ukuukk..


Kelopak mata Davira perlahan terbuka diam diam mengerutkan dahinya melihat di sekelilingnya.


Gadis itu meringis kecil,sambil memperbaiki posisinya menjadi duduk.


"Aaa..shukur Lo udah bangun vir."celetuk Dinda yang bahagia,begitu juga dengan Zea.


"Lo Gak papah Vir.?"Tanya ketiga cowok di hadapannya barengan,Dinda tersenyum jail sedangkan Zea masih meresap apa yang dia lihat,Kaloh di tanya Rio,Varel,dan Kafa sudah Cekikikan melihatnya.


Senyum ketiga cowok itu langsung luntur ketika melihat wajah Davira yang memasang wajah datar.


"Vira.!"Pangil Dava dengan suara seraknya dan menatap Davira dengan tatapan sulit di artikan.


Davira engerjap ngerjap Matannya melihat sekilas sekelilingnya dengan mengekpresikan cengo seraya baru sadar Kaloh di hadapannya itu Cogan semuah.


Davira melihat ekspresi wajah dingin dan tidak sukanya Dava yang menjadi membuat Davira menelan luda susah payah.


"Emm,Anu...kalian ngapain di sini ?"Davira Mengaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa aneh melihat ketiga cowok di hadapannya itu.


"Gimana keadaan Lo Vir.?"bukan menjawab Fatir malah balik bertanya.


"Aaah,gue gak papah kok,santai.!"jawab gadis itu dengan canggung.


"Apa perlu ke rumah sakit.?"kali ini Alvin yang menanyakan lagi lagi Gadis itu mengeglengkan kepalanya.


"Gak perlu.!"jawab seadanya Davira.


Davira melirik ketiga cowok itu dan."Eung...Kalian Engak istirahat.?"tanya Davira sambil Mengaruk tengukannya yang tidak gatal."kalian emang gak ngantuk.?"


"Engak.!"jawab mereka cepat.


"Oh..gitu ya.?"gadis itu tersenyum canggung.


Merasa Prustasi gadis itu melirik Zea seraya meminta tolong kepada temannya agar dia bisa lepas dari ketiga cowok di hadapannya,untung Zea mengerti dan langsung sigap dan berjalan lalu agak mendorong tubuh Fatir dan Alvin.


"Permisi permisi sorry nih ya Abang Abang vira-nya butuh istirahat,kalian juga harus istirahat."


Zea langsung membantu Davira agar menjau dari ketiga cowok itu dan di ikuti oleh Dinda,sedangkan ketiga cowok itu Memandangi Punggung Davira semakin tidak terlihat.


Dava yang melihat Davira sudah tidak ada di Sanah langsung pergi begitu Sajah yang langsung di ekor oleh Rio,Kafa,dan juga Varel.


Dari kejauhan ada seorang perempuan yang mengepalkan tangannya karena melihat Davira selamat dan juga di Kawatirkan oleh cowok cowok.


"Sialan tuh cewek,pake pelet apa si sampe sampe semuah cowok peduli sama dia.!"Ucap gadis itu yang menatapnya tidak suka.


***


Terlihat Seorang Cowok duduk di depan tendanya dan juga sambil menatap langit malam ini yang terlihat banyak bintang-bintang,cowok itu mendesah berat dengan bibir tanpa dia sadari maju,dan berdecak dia adalah —Dava Alviansyah Wijaya.


"Kok,belom tidur.?"tanya seseorang yang baru datang,sontak Dava menoleh agak sedikit Mendongakan Kepala-nya agar bisa melihat sosok itu yang berdiri sambil tersenyum manis.


Dava jadi tersentak,"hah,kenapa .?"


"Elo,kenapa belom tidur Dava Alviansyah Wijaya.?"


"Belom ngantuk.!"jawab Dava seadanya.


"Sama gue juga belom ngantuk."kata gadis bernama Davira yang ambil posisi duduk di samping Dava.


Dava hanya bisa tersenyum tipis,dan kembali melihat langit malam ini yang juga Sanggat indah apa lagi di samping Dava ada Davira.


"Makasih,ya Elo udah nolongin gue."ucap Davira yang melirik Dava lalu tersenyum.


Dava Memanguk cepat."iya sama sama."jawab Dava yang menahan senyum.


Daira kembali tersenyum dan menatap langit malam,kedua sudut bibir Dava tanpa dia sadari tertarik ke samping membentuk senyuman tipis saat dia melihat Gadis di sampingnya tersenyum.







Keesokan harinya Davira sudah bangun terlebih dahulu di banding kedua temannya,gadis itu membangunkan kedua temannya agar bersiap siap mandi karena bakalan ada kegiatan setelah sarapan.


"Ze,Din bangun udah siang.!"ucap Davira yang membangunkan kedua temannya.


"Eumm,, Howamm...jam berapa Jir.?"tanya Dinda yang mengucak ngucak matanya.


"Jam 6 kurang,ayok kita Siap-siap jam 7 kita bakalan di ajak ke desa penduduk dekat sini."jawab Davira,lalu gadis itu memberitahu kedua temannya agar bersiap siap.


"Ayok.lah Kaloh bukan dapat nilai gue ogah sumpah."celoteh Dinda sambil bangkit dan membawa handuk,kedua temannya hanya Mengelengkan Kepala-nya.


Mereka keluar dari dalam tenda dan berjalan melewati tenda Dava dan teman-teman yang lain.


"Vir.?"Pangil Dava.


"Ya Dav."


"Mau kemana ?"tanya cowok itu basa basi,bohong banget Dava tida tau Kaloh Davira akan mandi karena dia melihat gadis itu dan kedua temannya membawa handuk dan pelaratan mandi.


"Helooo...Dav Dav ganteng ganteng kok oon ya,Lo liat nih kita bawa anduk sama sabun ya mau ngapain mau nyalon kita hah."celoteh Dinda seakan tidak menyakitan perasaan orang.


"Gue gak nanya Lo."


"Udah udah,mau ke kamar mandi Dav,duluan Dav."jawab Davira tersenyum sambil menarik tangan Dinda yang Kaloh di diamkan pasti bakalan panjang urusannya.


"Iya,hati hati."ujar Dava yang masih memandangi punggung Davira semakin menjauh.


Sekitar pukul 06.30 semuah murid Bersarapan terlebih dahulu sebelum menyelesaikan kegiatan setelah ini.


Davira duduk di samping Dinda dan juga Zea mereka lagi menunggu mie nya matang tiba tiba ada seseorang yang membawa sandwich dan di berikan ke Davira gadis itu mengerutkan keningnya lalu menatap orang yang memberikan sandwich itu.


"Dav,kok kasih ke gue ?"tanya Davira bingung."gue kan lagi mas—"belum selesai menyelesaikan ucapannya Dava sudah memotongnya.


"Mie gak bagus,makan itu Ajah,gue yang bikin sendiri."potong Dava sambil menaru tempat sandwich di tangan Davira.


"Elo,gak makan ?"tanya Davira sambil membuka tutup tempat makan yang berisi sandwich


"Tadi udah,Lo makan Ajah biar kenyang."jawab cowok itu.


"Buat gue gak ada Dav.?"celetuk Dinda yang tidak tau malu.


"Engak,minta Ajah Sanah sama pacar Lo.!"jawab Dava dengan nada ketusnya,Dinda memajukan bibirnya lalu berdecak pelan.


"Udah,nih ada 4 ini buat Dinda,ini buat Zea."kata Davira yang memberikan sandwich kepada Dinda dan Zea,Dinda tersenyum merekah dan menjulurkan lidahnya meledek Dava,cowok itu ingin mengumpat.


"Kok di kasih ke merek Vir.?"tanya Dava.


"Elo udah ngasih gue kan.?"Davira malah balik bertanya yang di berikan Angukan oleh cowok itu."ya udah,terserah gue dong lagian gue gak akan habis Dav Dav gak papah ya."Sambungnya yang mau tidak mau Dava pun Memanguk.


"Thanks ya Dav dav nya Vira."teriak Dinda hebo yang di Toyor oleh zea.


"Malu maluin anjir."cibir Zea,Davira pun terkekeh.

__ADS_1


"Asal Lo bahagia Vir,karena gue gak akan biarin siapa pun nyakitin Lo."Guma Dava di dalam hatinya yang sambil memperhatikan Davira yang menikmati sandwich—nya dan sambil bergurau dengan kedua temannya,Dava terkekeh pen saat melihat Davira menoyor Dinda yang barengan dengan Zea.


***


__ADS_2