
Keesokan Harinya.
Pukul sudah menunjukan jam 05.30 Pagi,Davira bergegas Siap-siap untuk kepulangannya ke jakarta.
Davira,Dinda,dan Zea sudah rapih,dan langsung keluar dari dalam rumah salah satu warga di Sanah,di luar Sanggat dingin Gadi itu mengusap-usap telapak tangannya.
Davira tersentak dan mendongak ketika seseorang Mengengam Tanggannya.
"Dingin ya ?"tanya Dava.
Gadis itu mengerjap-ngerjap matanya lalu kemudia Memanguk."i—iya dingin banget."
Mereka lupa Kaloh di Sanah bukan hanya mereka berdua.
"E CIYEEEEE...Lagi anget angetan nih."ledek Dinda yang paling semanggat karena meledek Davira dan Dava,sampai semuah teman temannya pun menoleh.
"AWwww......Ada apa gerangan kawan,aku juga dingin loh mas.!"timpal Rio yang juga ikut ikutan meledek Dava dan Davira,lalu Dava langsung menendang pantat Rio sampai cowok itu meringis kesakitan.
"Ckk..Cot.!"Umpatnya yang sewot.
"Anjir,galak banget si kawan.!"goda Rio lagi,yang langsung mengundang tawa semakin pecah.
"Masih dingin gak ?"tanya Dava yang masih mengusap usap telapak gadis itu,Davira pun Mengeleng.
Malu banget anjir.!
Dava tersenyum Sanggat manis.
"Sumpah demi apa,Dava sweet banget vir."kata Dinda rusuh.
Davira memutar bola matanya ke atas malas.
"Berisik Din.!"
Gadis itu menduk sekilas,lalu mendongak kembali dan saat Davira melihat Ke Arah depannya,Dava yang berada di depannya gadis itu,Davira yang sedang berada di samping Zea dan Dinda yang sedang rusuh itu,sedikit tersentak saat cowok itu malah menatapnya dan mengedipkan sebelah matanya lalu tersenyum manis.
Davira menutupi mukanya yang sudah terlihat merah itu di belakang pungung Zea,Dava langsung terkekeh pelan.
Sumpah malu banget.
Lalu Davira melengos lalu pergi dari sana dan masuk kedalam bus yang di ekor oleh Zea,sedangkan Dinda sedang sibuk mengoceh.
"Si Anying,gue di Tingal."Dinda mengumpat lalu menyusulnya.
Di dalam bus seperti biasa Dava duduk di samping Davira sepanjang jalan Davira terasa ngantuk jadi gadis itu putuskan untuk tidur,kepalanya dia tau di dekat jendela ketika dia sudah pulas Dava melihat itu langsung menarik kepala Davira lalu dia taro di punggungnya dan mengelus-elus kepala Davira dia juga mencium kening Davira.
__ADS_1
CUP.!
Lalu cowok itu tersenyum dan kembali memejamkan matanya sambil mengelus eluskan kepala gadis itu dengan lembut.
Dari tempat duduk di depan mereka ada yang menatapnya tidak suka dan mengepalkan tangannya.
"Siap,gue gak akan diam Ajah Kaloh si Dava merebut Vira.!"Guma Alvin dalam hatinya.
***
Malam sore pun tiba mereka sudah sampai di Jakarta pukul 14:00.
Terlihat Seorang Gadis Yang Sedang Duduk Di balkon kamar nya,sambil menikmati malam yang Sanggat sejuk karena Anggin yang menghembus pelan,seketika gadis itu teringat sewaktu di perkemahan,tidak terasa kedua sudut bibirnya tertarik ke samping yang memperlihatkan senyuman yang terbit dari bibir mungilnya,tak lama gadis itu mengeglengkan kepalanya dan tersenyum kembali bag seperti orang stres.
"Gak,gue udah gila kayanya.!"Gumanya sendiri lalu tersenyum kembali.
***
Di Gerbang Sekolah SMA Lentera Bangsa,
Tampak seorang gadis dengan rambut di kuncir kuda,berjalan santai melewati gerbang sekolah,Dari belakang ada seorang cowok yang baru sajah datang dan membuka helmnya dan matanya melihat gadis itu,cowok itu turun dari atas motornya dan berdecak sebal karena melihat gadis itu di kuncir,lalu cowok itu berjalan menghampiri gadis cantik itu,lalu dengan paksa cowok itu mengambil kunciran nya dari rambut gadis itu,sontak gadis menoleh dan Menaikan Sebelah Alisnya.
Gadis itu semakin di buat bingung oleh cowok itu,baru ingin mengomel cowok itu terlebih dulu membisikan di daun telinga gadis itu.
Gadis itu masih mematung.
"Ckk,DAVA....!"teriak gadis itu yang berlari menyuaul Dava,cowok itu yang tau di kejar langsung berlari .
Ketika ingin masuk kedalam kelasnya tiba tiba tubuhnya di tabrak oleh seseorang sampai gadis itu tersentak dan hambir jatuh,untung cowok itu sigap dan menarik pinggang gadis itu dan memeluknya,kedua mata mereka saling bertemu.
"Mampush.!"Teriaknya dalam hati,ketika matanya menatap wajah cantik gadis itu.
Oh my God.!
"Ehkem..!"Ada Deheman dari belakang mereka sontak mereka pun tersadar,lalu cowok itu membantu membenahi tubuh gadis itu."gue kira Vira pacaran sam Dava kok sama Fatir si.!"
"E,So—Sorry Tir, Sakit Ya ?"tanya gadis itu merasa tidak enak kepada Fatir."Bacot Lo.!"
Cowok itu tersenyum malu."Aaahh,engkak kok santai Ajah."jawabnya."kenapa lari lari ?"tanya cowok itu lembut lalu tersenyum.
"Shukur lah,gue lagi cari Dava."kata gadis itu,awalnya cowok itu merasa bahagia bisa bertemu gadis di hadapannya tapi pas tau alasan gadis itu berlari sampai menabrak dirinya Karen mencari Dava senyum Fatir langsung luntur.
"Oh..,gue belum liat Dava si."ucap Fatir yang menekan pipi dalamnya.
"Oh,oke deh sekali lagi sorry ya,gue duluan mau cari Dava bye Tir."ketika Gadi itu ingin membalikan tubuhnya dan ingin berniat melangkah,tapi tangannya di cekal oleh Fatir sontak gadis itu menoleh kembali.
__ADS_1
Davira mengerutkan keningnya .
"Anu...Emm, Elo tar malam ada acara gak ?"tany Fatir sedikit gugup dan deg degan Karen takut di tolak oleh Davira.
"Hem,kenapa emang ?"
"Gue mau ajak Lo jalan,tapi Kaloh elo mau si."ucap Fatir sambil Mengaruk tengukannya yang tidak gatal.
"Jalan kemana ?"tanya gadis itu.
"Ke,Caffe yang ada di dekat kampus yang baru buka,kata sodara gue enak enak makanna sama minumannya,mau Engak ?"
"Boleh deh,lagian gue free kok,jam berapa ?"
"Jam 7 gue jemput,elo mau oke thanks Vir."
"Okee,sama sama Tir,gue duluan ya mau cari si Dava."
Fatir Memanguk,setelah Kepergihan Davira cowok itu langsung menarik lengannya seperti orang bahagia.
"Yess,Jalan sama Vira."kata cowok itu dengan senyum di bibirnya.
"Elo kenapa Tir?Senyam senyum udah kaya orang gila."tanya salah satu temannya,yang melihat Fatir tersenyum seperti orang gila.
Cowok itu kembali memasang wajah coolnya."Ap—Apa si Lo,kepo.!"jawabnya lalu pergi sambil tersenyum sepanjang jalan.
"Wow,orang gila."teriak teman nya.
***
Davira masih mencari keberadaan Dava,seketika mata gadis itu melihat sosok cowok yang sedang berada di kantin sedang menyedot susu coklat,gadis itu tersenyum lalu Menghapiri Cowok itu.
"WOY...Gue cariin tau nya di sini,mana balikin iket rambut gue."
Cowok itu tersentak dan agak tersedak.
Uhkuk..
Uhkuk..
"Mampus,makannya jadi cowok jangan iseng."cibirnya.
"Gue gak suka rambut Lo di kuncir,tau gak Nyiksa gue."ucapnya, yang Menangkup Kedua Pipi Davira.
***
__ADS_1