Potatore Di Dolore

Potatore Di Dolore
Si Kecil


__ADS_3

Jakarta,2008


 


  Hari ini aku terpaksa menyudahi masa abu-abuku di SMA Kenanga dikarenakan masalah Finansial dari keluargaku,setelah kematian ayahku seorang pedagang kaki lima aku memutuskan untuk berhenti dari sekolah.


"Fandi kamu yakin mau keluar?"tanya Bu Mifta kepadaku untuk memastikan keinginanku


"Iya Bu,kondisi saya gak memungkinkan saya untuk melanjutkan sekolah disini walaupun dapat bantuan sekalipun,saya harus mencari uang buat lanjutin hidup saya" tegasku ke Bu Mifta sebagai pamitan kepadanya,dengan beliaulah aku mampu bertahan disekolah ini hampir 2 tahun,karena dialah aku berani bermimpi setinggi langit.


  Langkah tegasku hari itu membuatku mulai terjun ke gerbong kegelapan yang tiada ujungnya,dimulai saat aku bekerja menjadi pelayan di Restoran di sebuah Distrik perbelanjaan yang begitu sibuk didaerah ibukota,disana aku mulai melihat kebusukan didunia ini,kami sebagai pekerja restoran hanya menutup mulut dan menerima tip dari mereka,tapi seiring waktu aku merasa tidak cukup hanya diberi tip,aku ingin merasakan pekerjaan yang bisa memberikan kami tip yang banyak.setelah 2 bulan aku bekerja di restoran,aku mulai memberanikan diri berbicara dengan mereka setelah mereka menyelesaikan santapan mereka.


"Ada apa nak?"aku menatap laki laki berkemeja hitam itu lama.


"Aku ingin kerja yang lebih baik" sontak mendengarku menjawab seperti itu berhasil membuat mereka tertarik dan tertawa.


"Ayolah nak!siapa namamu?"


"Fandi"

__ADS_1


"Ayolah fandi,kamu lanjut saja sekolah sana kasihan orang tuamu sekolahin kamu"aku memotong


"Aku hanya dengan ibuku,aku juga sudah putus sekolah,aku masih punya adik untuk disekolahkan" mendengar hal itu,lelaki kelak yang kukenali bernama Niki itu tertarik denganku.


"Nanti datang di belakang distrik ini jam 2 , pastikan jangan telat "


*******


Pemuda yang baik,bisa dimanfaatkan untuk kedepan nanti.


Aku lalu memberitahu Santana bahwa ada seorang akan bergabung dengan kami nanti malam.


"Kau gila!!kau mau bunuh masa depan itu anak?" Marah Ricky kepadaku.


"Pastikan kau menjaga ucapanmu,jika anak itu membawa masalah kepada kita kepalamu lah yang harus menjadi jaminan" ancamnya lagi kepadaku.


"Berapa kali aku harus meyakinkanmu, anjing seperti dia bisa kita manfaatin apa susahnya taik" lalu kami berdua memandang ke teman kami Santana lagi menyeruput cerutunya.


"Kalian memandangku?" Tanya dia memastikan kekami,tatapan intens kami menjawab persoalannya.

__ADS_1


"Oke kita jalani aja dulu, pastikan kalau gagal ,Niki ! Pastikan dia menutup mulutnya" tegas Santana kepada kami sambil menyeruput dan menghembuskan asap dari cerutunya.


Aku berjalan menuju ke belakang kompleks dan menemukan Niki yang bersama 3 temannya yang lain.


"Fandi soggiorno salutali,ini Santana,Ricky dan satu lagi Marty" menggunakan bahasa itali yang begitu pekat,sempat membuatku bingung sebelum dijelaskan Marty bahwa Niki menyuruhku menyapa.


Pria yang bernama Santana itu terlihat lagi menikmati cerutunya,sambil berjalan dan mendengar pekerjaanku yang disampaikan oleh Ricky.


"Kita akan ke klub malam Vida la Vida,tugasmu membawa 4kg Syabu yang ada dalam tas ini ke dalam hantarkan ke Vika manajer,paham!?" Aku menganggukan kepala dan langsung menjalankan instruksi mereka.


  Aku berjalan ke gerbong maksiat dan melihat banyak penari telanjang yang berdansa di Tiangnya sambil dilihati oleh para mata jelalatan.


"Manajer Vika?"tanyaku kepada laki-laki yang memakai Tuxedo.


"Vika didalam" langsung aku menuju kearah ruangan yang diisi para bos mafia yang lagi berkumpul.


Aku segera melihat Tagname Vika R.


Yang ternyata pria paruh baya yang mempunyai perawakan yang sangat tinggi,dan memang bukan orang pribumi.

__ADS_1


"Kiriman Niki kah?" Aku tidak menjawab dan dia udah memahami maksudku.


"Kasi liat isiannya dulu" aku membuka tas yang berisi Syabu 4 kg itu,dan melihat seorang anggota menyuruh mencoba sedikit.


__ADS_2