Potatore Di Dolore

Potatore Di Dolore
Aku ingin kamu mengecat rumahku


__ADS_3

"begitukah yang kamu mau?" tegangku bersikeras dengan Santana yang membunuh Niki dengan semena-mena.


"disaat kamu mengikutiku pilihanmu cuma ada dua antara setia atau khianat,kalau kamu milih setia akan kujanjikan kesejahteraan dan kehidupan yang layak,ingat dirimu sebelum kuberi kesempatan"marahnya jelas sekaligus mengertakku mengingat 1,5 tahun silam.


"sebagai balasannya dari perbuatanmu aku ingin kamu mengecat rumah Niki,dan pastikan jangan melukai anak dan wanita" terangnya kepadaku dengan tegas sambil membalikan badannya dari belakang.


saat santana menginginkanku untuk mengecat rumah berarti dia ingin mematikan semua anggota keluarga Niki yang terlibat dengan bisnis kami.dengan berat hati dan kaki, aku mulai melangkah mengambil Senjata Api revolver 24-C yang disiapkan oleh Gang santana.aku dipersiapkan dengan 1 mobil yang disupiri oleh kang Rio Kakitangan Frankie algojonya Santana,yang selalu menjadi pilihan pengiriman mengecat digantikan olehku hari ini.


aku memasuki dalam restoran yang menghidangkan masakan Perancis,aku mencari 3 orang yang dijebak agar kesini.


"Dor"


"dor"


"Dor"


"maafkan...."


"dor"


aku segera menembak kepala mereka untuk memastikan bahwa mereka sudah mati.lalu aku berlari menuju Kang Rio yang selesai memutar...kami segera menuju hambatan Ancol untuk membuang senjata Revolver ini.


***


"rumahnya sudah kucati,aku berharap dengan ini kamu puas!" dengusku ke Santana


"Fandi,coba liat rekeningmu.jika kamu setia kepadaku maka akan berlipat lagi" aku meninggalkannya setelah pembicaraan singkat itu.

__ADS_1


"uh....." Transfer Bank RP850.000.000 Hampir 1M dan mungkin itulah mengapa Santana menyukai orang yang setia kepadanya,ketika Niki begitu menginginkan Kepercayaannya dan loyal dari santana.ternyata begini..aku mulai ketawa kecil dan tiba-tiba ketawa lepas setelah keluar dari ATM banking.dengan ini adik dan keluargaku bisa kubiayai dengan mudah.


Kebesokan harinya aku kembali seperti biasa,dan masih lagi menjadi bawahan Santana.


"Aku ingin kamu mengecat rumah" dengan kalimat itu,mengawali karirku sebagai algojo dengan pekerjaannya yang simple,Aku hanya harus membunuh orang yang ingin Santana singkirkan hal yang ditawarkan bukan hanya lagi uang melainkan sekarang dia begitu memercayaiku dengan membiarkan aku mengikutinya diberbagai Bisnis gelap yang lain.dari minuman keras,perjudian dan prostitusi walaupun aku menolak untuk diberi wanita aku mulai diberi kepercayaan untuk mengelola bisnis Bar.


***


"Mas...yakin mau ngambil rapot adek?" tanya Delia kepadaku.


"yakinlah!sudah mas gak papa kok! kan udah 2 tahun mas Keluar,dan sekarang mas udah bisa ngidupin satu keluarga aja sudah syukur syukur " pegang tanganku ke pipi adik cewekku yang begitu kusayangi.


"Fandi,biar Mak aja deh yang ngambil!"


"sudah ibu kok,gak ijinin aku ngambil kan aku mau ketemu sama teman sekelasku yang lama!" paksaku ke ibuku,ditambah lagi dia sudah agak tidak sehat jadi sebisa mungkin aku ingin membantu disela-sela bisnis yang ku kelola hanya dimalam hari,aku ingin menghabiskan banyak waktu dengan keluargaku.


****


"aku berangkat!!!" aku mulai bergerak memakai mobil dan tentunya aku tidak menyetir karena masih dibawah umur Santan menyuruh Kang Rio menjadi Supirku.


"wah gak kerasa ya sudah 2 tahun"


"memangnya kenapa?" tanya bingung kang Rio


"aku dulu terpaksa berhenti sekolah,gara gara biaya kurang bahkan dulu aku masih ingat banting tulang kerja serabotan" tawaku kecil mengingat masa-masa itu dilanjutkan kisah kang Rio yang hampir serupa denganku.


"ini Kang sudah sampe"

__ADS_1


aku pun keluar dari mobil memakai pakaian kasual dengan rapi.


"Adella Nur"


"iya saya kakaknya" lalu pembicaraan orang tua wali,dengan melihat rapor semester adikku yang bagus semua membuatku bangga dan segera aku keluar dan memberikan rapor keadikku.


"udah ya mas mau pulang!nih uang saku kamu,kalau kurang nanti mas tambahin"beriku 2 lembar uang 100 ribu.


"mas nih kebanyakan!!" terang adikku


"udah tuh punyamu"sambil pegang tangan adikku,aku meninggalkannya dan menuju ke gedung kelas 3.aku mulai melihat wajah teman-temanku yang tampan dan jelita yang menikmati masa masa akhir tahun mereka di seragam abu-abu.


"Loh Fan!" seru Dimas sahabatku yang menyadari kehadiranku.


"ehh...hey dim,bagaimana kabar kau su" ngegas aku kepadanya yang menandakan bahwa kau tidak melupakannya.


"kau itu laknat banget *******,gak bisa dikontak apa?kami baik baik aja kau aja yang harus dipertanyakan" selorohnya kepadaku.


"mau ikutan gak?" aku iyakan aja ajakan Dimas.


"Lor lor....ada tamu nih" seru dimas.


"Loh Fan...."langsung siswa kelas 3 IPA 4 mengerumuniku.


"hey apa kabar kalian?" tanyaku kemereka.


"langsung aku dipeluk rame rame oleh mereka.

__ADS_1


"Lo tau gak,Bu Mifta sampe meminta ngundurin diri agar kamu bisa kembali bersekolah" terperanjat ku mendengarkannya.


"udah gak papa,terima kasih infonya nanti aku sowan ke Bu Mifta" tenangku ke teman-teman sekelasku.


__ADS_2