Potatore Di Dolore

Potatore Di Dolore
Loyalitas,Teman,Sahabat


__ADS_3

"ada apa kok kalian ribut diluar?" marah guru yang kelihatan masih berusia awal 30-an Bu Mifta,guru Biologi Kelas XII dan walikelas IPA 4,dan membuatku Terkejut,ternyata dia masih mengingatku.


"Loh Fan....??kamu kok disini?kenapa gak bilang bilang kalau mau kesini?" serunya kepadaku,lalu aku mendapat pelukan hangat dari Bu Mifta.memang sewaktu sekolah dulu,aku mempunyai kesan yang baik terhadap Bu Mifta yang saat itu baru saja ngajar lewat dia aku menjadi Teladan bagi teman-temanku lewat Ujian yang selalu dirangking 5 besar 1 sekolah ditambah aku juga menjaga attitudeku dengan para guru tapi dikarenakan Bapaku Meninggal saat awal kelas 2,dengan terpaksa aku meninggalkan jenjang pendidikan dan bekerja buat menyambung hidup keluargaku.


"Terima kasih Bu,maaf gak ngabarin tapi aku disini yah cuma ngambil rapor adik saya Adella" bilangku setelah Bu Mifta melepas pelukan rindunya.


"Ohh...gitu,begini mumpung kamu sudah disini ibu ingin bilang pihak sekolah setuju ingin memberikan keringanan asalkan.." akupun memotong ucapan Bu Mifta


"Bu maaf...saya sekarang sudah bekerja,dan saya juga sudah begitu nyaman"beriku dengan wajah terharu kepada Bu Mifta yang kepingin aku meneruskan jenjang pendidikan.


"gak kamu bisa sambil kerja kok?saya sudah minta keringanan agar kamu sekolah..."


"Bu sekali lagi saya minta maaf....tapi semuanya sudah tak seperti dulu" tutupku dengan senyuman.


"Coy....ayo kita kekantin!" seruku ke teman sekelasku.


"Bu nanti yahh....kita bicara lagi" salamku ke Bu Mifta,dan dilanjut woro-woro ke kesemua teman sekelasku yang berbondong-bondong menuju arah kantin.


hal yang tidak dapat kulupakan,saat melihat mereka semua senang dan bahagia.aku juga mempelawa mereka

__ADS_1


"silahkan kalian pengen apa nanti totalan" terangku keteman satu kelas yang sorak dan mengucap terima kasih baik.


"ndi memangnya lu gak pikiran mau sekolah lagi"tanya Ida kepadaku


"gak,aku sudah ada bisnis?"terangku ke Ida sekertaris kelas.


"memangnya nyokap Lo gak nanya dulu pas Lo metu" terobos Gina yang masuk ke pembicaraan kami.


"ya gak lah...wong aku aja sudah omong seriusan udah mantepan" terangku ke mereka


"Fan gua nambah Mi ayam bakso ya!!" aku memberikan jempol ke Dimas,lalu banyak pertanyaan seputar apa yang kulakukan selama 2 tahun ini,dan tentu aku tidak menceritakan semuanya termasuk pekerjaan mafia ini.


****


"320 ribu mas tambahan kopi 6 jadi 342 ribu " terang Bu kantin,lalu aku mengeluarkan 5 lembar uang 100 ribu.


"kembaliannya disimpan aja Bu,itu rejeki ibu" senyumku ke Bu kantin yang memberi puji syukur kepada allah.


"udah ya...aku harus ada kerjaan yang kalian tahulah" pamitku ke mereka.

__ADS_1


"ayo lah Foto-foto dulu baru pulang!" pinta mereka.aku pun enggan....."hei hei"aku ditarik para cewek-cewek dan Farhan agar foto-foto.


aku segera pergi karena Hari ini, Santana akan memberikan laporan keuangan Bar dia.aku tidak ingin melewatkan semua diperlukan.


"kang kita langsung ke Santana!"


"maaf lagi susah keluar nih?" maaf kang Rio kepadaku.


"oke kita tunggu aja" dengusku pelan,melihat situasinya,mobil yang aku tumpangi terhimpit dengan mobil mobil MPV yang membuat sempit laluan parkir.


****


"Sorry telat 5 menit" maafku ke santana.


"ok,no problem ini.pemasukan selama 1 tahun dan laporan keuangan" berinya sebuah dokumen file yang merupakan laporan keuangan dan pemasukan.


"aku gak minta apa-apa,tapi aku mau tempat ini lebih baik" terangnya kepadaku.


dari pernyataannya sebenarnya dia ingin tempat ini menghasilkan untung lebih banyak dari biasanya.akupun memulai gencar, dengan menawarkan banyak pilihan minuman dan tentunya sedikit fugazy atau lolipop.dan menurut kalian apakah itu aman-aman saja dari pihak aparat? ya tentu tidaklah! aku terpaksa menyuap mereka agar mereka tidak melapor.

__ADS_1


dibulan pertama,pemasukannya melebihi 3 bulan sebelum aku mengambil alih,dan tentunya berkat fugazy dan lolipop tempat ini begitu ramai.dan sebagai warganegara yang baik aku tidak memberi masuk anak bawah umur karena kebijakanku.tapi aku masih seperti biasa melakukan tugas mengecat rumah oleh Santana.disaat dia membutuhkan aku harus menjadi orang yang berbeda,tanpa pandang bulu.


Selama 1 bulan ini aku hampir melakukannya 3 kali,aku menghapus keberadaan petinggi aparat Letkol Rahmad,atas perintah Santana yang menyuruhku melakukan pembantaian di rumah makan keluarga yang sering dikunjungi bersama keluarganya.beruntung sekali aku membawa 2 C45,aku berhasil membersihkan satu keluarganya tanpa terkecuali.dikehidupan biasa aku dikenal sebagai orang yang rendah hati dan bahkan karyawan aku menyukai kerja bersamaku tapi mereka tidak mengenal kehidupan bawah tanahku sebagai pembunuh bayaran.


__ADS_2