
Kecurigaan mereka dimulai saat Absensi mahasiswaku telat jadi,dan aku juga digunjingkan beberapa kelompok di kelasku karena yahh...siapa yang mau berteman dengan mahasiswa yang bermasalah.kenapa terjadi seperti ini? dikarenakan aku menghajar para senior Falkultasku dengan muka bonyok diseluruh wajah mereka,tentu saja aku dihukum tapi hanya sebatas peringatan karena mereka tidak mau ambil tau dengan Trapatoni.
"Hari ini silahkan membentuk kelompok buat diskusi materi tadi" aku membencinya tapi aku melihat sekitaranku,mereka sudah terbentuk kelompok.satu kelompok berisikan 4 orang dan hanya diriku yang tersisa yang tidak mendapatkan kelompok.
"Kamu belum dapet kelompok?" tawar seorang gadis kepadaku.
"iya!" lalu gadis itu menoleh kebelakang dan melambaikan tangannya.
"ayo disini" dia memanggil teman-temannya,tempat dudukku mulai dikelilingi 3 cewek cewek yang belum sempat kukenali karena masukku pertengahan tahun.
"gak masalah kan laki sendiri?" aku menggelengkan kepalaku.
"gak papa" senyumku ke mereka,lalu materi kami dimulai dan ditambahi oleh dosen itu pengumpulan makalahnya harus dikirim 3 hari lagi.
"gila banget tuh gendut...."
"yaelah masih mendingan tuh dari Bu Ika!"
"udah penting niat kerjakan aja"
"ohhh....lupa aku Kayla"
"Aku Ratna atika panggil Tika"
"Hana Rahma" perkenal diri mereka.
"aku Fandi" senyumku ke mereka.
"jadi mau ngerjainnya dimana?" tanya Kayla kepada kami.
__ADS_1
"saranku tempatnya enak ada WiFi sama pastinya bisa buat story IG"Saran Hana kepada kami,yang langsung ditolak oleh Tika
"Perpus aja!"
"yaelah perpus itu gak kekinian masa tahun milenium buku lebih better dari internet" serang Hana lagi.
"kayaknya kau tau satu tempat yang oke" bilangku ku ke mereka.
***
"bagaimana Lo dapet akses di Cafe Le Vichiora?" tanya Kayla kepadaku.
"yahhh kenalan aku bekerja disini" jawabku dengan muka tidak acuh.
"gile inikan Cafe yang selalunya diisi anak Itali sama anak dari Fakultas kedokteran" suguh Kayla lagi.
pelayan di cafe itu tiba-tiba memanggilku
"sebentar ya" aku pun berjalan menuju pelayan itu.
"Don Roberto ingin menemuimu!" aku mengiyakan perintah pelayan itu,Santana pernah bilang kepadaku di Kota Jakarta aku harus mematuhi 3 orang,Don Roberto juga termasuk dari 3 orang itu.
"masuk" bahasa Italia dialek sisilianya hampir menyamai Santana yang memang berasal dari sana.
"bagaimana kabar kamu Fan" bahasa italianya begitu kental sehingga Indonesia sama Italia hampir amburadul.
"aku baik-baik saja Don,ada apa kamu memanggilku disini?" jawabku dengan bahasa Italia yang tidak begitu lancar.
"darimana kamu mempelajari bahasa ini?" tanya dia kepadaku,seakan dia terkejut dengan balasanku tadi.
__ADS_1
"3 tahun bersama Santana sudah cukup membuat saya fasih sedikit" terangku kepadanya yang mulai tersenyum dan ketawa
"selamat datang di jakarta" aku ternganga dengan Don Roberto
"anak muda yang begitu menyenangkan" bilangnya kepadaku,aku pun tersengir sendiri.
"sampaikan salam saya ke pak Haryanto" Guru besar UI?
"Nih Pakai" dia memberiku sebuah pin yang bersimbol Mawar
"buat apa ini?" masih dengan Itali
"itu sebagai pelindungan saya" lalu Don Roberto bangun dan memelukku dan mengusap kepalaku.
"gunakan aja fasilitas disini sesukamu" semakin aku mendengar itu aku semakin aneh.akupun keluar dari ruangan Don Roberto.
*****
anak yang menyenangkan,diumur segini dia bahkan begitu dipercayai Santana.aku lalu melihat anak itu dari jendela yang tertutup andaikan aku mengenalnya lebih awal mungkin dia menjadi Bawahan yang begitu setia dengannya.dari pembicaraan Santana 2 tahun lalu anak itu bahkan menghabisi keluarga Wed Dan Ling notabene Gangster cina dan Mongol dibunuh olehnya dan hanya menyisakan anak dan istri mereka.
****
"sorry agak lama" tanpa sengaja aku lupa berganti dialek italiaku.
"Lo bisa omong italia!!?" tanya Hana kepadaku yang meminum kopiku.
"ya kenapa?" sambil meneguk sedikit kopi
"gak cuma aneh aja,lu kan orang Jawa masak bisa omong itali" dengan reaksi aneh yang kudapat aku berusaha b aja.
__ADS_1