
Kang Rio pun memakirkan di Kediaman Bramayanto,yang begitu megesankan sekali Eksterior diluar rumah mereka yang begitu Jawa banget.aku pun keluar dari mobil
"kang!!" dari kang Rio
"apa" hadapnya di jendela seperti ingin memberikanku sepucuk pistol yang digulungi sama perban yang cukup tebal.
"pake ini kalau kepepet" sepertinya dia perkirakan dari pihak sana akan ada kekerasan.
"aku akan menyimpan ini" taruhku di celana dan ditutupi jasku.
Aku melangkah masuk ke dalam rumah Joglo milik Pengusaha dan Kolektor yang begitu ambisius yang pernah kulihat,dimulai dari Set Gamelannya yang dipajang disudut rumah ditambah dengan perabot yang begitu antik membuat suasana rumah ini begitu memancarkan aura intimidasi sembari aku melangkah menuju ruangan keluarga dan Tamu yang begitu megah terdapat seorang laki-laki berusia sekitar 50 an yang duduk sambil membaca koran dibaluti pakaian adat Jawa.
"Monggo" dipersilahku oleh seorang pelayan
"kamu antek-antek imigran itu kan?"
Tanpa basa-basi langsung diberikan pertanyaan yang nyelengkit oleh Bramayanto
__ADS_1
"iya,itu saya yang datang ke sini" tekanku terhadapnya,seumur hidupku baru kali ini aku berjumpa dengan orang yang mempunyai Aura intimidasi yang begitu besar.
"Terus kau mau aku ngapakan dengan kalian?memangnya anak buahku gangguin bisnis kalian?" Tanya dia lagi sambil membelek Koran yang selesai dibaca.akupun melempar 3 keping gambar Foto polaroid yang melihatkan bawahan Pak Bramayanto
"kami mau bapak agar 3 orang ini tidak buat keributan disekitar kami!" tegasku kepadanya.
"terus jika aku menolak?" tatapannya mulai serius.
"aku akan mengecat rumah ini denga warna merah" langsung tersentak dia mendengarkannya.
diapun langsung berkobar-kobar bangun dan seakan mau nyumpah serapah aku yang langsung menarik pistol dari jasku untuk mengancamnya.
"aku sepakat tidak akan melakukan hal ini jika bapak juga ikut permainan ini,dibelakangku memang ada pelayan bapak yang lagi bersiap menembak aku bukan?aku berjanji tidak ada noda dirumah ini jika ada kesepakatan diantara kita berdua!" intimidasiku berhasil mengalahkannya.diapun menyuruh turun senjata dari pelayannya,aku pun melati janjiku dengan melepas pistolku dan membongkar didepan orang tua ini.kami kembali duduk dan menenangkan dari tensi tadi.
"aku mau bapak tidak menganggu kami untuk menghabisi 3 cecunguk ini" tekanku lagi.
"apa imbalannya bagiku?"
__ADS_1
"kami akan menghargai bapak,dan sentiasa hadir membantu bapak sebagai teman dan jika ada sesuatu yang mengganjal bapak saya sendiri yang akan datang dan menyelesaikannya" terangku secara gamblang kepadanya
Kesepakatan pun tejadi,Bramayanto tidak akan melindungi bawahannya dan pekerjaanku kelar untuk Negosiasi dengannya.
"Sebelum Pulang silahkan menjamu masakan dirumah ini?" aku bergidik dan melihat kearah jam ditanganku yang masih menyisakan 2 jam sebelum waktu berjumpaku dengan mereka.
"oh boleh juga" senyumku kepada Pak Bramayanto
******
"Kisah kamu bisa bersama keluarga Mafia itu bagaimana?" sambil memakan kami cerita dikit mengenai diri kami
"Aku bergabung dengan mereka secara tidak sengaja,dan aku berterima kasih kepada mereka" jawabku sambil menghabiskan makanan di meja
"Tidak pernah kepikiran buat khianati mereka" pertanyaan yang tajam
"gak! dan aku juga nyaman dengan mereka" tekanku ke pak bramayanto
__ADS_1
Setelah Berpamitan akupun segera menuju ketempat berkumpul,yang sebelumnya telah diberitahu 10 menit lalu.