
Pagi ini, semua keluarga berkumpul di meja makan. Eva makan dengan tergesa-gesa.
" Makanlah dengan tenang Eva. Tidak baik makan dengan tergesa-gesa seperti itu." Ayah menegur Eva.
" Maaf kan Eva Pi. Hari ini Eva ada ujian dan harus sampai dikampus setengah jam sebelum ujian dimulai." Eva segera menyelesaikan sarapannya.
" Eva pamit ya pi, mi."
" Hati-hati dijalan nak. Sukses selalu untukmu. " Mami mengulurkan tangannya agar Eva bersalaman dengannya.
" Ada apa mi ?" tanya Eva dengan wajah bingung.
" Sebelum pergi biasakan salam dengan mami dan papi nak. Bukankah dulu kamu pernah mengingatkan kami? Apa salahnya kita melakukannya sekarang. tak ada kata terlambat dalam memulai sesuatu kebaikan. Iya kan nak. " papi menjawab rasa bingung Eva.
" Hmmm, oke. " Eva menyalami kedua orangtuanya.
Eva berjalan menuju garasi. Ia mengeluarkan scoopy nya. Sebelum ia menghidupkan motornya, ia duduk bengong di atas motornya.
" Ada apa dengan mami dan papi. Kenapa mereka bersikap seperti itu?. Apakah mereka telah bertaubat? Tapi prosesnya cepet amat ya??? "
" Kenapa kamu belum pergi nak? Apakah kamu sakit?" tanya Mami.
" Nggak pa pa kok mi. Hanya duduk sebentar." Akhirnya Eva melajukan motornya
" Pi... Papi. Jadi gag ke pesantren ustadz? " teriak mami.
__ADS_1
" Iya mi. "
Xxx
Sepulang dari kampus, Eva segera memacu motornya untuk pulang ke rumah. Ia sudah tidak sabar untuk bersiap-siap kerumah oma. Malam ini kedua orang tuanya akan mengajaknya ke rumah oma. Eva sangat rindu dengan omanya, hampir setengah tahun ia tak bertemu oma.
Tiba-tiba, ada seseorang memeluk bahunya dari belakang.
" Ev sayang, malam ini kita kumpul-kumpul sama anak-anak di villa ku ya. Malam ini aku ingin memberikan surprise untuk mu. Aku akan memberikan surga indah untukmu." Eva berusaha melepaskan diri dari Edward. Edward adalah kekasihnya Eva. Mereka sudah kurang lebih selama 1 tahun
" Kayaknya gag bisa Ed. Mami sama papi mau ngajakin makan malam di rumah oma. " Edward melepaskan pelukannya, dan membalik tubuh Eva menghadapnya.
" Come on Ev, kenapa sih akhir-akhir ini kamu susah sekali diajakin kumpul. Padahal malam ini aku mau ngenalin kamu sama sahabat-sahabat SMA ku. Mereka bawa pasangan semua. Batalin saja acara mu sama papi dan mami mu itu. Plis sayang... " Edward menggenggam tangan Eva.
" Malam ini aku gag bisa Ed. Maafkan aku. " Eva menarik tangannya. Ia menatap Edward.
" Maksud kamu apa Ed?"
" Hei girl, dengar baik-baik ya. Aku Edward tak kan pernah pergi kumpul tanpa pasangan. Jadi malam ini kamu harus nerima keputusanku. Aku mencintaimu, tapi bukan berarti aku harus menjatuhkan harga diriku dihadapan teman-temanku."
" Ok , terserah kau sajalah. Sekarang aku mau pulang." Eva meninggalkan Edward.
" Maaf aku tak bisa mengantarmu sayang" Edward berkata dengan datar.
" Don't worry Ed, aku bawa scoppy kok. Bye .. "
__ADS_1
Edward menarik Eva ke dalam pelukannya. Seperti biasa Ed mencium kening Eva.
Eva hanya diam, kemudian meninggalkan Ed menuju ke parkiran.
" Bagaimana caranya ya .... agar aku bisa bebas dan tidak terikat dengan Edward. Lama-lama aku bosan juga dengan tingkah lakunya yang gag jelas seperti itu. " Eva merenung sendiri diatas scoopy kesayangannya.
Eva melajukan motornya. Sampai di rumah, ia melihat ada keramaian di rumahnya. Eva memarkirkan motornya dengan cepat, ia merasa khawatir ada sesuatu yang terjadi dengan orangtuanya. Ketika memasuki halaman rumah, ia melihat banyak anak-anak yang memakai pakaian muslim duduk di depan rumah.
" Ada apa ini?" tanyanya dalam hati.
" Alhamdulillah, kamu sudah pulang nak. Mami sama papi menunggu mu dari tadi. Mandilah dulu agar kamu lebih segar, dan kita makan bersama."
Eva tak banyak bicara, ia melangkah ke kamarnya. Beribu pertanyaan berkecamuk dalam dadanya.
" Asaalamu'alaikum Eva." Eva menoleh ke arah suara.
" Wa'alaikumussalam ustadz. Maaf saya tinggal ke kamar ya Ust, mau mandi. "
" oh iya, silahkan. "
" Waaaaooooo ganteng amat si ustadz. Jadi seger nih mata. Beniiiingnya.... Pengen jadi kekasihnya" bisik hati Eva.
Eva meninggalkan ustadz yang masih terpaku melihat Eva senyum-senyum sendiri.
" Ustadz oooh ustadz, kalau terus-terusan ketemu seperti ini bisa-bisa aku jatuh cinta nih. Hmmm kira-kira ustadz sudah beristri belum ya?. Kalau belum aku mau mepet mepet dikit ah."😊😊😊
__ADS_1
" Tapi apa ustadz mau ya menikah sama aku yang berasal dari keturunan dunia hitam.??"
" Ahhhh mending mandi, berendam, dandan, dan makan malam. Siapa tau bisa PDKT sama si ustadz ganteng. "