
Suasana kampus sore ini nampak lengang. Cuaca panas membuat mahasiswa lebih memilih duduk di ruangannya masing-masing. Walaupun istirahat mereka hanya menitip minuman saja.
Eva baru saja memasuki lokasi kampus. Ia diantar oleh sopir dan ajudan oma. Mereka diamanatkan untuk menjaga Eva.
Sementara itu ada seseorang yang memperhatikan gerak gerik Eva. Di lorong kampus tepatnya di depan ruang perpustakaan, seseorang menarik tangan Diba dan membekap mulutnya. Ia menarik Eva menuju area parkiran belakang, dan mendorong Eva masuk ke mobilnya.
Edward memeluk Eva dan menindih tubuh Eva. Ia ingin mencium paksa bibir Eva. Eva berusaha menghindari kebrutalan Edward.
Eva segera menekan nomor utama handphonenya. Di sana tertera nama ajudan oma. Ajudan oma yang kebetulan sedang berkeliling kampus segera mengangkat panggilannya. Ia mendengarkan pertengkaran dan perlawanan Eva.
" Jangan Edward, tolong Edward. Aku tidak mau, aku mohon Edward. Jangan ... Jangan ... Dasar iblis kamu. "
Edward memaksa membuka kaki dan paha Eva.
" Teriaklah sesuka mu. Tak ada yang bisa melawan dan menolak seorang Edward. Sekarang kamu nikmati saja sayang. " Edward makin tak terkendali, ia telah menurunkan celananya. Pakaian dalam Eva pun sudah mulai tak berbentuk semua dibuka secara brutal oleh Edward.
Eva menangis dan memohon, namun Edward tidak ada rasa iba sedikitpun.
Disaat Edward ingin memasuki Eva. Suara pukulan keras terdengar dari arah kaca mobil Edward.
Ajudan oma beserta beberapa petugas keamanan kampus menggedor pintu dan membuka paksa pintu mobil.
Edward panik, ia segera menaikkan celananya. Ia ingin melarikan diri dan membawa Eva.
Edward mengendarai mobilnya dengan kencang. Tapi beberapa mobil menghalangi mobilnya, sehingga mobilnya tak bisa kemana-mana.
__ADS_1
" Aku akan tetap memaksamu melayaniku, walaupun hari ini aku harus menanggung akibatnya. Namun aku puas. Kalau kamu menuntut aku, maka aku tak segan-segan menghabisi keluarga mu. Ingat itu. " Edward menyeringai.
Edward menghentikan mobilnya. Kemudian ia berbalik dan meremas dada Eva dengan kuat. Bahkan tangan Edward mulai meraba bagian sensitif Eva. Entah mendapat kekuatan dari mana, Diba memukul kepala Edward secara keras dan brutal menggunakan sepatunya yang tak sengaja terpegang oleh Eva.
Sehingga Edward kewalahan mengelak dari pukulan-pukulan Eva yang membabi buta.
Setelah ada peluang, secara cepat Eva menekan tombol otomatis untuk membuka pintu mobil. Akhirnya, pintu mobil terbuka, Eva segera melompat keluar dari mobil Edward.
Di luar mobil, semua orang yang sedang berusaha membuka pintu mobil dengan paksa merasa terkejut.
Ajudan oma segera menutupi tubuh Eva menggunakan jas miliknya.
Sementara pihak keamanan kampus mengamankan Edward ke ruang khusus di sudut kampus.
" Maafkan kami tuan Edward."
" Kalian harus menghapus semua rekaman cctv yang ada. Kalau kalian tidak menyelesaikan kasus ini dengan baik, maka aku akan meminta papa untuk memberhentikan kalian tanpa pesangon." Ancam Edward.
Kemudian Edward mengancam Eva yang ia kirim dalam sebuah pesan.
" Sampai kapan pun kamu adalah milikku. Tak akan ada yang bisa memiliki mu. PAHAM!!!"
###
pov Eva
__ADS_1
Aku ingat perkataan Edward dulu.
" Ev, Mahar apa yang akan kamu dan keluarga mu pinta? Pernikahan seperti apa yang kamu inginkan? Pernikahan megah dihotel yang mewah dan honeymoon ke luar negeri. Aku akan memberikannya sayang. asalkan kau jaga kesucianmu. Aku tidak mau menikah dengan perempuan yang tak perawan. "
Dengan bodohnya aku mengangguk setuju. Saat itu aku merasa sangat diistimewakan dan mengganggap kata2 itu sebagai sanjungan
Tapi lama kelamaan aku merasa gusar dan merasa perkataan itu seperti ancaman.
Aku mencoba bercerita ke sahabatku Mutia, ternyata mutia mempunyai pemikiran yang sama denganku.
Makin lama aku semakin mengetahui siapa Edward sebenarnya.
Edward seorang pecinta wanita. Aku salah satu wanita yang termasuk korbannya.
##
Malam itu oma memanggilku, dan meminta pernikahanku dengan salah satu santri kyai Mustopa dipercepat.
Dengan Bismillah aku menerima semua permintaan oma. Anggap saja kado untuk oma dan orangtuaku.
Siapapun yang mereka pilihkan, aku percaya adalah yang terbaik.
Aku sudah lelah dan muak dengan hubunganku bersama Edward.
Aku ingin mengakhiri dan melupakan semuanya tentang Edward.
__ADS_1
Tak ku sangka Edward begitu nekat. Aku tak bisa memaafkannya.