
Sudah 1 minggu Eva tidak ke kampus. Oma melarangnya demi keamanan dan keselamatan Eva. Edward makin berang, ia selalu mencari celah untuk menculik dan memaksa menikahi Eva.
" Edward, berhentilah dengan kegilaan mu itu. Aku bosan melihatmu seperti ini. Kamu menggauliku, kau berfantasi liar ke aku tapi kamu menginginkan Eva. Berhentilah dengan semua obsesi mu yang menginginkan Eva hanya sekedar ingin mencicipi seorang perawan. " Teriak Sherly dan menangis di pelukan Edward.
" No Baby, kamu jangan menangis seperti ini. Kamu adalah bidadariku. Eva adalah permaisuri ku. Kalian berdua milikku." Edward memeluk Sherly dengan erat. Seperti biasa Edward akan melampiaskan semua hasratnya ketika ia membayangkan seorang Eva. Sherly tak kuasa melawan Edward, ia pasrah akhirnya mulai terdengar suara-suara Edward dan Sherly yang bertempur setiap hari.
" Aku ingin kamu memuaskanku hari ini dengan berbagai fantasy ku beib." bisik Edward.
Sherly tak bisa menolak dan hanya bisa mengikuti kemauan Edward.
Tanpa sepengetahuan Sherly, Edward selalu memberi Sherly ramuan yang diracik oleh Edward sendiri. Ramuan yang dapat menjadikan Sherly budak nafsu Edward, Sherly selalu lupa diri dan seperti wanita binal yang siap melayani Edward kapanpun, dimana pun, dan gaya apapun tanpa kenal waktu. Selain itu, Edward akan memberikan ramuan-ramuan tradisional yang bisa membuat Sherly tetap bugar dan cantik.
Edward selalu merasa puas dengan berbagai obsesinya. Sherly tak bisa berkutik karena Edward sangat faham kelemahan Sherly. Sayangnya Sherly sudah tak perawan pada saat Edward pertama kali melakukan hubungan intim dengannya. Hal itu membuat Edward kecewa.
Tapi Edward tak mau melepaskan Sherly, hanya Sherly yang dapat membuat dirinya sangat terpuaskan. Hanya Sherly dan Eva yang ada di hati Edward.
Saat ini Edward pun ingin memiliki Eva. Hanya Eva yang tak bisa ia kendalikan, karena kepolosan dan kejujuran Eva membuat seorang Edward bertekuk lutut mencintainya. Eva membuat Edward seperti orang gila beberapa hari ini.
" Eva... Oooh Eva.. Ummmm " di pelepasannya Edward memangil Eva." Sherly tak peduli dengan nama Eva yang diteriakkan Edward saat Edward menggapai orgasmenya. Saat ini Sherly sangat binal tak terkendali di bawah pengaruh hasrat liar Edward yang telah memberikannya ramuannya. Setelah menyelesaikan rutinitasnya, Sherly terkulai lemas. Sebelum Sherly tertidur, Edward mendudukkan Sherly ke pangkuannya dan memasukkan minuman ke mulut Sherly. Minuman tersebut telah ia persiapkan sebelumnya.
Edward membaringkan tubuh Sherly. Edward tersenyum puas. Edward membuka selimut Sherly yang tertidur tanpa pakaian, ia duduk di sofa sambil memandangi tubuh Sherly. Kemudian, ia merokok dan matanya tetap memandangi tubuh Sherly yang tertidur lelap.
" Eva, aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan keperawanan mu. "
Edward menelpon seseorang.
" Bagaimana, kapan bisa kita eksekusi. Semuanya harus sudah siap, penghulu, kamar pengantin, cincin dan perhiasan harus sesuai dengan yang kuinginkan."
" Beres boss. Dua hari lagi semuanya SIAP. Bos pasti memilikinya. Tapi kita kekurangan dana nih bos. "
__ADS_1
" Aku transfer sekarang. Kalau kalian tidak berhasil, maka nyawa kalian adalah taruhannya."
" Beressss boss ku."
Semuanya harus kuselesaikan sebelum Oma tua itu melaksanakan niatnya untuk mempercepat pernikahan Eva.
" 😅😅😅 Kau takkan bisa membodohiku nenek tua. Aku akan tetap melaksanakan niatku untuk menikahi cucu mu. Apapun caranya.!!!"
Kemudian Edward berbaring disamping Sherly. Ia memeluk Sherly dan ia kembali menyalurkan hasratnya walaupun Eva dalam keadaan tertidur. Ia terus meneriakkan nama Eva.
Entah setan mana yang telah merasuki seorang Edward. Sehingga ia menjadi seperti ini.
Dulu Edward seorang laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Namun, peristiwa meninggalnya kedua orangtuanya yang tragis membuatnya berubah. Kemudian ia diasuh dan dirawat oleh ibu tirinya.
Ibu tirinya adalah seorang ibu yang lembut, Edward diberikan pendidikan agama dan dirawat dengan baik. Namun, satu tahun kemudian ibu tirinya meninggal dunia. Membuat Edward menjadi anak yatim piatu yang malang. Edward mulai belajar merintis dan meneruskan usaha yang dimiliki ayahnya.
Ia berteman dengan orang-orang bisnis, mengikuti perkumpulan-perkumpulan orang-orang kaya. Akhirnya, ia salah dalam memilih pergaulan. Inilah awalnya seorang Edward menjadi maniak ****.
Selama ini, Teddy kuliah di Mesir. Setelah menyelesaikan kuliahnya ia kembali ke Indonesia dan menjalankan amanah dari ibunya untuk menjaga Edward.
Teddy seorang laki-laki tampan, gagah dan alim. Ia tidak tertarik dengan dunia bisnis, tapi ia lebih tertarik dengan dunia pendidikan.
Teddy pulang ke Indonesia ia berniat untuk mengabdikan dirinya di pesantren xxx. Teddy sudah lama berniat untuk mengabdi di pesantren milik Kyai Mustopa.
Malam ini, semua orang telah berkumpul di rumah Kyai Mustopa untuk menyambut kedatangan Teddy.
" Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, maaf apabila saya terlambat Pak Kyai. "
" Wa'alaikumussalam, tidak apa-apa nak. Apakah nak Teddy benar-benar sudab siap ? "
__ADS_1
" Insya Allah saya siap Pak Kyai. Namun saya meminta maaf karena saudara tiri saya tidak bisa hadir mendampingi saya."
" Tidak apa-apa nak, mari kita menemui keluarga calon istrimu. "
Pak Kyai, dan Teddy diiring beberapa santri memasuki ruang khusus yang telah dipersiapkan untuk prosesi pernikahan.
" Nak Teddy, perkenalkan ini keluarga besar calon istrimu. "
Kyai Mustopa memperkenalkan nenek, serta kedua orangtua Eva.
" Sekarang, apakah nak Teddy sudah siap melaksanakan akad nikah malam ini ?"
" Saya siap Pak Kyai." Jawab Teddy dengan tegas.
"Baiklah, mari kita mulai prosesi pernikahan ini dengan Basmallah."
***
Sementara itu, Eva yang berada di kamar bersama Ustadzah dan beberapa santriwati merasa deg-degan menunggu ijab kabul dimulai.
" Mbak Eva, apakah mbak bisa menerima pernikahan ini dengan ikhlas? Mbak kan belum mengenal calon suami mbak?"
" Mbak sudah siap dek. Mbak ikhlas melaksanakan pernikahan ini. Do'akan mbak ya, semoga pernikahan mbak menjadi keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah?"
" Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin." Jawab ustadzah beserta santriwati lainnya.
Terdengar suara Teddy mengucapkan Ijab Kabul di ruang khusus pertemuan Pak Kyai yang letaknya bersebelahan dengan kamar Eva.
Eva merasa terharu namun bahagia mendengar suara Teddy mengucapkan Ijab Kabul dengan suara lantang tanpa kesalahan.
__ADS_1
" Alhamdulillah." semua orang yang hadir mengucapkan Hamdalah sebagai rasa syukur.
" Alhamdulillah, Yaa Allah. Hamba menerima pernikahan ini dengan tulus dan ikhlas. " Batin Eva.