Prahara Pernikahan

Prahara Pernikahan
Bab 3 Keputusan Sulit


__ADS_3

Tok tok tok


" Eva ... mami boleh masuk nak?"


" Ya masuk saja mi, pintunya gag dikunci kok."


Mami memutar knop pintu dan duduk di samping Eva.


" Nak, apakah kamu sudah siap? Oma sudah datang, ia menanyakanmu"


" Oma datang kemari mi? Apa Eva gag salah dengar? Sebenarnya ada apa sih mi, malam ini rumah ramai oleh anak-anak panti, kemudian Oma yang selama ini tidak mau ke rumah kita, tapi hari ini datang sendiri. Tolong jelasin ke Eva mi."


" Makanya kamu cepetan turun, orang-orang sudah kumpul semua. Ayo buruan nanti tamunya pada kasak kusuk gag karuan."


" Oke mami, si sulung mu akan segera turun. "


Eva keluar dari peraduannya, mami menggandeng tangan Eva dengan kuat.


" Omaaaaaa..... "


Teriak Eva, begitu melihat omanya yang sedang berbicara dan tertawa bersama anak-anak panti. Ustadz patoni dan ustadz lainnya terkejut mendengarkan teriakan Eva.


"Astaghfirullah." Semua ustadz mengucapkan kata istighfar secara bersamaan.


" Aduuuuh, cucu oma yang cantik baru keluar dari sarangnya. 😄😄 kenapa teriak- teriak seperti itu sayang." nenek memeluk cucu pertama kesayangannya.


" 😀😀 Eva kangennnnn banget sama oma. Jadi gitu deh. Oma mimpi apa nih, kok tumbenan mau nyambangin kemari. Biasanya oma selalu maksain Eva untuk kerumah oma?"


" Kamu itu cucu yang aneh tapi oma sayang. Ayo sini peluk oma. " tanpa basa basi Eva mendekat dan memeluk oma dengan erat. Kemudian Eva berbisik ke oma.

__ADS_1


" Oma bawa oleh-oleh apa untuk Eva? 😊😊" Oma tersenyum dan membalas bisikan cucunya.


" Oma bawa calon suami untuk kamu. 😄😄😄" Eva melepas pelukannya.


" What, oma hanya guyon kan? 😀😀 come on oma, yang seriuslah oma. " rengek Eva manja.


" No, ingat oma tak pernah bohong.😊" tatap oma dengan tatapan serius.


" Oma gitu deh. Emang siapa sih calon yang mau kma ajuin ke cucunya yang cantik jelita ini." 😀😀


" Sabar ya cucu oma sayang. Not now. Ini suprise untuk mu. Sekarang temeni oma menemui tamu-tamu oma yang ada disana ya. " Oma menggenggam tangan Eva dan mengajaknya ke arah teman-teman oma.


" Assalamu'alaikum pak kyai." sapa oma.


" Wa'alaikumussalam, apakah ini cucu yang kau ceritakan kemarin Dahlia. " Tanya Kyai Mustopa kepada oma.


" Assalamu'alaikum pak" Eva menyalami kyai Mustopa.


" Wa'alaikumussalam, panggil saja kakek buyut ya nduk." kyai Mustopa mengusap kepala Eva.


" Ustadz Febri, tolong panggilkan Ustadz Fathoni kemari. " Kyai Mustopa meminta Ustadz Febri memanggil Ustadz Fatoni. Ustadz Febri segera memanggil Ustadz Fathoni.


" Assalamu'alaikum, maaf ada apakah Kyai memanggil saya?"


" Wa'alaikumussalam, iya Ustadz Fatoni dan Ustadz Febri kemarilah duduk disini."


" Perkenalkan ini Eva cucunya Ibu Dahlia yang semalam diceritakan."


Ustadz Fatoni dan Ustadz Febri menundukkan pandangannya. Sementara Eva terpaku menatap Ustadz Fatoni dan ustadz Febri tanpa berkedip.

__ADS_1


" Dahlia apa kamu sudah membicarakan rencana mu kepada Eva?"


" Sudah Kyai. Insya Allah Eva menyetujuinya."


" Baiklah, kalau begitu kita mulai saja acaranya. Panggillah kedua orangtua Eva untuk berkumpul disini."


" Dahlia, silahkan bicarakan secara lengkap rencanamu kepada Eva. Agara Eva lebih tenang."


" Baiklah pak kyai. Ayo cucuku sayang, ikut oma. Kami permisi pak kyai. " Oma mengajak Eva ke kamarnya.


" Oma sebenarnya ada apa ini. Apa maksud Pak Kyai Mustopa? Tolong jawab oma. Jangan membuat dag dig dug hati Eva."


" Sayang, dengarkan penjelasan oma. Jangan membantah ataupun mematahkan perkataan oma nanti. Oma sudah mengenal Ustadz Fatoni dan ustdz Febri sudah cukup lama. Ustadz Fatoni dan Ustadz Febri sudah seperti cucu oma sendiri. Ustadz Fatoni dan Ustadz Febrilah yang membimbing dan mengajarkan oma dan kedua orangtua mu mengenal Allah, dan mengajarkan nilai-nilai agama kepada kami. Oma harap kamu mendukung dan menyetujui rencana ini. Oma dan kedua orang tua mu akan menjodohkan mu dengan salah satu santri kyai Mustopa, yaitu Ustad Fatoni atau Ustadz Febri. Tolong terimalah lamaran Ustadz Fatoni ataupun ustadz Febri nanti. Anggaplah penerimaan mu dengan lamaran nanti sebagai baktimu kepada Oma dan kedua orang tua mu." Oma meneteskan air mata dan memeluk Eva.


" Kami ingin memberikan yang terbaik untukmu sayang. Oma mewakili kedua orang tua mu, memohon agar kamu menerima lamaran ini. "


Eva tak dapat berkata apapun. Ia belum siap dengan keputusan ini. Eva sangat menyayangi Oma. Selama ini Eva selalu patuh dengan segala keputusan oma.


" Sebagai pertimbangan mu cucuku. Umur oma mungkin sudah tidak lama lagi, begitu juga kedua orangtua mu. Anggaplah ini sebagai bakti mu kepada kami. Biarlah kami saja yang terpuruk dalam dunia hitam, tapi kami tidak mau kau ikut hancur di dalamnya." Oma duduk bersimpuh di kaki Eva.


Eva terkejut dan segera merangkul oma.


" Oma jangan seperti ini. Baiklah Eva menerima keputusan yang sudah oma dan mami papi sepakati. Namun oma, juga mami serta papi harus tahu bahwa Eva masih belum siap untuk merubah sikap secara cepat. Eva butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka. "


" Oma sangat berterima kasih pada mu sayang. Kamu memang cucu oma yang terbaik. Maafkan oma, mami, papi mu, yang memaksamu seperti ini. Percayalah suatu saat nanti kamu akan mengerti dan memahaminya. Sekarang ayo kita keluar dan berkumpul bersama mereka. " Oma menggenggam tangan Eva dengan lembut. Senyum bahagia terpatri diwajah oma.


" Siapapun yang akan dipilihkan oleh kyai Mustopa maka itulah yang terbaik untukmu."


" Tersenyumlah cucuku. Oma ingin kau bahagia di dunia dan.akhirat. Begitupun mami dan papinya.

__ADS_1


__ADS_2