Premanku

Premanku
1. MENANTI


__ADS_3

Didalam kelas 11 IPS1 Jakarta Selatan yang penuh siswa dengan tingkah lakunya sebelum pelajaran dimulai, seorang gadis lugu menulis sesuatu diatas mejanya


..."Assalamu'alaikum calon imam ku.. Apa kabar hari ini? Sudahkah air wudhu membasahi wajahmu pagi ini?"...


begitulah isi dari surat Azliana untuk calon suaminya yang entah dia tidak tau siapa itu


"Lia!! kamu lagi nulis apa?!" hentakan icha dari belakang mengagetkan Lia


"engga ko, gak lagi nulis apa apa"


"ah boong, itu apa? "


"oh ini cuma tulisan biasa ko"


"bukannya itu surat yaaaa?? hmmm" ledek icha menggoda


"i.. iya sih hee"


"yey ketauan, ciee yang mulai bucinn, buat siapa ya? "


"gak tau"


"loh ko gak tau sih, aneh deh"


"Mmm bu.. buat calon imam ku cha tapi belum tau siapa orang nya"


"hahahahahaha Lia.. Lia.. kamu itu yah lucu hahahahahaha" tawa icha pun meledak seketika


"aaah jangan ketawa... " rengek Lia


"iya iya tapi liat dulu deh ya aku jadi penasaran deh gadis lugu kaya kamu gimana sih isi suratnya"


"tapi... janji ya gak boleh bilang sama siapa siapa"


"ok siap ya kan aku temen sekaligus sahabat kamu hehe"


"iya deh nih"


"wah ya! kamu ternyata puitis banget yah, hmm gak nyangka, pasti kamu bakal jadi pasangan yang teromantisss sedunia haha"


"ih baru tau ya hehe"


"hmmm Lia ku bucin banget deh, kamu pengen cepet cepet ketemu sama jodohnya ya, ya udah deh selamat menanti, semoga jodoh yang kamu semogakan tersemoga, aamiin"


"aamiin"


Ting.. tong.. Bel kelas berbunyi, dan mata pelajaran pun dimulai, beberapa menit kemudian pak guru datang, tapi.... beliau tidak sendirian, dibelakangnya ada.....


"selamat pagi anak-anak"

__ADS_1


"pagi pak guruuu"


"sebelumnya bapak ingin memperkenalkan dulu murid pindahan dari Subang, silahkan nak"


"baik pa, terimakasih, pagi temen-temen perkenalkan nama saya Ahmad Faruq biasa dipanggil Faruq, saya pindahan dari Subang, asal sekolah saya dari SMA Negeri 1 Subang, alasan karena saya pindah yaitu karena orang tua saya harus pindah bekerja diJakarta sebagai produser film, segitu saja, mohon bantuannya kepada teman-teman,terimakasih senang berkenalan dengan kalian"


Sontak semua isi kelas guyur berbisik bisik tentang Faruq


"wah net ganteng bangettt, bukan cuma ganteng tapi juga ferpack, putih, tinggi, pasti nanti dia jadi artis kan bapaknya produser"


"iya Ta gue baru nemuin orang yang sempurna kaya dia kaya dewa-dewa di TV... hmmm bener deh pasti dia jadi artis"


"mulai kerasukan nih kalian berdua, jones hahahaha" sontak icha


"yeyyy cha wajar sih lo gitu kan lo udah punya gebetan, iri bilang boss" sontak mereka berdua


"eh Lia kamu ko adem adem aja, gimana pendapat kamu tentang Faruq? "


"hmmm biasa aja, lagian meskipun dia ganteng belum tentu baik "


"HAH!!! " sontak mereka bertiga


"iya sih gue tau, temen gue ini gak pandang fisik tapi pandang otak dan akhlak, wajarlah kan Lia juga pinter, baik, sholihah hmmm, yaudah Onet aja yang gebet yang penting ganteng haha"


"yu ah kita gebet hehe" lanjut Ita


"ih dasar kalian berdua JONESS!! "


Yah begitulah persahabatan mereka berempat... yang satu dewasa, yang dua cerewet bawel plus jones, yang satunya lagi lugu tapi yang paling pinter diantara mereka


"ok tenang anak-anak pelajaran akan segera bapak mulai, silahkan nak Faruq kamu duduk di bangku yang kosong sebelah Lia"


"wahhh ya beneran gak mau digebet? "


"iya Ya kayaknya penantian kamu bakal sebentar lagi haha" sambung icha


"ihhh apaan sih kalian... "


"hey nama lho siapa? " tanya faruq pada temen sebangkunya


"gue Rendy, Rendy panglilana bukan pangalilla"


"hahahaha " tawa mereka berdua pun pecah


sesaat pelajaran dimulai dan para siswa mencatat apa yang diterangkan oleh pak guru, Tiba-tiba Faruq pun mengeluh


"aduhh aku gak bawa bolpoin nih, Ren kamu bawa lebih? "


"engga tuh Far, coba tanya yang lain deh"

__ADS_1


"Mmm kamu punya bolpoin 2 ga hmmm.....?


" Lia" kataku


"Lia? "


"nih" sambil menyodorkan bolpoin ku


"makasih"


istirahat pun tiba..


"ok anak anak waktunya kalian istirahat dan besok kita ulangan"


..."yaahhhh bapak ulangan mulu kan nek pak apalagi Inggris, puyeng pak" kata onet dengan logat sundanya, karena emang dia orang Sunda asli sedangkan aku lahir diBandung, yah masih Sunda sih bahasanya jadi aku ngerti apa apa yang diucapkan onet, kadang aku suka tertawa berdua meliat icha dan ita pada gak ngerti hahaha...


..."Lia makasih banget ya bolpoin nya" suara besar dari sebelah bangkuku...


"oh iya sama-sama Far" kataku dengan malu


"cieeee Lia baru pertama masuk udah deket aja sama murid baru, uwwu"


"apaan sih cha, biasa aja kali, pokoknya dia biasa aja deh"


yah mungkin masa puber ku dimulai dari sekarang, engga kaya anak anak yang lain yang masa pubernya udah dari SMP, sekarang sih udah lumaya aku gak begitu panatik panatik amat sama laki-laki, aku mulai membiasakan diri dengan lawan jenis ku, yah mau gimana lagi sekarang ini hidupnya diJakarta sih jadi mau gak mau harus ikutan sama adat istiadat disini tapi yaa aku juga punya batasan sendiri, disamping itu teman teman ku yang udah pada jago make up sedangkan aku masih kaya bocah SD yang masih pake bedak tabur B&B haha


"Hey kekantin yuu lapar nih"


"ah lho mah sllu lapar sih net"


"hahahaha" tawa kamipun memecah jalan menuju kantin. Memang begitu sih onet dia emang yang paling gemuk diantara kami dan setelah nya aku, tapi dia punya wajah yang cantik meskipun kulitnya agak gelap, bisa dibilang hitam manis.


"hey hey hey awas ada Geng, GENG SOT HAHAHAHAHA!!! " Teriak Angela anak orang paling kaya disini tapi sayang dia sombong dengan kekayaan dan kecantikan nya itu, kadang aku jadi titahannya sekali kali, tapi sekarang engga karena ada Icha si gadis tangguh, murah senyum, ceria, baik hati dan gak sombong meskipun kaya dan cantik, dia juga dikagumi sama banyak laki-laki disekolah ini


"HALLO ANAK MANJA...IRI? BILANG BOSSS! " balas icha


"Iwww air liurnya kena gue!!! Arrghh!!! "


"haha dasar KAMSEUPAY!! "


"Apa lho bilang? mau gua jenggut ya rambut ijuk lho itu! "


disitupun Icha dan Angela berantem saling menjengut rambut satu dan satu lagi, isi kantinpun menjadi gaduh


"udah udah icha, net, ta, pisahin dong... " yah begitulah aku gak berani bertindak cuma berani ngomong aja


"udahh cha, udah cha, aduh! ko jadi aku sih yang kekepretnya.. nyeri eung" rengek onet


"aduh net kamu gak papa? " tanya ita

__ADS_1


"aduh tolongin dong jangan pada nonton, hey! Tiba-tiba ada seorang laki-laki berbadan tinggi putih datang dan langsung merelai mereka berdua, yah siapa lagi kalau bukan murid baru itu " Faruq"


__ADS_2