Premanku

Premanku
SECERCAH KEBAHAGIAAN


__ADS_3

"Reza kamu mau kemana? "


"kerumah sakit pah"


"siapa yang sakit? "


"Zahwa pah, Zahwa masuk kerumah sakit"


"astagfirullah... ok nanti papah sama mamah nyusul"


"baik pah Reza duluan assalamu'alaikum"


"wa'alaikum salam warohmatuloh... "


__________


"Zahwa... kamu bangun sayang" suara tangisan Ibu zahwa pun keluar sambil mengelus kepala anaknya itu


"maafin ayah Zahwa... " sekarang barulah ayahnya itu tersadar dan menyesalinya, mungkin setelah Zahwa siuman ia akan langsung menururti apa yang di inginkan anaknya itu sekalipun menikahkannya dengan Farhan meskipun masih terbersit kebencian dalam hatinya mungkin lama kelamaan nanti juga akan hilang dengan sendirinya.


terlihat Farhan yang sedang melihat dari kaca pintu yang tertutup, wajahnya terlihat sangat muram dan khawatir akan kondisi Zahwa yang sekarang ini, mungkin didalam hatinya juga terdapat penyesalan dan kemarahan karena disaat sedang sekarang ini dia tak bisa melakukan apa-apa terhadap belahan jiwanya itu, jangankan untuk merawatnya, untuk melihat dari dekat pun ia tak bisa. Karena suara pintu yang dibuka oleh ayah Zahwa, Farhan pun tersadar dari lamunannya dan ia tengah bingung apa yang harus dilakukan didepan ayahnya Zahwa itu sekarang.


"masuklah nak, temani anak saya"


hah? apa yang dikatakan laki-laki didepannya sekarang ini? apa aku gak salah dengar? mengapa tiba-tiba beliau mengizinkan untuk menemani anaknya sekarang? apa hatinya sudah terbuka untukku? karena saking senangnya rasanya tidak bisa diutarakan, apa hanya sekarang saja? hanya sampai anaknya itu siuman? dan setelah itu ia memisahkannya lagi? ah jangan su'udzon masuk saja dulu.


"syaratnya jangan sentuh anak saya kalian belum muhrim"


Farhan hanya mengangguk sementara ibu dan ayahnya Zahwa pun keluar.


Farhan pun terduduk menggempalkan kedua tangannya menjadi satu diatas ranjang dan menempelkannya kedahi, ia menahan air matanya mengalir dari tadi tapi sekarang sudah tidak bisa ditahan lagi, sekarang ia benar-benar menangis. Secara spontan ia memegang tangan mungil wanita cantik pucat yang didepannya itu, ia lupa akan . yang dilakukan laki-laki setengah baya itu, lalu ia pun spontan juga menciumi tangannya itu .sambil meneteskan air mata kedasar tangannya, mungkin karena kerinduan yang sudah lama terpendam dalam dirinya sehingga sekarang ia melepaskan kerinduan itu.


"Zah... bangun zah... ini aku Farhan... aku sekarang ada didepan kamu, kamu bangun ya, kamu harus kuat jangan manja mulu, kamu bangun yah? kita ngobrol-ngobrol lagi kaya dulu, yah....? " sebelumnya Farhan tak pernah menangis seperti itu, kini ia sesenggukan, yah wajar saja karena yang ditangisinnya adalah belahan jiwanya, tak ada lagi wanita yang seperti Zahwa dikehidupanya yang sekarang ataupun selanjutnya, jika ia ditakdirkan tak bisa bersatu dan berjodoh dengannya, mungkin ia akan memilih berjodoh dengan kematian saja.


_____


di alam bawah sadar Zahwa mengingat kembali masa-masa bersama Farhan


"FARHAN....!!!!" teriak Zahwa padanya.


Terlihat Farhan sedang ada dalam kerumunan perkelahian dan peperangan antar kelompok, disana ia saling serang, saling pukul bahkan ada yang saling bacok. Zahwa miris melihatnya , rasanya ia ingin menangis sejadi-jadinya ketika melihat Farhan terluka ditengah kerumunan itu, Zahwa pun bertekad untuk mendekatinya sambil berteriak namanya.

__ADS_1


"Farhan! Farhan berhenti Farhan! " ketika itu ada seseorang akan memukul Zahwa "Aaaaa! " dan ketika itu juga Farhan melindunginya dan membawanya ke tempat yang aman.


"kamu ngapain kesini? disini bahaya Zahwa! " amuk Farhan


"karena aku lihat kamu terluka disana! ngapain coba kamu melakukan itu! apa manfaatnya coba! itu malah bikin kamu terluka! hiks tangis Zahwa meledak


" Zah... aku tuh wajar melakukan ini karena ini duniaku Zah, aku anak pank, aku preman..."


"jadi... kamu sering melakukan ini? " tanya Zahwa pada Farhan dan Farhan pun mengangguk tanda meng iyakannya, Zahwa pun menangis sejadi-jadinya.


"hey.... udah.. jangan nangis, nanti cantiknya ilang lho, tenang... jangan khawatir, aku baik-baik saja ko, kan aku kuat hahahaha"


"huaaaaa.... a.. aku.. ka... kasian sama kamu... a.. aku... gak... mauuuu kalau kamu terluka... a... aku... sa...sayang kamu....heuuuuuu"


hah? apa yang barusan dia dengar dari mulut wanita ini? sayang gue? yang bener aja? masa wanita berkerudung didepannya ini tertarik padanya yang seorang preman?


"iya.. iya.. " sambil mengelus kepala Zahwa, dan Zahwa pun sedikit tenang.


"mana yang luka? aku obatin... " untungnya Zahwa selalu siap sedia obat P3K karena ia juga sedang terluka akibat jatuh dari motor 2 hari yang lalu karena lukanya belum kering jadi dia selalu ganti setelah selesai sholat.


Selama pengobatan peperangan antar geng itupun sudah selesai, itu juga berkat polisi yang ngamanin jadi mereka terpaksa bubar, kalau gak ada polisi mereka akan terus perang dan tempur sampai siapa yang kalah duluan, miris juga hiii.


"Za kita makan yu aku laper nih butuh stamina lagi hehe"


"oh iya.... " Zahwa pun menjawab dengan benar sedikit cemberut, ia sih dia sadar gak harus ngatur-ngatur Farhan, biarkan Farhan bersama dunianya itu walaupun dia menjadi pacarnya sekalipun dia gak berhak terlalu mengatur hidupnya, tapi apakah salah mengajak kedunia lebih baik?


Mereka berdua pun menulusuri jalan dengan motor bututnya Farhan, rencananya met mau makan bakso dipinggir jalan, bukan lestoran, mana mungkinkan? uangnya Farhan tak selevel dengan tempat itu, Zahwa pun tak keberatan dengan keputusan itu meskipun sehari-harinya dia selalu makan enak, malah Zahwa lebih suka karena menurut dia itu akan lebih hemat, ya Zahwa itu orangnya hemat meskipun anak orang kaya tapi ia juga tidak pelit malahan sebaliknya.


"stoop disini" teriak Zahwa


"kamu yakin? "


"he em" sambil mengangguk


"bang baksonya dua"


"siap mas"


tiga menit kemudian baksonya datang...


"kamu pake sambal doang? "kata Farhan

__ADS_1


" iya soalnya aaku lebih takut saos daripada cabe he" Farhan pun menggeleng keheranan


"tadi kamu bilang kamu sayang aku ya? apa itu benar? " tanya Farhan, Zahwa pun mengangguk malu


"kenapa kamu sayang aku? "


"emmmm baksonya cepet abisin Far takut keburu hujan udah mendung tuh" Zahwa pun mengalihkan pembicaraan. Mereka pun cepat-cepat menghabiskan baksonya, setelah itu mereka langsung pulang, Farhan mengantarkan Zahwa duluan ke kontrakannya, ya kini Zahwa telah ngontrak dirumah kecil bu Lita yang dekat dari kampusnya, karena seringnya ia pulang kemaleman akibat ada UKM tambahan jadi orangtuanya Zahwa khawatir padanya, jadi lebih baik Zahwa ngontrak aja dirumah terdekat kampus kalau misalnya kemaleman tinggal kesana tapi kalau masih siang atau sore dia pulang kerumahnnya sendiri. Lima belas menit kemudian mereka sampai didepan kontrakannya Zahwa, ketika Zahwa mau masuk...


"Zahwa! ... "


Zahwa pun membalikan badannya dan berkata "iya? "


"I LOVE YOU"


I... love... you too... gumam Zahwa dan terbangun dari tidurnya.


"Zahwa kamu sudah bangun...? "


"Far... han... Farhan.... " panggil Zahwa sambil meneteskan air matanya


"iya aku disini Za..."


"jangan tinggalin aku lagi.... "


"iya Za.. sekarang aku disini disisi kamu, temenin kamu, gak akan ninggalin kamu"


keluarga yang mendengar suara Zahwa pun masuk kedalam


"Zahwa kamu sudah siuman na.."


"ibu... "


"maafin ibu sama ayah ya Zahwa.. "


"maafin abang juga ya Zahwa" mereka semua pun berpelukan, terdengar ada ucapan salam dari daun pintu...


"assalamu'alaikum... " mereka semua pun menoleh dan menjawabnya


"wa'alaikum salam warohmatuloh... "Farhan pun menganga dan dipanggilnya...


" kakak? "

__ADS_1


__ADS_2