Premanku

Premanku
LAMARAN MENYEDIHKAN


__ADS_3

"berani-beraninya kamu melamar anak saya! emang kamu punya apa?! kamu gak punya apa-apa! kamu gak sebanding sama anak saya! keluarga kamu juga gak sebanding sama keluarga saya! anak saya tuh berpendidikan! sedangkan kamu? SMA aja gak tamat! anak saya juga keluaran pesantren! faham agama! harusnya anak saya bersanding dengan ustadz, kyai bukan kamu yang preman! harta juga kamu gak punya! kamu apain anak saya! sampai-sampai dia mau sama kamu! cinta? makan tuh cinta! " pak Andriana bangkit dari kursinya dan masuk kekamar, sekali berhenti sebentar ketika anaknya berbicara


"ayahhhh.... hiks.. ayah... dia engga seburuk itu ayah, Farhan sudah tobat ayah, dia mau berubah ayah.... hiks... "


"sudahlah nak biarkan ayahmu tenang sendiri, untuk nak Farhan sebaiknya nak Farhan pulang dulu aja, nanti kalau keadaannya sudah membaik ibu kabarin lagi"


"iya bu saya pamit pulang, za... kamu jangan nangis, benar apa yang dikatakan ayahmu aku tak sebanding dengan mu,aku tak pantas berada disisimu, assalamu'alaikum"


"wa'alaikum salam warahmatullah... "

__ADS_1


"Farhan.... jangan pergi.... hiks... hiks... heuuu... "


"sudah-sudah nanti kita bicarain kalau ayahmu sudah tenang, sebenarnya ibu juga kecewa kenapa kamu mau sama preman kaya dia, diluar sana masih banyak laki-laki yang lebih baik, lebih berpendidikan, juga lebih faham agama lebih dari dia, masih banyak laki-laki yang ingin jadi imam kamu, kenapa kamu pilih dia nak... kenapa?..... ibu gak habis pikir aja, kamu seorang wanita yang alim seharusnya punya level yang lebih dari dia, liat ibu nak, liat... bagi ibu kamu bagaikan Fatimah yang seharusnya mendapatkan sesosok seperti Ali... hiks... pilihlah kekasih yang akan menemani akhiratmu nak... bukan saja dunia... tapi juga akhirat... yang akan mampu membimbingmu kesurgaNya... hiks.... "ibu merangkulku dengan erat


"heuuuu.... hiks.... aku cinta sama dia bu, aku


sayang sama dia... aku yakin aku bisa merubahnya bu... aku yakin dia bisa berubah bu.. hiks.... aku yakin...... hiks... "


Allah..... apa aku salah ingin hidup dengannya? bukankah dia juga sama-sama makhluk Mu bukan? bukankah dalam islam juga tidak memandang derajat bukan? apa aku salah ingin mengajak dia kejalan yang lebih baik? apa jalanku yang salah? apa aku sudah menjadi anak durhaka sekarang? aku menyayangi hambaMu yang satu itu ya Allah... aku ingin bersamanya berjalan menuju jalan yang Engkau ridhoi... aku mencintainya, aku mencintainya....

__ADS_1


seketika pandanganku pun lebur dan menghitam....


malam hari aku terbangun, aku teringat kembali kejadian sore tadi, astagfirullah ini sudah jam berapa? berapa lama aku pingsan? aku melewatkan solat maghrib! astagfirullah... akupun langsung mengambil air wudhu untuk sholat isya dan mengganti solat maghrib, disitu aku kembali duduk lemas mengingat kejadian sore tadi, air mataku pun tak hentinya mengalir, ku seka, tapi malah membasahi mukenaku yang putih dan membanjirinya....


"Allah.... aku mencintainya, aku yakin diaa bisa berubah, aku yakin dia bisa menjadi hambaMu yang lebih baik, satukanlah aku dengan nya ya Allah... dengan ridhoMu, dan orang tuaku juga keluarga ku, aku.... aku mencintainya..... aku tidak mau dia kembali ke jalannya yang gelap, cukup jadi masa lalunya saja, biarkan dia berjalan dijalan yang terang.... satukanlah aku dengan nya ya Allah aamiin.... hiks..... heu... heu.... hiks... " akupun tertidur didalam sujudku


(Farhan kamu mau kemana? jangan kesitu farhan disitu gelap, sini sama aku, sini pegang tangan ku, aku akan membawamu kejalan yang terang, kejalan yang diridhoi Nya, kita akan sama-sama menuju surga-Nya Farhan, kamu jangan kesitu, jangan Farhan, sini sama aku...


tapi Farhan hanya menoleh saja dia tak berkata sedikit pun, dia hanya menatap jalan yang ia akan tempuh tanpa sedikit pun cahaya yang meneranginya, dia akan melangkah! ya dia akan memulai perjalanan nya dengan satu langkah kakinya...

__ADS_1


Farhannnnn.... JANGANNNNNN!!!!)


__ADS_2