Premanku

Premanku
KESEDIHAN


__ADS_3

"JANGANNNNN!!!! HAH" nafasku terengah-engah, ternyata itu cuma mimpi, akupun tersadar dan terlunglai lemas, tidak, tidak, aku hanya mimpi, itu hanya mimpi, Farhan tidak mungkin kembali ke jalan yang salah lagi, dia sudah berjanji padaku untuk berubah, berubah menjadi lebih baik, berubah kejalan yang benar....


akupun melihat jam, sudah menunjukan pukul 04.25 dini hari, lima menit lagi adzan subuh, hari ini aku tidak keburu sholat tahajjud, tidurku terlalu lelap, mungkin karena aku kecapean nangis semalaman, akupun bergegas mengambil air wudhu untuk solat subuh, seusai solatpun aku terduduk kembali, rasanya air mataku sedikit-sedikit mulai mengering, aku ingin menangis lagi tapi tidak sederas semalam, mataku hanya mampu mengeluarkan tetesan saja, aku sesak, hatiku masih sakit mendengar perkataan ayah, mengapa ayah begitu kasar? kemana ayahnya yang selama ini baik dan bijaksana? mengapa ayahnya tidak memikirkan perasaan anaknya sedikit pun? mengapa ayah begitu tega padaku? mengapa ayah begitu.... ayah.... aku kecewa... mengapa ayah hatinya tertutup sekali untuk menerima Farhan? tidak adakah celah sedikit untuk Farhan? ayah..... hiks....


seusai solat biasanya aku membaca Al-Quran, tapi kali ini tidak bisa, aku malu, bacaanku tidak lancar, aku jadi terbata-bata tidak jelas, makhrojnya tidak sesuai dengan tajwidnya, jadi mungkin aku berhenti, karena Alquran ku pun jadi basah, tergorongkanku terasa kering, aku haus, aku ingin minum.


segera aku pergi kedapur setelah melepas mukena, ketika aku minum ibu melihat ku dengan hawatir, mungkin karena keliatan banget aku habis nangis semalaman sampai-sampai mataku bengkak


"za kamu sudah solat subuh? "


"sudah bu"


"assalamu'alaikum"...


suara ayah diambang pintu, beliau baru saja selesai berjama'ah solat subuh di masjid, beliau yang selalu menjadi imam nya, terkadang beliau juga yang suka Adzan, akupun buru-buru masuk kamar lagi, aku gak mau bertemu ayah dulu, malu, marah, itu semua bercampur, badanku masih lelah dan lemas, aku males ngapa-ngapain untuk pagi ini, aku ingin istirahat dulu sebentar, akupun menelantangkan badanku kembali diatas kasur, hmmmm aku mulai tenang sedikit


kringgg.... kringgg....


suara telepon rumah berdering..


"iya sebentar.... "


"assalamu'alaikum"


"wa'alaikum salam... zidan gimana kabarnya nak? apa kamu baik-baik saja dengan istri dan anak mu? "


"alhamdulillah baik bu.. gimana kabarnya zahwa bu? katanya dia kemarin dilamar ya bu? wah ibu napa gak ngasih tau, kan aku bisa jadi saksi sejarah adikku tersayang bu.. "


"itu... ibu harus bicarain ini dirumah nak, kamu kerumah ibu ya nanti? "


"ohhh gitu ya bu, hmmm ya udah deh bu nanti aku sama anak dan istri kerumah, sekalian udah lama Azka gak main sama kakeknya"

__ADS_1


"iya iya.. sudah dulu ya nak ibu lagi masak tuh nanti gosong"


"iya ibu assalamu'alaikum"


"wa'alaikum salam warahmatullah... "


(sebaiknya aku mandi deh)


"zahwa... Tok-tok... nak... kamu sudah bangun? "


"iya bu... mau zahwa mau mandi... "


"nanti setelah mandi sarapan ya ibu udah siapin dimeja, tapi jangan lama-lama dimakannya nanti keburu dingin"


"iya bu nanti zahwa makan"


"ibu berangkat dulu ya "


"iya bu"


"assalamu'alaikum"


ibuku seorang guru PAUD, setiap jam 08 beliau sudah berangkat, ya ibu mengelola PAUD itu sendiri an dan aku harapan nya, aku mengambil jurusan PG PAUD di Institut Agama Islam Cipasung tasikmalaya, jaraknya lumayan jauh dari rumahku, karena rumahku diBandung tempat kisah cintanya Dilan dan Milea, mungkin aku akan meneruskan kisah cinta mereka tapi tidak kandas seperti mereka, aku yakin cerita cinta ku akan berakhir bahagia bahkan sangat, sedangkan ayahku beliau menjadi kepala sekolah di SMK Islam Bandung, ya itu juga beliau yang mengurusnya dn dibantu oleh kakakku yang sudh berkelurga, mungkin suatu saat kakakku akan menjadi penerusnya, jadi sekarang dirumahku sudah tidak ada siapa-siapa kecuali bi Tuti , beliau yang selalu membantu pekerjaan ibu dirumah, jadi aku tidak perlu repot-repot beresin rumah meskipun aku slalu mencuci bajuku sendiri tapi untuk sekarang rasanya malas sekali, aku ingin menenangkan hati dan fikiran ini.


tok-tok....


"non.... non zahwa.... ini makanannya non.. kata ibu segera dimakan... "


"iya bi taruh saja dimeja nanti Za makan ko"


"baik non, tapi beneran makan ya non, nanti kalau sakit bibi juga yang dimarahin"

__ADS_1


"iya bibi tenang aja gak bakal dimarahin ko bi meskipun aku sakit kan sakit itu dari Allah bi bukan dari bibi"


"ah non mah, ya udah makan ya non meskipun sedikit"


"iya bibi"


selain orang tua dan kakak ku bi tuti juga selalu memanjakan ku, yah mungkin sudah kodratnya anak bungsu manja meskipun aku mencoba mandiri kuliah sambil mesantren tapi masih takut karena aku pernah sakit sampai kerumah sakit selama dua bulan, jadi selama kuliah aku dirumah sambil sekali-sekali bantu ibu ngajar di PAUD.


sejujurnya aku masih sedih, aku masih gak nafsu buat makanpun engga, aku hanya ingin minum air saja, tapi lama kelamaan kepalaku pusing, pening, aku.....


"assalamu'alaikum.... "


"wa'alaikum salam.... eh den Zidan, mba Alisa, silakan masuk mas mba, duh de Azka makin tumbuh ganteng aja"


"ibu sama ayah masih disekolah bi? "


"iya den kebetulan bapa sama ibu pada rapat,


bapak rapat untuk UN, kalau ibu untuk perpisahan PAUD"


"oh gitu ya bi, oh iya zahwa ada kan bi? "


"ada den dari tadi non zahwa dikamar terus, dia gak mau keluar-keluar apalagi makan"


"ohhhh gitu ya bi, ya udah bi trimakasih, bibi bisa beresin dulu,


sayang tunggu disini sebentar ya aku mau kekamar zahwa dulu, Azka main sama bi tuti dulu ya"


"iyya" angguk Azka, "duhhh lucunya dede Azka"...


tok-tok.... krit....

__ADS_1


" ade..... zahwa...... liat siapa nih yang dateng..


ugh ternyata dia tidur... de.... zahwa.... za.... bangun..... liat ni ada abang ganteng dateng... (sambil mengusap Kepala nya) za... zahwa....! zahwa....! ya ampun jidat kamu panas banget...! kamu kenapa Zahwa..! zahwa bangun sayang! sayang! bibi! cepat kesini! teriak Zidan dengan cemas


__ADS_2