
(lagu metal)
"hallo"
"hallo bro!!! "
"ada apa man? "
dia Iman temen gue paling deket, sesuai namanya dia itu beriman, dia suka nasihatin, ngopi ok, nongkrong ok, tapi sharing juga ok, slalu ngingetin gue kalau lagi khilaf, ngingetin sholat, ngingetin puasa, ngingetin jangan ini jangan itu tapi gak terlalu ngatur sih dia enak orang nya, enak dibawa temenan, nyambung meskipun kita berbeda jalan, pengertian dan perhatian tidak seperti temen-temen alim yang lainnya yang terlalu panatik dan terlalu munafik
"gimana kabarnya Han? "
"gue.... gue abis mabok man"
Iman terdiam sejenak
"kalau lho ada masalah, coba cerita sama gue, jangan lho tanggung sendiri gue jadi tersinggung gak di anggap temen sama lho, emang ada masalah apa? Zahwa? "
"iya, gue udah lamar zahwa, tapi orang tuanya gak nerima"
"apa?! napa lho gak ajak gue! gue kan bisa ngomong sama bapaknya, emaknya, kalau lho itu baik buat zahwa"
"gak bro, lho gak usah bela gue, emang gue udah nerima ko kalau gue ini cuma sampah, gue gak tau apa yang harus dilakukan, rasanya pengen bunuh diri hahahaha"
"bro! lho harus inget berapa lama hubungan lho sama Zahwa, masa lho segampang itu, baru sekali juga, dimana Farhan yang gue kenal? yang pantang menyerah? hah? Zahwa itu sangat tulus mencintai lho, lho mau sia-siain wanita seperti Zahwa? kali aja nih ya kalau lho terus berusaha orang tuanya Zahwa akan luluh"
Benar juga apa yang dikatakan Iman itu, segera besoknya Farhan menemui orang tuanya Zahwa, dengan tekad yang kuat dan yakin dia bergegas cepat pagi itu juga sekitar jam 08.00 Farhan sudah sampai dihalaman rumahnya Zahwa, seketika dia terdiam sejenak teringat kata-kata ayahnya Zahwa, Farhan pun menggelengkan kepala dan menggemgam tangannya kuat-kuat, tidak, sekarang dia harus berhasil memperjuangkan wanita itu, apapun yang terjadi dia hanya miliknya, ya! hanya milik Farhan!
"assalamu'alaikum.... "
ting-tong
"assalamu'alaikum.... "
hari ini hari libur, jadi mungkin keluarganya Zahwa ada semua dirumahnya, tapi sudah dua kali Farhan mengucapkan salam belum ada juga yang menjawabnya ataupun membuka pintu, ah mungkin mereka lagi liburan atau emang gak kedengaran karena rumahnya terlalu besar dan luas???
"***.... "
"wa'alaikum salam warohmatuloh... "
bi Tuti pun kaget siapa yang ada dihadapannya sekarang
"eh den Farhan"
"bi... emmm orang tuanya Zahwa ada bi? "
"ada den, beliau lagi di atas dikamarnya non Zahwa"
"kenapa dengan Zahwa bi? jelaskan kepada saya bi! "
"itu.... non Zahwa.... sejak kejadian itu non Zahwa jadi sakit-sakitan den... bibi... juga khawatir dengan keadaan dia sekarang den... "
"apa bi?! "
sebenarnya Farhan ingin sekali langsung lari ke kamarnya Zahwa waktu itu juga, ingin sekali dia melihat bagaimana keadaan belahan jiwanya sekarang, namun niat itu Farhan urungkan, karena mungkin itu akan menjadi tambah masalah buat dirinya ataupun Zahwa.
jadi... sekarang aku tau siapa yang lebih menderita? siapa yang lebih berkorban dan berjuang? siapa yang lebih besar cintanya? Farhan...... kenapa sebodoh ini sih, jika bukan karena Iman ia tak akan pernah memperlihatkan batang hidungnya kembali, ternyata wanita itu yang lebih berkorban untuk dirinya, untuk cintanya. Sekarang giliran dia yang akan memperjuangkan segalanya.
"bi.. sekarang juga tolong panggilkan orang tuanya Zahwa bi, saya mohon bi... "
__ADS_1
"baik den saya keatas dulu, den Farhan duduk dulu"
(Farhan mengangguk)
tok-tok-tok....
"bu... pak... ada tamu.. "
"siapa bi? "
"itu.... den Farhan bu.. "
"anak itu!"
"pak... sabar dulu pak jangan emosi... "
Zahwa yang tertidur pun membuka matanya
"Farhan.... bu... dibawah ada Farhan?.... "
mereka semua terdiam, Zahwa pun bergegas turun dari kasurnya, tapi ibunya mencegahnya
"bu... Farhan bu... Zahwa mau ketemu sama Farhan bu... hiks.... "
"tenang Zahwa sabar... biar ibu dan ayah dulu yang menemuinya, bi.. tolong jaga Zahwa sebentar ya bi"
"baik bu"
seketika tangisan Zahwa oun meledak
"bi.. Zahwa mau ketemu Farhan bi... "
"mau ngapain lagi kamu kesini?! belum ngerti kamu apa yang saya katakan kemarin hah?! "
"pak... sabar pak... "
"anak saya sudah saya jodohkan sama orang yang lebih pantas, lebih baik daripada kamu! dia lebih berpendidikan, lebih cerah masa depannya daripada kamu! "
"boleh saya tau itu siapa pak??"
"kamu gak perlu tahu sekarang, lambat laun kamu juga nanti tau, jangan lupa datang saja ke acara pernikahannya"
bagaikan disambat petir, hatinya kini benar-benar hancur, benar-benar lebur menjadi abu, tak ada lagi harapan dan bujukan untuk dirinya bertahan
"apakah Zahwa bahagia pak? "
"jelas lah Zahwa bahagia karena dia mendapatkan yang lebih baik dari kamu! "
"engga yah Zahwa sedikit pun gak BAHAGIA!!! "
bi tuti tidak bisa lagi mencegah Zahwa turun kebawah, dia kewalahan, memang tenaga anak muda lebih kuat daripada orang tua.
"Zahwa gak bahagia yah.... hiks... hiks..
Farhan..... "
Farhan pun perlahan mendekat, dia juga ingin menangis sejadi-jadinya melihat belahan jiwanya begitu pucat tak berdaya, tapi dia laki-laki, dia harus lebih kuat dari pada Zahwa didepan orang-orang yang tak menginginkannya, dia tak boleh terlihat lemah juga meskipun kini hatinya telah menjadi abu
"Zahwa.... "
__ADS_1
tangannya perlahan terangkat .ingin sekali mengusap air mata itu dan menahannya supaya tidak berjatuhan lagi
"jangan sentuh anak saya!!! "
Farhan pun menunduk dan air matanya jatuh, ia tak dapat menahan lagi air matanya itu, kini mereka sama-sama menangis dalam kehancuran, Zahwa pun tak kuat menerima keadaan itu, dadanya kini terasa sesak sekali tak bisa bernafas secara biasanya, dan akhirnya Zahwa pun tergeletak jatuh pingsan dianak tangga terakhir.
"Zahwa! "
mereka semua yang ada disana pun kaget
"Zahwa! kamu kenapa Zahwa bangun! " khawatir Farhan sembari menepuk-nepuk pipinya
"pak sebaiknya kita bawa Zahwa kerumah sakit! "
"iya cepet pak! "
DIRUMAH SAKIT
"Gimana dok keadaan anak saya? "
"keadaannya masih terlalu buruk karena terlalu banyak tekanan yang diterimanya, sebaiknya bapak dan ibu tidak terlalu menekannya dan menuruti kemauannya, jika tidak kondisinya akan semakin parah, sekarang dia masih belum siuman"
"apa? "
"Zahwa..... pak Zahwa pak... "
Zidan dan istri anaknya pun datang
"bu, yah kenapa dengan Zahwa? ada apa bu, yah? "
ibu Andriana pun menangis tak bisa menjawab.
Zidan pun melirik kursi paling ujung, disana terdapat Farhan yang sedang menunggu juga.
DIRUMAH
tutut.... tutut.....
"hallo assalamu'alaikum"
"wa'alaikum salam bu.. "
"ini sama bibi den, aden siapa ya? "
"oh iya bi saya Reza anak temennya pak Andriana"
"oh iya den ada apa ya? "
"Zahwa nya ada bi? "
"emmmm.... kebetulan non Zahwa lagi dirumah sakit den"
"apa? kenapa bi? "
"ceritanya panjang den saya juga gak bisa ceritain sekarang, nanti den Reza juga pasti tau ko"
"oh iya bi kalau gitu saya kerumah sakit sekarang, assalamu'alaikum"
"iya den wa'alaikum salam warahmatullah... "
__ADS_1
tut