
Rinto asisten bram sekaligus tangan kanan perusahaan utama group liang dan sahabat bram, ia selalu ada di saat di butuh kan.
Meski pun terkadang keberadaan nya tidak di inginkan oleh orang yang membencinya.
Saat rinto selesai makan siang ia hendak pergi menuru Rs tempat igrey di rawat.
Pada saat ia berhenti karena lampu merah di sebelah kanan nya ada sebuah bangunan besar tempat jualan kain ternama di kota itu, yaitu butiq langganan keluarga konglomerat tepat di dekat lampu merah.
Ia awal nya sekilas melihat ke arah butiq itu, seketia ia di tersentak.
Rinto melihat di depan pintu masuk butiq itu ada supir dari keluarga liang.
Rinto dapat mengenali supir itu karena jas yang di kenakan oleh setiap supir dan pengawal yang bekerja di keluarga liang itu khusus.
"Mengapa supir ada di situ?."
Saat lampu sudah hijau ia memutar arah, ia memarkirkan mobil mewah hitam nya tepat di parkiran depan butiq itu.
Saat supir itu melihat rinto mendekati nya ia tertunduk.
"Siang pak. " sapa supir itu.
"Yah, kau bersama siapa disini??. "
"Dengan tuan muda bram, pak."
Fikiran rinto sedang beradu domba, pasal nya bram tidak akan ke butiq ini kalau tidak di suruh oleh mami nya dan juga tidak sedang dengan stery mantan kekasih nya.
Saat rinto ingin mendorong heandel gagang pintu itu, bram sudah lebih dahulu mendorong nya.
Tatapan bram dan asisten nya itu beradu dengan tatapan kebingungan.
__ADS_1
"Sedang apa kau disini? Mau membeli baju untuk kekasih mu?."
"Maaf bram, seharus nya aku yang bertanya. apakah ada urusan mu disini?. "
Bram tidak menghirau kan pertanyaan sahabat nya sekaligus asisten nya itu.
"Pak biar kan dia membawa mobil nya nanti,
dan satu lagi, bawa mobil asisten rinto ke kantor. "
"Baik tuan, maaf pak rinto kunci mobil anda?." sambil mengulur kan tangan nya untuk meminta kunci mobil rinto.
Rinto merogo kantong saku jas nya dan memberikan kunci mobil nya kepada supir itu.
"aku yang bawa mobil mu?. "
Tanya rinto sekaligus mengulur kan tangan nya sekali lagi ke supir, untuk meminta kunci mobil bram.
"Wait!. " teriak rinto ke arah bram yang berada di depan nya.
"Apa??? Bising tau. "
bram yang menjawab itu tapi tidak menoleh sama sekali.
"Jangan bilang kau kesini bersama dengan stery?. "
Sambil mengejar bram yang sudah jauh di depan nya.
"Yah begitu lah. " sambil menaikkan kedua bahu nya dan tangan nya seperti memeluk angin.
"Gila lo? Pasti mau ngasi baju lamaran itu, apa lo pernah berfikir bagai mana reaksi mami kalau tau tentang ini?. "
__ADS_1
Bram hanya diam dan berfikir saja mendengar perkataan sahabat nya itu.
Rinto mengetahui stery berada di situ karena mobil stery berada di samping mobil bram.
Ia sangat familiar dengan mobil stery karena saat bram masih bersama dengan stery ia sering mengganti kan setry mengendarai mobil itu.
Mereka sudah memecah jalan raya, banyak kemacetan terjadi di kota itu.
Saat mereka tiba bram sangat bingung dengan tujuan mereka
"Mengapa kita ke Rs? mau jenguk ibu nya igrey?. "
"Tidak tuanmuda yang baik, tapi kita akan menjenguk nyonya igrey. "
Bram tidak berkomentar apapun dengan jawaban rinto
BERSAMBUNG
¤¤¤¤
Ayo tebak apa selanjut nya.... 😄😄
buat teman teman yang membaca novel ini author butuh banget saran kalian.
Jangan lupa tinggalin komen di kolom komentar yah, dan kalau kalian mau ngasih saran, kalian bisa Follow dan Dm Ig atuhor
@Tresiapjtnn____
1 like kalian bisa membuat author semangat loh :)
__ADS_1
Terimakasih juga