Presdir Berhati Batu

Presdir Berhati Batu
BERJUMPA LAGI


__ADS_3

Saat bram dan rinto berjalan dari lorong ke lorong, memecah jalanan lorong yang sepi.


Ya Mereka menuju lorong ICU.


Setelah sampai di depan ruangan itu, bram melihat mami nya yang duduk terkulai lemas.


"Mi?........."


sangking ia tidak percaya nya itu adalah nency mami nya, ia bahka menyodor kan kepala nya ke depan wajah wanita itu.


"Ia bram, ini mami. " sambil mengelus bahu kekar berjas putra nya itu.


Mereka berdua pun duduk bersama di bangku tunggu di depan ruang iCU tersebut, sedangkan rinto berdiri sigap menunggu perintah.


Meskipun rinto adalah sahabat karib bram, apabila di depan keluarga besar liang ia selalu bersikap sopan.


"Mi......?. "


Nency yang mendengar itu pun melihat anak nya itu, yang sedang merangkul nya.


"Ya sayang??. " sambil melirik sedikit lalu kembali menatap ruang Icu tersebut.


"Apa mami belum makan siang? Mami terlihat sangat lemas mi, ayo bram temani makan di kantin Rs ini mi. "


Sambil menarik pergelangan tangan mami nya itu.


"Tidak sayang, mami tidak berselera untuk makan. "


"Tapi mami sangat lemas mi!. " tegas bram, dan tetap dengan kondisi menarik pergelangan tangan mami nya.


"Nyonya, makan lah dulu, biar saya yang berjaga di sini. "


Balas rinto yang melihat perdebatan kecil itu.

__ADS_1


Nency pun menuruti kemauan para bocah dua ini.


Bukan nya pergi ke kantin, bram membawa mami nya itu ke butiq tempat ia bersama oleh stery tadi.


"Kenapa kita kesini sayang?. "


Bram hanya memberikan senyuman termanis nya untuk menjawab pertanyaan mami nya itu.


Saat mereka masuk mereka melihat stery yang masih berada di butiq itu.


Pada waktu rinto dan bram pergi, stery meminta agar baju yang telah di pakai nya itu sedikit di besar kan.


Entah kenapa ia merasa sedikit sesak saat memakai nya tadi.


Dan desainer yang merancang itu menyuruh nya agar menunggu sebentar karena itu tidak akan memakan waktu yang lama.


"Hai tante......" stery menyalam nency dengan sopan.


"Ia sayang, bagai mana kabar kamu sekarang?. "


Keluarga liang sudah sangat mengenal stery.


Yang mereka kenal, stery adalah anak yang baik dengan prestasi yang banyak.


Nency dan stery saling bergandeng tangan menyusuri setiap lorong rak baju yang bergantungan, dan memilih satu persatu baju yang menurut mereka bagus.


"Sayang, ambil lah kalau kau mau, tante yang bayar."


"Gak usah tan, baju di apart juga banyak kok. "


"Kamu jangan sungkan, walau pun kamu dan anak tante sudah tidak ada hubungan lagi. Lagian kalian berpisah kan dengan baik baik sayang, jadi jangan sungkan yah. "


Seketika hati stery ingin meledak, ia berfikir nency mengetahui sifat nya.

__ADS_1


ternyata bram menutup aib yang dimiliki oleh stery dengan rapat, bahkan mami nya sendiri yang setiap ada masalah bram cerita pada mami nya.


Tetapi kali ini, aku ingin rasanya menangis.


Aku menyesali perbuatan ku yang jorok itu.


Seandai nya aku tidak tergoda oleh harta yang di tawar kan oleh orang tua gila itu, pasti aku masih bersama dengan bram saat ini.


Dan tidak mungkin aku melakukan hal gila seperti itu.


Hampir membunuh beberapa nyawa!!


"Ini saja tan biar seperti couple kita."


sambil memegang gaun biru muda langit selutut dengan sedikit corak batik coklat pudar setengah lengan panjang.


"Baik lah sayang, ayo kita ke ruang ganti. "


BERSAMBUNG


¤¤¤¤


 


Ayo tebak apa selanjut nya.... 😄😄


buat teman teman yang membaca novel ini author butuh banget saran kalian.


Jangan lupa tinggalin komen di kolom komentar yah, dan kalau kalian mau ngasih saran, kalian bisa Follow dan Dm Ig atuhor


@Tresiapjtnn____


1 like kalian bisa membuat author semangat loh :)

__ADS_1


Terimakasih juga


__ADS_2