Presdir Mencintai Dengan Kehangatan

Presdir Mencintai Dengan Kehangatan
episode 3


__ADS_3

"itu berakti Nona Jenny harus di bawa ke psikolog karna dia tidak bisa menahan emosi nya pada saat bicara bahkan dia tidak peduli terhadap sekitarnya tapi aku harus bagaimana!! Kalau aku membicarakannya kepada nyonya tentang psikolog aku takut nyonya akan marah, biarlah waktu akan mengubahnya siapa tahu dengan masuknya nona Jenny ke agensi dia bisa merubah sifatnya itu"gumang sekertaris Ibu Jenny


"Nyonya, kita kedatangan tamu dari perusahaan N.E Group dia ingin mengajukan kontrak kerja sama kepada perusahaan kita"ucap staf lobi


"N.E Group?? kenapa berita baik ini kau tidak sampaikan dari awal di mana dia sekarang?"ucap ibu jenny bersemangat


"dia di ruang tunggu"ucapnya


Ibu Jenny beserta sekertarisnya ke ruang tunggu dan membuka pintu dan melihat ternyata hanya sekertaris dari perusahaan N.E group yang sedang duduk di sana


"selamat datang di perusahaan YR Ent maaf atas ketidaknyaman anda dalam menunggu kami"ucap Ibu Jenny bersalaman


"tidak, aku dan juga atasan ku baru saja sampai"bersalaman


"suatu kehormatan atasan mu datang berkunjung juga tapi di mana dia sekarang?"


"dia sedang ke toilet"


"ohh begitu,jess tolong ambil surat kontrak kerja sama di atas meja yah"


"baiklah nyonya"ucap sekertaris


***

__ADS_1


Sementara itu....


Jenny mencari-cari ruangan ibunya tapi tidak menemukannya"kenapa kantor ini begitu besar bahkan satu orang pun tidak ada ini kantor atau kuburan sih percuma bangun kantor besar tapi tidak ada orangnya"


Tiba-tiba tidak sengaja dia menabrak seseorang dan...(Bruk) Jenny terjatuh, dan melihat seseorang berjas hitam yang sedang menahan sakitnya


"Tuan anda tidak apa-apa?"melihat


Jenny melihat wajah nya yang ke sakitan dan berkeringat bahkan tubuhnya terasa sangat dingin"Tuan apakah anda meminum sesuatu?"


Pria itu pun mengeluarkan sesuatu dari kantongnnya dan membuat Jenny terkejut itu seperti obat tradisional yang khusus untuk penyakit dingin Jenny pun dengan sigap menopannya dan membawanya suatu ruangan.


"Aku harus apa!!penyakit seperti ini sangat langkah bahkan obatnya pun tidak berhasil untuk menurunkan dinginnya"


"wow!!sixpack nya lumayan,tapi....aku minta maaf mungkin aku tidak sopan melakukan ini tapi ini demi kebaikan mu"


Jenny memeluk pria itu tetapi dinginnya hanya turun sedikit, Jenny membuka baju nya dan memeluknya kembali dan itu membuat dingin nya turun drastis, pria itu membuka matanya dan melihat seorang wanita memeluk dirinya dia


"siapa dia?"gumang pria itu


Jenny merasakan hawa dingin di pria itu sudah turun dia pun melepaskan pelukannya dan melihat pria yang dia peluk


"kenapa kau berpura-pura menutup mata mu aku tahu kau sudah sadar"

__ADS_1


Pria itu membuka matanya dan melihat Jenny hanya mengenangkan bra nya saja,"ukuran mu lumayan untuk orang seperti mu"menatap


Jenny hanya diam mendengarnya dan berkata dengan santai"kenapa dengan ukuran yang aku miliki!! Ini sudah cukup besar untuk ku"


Jenny berdiri dan mengambil baju dan ingin meninggalkan pria itu tetapi tiba-tiba pria itu menarik jenny dan memojokannya di dinding, Jenny hanya menatap pria itu tanpa ekspresi takut sama sekali


"kenapa?"ucap ketus


"apakah kau tidak ingin bertanggung jawab kepada ku"menatap


"maksud kamu apa hah aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan!!,ow(tersadar) maksudmu baju yang aku lepas dari tubuh mu itu dan memeluk mu begitu hah"


"ternyata kamu pintar juga"terseyum sinis


"heii tuan,aku menolong mu dari penyakit aneh mu itu kenapa tuan menyalahkan ku salahkan diri mu meminum obat yang salah"ucap jenny menatap


"apakah kau tidak tahu aku ini siapa?"sombong


"Aku tidak peduli kau itu siapa dari mana kau berasal aku tidak peduli yang jelas aku menolong mu dan jangan ganggu aku"mendorong


Jenny meninggalkan pria itu di ruangan dan melanjutkan mencari ruangan ibunya lagi


"menarik,aku tidak tahu ternyata ada wanita seperti ini di sini"Ucap pria itu

__ADS_1


__ADS_2