Pria Berjiwa Dua

Pria Berjiwa Dua
pertemuan pertama


__ADS_3

axelle yang memang tidak punya pekerjaan selalu merasa bosan di rumah. ia hidup dalam kemewahan namun tak merasa bahagia sama sekali. Hidup dalam kesendirian dan tidak punya teman. bahkan ayah kandungnya sendiri tidak pernah lagi mengunjunginya.


sore itu axelle memutuskan untuk jalan jalan sebentar. ia ingin berkeliling kota supaya menghilangkan rasa jenuhnya. dengan bersemangat ia melangkah menuju garasi. ia memacu BMW mewahnya menuju kota.


setelah memarkirkan mobilnya, ia mulai berjalan menyusuri kota. udaranya juga cukup segar karena agak jauh dari jalan raya. axelle cukup bersemangat sambil memandang sekelilingnya. ampuh juga ternyata idenya itu.


belum lama axelle berjalan, pandangannya terpikat pada jajaran kue warna warni di sebuah toko. ia mendekat sambil memandangi kue kue itu. tanpa pikir panjang, ia segera memasuki toko itu.


"ada yang bisa dibantu, tuan? mau beli apa?" ucap seorang gadis muda sambil tersenyum pada axelle.


" semua kuenya sangat indah. aku jadi pengen beli semuanya." balas axelle tak kalah ramah.


"wah... makasih atas pujiannya,tuan! silahkan dipilih."


Kue kue itu benar benar menarik perhatian axelle. ada kue coklat, keju, vanila dan rasa lainnya.


"aku mau beli kue semua rasa. masing masing satu aja." ucap axelle tersenyum.


"baik tuan, akan saya siapkan dulu."


axelle menunggu sambil memperhatikan gadis itu membungkus pesanannya. tak sabar ia ingin mencicipi semua kue itu.


axelle merasa dirinya mungkin seperti anak anak. tapi ia melakukan semua itu hanya untuk hibur diri saja. ia sudah bosan dengan kegiatan yang monoton, dan ingin mencoba hal baru. seperti mencoba kue kue ini.


"ngomong ngomong namamu siapa?" tanya axelle tiba tiba.


gadis itu sebenarnya cukup terkejut karena baru pertama kalinya seorang pelanggan menanyakan namanya.


"Kyle Samantha." ucap gadis itu sambil tersenyum.

__ADS_1


"ini pesanannya sudah siap,tuan" ucap Kyle lagi.


ada banyak bungkusan yang harus dibawa axelle sedangkan ia tadi jalan kaki kemari.


" Bisakah saya minta tolong nona Samantha? mobilku tak jauh parkir dari sini. bisakah nona membantu saya membawakannya?" pinta axelle sambil menenteng bungkusan di kedua tangannya.


"tentu saja tuan. mari saya bawakan."


Kyle mengikuti axelle dari belakang sambil membawa kue kue itu.


"kalau boleh tahu, kue sebanyak ini untuk apa tuan?" tanya kyle pelan.


sambil terus berjalan, axelle tak menjawab gadis itu. ia hanya tersenyum tanpa diketahui Kyle.


disisi lain Kyle merasa telah menyinggung perasaan orang yang baru saja membeli kuenya itu.


"mm..maaf atas pertanyaan saya,tuan. tidak seharusnya saya harus tahu hal itu." ucap Kyle merasa bersalah.


"kenapa kau minta maaf? kau tak salah. kue kue ini untukku semua." ucap axelle tanpa menoleh pada gadis itu.


"apa? kue sebanyak ini?" balas Kyle tak percaya.


"jangan terkejut begitu." ucap axelle dengan sedikit tawa.


akhirnya mereka sampai juga di tempat mobil axelle diparkirkan. axelle segera mengambil bingkisan yang dibawa Kyle.


" Terimakasih banyak ya." ucap axelle sambil tersenyum.


"tidak masalah tuan. kalau begitu... ohh iya. ada yang kelupaan, tuan. tunggu sebentar tuan. saya akan segera kembali." ucap Kyle sambil berlari menuju tokonya.

__ADS_1


axelle merasa heran karena menurutnya gak ada lagi yang ketinggalan. bahkan ia tadi membayar dengan uang pas jadi tak mungkin ketinggalan kembalian. tapi ia tetap menunggu hingga gadis itu akhirnya datang lagi sambil ngos ngosan.


" ini kuponmu tuan. selamat menikmati. kalau sudah terkumpul 10 kupon, tuan bisa dapat kue' gratis." ucap Kyle sambil menyodorkan 5 lembar kecil kupon.


"jadi ini yang ketinggalan? kirain apa!" balas axelle sambil tertawa. "ya udah makasih ya." ucap axelle lagi sambil memasuki mobilnya.


sambil memacu mobilnya, axelle tersenyum mengingat betapa polosnya Kyle Samantha. ia begitu semangat memberikan kupon itu. oleh karena itu axelle berjanji akan mengunjungi toko Kyle lagi. ia merasa mungkin Kyle bisa jadi sahabatnya. ia suka dengan kepribadian Kyle.


***


Sesampainya di rumah, axelle segera membawa kue kue itu ke kamarnya. diruangan yang luas itu, axelle meletakkan semua di atas meja. setiap kue dicicipi sedikit dan telah menjawab rasa penasaran nya pada rasa semua kue itu.


"enak juga ternyata." ucapnya sambil terus mencicipi kue kue itu.


***


jam 7 malam.


axelle telah berganti menjadi Alex. Alex terbangun dari kasur. betapa terkejutnya dia melihat jajaran kue ada di atas meja.


"apa apaan ini?" ucapnya sambil memandangi semua kue itu.


" cihh kek anak kecil saja. kue seperti ini bukan untuk orang dewasa lagi. " ucapnya sambil memasukkan semua kue ke kantong plastik besar.


"memalukan.. dasar axelle bodoh." umpatnya. ia merasa jiwa axelle itu seperti anak kecil.


ia segera melemparkan semua kue itu ke tong sampah. setelah kembali memasuki kamar, ia mengambil note dan menulis sesuatu.


"lain kali jangan lakukan hal bodoh. kau membuatku ikut malu dengan tingkah konyolmu." tulisnya. ia segera meletakkan note itu di atas nakas.

__ADS_1


ia segera mengambil bukunya, dan mulai membaca bagian yang belum selesai dituntaskannya. ia sebenarnya merasa tidak adil karena waktunya hanya malam hari saja. kenapa harus axelle bodoh itu yang punya pagi dan menghabiskan waktu. akibatnya Alex yang harus mengantuk karena kegiatan axelle di siang hari. makanya semalam ia begadang karena dia juga menginginkan waktunya sendiri.


****


__ADS_2