Pria Berjiwa Dua

Pria Berjiwa Dua
kue untuk alex


__ADS_3

hari sudah malam dan tentunya waktunya bagi Alex untuk memiliki tubuh itu. betapa kesalnya Alex, karena isi kulkas kosong, hp dan kunci mobil juga disembunyikan axelle. ia hanya meninggalkan sebuah kue dan note yang bertulis;


" aku sengaja tidak makan malam supaya kamu kelaparan. tapi aku sudah membeli kue ini untukmu. aku tahu kamu tak suka kue tapi makan saja."


betapa geramnya Alex hingga ia meremukkan kertas itu. aneh sih sebenarnya dimana dirinya sendiri yang mengerjai dirinya. tapi apa boleh buat, Alex tak kuat menahan lapar. perlahan ia memakan kue itu. ia sebenarnya tak suka makanan berat seperti ini. hal ini membuat ia yakin betapa bodohnya axelle yang suka hal kekanak Kanakan seperti ini.


Setelah mengisi perutnya, Alex memutuskan untuk jalan jalan ke luar sebentar. rumahnya memang sangat jauh dari pemukiman, tapi suasana seperti inilah yang di sukai Alex, sepi dan damai. tapi ada kurangnya juga, karena Alex tidak bisa menemukan restoran ataupun kedai makanan di sekitar sini.


ia menghirup udara sambil menatap indahnya malam. ia merasa sedikit bahagia terobati dari rasa jenuh kesepiannya. tak banyak kegiatan yang bisa di lakukan Alex, karena waktunya yang hanya malam saja. ia sebenarnya ingin sembuh, tapi jiwa Alex ini sangat keras kepala dan tak mau membukakan pintu jika dokter psikiater langganan nya datang kemari. ia tak suka menyambut kedatangan orang lain di rumahnya. Ia berpikir, ia telah mencintai kesepian ini dan sudah menutup hatinya untuk orang baru. benar benar bertolak belakang dengan axelle yang ingin punya teman.


meskipun demikian, ia tetap rindu akan sosok ibunya yang selalu bersamanya semasa kecil dulu. ayahnya hampir tak pernah punya waktu untuk keluarga nya karena sibuk urusan perusahaan. semua dilakukan ibunya sendiri. Ia juga menyalahkan ayahnya karena kematian ibunya, karena ia berfikir ibu tak mungkin selingkuh jika ayah punya waktu dengan keluarga nya. betapa ia sangat benci dengan ayahnya yang bahkan sudah bertahun tahun tak pernah menemuinya lagi. mungkin karena ia sedang sakit, makanya ayahnya itu tak peduli lagi dengannya.


tak disadari air mata Alex telah menetes, karena mengenang masa lalu yang begitu bahagia. ia rindu masa lalunya, ia ingin sekali kembali ke masa lalu dan mencegah kepergian ibunya. harapan Alex yang sangat mustahil.


**


Keesokan paginya, axelle masih berbaring di kasurnya sambil memainkan hpnya. ia merasa merindukan sahabat barunya. entahlah... mungkin karena ini baru pertama kalinya axelle punya sahabat baik. bukan cuma itu, ini juga saran dokternya, agar axelle belajar mencari teman baru. cara ini juga salah satu alternatif pengobatan axelle.


ia mulai menelepon Kyle. setelah bunyi tutt tiga kali, akhirnya telponnya diangkat dari seberang sana.


"halo?"


"selamat pagi, Kyle. Kamu pasti nggak lagi sibuk kan? berkunjunglah ke rumahku."


" hahh.? kenapa?"


"aku bosan sendirian. setidaknya kalau kamu ada disini kita bisa main bersama."


" aku gak bisa. lagian kita belum lama kenalan." balas Kyle karena merasa sedikit risih dengan kata " main". entah apa yang dipikirkan Kyle.

__ADS_1


" hey ayolah. aku yakin kamu tak akan bosan di rumahku."


"gak. gak bisa. aku sibuk. maaf ya."


"eitt.. jangan bohong. ini hari Minggu loh. masak kamu jualan kue di hari Minggu?"


" aku harus beli bahan buat besok. jadi maaf ya."


" kalau begitu biarkan aku menemanimu. aku juga ingin beli bahan makanan karena kulkasku udah kosong. boleh ya?"


" kenapa harus aku?"


" kan kita sahabat. boleh ya? biarkan aku menjemputmu."


" terserah kamu saja. aku tak memintamu repot. jangan minta imbalan nanti." ketus kyle dari seberang. Kyle merasa pria ini semakin mengganggu.


" oke. tunggu aku ya." balas axelle menutup telponnya.


"kamu cepat sekali!" ucap kyle yang cukup terkejut dengan kedatangan axelle.


"kamu membuatku kecewa, kyle. aku sudah buru buru dari rumah dan kamu belum siap siap. dan sebenarnya aku mau mengajak sarapan tadi ke restoran sana." balas axelle.


"kamu belum sarapan? kalau begitu sarapan denganku saja." balas kyle tersenyum tapi merasa aneh dengan ucapan axelle barusan. apakah ia sedang bicara dengan pria yang berjiwa anak anak? sangat tidak cocok dengan wajah tampannya. apakah pria ini sakit? kyle merasa bertanya tanya.


" apa boleh?" ucap axelle senang sambil mengambil posisi duduk disamping kyle.


"silahkan!" balas kyle sambil menyodorkan piring untuk axelle.


setelah sarapan, kyle dan axelle segera bergegas dengan mobil axelle. selama perjalanan, mereka masih diam hingga kyle memulai pembicaraan.

__ADS_1


"hey axelle."


axelle melirik sebentar sambil tersenyum dan kembali fokus dengan mobilnya.


" boleh aku bertanya sesuatu?"


"silahkan. kita kan sahabat. kau boleh menanyakan apa saja."


"kenapa harus aku?"


"maksud kamu?"


" kenapa kamu memilihku jadi sahabatmu. aku hanya penjual kue. dan kamu itu orang yang sepertinya sangat berada. apa kamu punya tujuan mendekati ku?" tanya kyle panjang lebar.


" karna kamu orang baik, Kyle. waktu itu aku hanya ingin beli kue saja ke tokomu tanpa maksud lain. tapi aku lihat kamu sangat baik dan ramah. aku tertarik dan ingin menjadikanmu teman. apakah jawabanku menjawab semua pertanyaan mu?" balas axelle sambil menatap lekat kyle tanpa hilang fokus dengan jalan.


" aku hanya merasa kamu aneh. dan aku tak sebaik yang kamu pikirkan."


"iya aku tahu aku aneh. aku tahu aku seperti anak anak. dan aku itu seorang pria malang yang sedang sakit. aku hanya butuh sahabat, Kyle. dan kamulah orangnya."


kyle terkejut sekali dengan ucapan axelle. ia merasa ngeri karena berpikir axelle dapat membaca pikirannya.


Dia sedang sakit? apa mungkin pria ini sudah tak berumur panjang lagi? apa dia mau menghabiskan waktu terbaiknya sebelum mati? begitu yang dipikirkan kyle sekarang.


kyle akhirnya merasa iba dengan pria itu. ia sangat paham bagaimana kesendirian pria ini. kyle merasa bahwa dia bukan tipe sahabat yang menyenangkan. kyle khawatir axelle akan menyia nyiakan waktunya dengannya.


"tapi aku orangnya membosankan. aku takut kamu kecewa." balas kyle lemah


" aku tidak berpikir begitu. kamu orangnya menyenangkan." ucap axelle sambil tersenyum.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2