
Pagi itu kyle sudah sibuk melayani pelanggan yang sedang memilih kue. Terkadang ia melamun memikirkan ucapan axelle kemarin. apakah ia harus menemui ayahnya? ia bimbang untuk mencari keputusan. Ia penasaran bagaimana kabar ayahnya sekarang. usianya sudah kepala 6. apakah ia masih sanggup hidup dirumah itu sendirian? apakah ia telah menikah lagi? apakah ia masih sehat?
akhh terlalu banyak pertanyaan yang berkecamuk di kepala Kyle.
saat para pelanggan telah pergi dengan kue beliannya, kyle memanfaatkan waktu kosong itu untuk beristirahat sejenak. ia masih menyimpan nomor telepon rumahnya dulu. "apakah aku harus menghubungi ayah?"
tapi kyle mengurungkan niatnya karena mengingat rasa sakit hatinya karna ayahnya.
ia melamun hingga tak sadar seseorang memasuki tokonya. orang itu tepat berdiri di depan kyle dan gadis itu belum juga menyadarinya.
"apa kabar, kyle!" ucap orang itu tiba tiba hingga kyle tersentak dari lamunannya.
"Axelle!!! kau membuatku terkejut."
" kok bisa kamu terkejut begitu. padahal aku aku hanya menyapa saja." ucap axelle sambil tersenyum.
" ada apa kemari?" tanya kyle ketus.
" hey. ayolah. aku kan sahabat mu. bolehlah aku berkunjung ke toko sahabatku."
" tapi aku sibuk. kau akan bosan di tokoku."
" aku ikut membantu mu jualan."
" aku rasa kau terlalu bosan jadi orang kaya makanya kamu mencari kesibukan disini. seharusnya kamu cari kegiatan yang lebih menyenangkan. atau tetap di rumah dan menjaga kesehatan mu. kau kan butuh sembuh."
" dari ucapan mu seperti nya kau tak suka aku ada disini, kyle. apa aku mengganggumu?" balas axelle dengan wajah datar.
" bbb...buukan begitu. aku hanya tak mau kamu menghabiskan waktumu sia sia disini. di toko ini sangat membosankan."
" kamu bicara seolah olah aku hidup tak lama lagi. hahaha" balas axelle merasa lucu dengan ekspresi wajah kyle.
" bukankah kau sedang sakit parah?"
" aku memang sedang sakit tapi bukan berarti umurku sependek yang kamu pikirkan. oke aku jujur saja. aku kemari karna aku merindukanmu." ucap axelle dengan senyum indahnya. kyle agak tersipu mendengar ucapan axelle hingga ia hanya terdiam tak mengucapkan sepatah katapun.
kyle pura pura sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
" apa kau mendengar ku kyle?" tanya axelle sambil mendekatkan wajah kyle yang sedang duduk di depannya.
begitu dekat hingga kyle bisa melihat kilauan mata hijau yang dimiliki pria itu.
kenapa senyuman nya manis sekali. gumam kyle sambil berusaha menjauh dari axelle.
" **..terserah kau saja mau apa. jangan salahkan aku kalau kamu bosan disini." ucap kyle tanpa menatap wajah axelle.
" bolehkah aku mencicipi kue mu? " pinta axelle sambil memandang ke sekeliling.
" silahkan."
***
sudah 1 jam lebih axelle berada di toko kyle. ia memperhatikan betapa sibuknya dia dengan para pelanggan. ia juga memerhatikan bagaimana ia tersenyum ramah pada orang lain. kadang ia membantu jika kyle kewalahan melayani pelanggan yang cukup banyak.
"wahh. tak kusangka kue kue ku habis di jam segini." ucap kyle pada axelle yang duduk karna kelelahan.
" kamu sibuk tiap hari begini? apa kamu tak berniat mencari pegawai? aku rasa tokomu ini tidak bisa diurus seorang saja." balas axelle sambil menikmati minuman nya.
" benar juga apa katamu. baiklah, aku akan mencari pegawai."
" oke terima kasih ya."
kyle sedikit lega setelah kepulangan axelle. ia merasa agak kaku saat bersama pria itu. bagaimana tidak, ia tak pernah sedekat itu dengan laki laki.
kyle sebenarnya sangat penasaran sakit apa pria itu. dari badannya ia tampak bugar dan sehat sehat saja. apa jangan jangan pria otu hanya pura pura supaya bisa memanfaatkan kyle? akh kyle makin bingung saja. tapi ia sangat tau betapa baiknya pria itu.
***
Sudah 3 hari axelle tak pernah memberi kabar atau sekedar berkunjung ke toko kyle. gadis muda itu tentu saja merasa agak khawatir. apakah sakit nya tambah parah? dia sendirian di rumah. apakah dia baik baik saja?
kyle memutuskan untuk mengunjungi axelle hari itu juga. ia menitipkan tokonya pada pegawai yang baru dipekerjakan nya.
" Davit. tolong jaga tokoku. aku ada urusan sekarang." ucap kyle sambil berusaha merapikan dandanan sederhana nya.
" baik. serahkan saja padaku nona Samantha." ucap pria muda itu.
__ADS_1
kyle membawa beberapa kue untuk diberikan pada axelle. dengan menaiki taksi online yang dipesannya, akhirnya kyle sampai di depan rumah besar itu. pintu pagar masih terkunci. kyle begitu takut terjadi apa apa pada axelle. ia berusaha menekan bel gerbang rumah itu. lama kyle menunggu, akhirnya pintu gerbang terbuka. kyle merasa lega dan segera berjalan cepat menuju pintu. ia ingat dengan sandi pintu yang diberikan axelle sebelumnya. akhirnya pintu depan terbuka juga. rumah tampak kosong sehingga kyle berusaha memanggil nama axelle. tak ada sahutan hingga kyle memberanikan diri menuju lantai dua. tampak pria bernama axelle alfarez itu sedang duduk disofa. ia tersenyum menatap kedatangan kyle. kyle yang sudah ngosngosan menaiki tangga agak sedikit kesal dengan ekspresi menjengkelkan axelle.
" akhirnya kamu datang juga, kyle." ucap axelle sambil berjalan mendekati kyle.
hah? apa maksudnya? kyle tak mengerti maksud ucapan axelle.
" aku tak memberimu kabar selama ini karna aku mau kamu datang kesini tanpa kupinta. aku tahu kamu pasti mengkhawatirkan ku makanya kamu kemari. terimakasih sudah berkunjung, kyle."
" dasar bodoh. caramu itu salah. wajar saja aku khawatir karna kamu bilang kau sedang sakit." ucap kyle agak kesal.
" oke aku minta maaf. kamu sudah berada disini. apa kamu mau main video game?"
" tidak. aku tidak mau. aku sibuk sekali sekarang. ini ada beberapa kue kubawakan untukmu. aku akan pulang sekarang." ucap kyle sambil meletakkan bingkisan yang dibawanya ke atas meja.
" eitt. tunggu dulu. jangan langsung pulang. aku mohon." cegat axelle sambil memegang tangan wanita itu.
" kamu mau apa lagi?"
" kenapa kamu marah begitu? aku hanya pengen kamu lebih lama disini."
" oke oke. tapi lepaskan dulu tanganku. "
akhirnya kyle mengalah dan ikut duduk di samping pria itu. sedangkan axelle, ia langsung membuka bingkisan yang dibawa kyle.
" wah.. kamu benar benar tahu kue favorit ku." ucap axelle senang sambil mencicipi kue itu.
" siapa bilang aku tahu favorit mu seperti apa. aku asal asalan memilihkannya untukmu." ucap kyle sambil menatap axelle yang menikmati kue kue itu.
" tapi aku senang kamu mengkhawatirkan ku kyle. aku rasa kamu memang sahabat yang terbaik."
" kau adalah pria yang baik, axelle. kenapa kamu tak punya banyak teman? aku rasa akan banyak oramg yang mau berteman denganmu."
" kau tau, kyle. sebenarnya aku lebih menyukai kesendirian ku. tapi entah kenapa setelah mengenal dirimu, aku merasa ada hal yang jauh lebih indah dari kesendirian. selama ini aku lebih sering menghabiskan waktuku dengan video game. ternyata main video game bersamamu lebih menyenangkan. aku rasa punya teman tak buruk juga. tapi karna kondisiku sekarang, aku belum siap memiliki teman lain selain dirimu."
" ohh. aku mengerti. tapi aku masih bingung kenapa kamu memilih ku. padahal aku bukan kawan yamg baik."
" tidak kok. aku suka berteman denganmu. kamulah orangnya yamg telah memberiku pengalaman memiliki seorang sahabat."
__ADS_1
kyle merasa terkesima sesaat. karena merasa terharu dengan ucapan axelle. apakah aku memang seistimewa itu? kyle terdiam sambil merenungi ucapan axelle.
" kalau begitu aku juga akan berusaha menjadi sahabat yang baik bagimu." ucap kyle dalam hatinya.