Pria Berjiwa Dua

Pria Berjiwa Dua
berkunjung


__ADS_3

Sehabis berbelanja, axelle mengantar kyle pulang. selama perjalanan, kyle tersenyum karena menyadari betapa baiknya pria yang bernama axelle ini. selama berbelanja tadi, mereka banyak mengobrol dan bercanda bersama. kyle banyak tertawa karena ternyata axelle adalah tipe pria yang suka humor. kyle akhirnya mau percaya dan mau bersahabat dengan axelle.


"axelle, kapan aku bisa je rumahmu?" tanya kyle membuka percakapan.


"haah? benarkah kamu ingin berkunjung? " ucap axelle terkejut


"ya. kalau aku tidak sibuk."


" kalau begitu bagaimana kalau sekarang saja." ucap axelle senang.


"hmmmm... baiklah. tapi tak lama ya "


" okee. rumahku sebenarnya agak jauh dari rumahmu. aku harap nanti kamu sering berkunjung."


kyle tersenyum melihat tingkah axelle yang terlalu over senang. ia bertanya tanya apa istimewanya dirinya hingga axelle begitu bahagia disampingnya.


"ngomong ngomong. tadi kamu beli fast food banyak sekali. tak sehat jika kamu makan itu saja. kamu kan sedang sakit." ucap kyle mengalihkan topik.


"tenang aja. aku tak makan itu tiap hari. aku sebenarnya lebih sering makan di restoran. aku beli fast food buat nyetok aja karna kadang aku malas keluar rumah."


"eumm? emangnya kamu ga punya pembantu?"


" ngga ada. lagipula aku tak pengen punya pembantu."


"ohhh. kalo boleh tahu kamu sakit apa?" tanya kyle pelan.


" maaf kyle. aku belum bisa memberi tahumu. tapi suatu saat kamu pasti tahu " balas axelle sambil tersenyum.


***


Axelle memarkirkan mobilnya di depan rumahnya. bukan main terkejut nya kyle melihat pemandangan rumah yang sangat besar dan mewah ini. benar sekali dugaannya selama ini, kalau ternyata pria bernama axelle ini adalah orang berada.


"kamu tinggal sendirian disini?"

__ADS_1


"iyaa. kenapa?"


"waah. bagaimana bisa kamu membersihkan rumah sebesar ini sendirian?"


" aku melakukannya sendirian. tapi nggak setiap hari. hahaha" ucap axelle sambil tertawa.


axele dan kyle melangkah menuju pintu masuk. setelah axelle mengetik sandi, pintu langsung otomatis terbuka. kyle membantu membawa beberapa barang belanjaan axelle. ia menatap sekeliling, sangat luas dan mewah. baru pertama kali kyle memasuki rumah semewah ini.


Mereka menaiki lift ke lantai dua. karna disitulah dapur axelle berada. setelah memasukkan semua ke kulkas, axelle menghampiri kyle yang masih bengong.


"kyle. kamu mau makan apa?" tanya axelle sambil tersenyum.


"ngg. .nggak. aku gak lapar."


" kamu mau kita ngapain? aku harap kamu tidak bosan di rumahku."


" enggak kok. aku hanya kagum dengan pemandangan ini. ga kusangka kamu sekaya ini."


" wahh. sepertinya ayahmu kaya sekali. kamu sangat beruntung."


"aku tak seberuntung yang kamu pikirkan. aku justru iri pada mereka yang hidupnya sederhana dan memiliki badan yang sehat."


"hey. jangan sedih begitu. aku yakin kamu pasti sembuh." ucap kyle memberi semangat.


" terimakasih kyle. kita mau ngapain sekarang? kamu mau main video game?" balas axelle memberikan usul.


" ide yang bagus. aku juga suka video game." ucap kyle menyetujui usul axelle.


****


hari sudah sore, dan axelle berniat ingin mengantar kyle pulang. selama di mobil, mereka mengobrol bersama.


" kamu hebat juga ya. aku sampai kewalahan melawanmu." ucap axelle memuji kyle.

__ADS_1


" aku juga pecinta video game. sudah lama aku tak main itu karna aku lebih sering sibuk di tokoku."


" berkunjung lah kapan saja. kita bisa main game sama sama."


" tentu saja. kalau aku tak sibuk aku pasti akan berkunjung."


"terimakasih untuk hari ini kyle. aku sangat senang. kalau boleh tahu, apa orang tua mu masih ada?"


" hmmm. sebenarnya aku punya ayah. dulu aku tinggal di Ohio. aku kabur dari rumah karna memaksaku kuliah di jurusan yang tak kusuka. aku lebih mencintai hobi memasakku. tapi ayahku tak pernah setuju keputusanku. ia pernah menghancurkan dapur kami hanya karna aku sedang belajar resep baru. ia menamparku dan seketika aku langsung pergi meninggalkan rumah. aku pindah ke California dan membuka toko kue kecilku. sampai sekarang aku tak tahu bagaimana keadaan ayahku." ucap kyle panjang lebar. tersirat kesedihan dari ekspresi kyle sekarang.


" sepertinya kamu masih merindukan ayahmu. apa kamu tak ingin menemuinya?" balas axelle karena ia bisa menebak perasaan kyle,


" ti..tidak. aku tidak merindukan nya. aku membencinya." balas kyle berusaha berbohong.


"ohh. baiklah. tapi menurutku lebih baik kamu mengunjunginya. bagaimanapun juga dia adalah ayahmu."


" aku akan memikirkannya. bagaimana denganmu? dimana orang tuamu."


" ayahku sekarang di luar negeri bersama kakak laki lakiku. ibuku sudah lama meninggal dunia. sudah setahun ayahku juga tak pernah menemuiku." balas axelle dengan suara lemah


" berarti kita sama. tapi aku tak seberuntung dirimu. ayahmu masih menafkahimu."


" kita tak sama, kyle. kau yang meninggalkan ayahmu sedangkan aku ditinggalkan ayahku. kamu hidup dengan uangmu sendiri, sedangkan aku hidup dari uang ayahku. kamu menolak kuliah tapi aku sebenarnya ingin kuliah tapi tak diizinkan ayahku. seolah olah aku sangat lemah dimata mereka."


kyle terdiam mendengar ucapan axelle. kyle menyadari betapa kecewanya pria disampingnya itu pada ayahnya. ekspresi axelle yang datar tampak menyeramkan dan membuat kyle tak enak hati.


" tapi aku sangat berterima kasih padamu,kyle. kamulah yang mengisi kekosongan itu sekarang. aku harap kamu senang menerima ku jadi sahabatmu." ucap axelle tersenyum.


axelle mengambil sesuatu dari sakunya dan memberinya pada kyle. secarik kertas itu berisi deretan angka.


" ini adalah sandi rumahku, kyle. datanglah kapanpun kamu mau. anggap sebagai rumahmu sendiri." ucap axelle lagi.


kyle hanya tersenyum sambil menatap wajah tulus dari seorang sahabat.

__ADS_1


__ADS_2