
jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi tapi pria yang memiliki nama axelle itu baru saja bangun. Sudah sering dia kesiangan seperti ini. Apa boleh buat kalau jiwa alexnya memang sangat keras kepala.
ia menatap ke meja, dan kue yang dibelinya kemarin telah hilang semua. ia tak terkejut lagi karna yakin itu pasti ulah Alex. seharusnya ia menyimpannya ke kulkas semalam. tapi karena terlanjur ngantuk ia lupa. padahal ia sebenarnya masih menginginkan rasa manis dan enak kue kue itu.
mata axelle langsung tertuju pada note di atas nakas. yahh itu adalah pesan Alex semalam. ia membacanya tanpa menyentuh nya. tapi ia tak peduli dan langsung beranjak ke dapurnya.
" Jangan sok mengingatkan padahal kau sendiri keras kepala." gumamnya dalam hati.
**
dihari Sabtu yang cerah ini axelle memutuskan untuk mengunjungi toko Kyle lagi. apa lagi kalau bukan ingin beli kue lagi. selain itu ia juga ingin dekat dengan gadis itu.
setelah ia memarkirkan mobilnya di depan toko Kyle, betapa kecewanya dia melihat tulisan "TUTUP" di jendela kaca toko. namun setelah ia berjalan mendekat, dari balik kaca ia melihat kalau Kyle sedang main hp di dalam tokonya.
dengan spontan ia mengetuk pintu toko.
"nona Samantha? bisakah saya masuk?" ucapnya tanpa berhenti mengetuk.
tanpa menunggu lama, pintu di buka juga. Kyle langsung di sambut senyuman hangat axelle.
" ada yang bisa dibantu, tuan?" ucap Kyle sopan.
"aku hanya ingin beli kue lagi." balas axelle mantap.
__ADS_1
"tapi kami sedang tutup,tuan." ucap Kyle sambil menunjukkan tulisan di jendela.
" aku tahu tapi kuemu sangat enak. aku ingin beli lagi."
" maaf tuan, tapi kami tidak punya kue di hari libur."
"kalau begitu buatkan untukku sekarang." paksa axelle namun tetap tersenyum.
Kyle sebenarnya merasa aneh dengan pria yang ada dihadapannya itu. Sangat pemaksa!! Padahal ia sebenarnya ingin santai di hari libur. namun ia takut juga menolak.
" tapi membuat kue itu sangat lama, tuan. " ucap Kyle lagi berusaha menolak permintaan axelle.
" kalo begitu ayo buat sama sama. " balas axelle mantap.
akhirnya Kyle menyerah dan mengiyakan permintaan pria itu. Kyle membawa axelle ke belakang, tempat dimana kue di buat.
wajar saja ia penasaran karena mustahil kue itu dihabiskan seorang saja.
" kuenya kebuang semua." ucap axelle enteng.
"apa? kenapa beli banyak kalo dibuang." balas Kyle sedikit kesal. ia merasa kue buatannya tidak dihargai sama sekali.
"bukan aku yang buang. makanya aku mau beli lagi." ucap axelle sambil menatap gadis itu.
__ADS_1
" ngomong ngomong kita kenalan dulu. aku Axelle Alfarez. jangan panggil tuan lagi. panggil axelle." sambung axelle lagi sambil menyodorkan tangannya.
" Kyle Samantha." balas Kyle sambil menjabat tangan axelle. " tapi kenapa kamu ingin kenalan denganku?" tanya kyle serius.
wajar ia penasaran, karena baru ini ia bertemu pelanggan seperti axelle.
" aku hanya ingin jadi temanmu." balas axelle tersenyum.
" kenapa aku? aku hanya penjual kue dan sepertinya kamu orang berada." tanya kyle lagi sambil menyelidiki pakaian yang dikenakan axelle. Kyle merasa curiga jangan jangan pria ini akan berbuat sesuatu padanya.
" aku hanya ingin punya teman saja. dan sepertinya kamu akan jadi teman pertamaku."
"hhuuh?" dengus Kyle bingung.
" aku belum punya teman. sudah lama sekali!" ucap axelle sambil menghirup nafas panjang. Kyle sepertinya paham betapa menyedihkannya pria ini.
"jadi bagaimana? kamu mau jadi temanku?" mohon axelle sambil menatap lekat mata Kyle.
"oke, aku mau."
"Yesss. kalo begitu aku minta nomor hpmu." ucap axelle semangat sambil menyodorkan ponselnya.
"o..oke" balas Kyle sambil mengetik di ponsel itu.
__ADS_1
"oke makasih ya." ucap axelle sambil menatap ponselnya tersenyum.
****