
"Hai para readers, kembali lagi dengan othor ganteng sejagat MT. Othor punya cerita baru, yok di simak yak di baca juga jangan lupa 😓🍆
"Eh dengar-dengar hari ini kita kedatangan CEO baru. Ganteng loh dan satu lagi masih jomblo beeeeeh." ucap salah satu karyawan kantor tersebut.
"Emangnya beneran ganteng mbk?" tanya Elisa.
"Wah ganteng loh dan dia itu adek iparnya pak Devan." ucap para office girl yang lain.
"Gantengan mana sama pak samsul atau CEO baru itu mbk?" tanya Elisa lagi.
"Gantengan pak CEOnya itu lah! Dan aku dengar itu CEO tidak pernah pacaran.
"Waaaah pasti keren itu. Kira-kira kita sambut gak itu CEO ya mbk?" tanya Elisa sambil mengelap meja.
"Ya harus di sambut lah, dia kan calon suami ku." ucap kariawan yang bernama Astuti.
"Ya elah mbk, setiap yang ganteng calonmu semuanya. Tuh ada pak Asep ganteng kenapa gak kau jadikan calonmu aja!" ujar Elisa ceplas-ceplos.
"Iis gak level tahu sama pak Asep." ucap Astuti.
"Ya ya ya ya aku tahu mbak gak level, karna pak Asep tinggi nya 178 cm. Sedangkan mbak cuma 144 cm. Mana selevel karna mbak pendek." ucap Elisa lagi.
Dan kariawan yang lain tertawa terbahak, karena mereka tahu mulut Elisa kayak bon cabe yang pedes gurih dan nikmat.
********
__ADS_1
Tepat pukul 9.00 pagi, semua karyawan sudah menunggu kedatangan CEO baru di lobby.
Semuanya berkumpul, dari pejabat atas sampai OB dan OG, satpam bahkan ibu kantin saja ada.
Begitu sampai mobil CEO baru, semua orang terpana melihatnya. Karena mobilnya cakep banget.
Dan tiba-tiba turunlah makhluk jadi-jadian.
Jangan ditanya bagaimana reaksi para karyawan. Antara syok dan juga kaget karena mereka melihat seorang yang mirip wanita tapi juga agak ke laki-lakian. Gender abu-abu alias masih di pikirkan. Sebab ada di antara dua dunia.
Dan Elisa berbisik ke Astuti.
"Mbak, calon mbak keren aku salut ternyata CEO baru kita makhluk jadi-jadian." ucap Elisa sambil cengesan.
Sedangkan Astuti langsung istighfar.
"Ya elah mbak, ngucapin itunya salah, astagfirullah mbak bukan assalamu'alaikum! Apa mbak mau ucap salam sama itu orang ya?!" goda Elisa.
Astuti menyadari kekeliruannya dan langsung istighfar yang benar.
"Astagfirullah salah nyebut ane." kata Astuti sambil menepuk jidatnya.
Dari kejauhan nampak makhluk jadi-jadian itu mulai mendekat.
"Halooooooooo semuanya perkenalkan, nama eike Danis kalau siang, Diana kalau malam eike asistennya pak Fahmi." ucap Danis memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
Semuanya karyawan yang ada disana terbahak melihat ajaibnya makhluk satu itu. Satupun karyawan tidak ada yang menjawab karena mereka lagi membutuhkan oksigen. Karena apa? Karena mereka butuh udara yang segar. Itu di karenakan kelakuan makhluk di depan nya ini membuat mereka terpingkal hingga sesak nafas.
"Astagfirullah ya Allah, ngidam ape itu emaknya dulu ya? Kok bisa gitu ya mbak Astuti?" tanya Elisa dengan tiba-tiba.
Sejatinya mereka akrab kalau lagi gak konslet. Kalau sedang konslet setiap hari kerjaannya adu mulut saja.
"Entah elis, mana ku tahu. Apa pak Fahmi tidak kena virus ya?" jawab sekaligus tanya Astuti.
"Aku rasa tidak mbak As, mana tau pak Fahmi banyak minum kali ya atau setiap bulan masuk rumah sakit untuk ke THT buat korek kuping." ucap Elisa asal.
"Hush ngasal ae kamu ini." kata Astuti.
"Sebenernya harusnya di ruqyah aja mbak As, buat hilangkan setan durjana yang bersemayam di dalam tubuhnya itu hahahaha." Elisa tertawa begitu kerasnya bersama Astuti.
Ternyata tertawa merek berdua kedengaran oleh dua orang di depan sana yang langsung menoleh. Seorang pemuda menatap satu orang yang sangatlah cantik menurutnya. Dan satu lagi wanita perpenampilan yang tak kalah saing dengan Syahrini.
"Masyallah cantiknya." ucap Fahmi tanpa sadar.
Dan Danish langsung menatap bosnya dengan senyuman. Ya baru kali ini dia mendengar pujian terlontar dari mulut bosnya untuk wanita. Biasanya banyak wanita di kelilingnya namun tak mampu mendapatkan pujian.
Karena seorang Fahmi adalah laki-laki yang ta'at akan agama, selalu menundukkan pandangan jika menatap lawan jenis. Bukan tak menghargai namun lebih tepatnya tidak mau menambahkan wanita yang bukan mahramnya.
"Bos, pujianmu buat yang mana? Yang berpenampilan ala Syahrini atau wanita pakai seragam OG?" ucap Danis menggoda Fahmi.
"Astagfirullah, ya Allah ampunilah dosaku yang menatap bukan mahram ku." ucap Fahmi yang tersadar.
__ADS_1
Sedangkan Danis langsung tersenyum.