
"Kamu ini, ada-ada aja," ucap Fahmi sambil berbisik pada Danis.
Sedangkan dua wanita itu, saat ini langsung berhenti tertawa karena kepala OB/OG langsung menatap mereka dengan tajam.
"Hussssss habislah kita. Pasti habis ini kita bakalan di semprot habis-habisan." ucap Elisa.
Sedangkan Astuti hanya mampu cengesan.
Fahmi dengan segera memasuki kantornya. Fahmi langsung menunduk. Fahmi tahu banyak karyawan wanita yang berpakaian kurang bahan alias ketat.
Sebelum Fahmi naik ke lantai atas Fahmi memanggil manager masing-masing departemen dan membuat rapat dadakan.
Dan semua manager itu mengiyakan.
Setelah menunggu 1 jam akhirnya Danis memberanikan diri untuk berkata,
"bos ayo rapat! Semuanya sudah menunggu." ucap Danis.
"Iya" ucap Fahmi langsung berjalan menuju ruangan meeting berada.
Sesampainya di sana Fahmi segera menundukkan pandangannya lagi. Sadar betul banyak wanita yang berpenampilan yang bikin hareudang.
"Selamat menjelang siang semuanya." ucap Danis.
"Siang pak." jawab semuanya.
"Apa kita sudah kumpul semuanya?" tanya Danis.
__ADS_1
"Sudah pak." ucap mereka lagi.
"Baik sekarang dengarkan apa yang pak Fahmi akan bicarakan." ucap Danis.
"Assalamualaikum semuanya." salam Fahmi ramah.
"Wa'alaikumsalam." jawab para hadirin.
"Kali ini saya akan mengubah sedikit peraturan kantor. Dan saya mau kaum wanita mulai besok harus berpakaian tertutup dari karyawan sampek Office Girl. Dan jangan pakai baju kalian terlalu ketat. Jagalah diri kalian sebelum Allah menegur. Pakai baju tertutup bagi yang muslim. Yang non muslim pakailah celana panjang dan baju panjang saja. Tapi bagi yang muslim pakailah sebagaimana Allah perintahkan dan Allah telah berpesan kepada NABI MUHAMMAD SAW, Wahai Nabi Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." Ucap Fahmi tegas tapi santai.
Dan semua wanita yang berpenampilan kurang bahan langsung menunduk.
Setelah rapat dadakan itu
Fahmi langsung bangun, namun matanya sempat menangkap wajah ayu Elisa. Dengan cepat Fahmi bangkit.
"Astagfirullah." ucap Fahmi.
"Anu apa Dani? Ngomong tu yang betul napa." ucap Fahmi kesal.
"Ya elah boss gitu aja gak paham." ucap Danis lagi.
"Danis pesankan aku 1 kopi panas, seperti biasa yaa!" perintah Fahmi sambil masuk keruangnya.
"Okay boss."
Danis langsung menelpon bagian pantry dan meminta 1 cangkir kopi tidak terlalu manis.
__ADS_1
Ternyata yang mengangkat panggilan itu rupanya Elisa.
Elisa dengan cekatan membuat kopi, saat dirasa pas Elisa langsung membawa ke lantai 8 gedung itu di mana seorang Fahmi menjadi CEO di sana.
Sesampainya di sana Elisa tidak lupa mengetuk pintu.
"Masuk!" perintah Fahmi.
Elisa yang mendengar jawaban itu langsung masuk.
Dan pandangan Fahmi terkaget menatap Elisa. Jantung Fahmi bahkan berdetak kencang. Namun sayang orang yang di pandangan malah cuek bebek.
"Silahkan ini bos kopinya. Bos tahu ini kopi buatan Elis ini enak bos dan tidak ada tandingannya dengan chef di luar sana." beo Elisa dengan tingkat pedenya 100%.
Fahmi hanya tersenyum. Lebih tepatnya gemas iya namun sadar bukan mahram nya.
Dengan pelan Fahmi menyeruput kopi buatan pujaan hati eh buset pujaan hati belum kali yaaa hahahha pede kali Fahmi.
"Enak, pas." ucap Fahmi reflek.
"Kan bener apa yang Elis bilang pasti enak soalnya Elis buat pake rasa dan kasih sayang yang berlimpah seperti jengkol pak asep." ceroscos Elisa tanpa sadar.
Fahmi hanya tersenyum, wanita di depannya gak ada kalem-kalemnya. Tidak seperti wanita lain di luaran sana yang sering di jumpai terkesan kalem dan menjaga imagenya.
BABANG FAHMI 😱😱😱😱
__ADS_1
ada yang mau jodoh sama babang fahmi.
ayo daftar sebelum masa jomblo nya laku.