PRINCESS ITU OFFICE GIRL KU

PRINCESS ITU OFFICE GIRL KU
part. 4


__ADS_3

Elisa masuk kembali ke ruangan emaknya di rawat.


"Bagaimana nak, apa dia datang nak?!" tanya emak Elisa penasaran.


Elisa hanya mampu menggelengkan kepalanya. Karena orang yang di harapkan tak bisa datang.


Dengan pelan, emak Elisa tersenyum dan mengucapkan dua kalimat syahadat. Pada akhirnya emak Elisa berpulang ke rahmatulllah dengan tersenyum.


Elisa yang melihat emak nya menghembuskan nafas terakhirnya seketika berteriak histeris memanggil dokter.


Begitu dokter sampai disana


ternyata emak Elisa sudah tiada.


Elisa hanya bisa terdiam memandangi jasad ibunya yang telah terbujur kaku. Rasa tak percaya kalau ibunya meninggalkan dirinya di dunia ini. Tak mau berlama-lama Elisa segera mengurus administrasi agar ibunya bisa di kebumikan. Saat melintas tak sengaja Elisa berjumpa dengan Astuti.


"Elisa." panggil Astuti.


"Mbak As," ucap Elisa sambil menangis.


Astuti yang melihat Elisa menangis langsung memeluk nya.


Tak lama dari itu, datanglah Fahmi bersama Danis. Karena mereka bedua sedang mengurus sesatu.


Fahmi yang melihat Elisa menangis pun langsung mendekat.


Dia mengkode kepada Danis.


dan Danis segera mencari tahu.


Setelah di telusuri ternyata ibunya Elisa telah meninggal. Fahmi yang mendengar itu ikut berduka.


Hari itu juga emak Elisa di makamkan di hadiri hanya beberapa orang saja.


Setelah pemakaman, Elisa tak lupa mengucapkan terimakasih pada orang-orang yang sudah hadir di pemakaman ibunya. Terlebih lagi ada bosnya yang notabenenya sudah membantu dari awal saat emaknya di bawa pulang.


"Kamu tidak usah masuk kerja 3 hari ini!" perintah Fahmi lembut.


"Elisa kamu yang sabar, kamu yang tabah ya." ucap Fahmi lagi.


Elisa hanya mampu menangis dan menganggukkan kepalanya

__ADS_1


.


.


.


.


Tiga hari telah berlalu sejak kepergian emaknya. Bahkan pacar Elisa tidak nampak batang hidungnya. Jangankan berkabar, telpon saja tidak ada.


Akhirnya Elisa putuskan untuk mencari Balla ke kosannya.


Sesampainya di sana Elisa heran melihat sepatu laki laki yang bahkan balla saja tidak punya.


Dengan bergetar Elisa membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci itu dengan pelan.


Saat pintu terbuka betapa kaget nya Elisa dengan apa yang dia lihat di depan matanya.


"Astagfirullahalazim." ucap Elisa kaget.


"Kalian kalian ya Allah." ucap Elisa sambil mengelus dada.


Elisa menemukan pacarnya Balla lagi beradu pedang bersama atasannya yang tak lain adalah pak Samsul.


Ternyata Balla selama ini rupanya penyuka sesama jenis. Dia sengaja berpacaran dengan Elisa supaya keburukannya dengan pak Samsul tidak tercium dengan rekan-rekan kantornya.


Elisa bergegas berlari, dia bukan sedih tapi jijik lebih tepatnya. Sedangkan pak Samsul dan Balla pun cepat-cepat berpakaian karena mereka tidak mau orang lain sampai tahu.


Tujuan mereka hanya satu yaitu mengejar Elisa. Jika bisa mereka ingin membujuk Elisa untuk menutupi hubungan mereka. Tapi kalau tidak mau Elisa akan di bunuh.


Elis terus belari sehingga hampir saja tertabrak mobil yang berhenti mendadak.


"Elisa." panggil Danis yang terkejut.


"Pak tolong saya." mohon Elisa dengan ketakutan. Karena Balla terus mengejarnya.


Danis sebenarnya enggan membantu, karena dia mau ke apartemen bosnya. Tapi karena melihat Elis yang ketakutan, ya mau tidak mau Danis harus membantunya.


"Kamu kenapa belari seperti ini?" tanya Danis dengan heran.


"Aa..anu..anu pak." ucap Elisa terbata.

__ADS_1


"Kamu ini ana anu ana anu apa sih?!" omel Danis yang kesal.


"Sudah! Nanti aja kamu cerita, saya mau cepat-cepat." ujar Danis lagi.


Elisa hanya mengangguk.


Sesampainya di apartement,


Fahmi sangat terkejut karena melihat keadaan Elisa yang kacau.


"Hei, dia kenapa Dan? Tanya Fahmi penasaran.


" Gak tahu eike boss!" jawab Danis yang juga bingung.


"Kamu duduk lah Elisa!" suruh Fahmi.


"Terimakasih pak." ujar Elisa.


"Nah sekarang ceritakan apa yang terjadi denganmu!" perintah Fahmi.


Lantas Elisa yang sudah tak sabaran, langsung menceritakan bagaimana dan kenapa dia bisa seperti ini.


Fahmi yang di ceritakan begitu antara ngeri dan juga geli.


"Apa kamu yakin elis?" tanya Fahmi meyakinkan.


"Iya pak sumpah demi apapun." Elisa bersumpah.


"Danis coba kau lihat CCTV ruangan pak Samsul." kata Fahmi tiba-tiba.


Danis dengan segera menjalankan apa yang di perintahkan. Namun tetap juga gak ada yang aneh.


Setelah di cari-cari dan tak mendapati sesuatu yang aneh, akhirnya Danis menelpon anak buah nya.


"Bagaimana?" tanya Fahmi penasaran.


"Jika di kantor mereka gak aneh sih, tapi eike suruh cari anak buah aja bos infonya." ucap Danis.


Setelah menunggu 30 menit dan hasilnya membuat tiga makhluk hidup itu merasa geli.


Danis yang orangnya sering berpenampilan seperti wanita saja tetap juga merasa risih alias jijik. Fahmi langsung menjauh dari Danis.

__ADS_1


"Wah bahaya mengintai!" seru Fahmi dalam hati.


__ADS_2